Articles
1,052 Documents
Adjustment of First Year Students to Work: Case Study
Annisa Nur Fauziah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53719
The purpose of this study is to identify the process of adjustment for the participant, who is an early-semester student and works, as well as the elements that support and prevent adjustment. A case study methodology and a qualitative technique are both used in this work. Participant are made up of three students and their three significant others, who are chosen according to preset standards. Semi-structured interviews were used to gather data, which was then analyzed using thematic analysis approaches. Passing interviews with a significant other were conducted to ensure the validity of the findings in this study. The study's findings show that the participant can modify his dual role of learning and working depending on a number of different conditions. One of these factors is scheduling time for work, school, and fun. Next, learn from mistakes, take time to reflect when there are issues, try to think optimistically in any circumstance, and ask or seek support from parents who have a lot of influence for assistance.
Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Keterikatan Kerja pada Karyawan PT. X
Alfian Aulana Nurfahrizal;
Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53735
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yang berjumlah 50 karyawan di PT. X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan alat bantu software SPSS versi 25.0 for windows dan didapatkan hasil nilai signifikansi korelasi sebesar 0,000 (p<0,05) dimana penelitian tersebut dapat dikatakan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,663. Hal tersebut dapat dikatakan bahwasannya variabel kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja mempunyai hubungan yang positif atau searah dan dengan tingkat hubungan yang kuat dimana semakin tinggi nilai kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi juga nilai keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Kata kunci : Kualitas kehidupan kerja, Keterikatan kerja.
Hubungan Antara Lingkungan Kerja Non Fisik Dengan Intensi Turnover Pada Karyawan PT. X
Ayu Amanda Cahyani;
Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53777
Banyak perusahaan yang berdiri dan berupaya untuk mempertahankan eksistensinya tetapi dalam pelaksanaannya perusahaan sering muncul permasalahan yang dapat menghambat terwujudnya kinerja yang optimal seperti tingkat turnover yang tinggi dimana hal ini merugikan bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja non fisik dengan intensi turnover pada karyawan PT. X. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan subjek penelitian sebanyak 50 orang karyawan dengan kriteria karyawan tetap pada semua divisi dengan masa kerja minimal 2 tahun. Terdapat dua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala lingkungan kerja non fisik dan skala intensi turnover. Analisis data penelitian menggunakan korelasi product moment dengan bantuan softwere SPSS 25.0 for windows yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,527 (r=-0,527) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p=<0,05). Hal tersebut memiliki makna bahwa terdapat hubungan yang negatif antara lingkungan kerja non fisik dengan intensi tunover pada karyawan PT. X. Kata kunci : Lingkungan Kerja Non Fisik, Intensi Turnover, Karyawan
Exploration of Student-Athletes Emotion Regulation in Terms of Gender
Andryanna Carey Oktavia;
Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53812
A student athlete in carrying out multiple roles may have a certain burden directed at them which has the potential to cause certain conflicts between roles and emotions that they must overcome so that good emotional regulation skills are needed. This study aims to explore emotional regulation in student athletes in terms of gender. This study used quantitative research methods. Participants were taken using a saturated sample with all populations sampled. The population in this study was 24 students, with a ratio of 10 male students and 14 female students. The emotion regulation instrument in this study used the IERQ4S emotion regulation scale. Data analysis techniques use descriptive analysis. Results showed that there were differences in emotion regulation between male student athletes and female students. Overall, the results showed that male student athletes had higher grade point averages. The higher the score obtained, the better the emotion regulation. Thus, male student athletes are better able to manage their emotions than female student athletes.
Profil Resiliensi Remaja Piatu di Panti Asuhan Mojokerto
Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53827
Seorang anak tidak dapat tinggal dengan keluarga lengkapnya dalam satu rumah karena ada berbagai faktor, misalnya keluarga kurang mampu dalam segi finansial, salah satu atau kedua orang tua meninggal dunia. Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki interaksi yang terbatas dengan orang tuanya. Di panti asuhan sendiri interaksi remaja dan pengasuh juga tidak dapat maksimal karena pengauh harus bertanggung jawab terhadap anak-anak lainnya juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi dan faktor proteksi resiliensi remaja piatu di salah satu panti asuhan Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member checkingdan triangulasi data Partisipan dalam penelitian ini yaitu remaja berusia 13-16 tahun, tinggal di panti asuhan, ibu kandungnya telah meninggal dunia, dan kurang mampu secara ekonomi. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan gambaran resiliensi remaja piatu di panti asuhan dapat dilihat melalui kemampuan problem solving, kemampuan mengontrol emosi, dan coping stress. Kemudian temuan faktor proteksi ketahanan pada penelitian ini yaitu dukungan sosial, yang berarti pembuatan, kompetensi diri, dan regulasi diri.
Gambaran Stres Akulturatif pada Mahasiswa Baru yang Merantau (Beda Budaya)
Yunita Ayu Rahmanda;
Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53843
Mahasiswa baru yang merantau dan memiliki budaya yang berbeda dapat mengalami permasalahan dalam beradaptasi dapat disebut dengan stress akulturatif. Stres akulturatif merupakan respon individu saat mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan budaya baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sumber stres akulturatif yang terjadi pada mahasiswa baru yang merantau (beda budaya) dan bagaimana cara mengatasinya. Kriteria peserta yaitu mahasiswa baru dan memiliki bahasa daerah yang berbeda dengan bahasa Jawa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan teknik wawancara semi terstruktur dan juga menggunakan teknik analisis tematik. Uji keabsahan pada penelitian ini menggunakan triangulasi teori dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan stress akulturatif yang dialami terjadi karena dituntut untuk mandiri, merasakan rindu dan kesepian, sulit mendapatkan teman, adanya perbedaan bahasa daerah serta adaptasi tubuh di kota perantauan dan kesulitan dalam bidang akademik. Kemudian, terapkan strategicoping fokus pada masalah untuk mengatasi stress akulturatif yang dialami.
Hubungan antara Work Engagement dan Knowledge Sharing Behavior dengan Readiness to Change pada Karyawan
Cindy Trisna Anggraini;
Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53848
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dan knowledge sharing behavior dengan readiness to change pada karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik sampling jenuh dengan kriteria subjek karyawan organik perusahaan dan minimal masa kerja 1 tahun. Total sampel terdiri dari 120 responden, dengan rincian 30 sebagai subjek try out kemudian 90 sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software IBM SPSS 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara work engagement dengan readiness to change dengan korelasi sebesar 0,718, ada hubungan yang positif signifikan antara knowledge sharing behavior dengan readiness to change dengan korelasi sebesar 0,634, dan terdapat hubungan antara work engagement dan knowledge sharing behavior dengan readiness to change dengan koefisien determinasi sebesar 0,551 atau 55,1%. Penelitian ini menunjukkan hasil adanya hubungan yang positif dan signifikan antara work engagement dan knowledge shairng behavior dengan readiness to change pada karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3.
Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Pria Akibat Kematian Istri
Fadhillah Nur Lathifah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53849
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan dan sumber kebermaknaan hidup diperoleh lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan analisis data menggunakan analisis tematik. Uji keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan member checking dan triangulasi data. Partisipan dalam penelitian ini ada 3 orang lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian dan tidak menikah kembali dengan anak perempuannya yang menjadi significant others. Hasil penelitian ini mengungkap 2 topik yaitu tahapan kebermaknaan hidup dan sumber kebermaknaaan hidup. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian kehidupannya bermakna karena berhasil melalui beberapa tahap yaitu tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penemuan makna hidup, dan tahap kehidupan bermakna. Sumber kehidupan bermakna dari nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap.