Articles
1,052 Documents
Hubungan antara Keseimbangan Kehidupan Kerja dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan Produksi di PT.X
Laura Novinta Prasojo;
Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53616
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan produksi di PT.X. Keberhasilan dalam suatu perusahaan tidak terlepas dari hasil kerja seluruh komponen Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada didalamnya, maka sangat penting bagi karyawan untuk memiliki komitmen organisasi pada perusahaannya. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan produksi yang berjumlah 70 karyawan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala ukur psikologis variabel keseimbangan kehidupan kerja dan komitmen organisasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang dapat diartikan terdapat hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan komitmen organisasi. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan yaitu sebesar 0,641 (r=0,641) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif atau searah dalam kategori sedang. Semakin tinggi nilai keseimbangan kehidupan kerja maka akan semakin tinggi juga komitmen organisasi karyawan produksi.
Coping Stress pada Mahasiswa yang Menjalin Hubungan Posesif
Laila Nur Syafitri;
Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53633
Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi coping stress pada mahasiswa yang menjalin hubungan posesif dengan pasangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap responden memiliki cara yang berbada menghadapi pasangan posesif. Setiap responden memiliki permasalahan keposesifan pasangan yang berbeda. Dengan berbagai masalah yang dilalui responden, responden mampu membuat strategi yang efektif dalam mengatasi stress yang datang dalam hubungan responden. Pengalaman-pengalaman permasalahan yang terjadi, menjadi sebuah tinjauan untuk mengatasi permasalahan kedepannya. Hubungan posesif didasari pada ketidakpercayaan pasangan pada responden. Responden mampu mengatasi keposesifan pasangan dengan berbagai cara yang telah responden pikirkan sebelumnya dan efektif.
Hubungan antara Quality of Work Life dengan Organizational Citizenship Behavior pada Guru Tetap Yayasan
Annisa Uswatun Walidya;
Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53636
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior pada guru tetap yayasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampling jenuh. Subjek pada penelitian ini yaitu guru tetap yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini dilakukan pada institusi pendidikan di bawah naungan yayasan X. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala psikologis variabel quality of work life dan skala variabel organizational citizenship behavior. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi pearson product moment. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05), dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,758 (r=0,758). Artinya terdapat hubungan positif atau searah dan antar variabel memiliki korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan semakin tinggi quality of work life maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavior pada guru.
Hubungan Workplace Spirituality dengan Organizational Citizenship Behavior Pengurus Organisasi IPNU IPPNU Kota Surabaya
Rohmatin Rohmatin;
Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53679
Workplace spirituality merupakan iklim psikologis organisasi yang akhir-akhir ini menarik dalam managemen sumberdaya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait hubungan workplace spirituality dengan organizational citizenship behavior pada pengurus organisasi IPNU IPPNU Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria subjek adalah pengurus aktif organisasi IPNU IPPNU Kota Surabaya dan telah mengikuti sedikitnya 4 tahun kepengurusan di IPNU IPPNU. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan korelasi pearson product moment yang memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,639. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan dengan kategori kuat antara workplace spirituality dengan organizational citizenship behavior. Semakin tinggi workplace spirituality maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavior. Begitu sebaliknya semakin rendah workplace spirituality maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior.
The Relationship Between Peer Conformity and Bullying Behavior in Middle School Students
Lailatus Sholihah;
Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53680
This research is motivated by the rise of cases of bullying behavior in adolescents, one of the causes of which is peer conformity, especially at school. The purpose of this study was to find out whether there is a relationship between peer conformity and bullying behavior of junior high school students, the research location is SMP Negeri 2 Puri Mojokerto. The respondents used were class VII and VIII with a total sample of 158 students. This research method is quantitative with saturated sampling technique using SPSS 17.0 for Windows. The instrument used is the conformity scale and bullying behavior using a questionnaire. In this analysis using the Product Moment Correlation Analysis formula using SPSS 17.0 for windows, the researcher conducted an analysis test on 158 students with a result of 0.000 which was significantly less than 0.05 or p<0,05. Hypothesis testing produces a correlation coefficient of -0.363 between the variables of conformity and bullying behavior, to test the hypothesis using Pearson's Product Moment, showing a low negative correlation between the x and y variables. So there is a significant relationship between peer conformity and student bullying behavior so that it has a negative but low correlation. Key word : Conformity, Bullying behavior
Hubungan Antara Job Insecurity Dengan Keterikatan Kerja Pada PPPK Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep
Elsya Rohainy Sakinah Putri;
Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53698
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara job insecurity dan keterikatan kerja. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan penentuan jumlah sampel menggunakan teknik sampel jenuh sejumlah 68 pegawai PPPK Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala psikologi dengan berisikan skala keterikatan kerja dan skala job insecurity. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Product Moment Pearson dengan dukungan IBM SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian yang dilakukan pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep menunjukkan adanya hubungan antara keterikatan kerja dengan job insecurity. Hasil dari uji hipotesis penelitian ini, menunjukkan hasil nilai korelasi koefisien sebesar -,0,902 dengan nilai p= 0,000 (p<0,05). Dari hasil data tersebut maka variabel job insecurity dan keterikatan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan arah negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi job insecurity akan berbanding terbalik dengan rendahnya keterikatan kerja. Serta berlaku pula sebaliknya, apabila job insecurity rendah maka keterikatan kerja tinggi. Kata kunci : Job insecurity, Keterikatan kerja, PPPK
Hubungan Workplace Spirituality dengan Komitmen Organisasi pada Guru Yayasan X
Naura Fatin Nuha;
Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53699
Workplace spirituality merupakan salah satu topik psikologi yang saat ini menjadi salah satu alternatif bahan pertimbangan dalam pengelolaan bidang sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait hubungan workplace spirituality dengan komitmen organisasi pada guru Yayasan X. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria subjek adalah guru yang memiliki masa kerja lebih dari sama dengan lima tahun. Total sampel penelitian ini melibatkan 92 guru, terdiri dari 30 guru sebagai subjek uji coba (tryout) kemudian 60 guru sebagai subjek penelitian. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner yang tersusun dari dimensi komitmen organisasi dan dimensi workplace spirituality. Analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara workplace spirituality dengan komitmen organisasi yang memperihatkan nilai korelasi sebesar 0,650 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Angka korelasi tersebut memiliki arti mempunyai hubungan yang positif bahwa semakin tinggi tingkat workplace spirituality maka semakin tinggi pula komitmen organisasi. Kata kunci : Workplace spirituality, komitmen organisasi, guru
The Description of Coping Strategies in Working Mothers: Description of Coping Strategies in Working Mothers
Muhammad Rizal Fikri;
Ira Darmawanti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53706
This study aims to look at the description of coping strategies in working mothers and what pressures and conflicts are faced by working mothers. This study uses a qualitative case study approach. Data collection in this study was semi-structured interviews with two subjects who are working mothers who have children aged 0-18 years. Data analysis in this study uses analytical techniques from Miles and Huberman, the process of which is through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study were that the second subject used two types of coping strategies, namely coping that focuses on problems (problem focused coping), namely seeking social support and planful problem solving. whereas for emotion-focused coping, namely distance and positive reappraisal. While the pressures and conflicts faced by working mothers are pressure and conflict at work and also managing the household. There are also difficulties in dividing time for working mothers between work matters and household responsibilities.