cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
GRATITUDE PADA CAREGIVER KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA Lukas Onny Setiyoko; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41209

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu syarat kesejahteraan lansia, perawatan lansia kerap dibebankan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Merawat lansia tak jarang merupakan beban berat. Gratitude menjadi salah satu faktor yang dapat membantu caregiver menghindari kondisi kewalahan. Riset ini mengkaji dua fenomena: 1) tantangan para caregiver keluarga dalam merawat lansia berketerbatasan fisik, dan 2) gratitude dalam diri mereka sebagai perawat lansia dan peran gratitude dalam membantu mereka menyiasati dan memaknai tantangan tugas perawatan. Dengan berpendekatan studi kasus, riset psikologi kualitatif ini mengolah data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara semi-terstruktur. Partisipan penelitian ini adalah dua perempuan yang minimal telah satu tahun merawat lansia berketerbatasan fisik yang tinggal serumah dengan mereka. Ditemukan bahwa dalam merawat lansia, para caregiver ini menghadapi dua tipe tantangan, yaitu objektif dan subjektif. Tantangan objektif mereka mencakup bagaimana menjaga kebersihan pribadi lansia dan memenuhi kebutuhan lansia akan gizi berimbang. Adapun tantangan subjektif mereka adalah campur-aduk emosi terhadap lansia yang mereka rawat, yaitu kesedihan, kejengkelan, dan belas kasihan. Tersingkap pula dalam riset ini bahwa gratitude membantu para caregiver dalam menanggung beban sehari-hari merawat lansia dan menemukan makna di dalamnya. Gratitude mengandung tiga komponen, yaitu sense of abundance, appreciation for others, dan simple appreciation. Kata kunci: gratitude, caregiver keluarga, lansia Abstract Elder care is one of the necessities of life for the elderly to enjoy well-being. Usually, the onus is on families to look after their elderly relatives. A sense of gratitude helps these family carers to avoid physical and mental burnout. Using the case-study approach, this qualitative, psychological research examines the challenges confronting family carers of elderly relatives with physical limitations. The study also explores the role of gratitude in helping the family caregivers to manage and find meaning in the day-to-day challenges of elder care. Semi-structured interviews were conducted with two adult women who had looked after their physically challenged, elderly relatives for more than a year. Analysis of the interview data shows that they were faced with two types of challenges, objective and subjective. Objective challenges included nourishing the elderly and keeping their personal hygiene, while the subjective ones involved the mixed feelings of sorrow, pity, and exasperation toward the elderly under their care. These caregivers exhibited a sense of gratitude, which consisted of a sense of abundance, simple appreciation, and appreciation for others, and which had helped them cope with the daily burden of elderly care. Keywords: gratitude, family caregiver, elderly
UPAYA MENCAPAI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA NARAPIDANA KASUS NARKOBA Nadila Idzania Putri; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41214

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat kesejahteraan psikologis pada naripidana pecandu narkotika dan upaya yang dilakukan oleh narapidana untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi dengan 3 subjek yang dipilih dan merupakan narapidana dari Lembaga pensyarakatan kelas dua B Lamongan yang direkrut menggunakan purposive sampling oleh sipir atau pegawai penjara berdasarkan kriteria, yaitu subjek berusia 12-21 tahun, sedang menjalani masa setengah dari masa tahanan, dan baru pertama kali menjadi narapidana atau bukan residivis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga subjek menjelaskan sikap yang mencerminkan suatu kesejahteraan psikologis pada saat menjadi seorang narapidana dalam menjalani rehabilitasi. Perlakuan dan kegiatan positif yang tersedia di lapas membantu mereka dalam mengekspresikan dan menjalani kehidupan mereka saat menjalani rehabilitasi. Menyadari bahwa kesalahan dimasa lalu tersebut membuat mereka mampu menerima diri mereka sendiri akan kesalahannya sehingga membuat mereka memiliki motivasi untuk sembuh dan terlepas dari ketergantungan terhadap narkoba. Penelitian ini menjadikan bukti bahwa tidak semua narapidana akan down dan tidak memiliki semangat, namun terdapat narapidana yang memiliki semangat dan sikap positif dalam menjalani kehidupannya di dalam lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Kesejahteraan psikologis, pencandu narkotika, narapidana Abstract This study aims to examine the psychological well-being of inmates who are addicted to narcotics and the efforts made by inmates to achieve psychological well-being. The method used by the researcher is a qualitative research method using a case study approach. Data collection techniques in this study were interviews and observations with 3 selected subjects and were inmates from the second class penitentiary B Lamongan who were recruited using purposive sampling by wardens or prison employees based on criteria, namely subjects aged 12-21 years, currently serving half term, and is the first time to be a prisoner or not a recidivist. The results showed that the three subjects explained attitudes that reflected a psychological well-being when they were prisoners in rehabilitation. The positive treatments and activities available in prisons help them to express and live their lives while undergoing rehabilitation. Realizing that past mistakes make them able to accept themselves for their mistakes so that they have the motivation to recover and be free from drug addiction. This research proves that not all inmates will be down and have no enthusiasm, but there are prisoners who have enthusiasm and a positive attitude in living their lives in correctional institutions. Keywords: Psychological well being, narcotics, prisoners
PERBEDAAN AUTONOMY SISWA DENGAN DISABILITAS DI SEKOLAH LUAR BIASA DAN SEKOLAH INKLUSI Nisrina Nurika Agustin; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41215

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan autonomy antara siswa dengan disabilitas di sekolah luar biasa dan sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Dengan responden penelitian adalah 69 siswa dengan disabilitas tingkat SMP dan SMA di sekolah luar biasa dan sekolah inklusi pada Kota Surabaya. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Tingkat autonomy siswa diukur menggunakan skala psychological well-being multidimensional dari Ryff. Data kemudian dianalisa dengan menggunakan uji t sampel tidak berpasangan. Berdasarkan hasil analisa ditemukan jika terdapat perbedaan autonomy antara siswa dengan disabilitas di sekolah inklusi dan sekolah luar biasa. Hasil perhitungan juga menunjukkan jika skor autonomy siswa dengan disabilitas di sekolah inklusi lebih tinggi daripada siswa dengan disabilitas di sekolah luar biasa Kata Kunci: autonomy, sekolah luar biasa, sekolah inklusi Abstract The purpose of this study was to determine the differences in autonomy between students with disabilities in special schools and inclusive schools. This study uses a comparative quantitative method. The research respondents were 69 students with disabilities at the junior and senior high school levels in special schools and inclusive schools in the city of Surabaya. The sampling technique used is purposive sampling. The level of student autonomy was measured using Ryff's multidimensional psychological well-being scale. The data were then analyzed using the unpaired sample t test. Based on the results of the analysis, it was found that there were differences in autonomy between students with disabilities in inclusive schools and special schools. The calculation results also show that the autonomy scores of students with disabilities in inclusive schools are higher than students with disabilities in special schools Keywords: autonomy, special school, inclusive school
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA GURU Ahmad Aldy Hisbullah; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41216

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan work engagement pada guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh berjumlah 87 guru. Pada penelitian ini ada 30 orang guru yang mengisi skala untuk uji coba, sementara itu ada 57 guru sebagai subyek penelitian. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan 2 macam skala yaitu skala optimisme dan skala work engagement. Analisis data penelitian menggunakan teknik pearson product moment melalui bantuan program software SPSS 24 for windows. Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan antara optimisme dengan work engagement pada guru. Penghitungan hasil analisis data didapatkan nilai pearson correlation (r) sebesar 0,918 (r=0,918), hal tersebut menunjukkan ada hubungan antara optimisme dengan work engagement yang tergolong sangat kuat, serta didapatkan hasil yang menunjukkan nilai positif, artinya semakin tinggi optimisme, maka semakin tinggi pula work engagement. Demikian pula sebaliknya, bila semakin rendah optimisme, maka semakin rendah pula work engagement. Kata Kunci: optimisme, work engagement, guru Abstract This study aims to determine the relationship between optimism and work engagement on teachers. The research method used a quantitative approach. The research sampling technique used saturated sampling totaling 87 teachers. In this study, there were 30 teachers who filled out the scale for the trial, while there were 57 teachers as research subjects. Data collection in this study used 2 kinds of scales, namely the optimism scale and the work engagement scale. Analysis of research data using the Pearson product moment technique through the help of the SPSS 24 software program for windows. Based on the results of data analysis, it shows that there is a relationship between optimism and work engagement on teachers. Calculation of the results of data analysis obtained a Pearson correlation (r) value of 0.918 (r = 0.918), this shows that there is a relationship between optimism and work engagement which is classified as very strong, and the results show a positive value, meaning that the higher the optimism, the higher the also work engagement. Vice versa, the lower the optimism, the lower the work engagement. Keywords: optimism, work engagement, teacher
HUBUNGAN LONELINESS DAN QUARTER LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL Rizky Ananda Artiningsih; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41218

Abstract

Abstrak Quarter life crisis merupakan fenomena krisis emosional akibat ketidaksiapan individu dalam masa emerging adulthood. Isolasi yang dilakukan individu ketika terjebak dalam quarter life crisis berpotensi mengarahkan individu mengalami loneliness. Di sisi lain, ketidakpuasan terhadap hubungan juga ditemukan sebagai salah satu faktor penyebab quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui loneliness dan quarter life crisis pada dewasa awal serta menguji hubungan antar keduanya. Kriteria yang ditetapkan yaitu berusia 20-29 tahun, tinggal di Surabaya, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Teknik sampling yang digunakan yaitu insidental sampling dengan menyebar kuesioner secara online hingga diperoleh subjek sebanyak 330 dewasa awal. Alat ukur yang digunakan yaitu adaptasi Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA) dan skala yang disusun peneliti berdasarkan aspek quarter life crisis menurut Robbins dan Wilner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bersifat positif antara loneliness dengan quarter life crisis (r=0,571). Semakin tinggi skor loneliness maka semakin tinggi pula quarter life crisis yang dialami seseorang, begitu pun sebaliknya. Kata Kunci: loneliness, quarter life crisis, dewasa awal Abstract Quarter life crisis is an emotional crisis phenomenon that occurs due to the unpreparedness of an individual when they are in an emerging adulthood period. Isolation carried out by individuals when trapped in a quarter life crisis has the potential to lead individuals to experience loneliness. On the other hand, dissatisfaction with the relationship was also found to be one of the factors causing the quarter life crisis. Therefore, this study aims to determine loneliness and quarter life crisis in early adulthood and examine their relationship. The criteria set are 20-29 years old, living in Surabaya, and willing to be research subjects. The sampling technique used is incidental sampling by distributing online questionnaires so that the subjects obtained were 330 early adults. The measuring instrument used is the adaptation of the Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA) and a scale compiled by researchers based on the quarter life crisis aspect according to Robbins and Wilner. The results showed that there was a correlation between loneliness and quarter life crisis (r=0.571). The higher the loneliness score, the higher the quarter life crisis experienced by a person, and vice versa. Keyword: loneliness, quarter life crisis, early adulthood
PERAN PARENT CHILD RELATIONSHIP PADA PEMBENTUKAN ORIENTASI SEKSUAL LESBIAN Lika Purnama Ning Wulan; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41219

Abstract

Abstrak Perkembangan jaman yang semakin modern dan cepat seperti sekarang ini tentu saja memengaruhi gaya hidup masyarakat dalam kebutuhan primer salah satunya pada fashion. Hal ini memberi pengaruh yang besar kepada konsumen terutama mahasiswa di kota besar seperti Surabaya yang memiliki persepsi terkait baju dengan gaya kekinian, berasal dari merk terkenal, dan memiliki harga yang murah seperti thrift clothes import. Persepsi seperti ini memiliki keterkaitan terhadap keputusan pembelian produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek 55 orang mahasiswa Psikologi di Universitas Negeri Surabaya. Analisis korelasi data dalam penelitian ini menggunakan pearson product moment. Hasil analisis korelasi data sebesar 0,753 (r = 0,753) dengan taraf signifikansi linier 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan positif dan linier antara persepsi konsumen dengan keputusan pembelian. Kata Kunci: persepsi konsumen, keputusan pembelian, thrift clothes import Abstract Lesbian sexual orientation is defined as a woman who has feelings of love emotionally, spiritually, and physically to other women. It was found that one of the factors that influence why someone becomes a lesbian is a poor relationship between parents and children. The purpose of this study was to determine the role of parent-child relationships in the formation of lesbian sexual orientation. The method used in this research is a qualitative approach with a case study method. The research subjects were three women in the age range of 20-22 who had a lesbian sexual orientation, had gone through the process of coming out, and since childhood were cared for by their parents themselves. Data were collected using semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. This study found three main themes, namely the condition of parenting which consists of three sub-themes (father's role, mother's role, attachment to parents), then the second theme of lesbian identity formation which consists of two sub-themes (early awareness of lesbians, and social learning ) and the last theme is coming out which is divided into two sub-themes (coming out process, and parental response). In particular, this study found that permissive and authoritarian parenting, and insecure attachment types contributed to the formation of lesbian sexual orientation. Key words: parent-child relationship, sexual orientation, lesbian
HUBUNGAN ANTARA ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN STUDENT ENGAGEMENT PADA ATLET PELAJAR DI SMA OLAHRAGA JAWA TIMUR Aulia Shafira Hi Hukum; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41252

Abstract

Abstrak Peran ganda atlet pelajar dalam ranah akademik dan olahraga perlu dijalankan dengan seimbang. Penyeimbangan peran tersebut seringkali membuat atlet pelajar menemui dilema. Guna mewujudkan penyeimbangan peran tersebut, atlet pelajar perlu mengembangkan student engagement dalam kegiatannya di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi student engagement adalah academic self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dan student engagement pada atlet pelajar di Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Metode kuantitatif dengan studi korelasional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Instrumen pada penelitian ini adalah skala student engagement yang disusun berdasarkan Dogan, dan skala academic self-efficacy yang disusun berdasarkan Rowbotham dan Schmitz. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara academic self-efficacy dan student engagement. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,459. Bagi atlet pelajar yang dituntut untuk dapat memenuhi kedua bidang, academic self-efficacy berperan sebagai sumber penggerak atlet pelajar untuk memiliki engagement dalam ranah akademik dan olahraga. Sehingga, atlet pelajar memiliki keterlibatan yang tinggi dalam proses belajar mengajar ranah akademik dan latihan dalam olahraga. Kata Kunci: Academic self-efficacy, student engagement, atlet pelajar Abstract The double identity that student-athlete have in academic and sport must be balance. To balancing that role, student-athlete often have a dilemma. Student-athlete who has a low student engagement would tend to avoiding the tasks in classroom, and that make this role not balance. One of factor that influencing student engagement is academic self-efficacy. The purpose of this study is to determine the relationship between academic self-efficacy and student engagement that owned by students-athletes in Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Correlation quantitative method are used in this study. This study is a population research. Instrument in this study are using student engagement scale based on Dogan, and academic self-efficacy scale based on Rowbotham and Schmitz. The data analysis technique using product moment correlation test. The results of this study showed the correlation coefficient value of 0,459. Based on this results, this study indicates that there is a positive correlation between academic self-efficacy and student engagement. For an athletes who have to fulfill their role in sport and academic, academic self-efficacy has the role to increase their motivation in academic and sport. Thus, that make student athletes have engagement in academic and sport. Keywords: Academic self-efficacy, student engagement, student-athletes
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA KARYAWAN PT X Yeni Febriani; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41253

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan PT X. Metode yang digunakan yakni pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sampel pada penelitian ini yakni karyawan tetap di PT X, dengan minimal masa kerja 2 tahun sehingga subjek penelitian yang memenuhi kriteria tersebut sebanyak 45 karyawan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yakni skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Jenis isntrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows, menghasilkan nilai taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) artinya terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan PT X. Uji koefisien korelasi pada penelitian ini sebesar 0,611 (r=0,611) hasil penelitian ini sendiri menunjukkan arah hubungan yang searah dan positif yang artinya semakin tinggi persepsi dukungan organisasi maka semakin tinggi pula keterikatan karyawannya. Hal tersebut dapat terjadi sebaliknya, semakin rendah persepsi dukungan organisasinya maka semakin rendah pula keterikatan karyawannya. Kata Kunci: Persepsi dukungan organisasi, Keterikatan karyawan, Karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and employee attachment to employees of PT X. The method used is a quantitative approach. The sampling technique used the saturated sample technique. The sample in this study were permanent employees at PT X, with a minimum working period of 2 years, so that the research subjects who met these criteria were 45 employees. The instruments used in this study are the perceived organizational support scale and the employee engagement scale. The type of instrument used in this study is a Likert scale. Data analysis using the Pearson Product Moment Correlation technique with the help of SPSS 25.0 for Windows resulted in a significance level value of 0.000 (p <0.05), meaning a relationship between perceived organizational support and employee attachment to PT X employees. The correlation coefficient test in this study was 0.611. (r = 0.611) the results of this study indicate a unidirectional and positive relationship, which means that the higher the perception of organizational support, the higher the employee engagement. On the contrary, the lower the perception of organizational support, the lower the employee engagement with PT X employees. Keywords: Perceptions of organizational support, Employee engagement, Employees
PERBEDAAN KEKERASAN PSIKOLOGIS YANG DIALAMI DALAM RELASI ROMANTIS DITINJAU DARI GAYA KELEKATAN Ananda Rezky Dwicahyani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41285

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparasi. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahasiswa yang berkuliah di Surabaya, berada dalam relasi romantis, dan pernah atau sedang mengalami kekerasan psikologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 320 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen yaitu pengalaman kekerasan psikologis dan gaya kelekatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan SPSS 25.0 for Windows. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal Wallis. Hasil Uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Kata Kunci: kekerasan dalam relasi romantis, korban kekerasan psikologis, gaya kelekatan Abstract This study aimed to determine the differences of psychological violence that experienced in a relationship in terms of the attachment style. This study used quantitative comparative method. The sampling technique was purposive sampling. Participants in this study were college students in Surabaya, has a romantic relationship with someone else, and ever got a psychological violence. The data collected in this study by instruments, such as psychological dating violence experience and attachment style.The participants in this study were 320 people. The collected data were analyzed by using SPSS 25.0 for Windows. The data analysis technique was Kruskal Wallis Test. The result of the Kruskal Wallis Test showed a significance value 0,000 < 0,05. The result showed that there were differences in being victims of psychological dating violence in terms of the attachment style. Keywords: intimate partner violence, psychological violence victim, attachment style
PERBEDAAN KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Dema Amalia Fitria Siswanto; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41288

Abstract

Abstrak Perusahaan memerlukan karyawan yang memiliki dedikasi penuh untuk merealisasikan visi misi yang tercipta diperusahaan. Proses merealisasikan visi misi pada suatu perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki komitmen terhadap perusahaan. Perusahaan akan lebih mudah merealisasikan visi misinya jika semua karyawan memiliki komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai perbedaan komitmen organisasi ditinjau dari jenis kelamin pada karyawan bagian produksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa skala komitmen organisasi. Populasi penelitian ini menggunakan 60 karyawan dengan proposi 30 karyawan berjenis kelamin laki laki dan 30 karyawan berjenis kelamin perempuan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda. Hasil uji analisis uji beda adalah ada perbedaan komitmen organisasi ditinjau dari jenis kelamin karyawan bagian produksi (F= 0,003, p< 0,05). Berdasarkan hasil dari analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan komitmen organisasi antara karyawan perempuan dengan karyawan laki laki, dimana terdapat perbedaan pada dimensi afektif antara karyawan perempuan dan karyawan laki laki, begitupun pada dimensi kelanjutan dan normatif. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan komitmen organisasi antara kelompok perempuan dan kelompok laki laki diterima. Kata kunci: Komitmen Organisasi, Jenis Kelamin, Karyawan Produksi Abstract Companies need employees who are fully dedicated to realizing the vision and mission created in the company. The process of realizing the vision and mission of a company certainly requires employees who are fully committed to the company. The company will more easily realize its vision and mission if all employees have organizational commitment. This study aims to determine differences in organizational commitment in terms of gender in production employees. This study uses quantitative methods with data collection methods in the form of organizational commitment scale. The population of this study used 60 employees with a proportion of 30 male employees and 30 female employees. The instrument used in this study uses an organizational commitment scale. The data analysis technique used is a different test. The result of the analysis of the different test is that there is a difference in organizational commitment in terms of the sex of the production staff (F= 0.003, p < 0.05). Based on the results of data analysis, it is concluded that there are differences in organizational commitment between female employees and male employees, where there are differences in the affective dimensions between female employees and male employees, as well as on the continuance and normative dimensions. Thus, the hypothesis which states that there are differences in organizational commitment between women's groups and men's groups is accepted. Keywords: Organizational Commitment, Gender, Production Employeess

Page 39 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue