cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA ATLET MAHASISWA Nurmala Deviyanti; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45804

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet mahasiswa UNESA. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Subjek yang digunakan berjumlah 109 atlet mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik non parametrik korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Hasil hitung menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,537. Artinya semakin tinggi konformitas, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif yang dilakukan atlet mahasiswa. Atlet mahasiswa memiliki rutinitas latihan olahraga secara bersama dengan teman-temannya. Hal ini dapat memunculkan konformitas di antara mereka. Adanya konformitas membuat individu memiliki keinginan untuk terlihat sama sehingga mengakibatkan munculnya perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Kata Kunci : Konformitas, Perilaku Konsumtif, Atlet Mahasiswa
Kesejahteraan Subjektif Pada Single Mother yang Bekerja dan Memiliki Anak Disabilitas Mahendra Adi Tyawardana; Muhammad Syafiq
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45818

Abstract

GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI ORANG TUA DENGAN GANGGUAN JIWA Dewi Febriyani; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45819

Abstract

Abstrak Memiliki orang tua dengan gangguan jiwa berpotensi mengalami resiko tinggi terhadap penyakit mental dan fisik saat dewasa. Diperlukan adanya penerimaan diri sebagai wujud keberhasilan seseorang untuk menerima kelemahan dan kelebihan dirinya. Dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa perlu melakukan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek penelitian ini berjumlah dua orang dengan karakteristik laki-laki dan perempuan dewasa awal berusia 20-30 tahun, memiliki orang tua (ayah) dengan gangguan jiwa, tinggal bersama orang tua dengan gangguan jiwa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan sistem wawancara semi-struktur serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Adapun uji keabsahan penelitian ini menggunakan triangulasi dan member check agar data valid dan akurat. Penelitian ini menemukan 5 tema yaitu latar belakang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, dampak memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, faktor penerimaan diri, aspek penerimaan diri, dan tahapan penerimaan diri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada subjek memaparkan bahwa kedua subjek memiliki penerimaan diri secara baik, meskipun membutuhkan proses yang panjang dan sulit untuk dapat bangkit dari keterpurukan akibat memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: memiliki orang tua gangguan jiwa, dewasa awal, penerimaan diri. Abstract Having parents with mental disorders potentially high risk of mental and physical illness as adults. Self-acceptance is needed as a form of one's success to accept his weaknesses and strengths. Early adults who have parents with mental disorders need to do self-acceptance. This study aims to determine the description of self-acceptance in early adults who have parents with mental disorders. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The subjects of this study were two people with the characteristics of men and women of early adulthood aged 20-30 years, having parents (fathers) with mental disorders, living with parents with mental disorders. The data collection technique in this study used a semi-structured interview system and was analyzed using thematic analysis techniques. The validity test of this research uses triangulation and member check so that the data is valid and accurate. This study found 5 themes, namely the background of having parents with mental disorders, the impact of having parents with mental disorders, self-acceptance factors, aspects of self-acceptance, and stages of self-acceptance. Based on the results of research conducted on the subject, it was explained that both subjects had good self-acceptance, although it required a long and difficult process to be able to rise from adversity due to having parents with mental disorders. Keywords: have parents with mental disorders, early adulthood ,self-acceptance
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME Fatimah Ayu Fernandasari; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45820

Abstract

Abstrak Peningkatan angka perceraian yang semakin tinggi berdampak tidak hanya kepada hubungan suami istri, tetapi juga hubungan antara orang tua dengan anak. Situasi tersebut membuat terpengaruhnya tingkat kebahagiaan, kebingungan dalam pengambilan keputusan, stabilitas emosi, tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri pada perbedaan pola asuh yang diterima, serta kurangnya pendampingan orang tua untuk anak terutama pada saat masa transisi perkembangan yang berdampak pada kesuksesan tugas perkembangan. Dampak perceraian dapat diminimalisir dengan peningkatan subjective well-being individu. Peningkatan subjective well-being salah satunya dapat berhubungan dengan nilai attachment. Peneliti mencoba menguji apakah terdapat hubungan antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir broken home. Responden penelitian berjumlah 162 dengan kriteria yaitu rentang usia 18-21 tahun dan orang tua bercerai secara hukum. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan non-probability sampling method yaitu incidental sampling. Analisis hubungan dilakukan menggunakan pearson product moment dengan bantuan SPSS 23. Data menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.557, artinya terdapat hubungan negatif antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir berlatar belakang broken home. Kata Kunci: attachment, subjective well-being, remaja akhir. Abstract The increasing divorce rate has an impact not only on the husband and wife relationship but also relationship between parents and children. This situation affects the level of happiness, confusion in decision making, emotional stability, demands to be able to adjust to the differences in parenting received before and after the divorce process as well as the lack of parental assistance for children during the developmental transition. The impact can be minimized by the subjective well-being of individuals. One of the things that can contribute to subjective well-being is attachment. Thus, this study tries to test whether there is a relationship between attachment and subjective well-being in late adolescence from a broken home. The research respondents were 162 and had meet the criteria for 18-21 years of age whose parents were legally divorced. The research was conducted using quantitative methods with data collection techniques using non-probability sampling method, namely incidental sampling. Relationship analysis using pearson product moment with the help of SPSS 23. Data analysis resulted in a correlation coefficient value of -0.557, meaning that there is a negative relationship between attachment and subjective well- being in late adolescence with broken home background. Keywords: attachment, subjective well-being, late adolescence.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN COMPETITIVE ANXIETY PADA ATLET PENCAK SILAT Isnanda Nur Lailiyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45824

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh competitive anxiety sebagai salah satu faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi atlet pencak silat. Salah satu faktor yang mempengaruhi competitive anxiety pada atlet adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan suatu perasaan yakin pada diri individu atas kemampuannya, sehingga kepercayaan diri yang tinggi akan meminimalisir kecemasan bertanding pada atlet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan competitive anxiety pada atlet pencak silat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, semua populasi dijadikan subjek dalam penelitian. Jumlahnya terdiri dari 62 atlet dengan rentang usia 14-21 tahun. Instrumen penelitian menggunakan skala kepercayaan diri yang disusun oleh Jang et al (2018) dan skala competitive anxiety yang disusun oleh Cox et al. (2003). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara kepercayaan diri dengan competitive anxiety pada atlet pencak silat. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan diri atlet, maka semakin rendah competitive anxiety yang dialami, begitu pula sebaliknya. Kata kunci: Atlet pencak silat, kepercayaan diri, competitive anxiety
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN KARIER DENGAN KESUKSESAN KARIER SUBJEKTIF PADA ATLET MAHASISWA Navda Sevi Liona; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45830

Abstract

Atlet mahasiswa merupakan seseorang yang memiliki karier di bidang olahraga atau sering disebut olahragawan yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi. Hambatan dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus berkarier sebagai atlet merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh atlet mahasiswa dalam meraih kesuksesan karier secara subjektif sesuai dengan minat dan harapan yang mereka inginkan, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan komitmen terhadap karier mereka bisa saja menurun dengan atau tanpa mereka sadari. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara komitmen karier dengan kesuksesan karier subjektif pada atlet mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sampling incidental menggunakan kuesioner dari skala kesuksesan karier subjektif dan skala komitmen karier. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah atlet mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar 0,539 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan pada kedua variabel tersebut. Kata Kunci: Komitmen karier, Kesuksesan karier subjektif, Atlet Mahasiswa.
PERBEDAAN ADVERSITY QUOTIENT DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN PADA ANGGOTA HIMPUNAN PENCINTA ALAM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Pratiwi Wahyunissa Pusparani; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45832

Abstract

Sebagai wadah pengembangan diri, mahasiswa pencinta alam memiliki proses pendidikan yang sulit dan berat sebagai syarat bergabung kedalam keanggotaan. Dampaknya terdapat perbedaan jumlah anggota laki-laki dan perempuan yang bertahan dalam organisasi yang dapat mempengaruhi dinamika organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taraf kecerdasan adversitas yang dimiliki anggota himpunan pecinta alam Universitas Negeri Surabaya (Himapala Unesa) dalam memenuhi persyaratan sebelum dapat dilantik menjadi anggota penuh. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif komparatif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian melibatkan 47 subjek dengan kriteria pernah atau sedang melaksanakan program pendidikan di tengah pandemi. Data diperoleh dari kuesioner yang dimodifikasi dari Adversity Quotient Profile (AQP) yang dirancang oleh Paul G Stoltz. Teknik analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan skor kecerdasan adversitas lebih tinggi dimiliki oleh perempuan dengan besaran korelasi efek rendah sebesar 0,202 yang berarti perbedaan tidak signifikan. Perempuan memiliki nilai unggul pada dimensi control, reach dan endurance sementara laki-laki unggul pada dimensi origin-ownership. Kata Kunci: Adversity Quotient , Pecinta Alam, Himapala Unesa
Surface acting dan deep acting ditinjau dari Resilience Pada Perawat Ruang Rawat Inap Umum Bagas Badarul Ulla; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45845

Abstract

Abstrak Pada masa Pandemic COVID-19 ini diketahui bahwa peningkatan jumlah pasien yang ada dirumah sakit menimbulkan munculnya problem seperti kelelahan pada perawat, stress dan ketidakpuasan kerja yang diakibatkkan oleh beban kerja yang meningkat. Problem ini muncul dikarenakan kurang pemahanmannya dan ketahanan perawat dalam melakukan pengaturan emosi melalui ekspresi dan perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi antara resiliensi dengan surface acting dan deep acting pada perawat pada masa pandemic COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 125. Penelitian ini menggunakan total sampling yang didefinisikan sebagai jumlah dari populasi keseluruan akan digunakan sebagai subjek penelitian. Intrumen yang digunakan pada skala resilience disusun berdasarkan aspek dari Maddi (2013)., berjumlah 32 aitem. Sedangkan apda skala surface acting dan deep acting disusun berdasarkan aspek dari Robbins & Judge (2019) berjumlah 29 aitem. Untuk analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi pearson product moment yang digunakan sebagai uji statistik kedua variabel dengan maksud untuk mengetahui hubungan antara surface acting dengan resilience dan deep acting dengan resilience. Hasil dari uji statistik product moment menunjukkan korelasi signifikansi sebesar 0,003 (0,05). Hasil dari uji statistik product moment diketahui bahwa surface acting memiliki hubungan dengan risilience pada diri perawat, sedangkan pada deep acting juga memiliki keterkaitan dengan risilience pada diri perawat. Hal ini berarti bahwa perawat dengan tingkat ketahanan psikologis yang baik akan mampu melakukan kontrol yang baik pada dirinya, terkait dengan tekanan yang dimunculkan pada tempat kerja melakui tuntutan emosi dan ekspresi saat melakukan pekerjaannya. Kata Kunci: Surface acting, deep acting, Ketahanan Psikologi, Perawat Abstract During the COVID-19 pandemic, it was known that the increase in the number of patients in hospitals caused problems such as fatigue for nurses, stress and job dissatisfaction caused by an increased workload. This problem arises due to the lack of understanding and resilience of nurses in managing emotions through expressions and feelings. This study aims to determine the relevance of resilience with surface acting and deep acting on nurses during the COVID-19 pandemic. This study uses a quantitative method with a total population of 125. This study uses a total sampling which is defined as the number of the entire population will be used as research subjects. The instruments used on the resilience scale are arranged based on aspects from Maddi (2013), totaling 32 items. Meanwhile, the surface acting and deep acting scales are arranged based on the aspects of Robbins & Judge (2019) totaling 29 items. The analysis used in this research is the Pearson product moment correlation which is used as a statistical test for the two variables with the aim of knowing the relationship between surface acting and resilience and deep acting and resilience. The results of the product moment statistical test showed a significant correlation of 0.003 (0.05). The results of the product moment statistical test show that surface acting has a relationship with nurses' self-resilience, while deep acting also has a relationship with nurses' self-resilience. This means that nurses with a good level of psychological resilience will be able to exercise good control over themselves, related to the pressure that arises in the workplace through emotional demands and expressions when doing their work. Keywords: Surface acting, deep acting, Resilience, Perawat
Hubungan antara Emotional Intelligence dan Grit Pada Siswa SMA Olahraga Jatim Ridha Cahya Utanto; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45847

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional intelligence dan grit pada siswa SMA Olahraga Jatim. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian ini yaitu 147 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala emotional intelligence dari Goleman (1995/2016) dan skala grit dari Duckworth (2016). Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment dengan software SPSS 25.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara emotional intelligence dan grit pada siswa SMA Olahraga Jatim. Koefisian korelasi sebesar 0,676 menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan, semakin tinggi emotional intelligence siswa, maka grit-nya juga semakin tinggi. Kata Kunci: Emotional intelligence, grit, siswa. Abstract This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and grit in East Java Sports High School students. The method used is correlational quantitative. The participants of this study were 147 students. Data collection techniques used the emotional intelligence scale from Goleman (1995/2016) and the grit scale from Duckworth (2016). The data analysis technique uses product moment correlation with SPSS 25.0 software. This study shows that there is a relationship between emotional intelligence and grit in East Java Sports High School students. The correlation coefficient of 0.676 indicates a positive and significant relationship, the higher a student's emotional intelligence, the higher their grit. Keywords: Emotional intelligence, grit, students.
Kesejahteraan Psikologis Ibu Tunggal Pasca Suami Meninggal Dunia (Studi Fenomenologi di Bali) Sayidatul Qisti Adillah; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45848

Abstract

Abstrak Kehilangan pasangan akibat kematian akan membuat individu berada dalam fase kedukaan. Bagi perempuan yang memiliki anak dan suami meninggal dunia akan mengemban status sebagai ibu tunggal. Keragaman budaya dan adat di Bali mengakibatkan terdapat istilah bagi ibu tunggal yang berpisah dengan suami karena meninggal dunia yaitu perempuan balu. Menjadi perempuan balu bukanlah hal yang mudah terlebih di Bali menjunjung tinggi sistem patriakal. Ibu tunggal yang memilih untuk tidak menikah lagi dan tinggal bersama keluarga suami tentunya akan mengalami berbagai tantangan dan persoalan hidup. Hal ini sejalan dengan diharuskannya ibu tunggal di bali menjalankan awig-awig (aturan adat). Perubahan peran dan banyaknya aturan yang mengatur kehidupan ibu tunggal di Bali semasa melewati fase kedukaan akan memengaruhi kesejahteraan psikologis serta kualitas kehidupan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis yang dimiliki oleh ibu tunggal di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek dari penelitian ini adalah lima orang ibu tunggal di Bali yang tinggal dengan keluarga mendiang suami, serta bekerja sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga. Teknik analisis data menggunakan metode interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan permasalahan yang dialami kelima orang ibu tunggal di Bali meliputi, penambahan peran sosial, permasalahan ekonomi, stigma negatif masyarakat, perasaan duka yang dialami ibu tunggal seperti kehilangan dan kesedihan. Selain itu, faktor penting yang mendukung kesejahteraan psikologis ibu tunggal di Bali yaitu adanya dukungan sosial, penerimaan diri, dan harapan hidup untuk melanjutkan keberlangsungan hidup. Kata Kunci: Ibu Tunggal, Kesejahteraan Psikologis, Adat Bali. Abstract Losing a partner due to death will make the individual in a phase of grief. For women who have children and husbands who die, they will carry the status of single mothers. The diversity of culture and customs in Bali has resulted in a term for single mothers who separated from their husbands due to death, namely balu women. Being a balu woman is not easy, especially in Bali, which upholds the patriarchal system. Single mothers who choose not to remarry and live with their husbands' families will certainly experience various challenges and problems in life. This is in line with the requirement for single mothers in Bali to practice awig-awig (customary rules). Changes in roles and the many rules that govern the lives of single mothers in Bali during the grieving phase will affect psychological well-being and quality of life. Therefore, this study aims to determine how the description of the psychological well-being of single mothers in Bali. This research is a qualitative research that uses a phenomenological approach. The subjects of this study were five single mothers in Bali who lived with the family of their late husband, and worked as the main breadwinner in the family. The data analysis technique used the interpretative phenomenological analysis (IPA) method. The results of this study indicate that the problems experienced by the five single mothers in Bali include the addition of social roles, economic problems, negative community stigma, feelings of grief experienced by single mothers such as loss and sadness. In addition, important factors that support the psychological well-being of single mothers in Bali are social support, self-acceptance, and life expectancy to continue living. Keywords: Single Mother, Psychological Well-Being, Balinese Culture.

Page 54 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue