cover
Contact Name
Aditya Aziz Fikhri
Contact Email
aditfreedom11@gmail.com
Phone
+6281362059403
Journal Mail Official
jurnalyayasansukma@gmail.com
Editorial Address
Kota Adm. Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sukma: Jurnal Pendidikan
Published by Yayasan Sukma
ISSN : 25485105     EISSN : 25979590     DOI : -
Core Subject : Education,
SUKMA: Jurnal Pendidikan is an academic journal bi-annually published in Indonesia. It covers issues related to education in general: teacher, student, school management, curricula, teaching methods, teaching evaluations, education best practices, learning materials, et cetera.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 109 Documents
Potret Pendidikan di Era Globalisasi Teknosentrisme dan Proses Dehumanisasi Dewi, Eva
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03105.2019

Abstract

Pendidikan merupakan unsur yang paling penting bagi kemajuan peradaban bangsa. Era Industri dan globalisasi membawa dampak terhadap proses pendidikan terutama di Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memberi dampak positif, namun di sisi lain, dominasi teknologi membawa dampak negatif, yakni menimbulkan dehumanisasi dalam bentuk mentalitas yang terlalu mengagungkan teknologi di atas segalanya. Realitasnya, pendidikan di era globalisasi saat ini mengalami krisis nilai. Pendidikan hanya menghasilkan output-output yang pintar secara kognitif, menguasai teori dan teknologi tetapi kering dari nilai-nilai kemanusiaan dan sosial (dehumanisasi). Sebagai solusinya, pendidikan sebagai investasi haruslah mampu “memanusiakan manusia”; mengintegrasikan human being dan technobeing atau keterpaduan sains dan agama, dan reparadigmatisasi pendidikan dengan value approach, social cultural approach, cognitif skill approach dan political policy approach tentu saja sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dalam rangka membentuk generasi profesional, bermoral, bertanggung jawab dan bermartabat.
Pengaruh Globalisasi dan Era Disrupsi terhadap Pendidikan dan Nilai-Nilai Keislaman Fikri, Ali
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03106.2019

Abstract

Globalisasi telah menghilangkan sekat-sekat atau batas-batas antar negara; globalisasi juga telah mempersatukan dunia dalam satu komunitas “perkampungan dunia” atau global village. Kesatuan  komunitas dalam perkampungan dunia itu hampir mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek itu telah  mempengaruhi kehidupan manusia, baik dalam skala lokal seperti antar kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Bahkan dalam skala yang lebih luas seperti antar budaya, agama, profesi, dan bahkan antar bangsa. Era disrupsi merupakan bagian dari globalisasi, sebagai akibat dari digitalisasi dan evolusi teknologi. Kompleksitas pengaruh ini membuat setiap komunitas termasuk ‘Umat Islam’ secara tak terelakkan harus mengkaji dan menyikapi dampak-dampak globalisasi dan era disrupsi tersebut terhadap kehidupan dan pergaulan  mereka, khususnya pendidikan dan nilai-nilai keislaman yang semakin meredup. Tulisan ini memfokuskan pada pengaruh globalisasi dan era disrupsi terhadap pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Tulisan ini menegaskan bahwa globalisasi dan era disrupsi bisa didialogkan kembali dengan masyarakat Islam masa kini tanpa meredupkan nilai-nilai keislaman yang telah ada. Kita bisa melihat bagaimana pendidikan terdisrupsi oleh globalisasi dan bagaimana berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam tata dunia baru yang universal.
Adult Attachment for Reconstructing Adolescents’ Learning Identity and Awareness Dewi, Ratna Sari; Nurhayati, Nurhayati
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03101.2019

Abstract

This study explored how adolescents reconstructed their roles as learners through learning identity and awareness by adult involvement in Sukma Bangsa Pidie (SBP) School. In order to monitor students’ attitudes and learning aspects’ progress, this research employed several observations and interviews (groups and individuals) either by videotaping or voice recording, also students’ database records from school information system (called SISTO). The previous findings advocated that there were variations in the way adolescents performed their learning identity that might encourage them to achieve different degrees of motivation, self-perceptions (self-efficacy, self-concept, and self-esteem), autonomy, and self-development towards their identity as learners. In the other study, the authors also found that students in SBP School were in various categories regarding their levels of learning awareness. It was exhibited by how students dealt with their own learning approaches and how high their existing willingness to learn was. The different levels of learning awareness were survival, establishing stability, approval, and loving to learn. Both learner identity and learner awareness level were almost similar in the way that adolescents experienced. As argued by previous well-known researchers, the child would grow as a good learner with positive improvement of self-concept and self-esteem. Also, the formation of positive self-esteem in adolescence became a bridge towards their success as demanding learners. Furthermore, adult (in this case teachers and parents) involvement with adolescents’ learning approaches may embolden the learners to become less or more autonomous people. Positive adult attachment therefore is pivotal to moderate students who have either low willingness to study or low self-conception. This study ultimately confirmed that there was a reciprocal relationship between learner identity (motivation, self-perceptions, autonomy, self-development) and learner awareness (survival, establishing stability, approval, loving to learn), then further will support the integrated effects on learner autonomy.
Dunia Pendidikan dan Pengembangan Daya Kreatif Fachruddin, Fuad
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03104.2019

Abstract

Arus global memberi pengaruh kuat terhadap kebijakan, praktik, dan kelembagaan pendidikan. Pendidikan dihadapkan kepada tuntutan fleksibilitas dan adaptasiuntuk menyahuti tuntutan dan kesempatan dunia kerja. Kegiatan kelas (pembelajaran) hendaknya   memberi  peserta didik bekal yang diperlukan untuk hidup berdampingan dengan mereka yang berlatarbelakang sosio-kultural, politik, ideologi dan agama yang beragam. Daya Kreatif (creatrive power) yang mencakup berpikir kreatif, sikap kreatif (creative behavior) dan amaliah kreatif merupakan anugrah Tuhan kepada setiap individu  yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan. Pengaktualan daya kreatif sangat dipengaruhi banyak faktor seperti pendekatan dan model pendidikan yang diberikan.  Pengembangan kreatifitas dalam kelas (pembelajaran) akan menghasilkan peserta didik kreatif dan peserta didik kreatif pada umumnya memiliki kemampuan lebih tinggi  dan tangguh dibanding peserta didik biasa [tidak kreatif]. Kemampuan berfikir kreatif sebagai komponen kreatif akan menghasilkan pembelajaran efektif atau lebih jauh mengembangkan daya nalar tinggi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan pembelajaran. Pengembangan potensi kreatif peserta didik akan menghasilkan superior learning. Hal tersebut akan terwujud mankala  (a) guru-pendidik dibekali dengan kompetensi mengajar kreatif, (b)  Pemimpin sekolah memberi peluang atau kebebasan dan restu kepada warga masyarakat sekolah (guru, peserta didik, staf) mengekspresikan kreatifitasnya, (c) lingkugan fisik dan sosial  dan fasilitas sarana yang mendukung terhadap penumbuhan daya kreatif peserta didik.
IDENTIFIKASI SIKAP RASA INGIN TAHU SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA DI MAN 1 BATANGHARI Fadilah, Irma; ST, Kartini,
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03205.2019

Abstract

Pada abad 21 ini dibutuhkan sebuah pendidikan karakter guna membentuk siswa-siswa yang tidak hanya cerdas pengetahuan namun juga cerdas budi pekerti. Terdapat 18 karakter budaya bangsa yang telah dicetuskan pemerintah, salah satu karakter tersebut rasa ingin tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sikap  rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran fisika di MAN 1 Batanghari. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X IPA di MAN 1 Batnghari. hasil penelitian ini yaitu terdapat 9 siswa yang memperoleh nilai baik dengan persentase 25.7% dan 26 siswa yang memperoleh nilai sangat baik dengan persentase 74.3% . Hal ini menunjukkan bahwa sikap rasa ingin tahu yang ada pada siswa kelas X IPA di MAN 1 Batanghari tergolong kuat, dibuktikan juga dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa pada saat observasi.
Penggunaan Kata dan Istilah Bahasa Inggris pada Promosi Penjualan Online di Instagram Husna, Nurul Fadzilatul; Azizah, Siva Nur; Yahya, Mokh
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03204.2019

Abstract

This study aims to find out diction errors in online sales promotions on Instagram. Twenty sentences have been taken from six accounts established in Solo, Central Java, as the samples.  Analysis is focused on the inappropriate use of English words and terms. The results of this study are as follows. First, some forms of language errors found in Instagram accounts includes diction and terms errors. Second, the factors of language errors in sales promotions are (1) English is more popular, (2) English is more concise, (3) English looks more prestigious, and (4) English seems more persuasive.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru: Kasus di SDIT Cahaya Sunnah Cileungsi Bogor Mukhadasin, M; Kuswandi, Aos
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04105.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Sunnah Cileungsi Kabupaten Bogor dalam upaya peningkatan kinerja guru. Teknik Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling sesuai dengan pertimbangan dan kepentingan data/informasi yang diperlukan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama, gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala SDIT Cahaya Sunnah Cileungsi cenderung pada kepemimpinan transformasional. Hal ini terlihat pada indikator-indikator gaya kepemimpinan transformasional yang terdapat pada gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kedua, kinerja guru dalam kaitannya dengan perencanaan proses belajar mengajar masih rendah. Ketiga, langkah-langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di antaranya adalah dengan melibatkan warga sekolah dalam penyusunan visi, misi, dan program sekolah, mengadakan pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara berkala, pendekatan personal, pembinaan, pemberian bonus, reward, dan punishment.
The Relation of Care-Giver Language and Children’s Knowledge Construction: It’s Impact on Literacy Achievement Siregar, Evy I.
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03202.2019

Abstract

Literacy is a skill that develops along with the nurtured development of a person. For most school children in Indonesia this is a skill that is rarely encouraged, and yet this is the basic skill, the based foundation for academic growth. This paper looks at literacy development through child language development, its interaction with the carers and his/her environment. This is an attempt to look at the problem of the lack of literacy skills faced by Indonesians children and try to argue its stunted development through child language development, linked to their language development. Subsequently, it also attempt to place this issue through an argument that link this early development with the schooling process at the primary level, and how it might impact children’s literacy development.
Motivational Factors to Learn English among University Students in An Urban Area Adara, Reza Anggriyashati
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03203.2019

Abstract

Motivation can be considered as one of influential factors in foreign language (FL) learning as it helps to sustain learner’s interest during long and tedious learning process of FL. According to Deci and Ryan (2000), motivation can be categorized into two types; intrinsic and extrinsic motivation. The present study aims to investigate intrinsic and extrinsic motivational factors of a group of university students in an urban area to learn English. The present study applied a mixed method approach by administering a set of questionnaires and interviews. In addition to a relatively high level of motivation among the participants, the findings of present study show an interest in English language skills and positive attitudes to native speakers of English, English speaking countries, and English learning as intrinsic motivational factors to learn English. On the other hand, the chances of getting better jobs and personal development as extrinsic factors which motivate students to learn English. The present study recommends English teachers as well as educational institutions to provide teaching and learning materials which suited to improve students’ motivation.
Kebijakan Kurikulum dan Dinamika Penguatan Pendidikan Karakter di Indonesia Ariandy, Mohammad
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03201.2019

Abstract

Artikel ini intens menyoroti hal-hal yang melatarbelakangi kebijakan kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan karakter dalam bingkai Program ‘penguatan pendidikan karakter’ (PPK). Hal tersebut tentunya tidak lepas dari inovasi kebijakan kurikulum yang dikawinkan dengan gagasan-gagasan pemerintah, yang dibalut dalam sebuah gerakan dengan label “revolusi mental” yang terintegrasi dalam sebuah kurikulum nasional yang sedang berjalan. Persoalan yang akhirnya menjadi pokok perhatian dalam artikel ini, yakni bagaimana aktor-aktor tertentu memanfaatkan konstruksi pengetahuan tentang dinamika perubahan kurikulum dan urgensitas pendidikan karakter dalam pendidikan nasional. Proses di mana pengetahuan tentang kurikulum nasional dan skema penyelesaian huru-hara implementasi kebijakan kurikulum dikonstruksi, menggambarkan bagaimana aktor-aktor menjalankan kekuasaan. Teori governmentality Michel Foucault secara efektif menunjukkan wacana yang hanya menjadi medium mengantarkan kekuasaan. Kekuasaan justru akan semakin efektif jika berhasil menggerakkan serta mengarahkan individu-individu untuk bertingkah laku secara sukarela. Keadaan sebisa mungkin dibuat normal-normal saja, dengan begitu, akan tercipta masyarakat yang berdisiplin, taat regulasi, dan membatasi diri pada aturan-aturan yang telah diciptakan. Kekuasaan bukan lagi sekadar mengontrol, ia bahkan didukung oleh individu-individu yang merasa menjadi bagian darinya, sehingga masing-masing dari mereka mengambil sikap “etis” terhadap persoalan-persoalan atau wacana-wacana yang dihadapi.

Page 4 of 11 | Total Record : 109