cover
Contact Name
Aditya Aziz Fikhri
Contact Email
aditfreedom11@gmail.com
Phone
+6281362059403
Journal Mail Official
jurnalyayasansukma@gmail.com
Editorial Address
Kota Adm. Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sukma: Jurnal Pendidikan
Published by Yayasan Sukma
ISSN : 25485105     EISSN : 25979590     DOI : -
Core Subject : Education,
SUKMA: Jurnal Pendidikan is an academic journal bi-annually published in Indonesia. It covers issues related to education in general: teacher, student, school management, curricula, teaching methods, teaching evaluations, education best practices, learning materials, et cetera.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 109 Documents
Penerapan The Fifth Discipline pada Pendidikan di Indonesia Saat Pandemi Covid-19 Moerdijat, Lestari
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04201.2020

Abstract

Pembelajaran secara daring menuntut guru berinovasi dalam melakukan pembelajaran, hal ini menjadi salah satu solusi agar pembelajaran tetap berjalan dan siswa mampu mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu guru menggunakan metode pembelajaran E-Learning yang memanfaatkan teknologi dan komunikasi. Di masa pademic Covid-19 ini dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh dan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti ini, disiplin ilmu sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan, karena disiplin ilmu mengambarkan suatu perkembangan dalam peserta didik. Sebagaimana dikemukakan oleh Peter Senge (1992) bahwa untuk menjadi organisasi pembelajar, organiasi dapat mengaplikasikan lima disipin ilmu yang sering dikenal dengan The Fifth Discipline, yaitu penguasaan pribadi, membagi visi, model mental, berfikir sitem, dan pembelajaran kelompok. Kelima dimensi dari Peter Senge tersebut perlu dipadukan secara utuh, dikembangkan dan dihayati oleh setiap anggota organisasi dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Learning Organization Membangun Komunitas Pembelajar Di Sekolah: Pengalaman Sekolah Sukma Bangsa Marthunis, Marthunis
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04203.2020

Abstract

Organisasi sebenarnya dapat dipandang sebagai makhluk hidup (organism) yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kemauan dan kemampuannya untuk bertahan (survive) dalam menghadapi persaingan dengan para pesaingnya. Dalam konteks ini, sekolah sebagai sebuah entitas organisasi sejatinya senantiasa harus belajar, dalam rangka mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Sekolah perlu mendorong terbentuknya komunitas pembelajar (learning community) di dalamnya yang secara sukarela memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang meningkatkan kapasitas yang muaranya adalah kolektifivitas tim dalam mewujudkan sebuah organisasi pembelajar (learning organization). Upaya dalam memanifestasikan organisasi pembelajar dapat ditempuh dengan menginternalisasikan 5 Pilar: Personal Mastery, Shared Vision, Mental Model, Team Learning, dan System Thinking. Thinking as a whole, berpikir dan memandang bahwa entitas sekolah adalah sebuah perangkat jejaring yang saling terkait dan terhubung antara satu elemen dan lainnya merupakan modal utama sebuah sekolah untuk membangun komunitas pembelajar di dalamnya.
Objek Material dan Objek Formal Pada Lagu Bertema Covid-19 Putri, Indah Wigati; Markhamah, Markhamah
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05103.2021

Abstract

Filsafat merupakan induk dari seluruh ilmu yang memiliki objek material dan objek formal. Lirik sebuah lagu ialah sebagai sebuah bentuk puisi yang disebutkan menjadi karya sastra yang indah yang didalamnya dapat bermanfaat membuat motivasi, hiburan pagi penyanyi maupun pendengarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menjelaskan bentuk dari objek material dan objek formal dalam lagu bertemakan pencegahan COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik simak catat dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diketahui dalam lagu bertema pencegahan virus corona terdapat bentuk objek material antara lain yang ditemukan bentuk Virus Corona, tangan, hidung, mulut, mata, masker, air, madu, batu, empedu. Objek formalnya dari beberapa objek material yang ada tersebut terdapat beberapa sudut pandang ilmu seperti ilmu kesehatan, ilmu ekonomi, ilmu agama, ilmu biologi, ilmu geografi, ilmu kimia
Implementasi Pendidikan Humanis Pada Pembelajaran Perhiasan di SMK Negeri 9 Surakarta Hastutiningsih, Puji; Putri, Indah Wigati; Fauziati, Endang
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05105.2021

Abstract

Pendidikan humanisme berpandangan pentingnya akan penekanan emosi maupun perasaan, terbuka akan komunikasi, serta nilai yang ada dalam diri peserta didik dibandingkan hanya perkembangan kualitas kognitif. bertujuan untuk menjelaskan serta memaparkan mengenai bentuk dan faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan humanis pada pembelajaran perhiasan di SMK 9 Surakarta.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatifmenggunakan metode riset lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dari sumber yang sama. Hasil penelitian ini adalah konsep pendidikan humanis dalam pembelajaran perhiasan di SMKN 9 Surakarta adalah   pengembangan   dari   konsep   pendidikan   humanis   Ki   Hajar Dewantara dan  Paulo  Friere. Implementasi pendidikan humanis pada pembelajaran perhiasan di SMKN 9 Surakarta terwujud dalam beberapa aspek. Faktor pendukung pendidikan humanis pada pembelajaran perhiasan di SMKN 9 Surakarta antara lain peserta didik nyaman dan senang dalam pembelajaran, pembelajaran sesuai keinginan peserta didik, dan potensi peserta didik dapat dikembangkan. Faktor penghambatnya antara lain jika peserta didik tidak berangkat sekolah, maka kelompoknya terkendala dalam diskusi karena tidak lengkap dan peserta didik yang memaksakan diri mengikuti materi pembelajaran yang tidak diingikan, maka materi pembelajaran tersebut tidak dapat dipahami oleh peserta didik tersebut.
Kita Tahu, Kita Siaga, Kita Belajar Putra, Muchlisan
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05101.2021

Abstract

Artikel yang berjudul “Kita Tahu, Kita Siaga, Kita belajar” ini ditulis bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan guru, siswa, dan masyarakat terhadap penyebaran virus covid-19 di kalangan Sekolah Sukma Bangsa Pidie dan masyarakat Pidie pada umumnya. Metode yang diterapkan untuk pengelolaan risiko bencana adalah sistem pembelajaran jarak jauh dengan penerapan metode society, family and friendly. Metode ini dilaksanakan di SMA Sukma Bangsa Pidie untuk melindungi siswa dari virus dan memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan aman dan murah. Setiap proses pembelajaran diselipkan proses mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di dalamnya. Hasilnya, siswa dapat memahami mayoritas pembelajaran dan belum ada siswa dan masyarakat sekitar SMA Sukma Bangsa Pidie yang terpapar virus covid-19. Siswa mengetahui sistem mitigasi terhadap covid-19, mampu bersiap siaga dalam menghadapi pandemi ini, dan terus belajar untuk keberlanjutan proses pendidikan. Hal itu terlihat dari proses pembelajaran yang dapat berlangsung dengan baik dan siswa mampu mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan.
Mathematical Communication and Social Skills of The Students through Pair Check Type Cooperative Learning Models Farokah, Esti; Winarso, Widodo
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05201.2021

Abstract

Lack of students 'social skills makes students' mathematics learning less optimal. The learning model that is carried out is often not maximizing the learning process-oriented towards mathematical communication skills. This makes the teacher strive for a learning method or strategy to foster students' social skills and mathematical communication skills. The Pair Check method is one of the learning methods expected to train and improve students' social skills and mathematical communication skills. The subjects of this study were 24 students of class VII B MTs Riyadlul Ulum Bendungan. The results showed that: (1) students social skills had a percentage of 74.05% with the "most" criteria, which means that most of the students had quite good social skills. At the same time, students' mathematical communication skills have a percentage of 49.55% in the less category. (2) the application of the pair check method can improve students' social skills and mathematical communication. This can be seen from the post-tests average value, which is greater than the pretest, namely pretest < posttest or 13.88 < 19.58. (3) the application of the pair check method has implications for the social skills and mathematical communication skills of students at MTs Riyadlul Ulum Bendungan. This can be seen from the results of the questionnaire and the test results after the pair check method was applied. It was better than the questionnaire results, and the test results before the pair check method were applied
Manajemen Organisasi Pendidikan: Studi tentang Yayasan dan Sekolah Sukma Bangsa di Aceh Moerdijat, Lestari; Supratikno, Hendrawan; S. Ugut, Gracia Shinta; Bashori, Khoiruddin; Pramono, Rudy
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05106.2021

Abstract

Manajemen organisasi dengan learning organization telah terbukti berhasil meningkatkan kapasitas dan perubahan sistem, namun belum begitu banyak penelitian yang memfokuskan diri tentang implementasi learning organization pada organisasi yang baru terbentuk dan membentuk manajemen organisasinya. Penelitian tentang Yayasan dan Sekolah Sukma Bangsa di Aceh ini memfokuskan diri pada hal tersebut. Penelitian konsern dengan 3 hal yaitu learning organization, knowledge creation dan dynamic capability pada sekolah Sukma yang didirikan di Aceh dengan latar belakang konflik dan bencana alam yang terjadi sejak 2000-2004. Penelitian ini menyimpulkan bahwa learning organization (LO) tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaannya yang sering terhubung sebagai referensi bagi subyek penelitian ini (baik informan kunci, narasumber dan partisipan aktif) menempatkannya dalam tataran strategis dalam manajemen organisasi. Konsep LO di Yayasan Sukma yang sering ditemukan dalam penelitian adalah sub konsep personal mastery diikuti oleh mental model, system thinking. Kemudian shared vision dan terakhir adalah team learning. Kemudian, pada konsep knowledge creation dalam model socialization externalization collaboration internalization (SECI) yang sering ditemukan adalah sub konsep socialization diikuti oleh eksternalisasi, kombinasi dan terakhir adalah internalisasi. Selanjutnya pada konsep dynamic capabilities (DC) di Yayasan Sukma yang sering diperlihatkan adalah sub konsep transforming  yang diikuti oleh sensing. 
Globalisasi dan Masa Depan Studi Agama (Islam): Antara Tantangan dan Peluang Affan, Mohammad
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05202.2021

Abstract

Diskursus tentang globalisasi dalam hubungannya dengan studi agama telah lama menjadi perhatian bahkan polemik di antara para sarjana. Ada yang menganggap globalisasi sebagai tantangan yang di dalamnya juga terdapat peluang bagi pengembangan studi agama. Di sisi lain, tidak sedikit sarjana yang melihat globalisasi lebih banyak mengandung ekses negatif yang dapat mengancam masa depan kehidupan beragama. Diskursus yang sama juga terjadi dalam studi Islam. Terlepas dari polemik tersebut, tidak ada yang menolak bahwa globalisasi adalah keniscayaan yang harus disikapi dengan bijak. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan diskursus globalisasi dalam konteks studi agama dan studi Islam, memahami bagaimana para sarjana menyikapi globalisasi, serta apa implikasinya terhadap masa depan studi agama dan studi Islam. Metode yang digunakan dalam pemetaan tersebut adalah analisis deskriptif.  Dari hasil analisis diketahui bahwa globalisasi bukanlah suatu realitas sejarah yang objektif. Ia sekadar istilah yang digunakan untuk menandai perubahan pesat yang terjadi di dunia disebabkan oleh bergesernya pola-pola hubungan ekonomi dan sosial. Implikasinya, studi agama dan studi Islam dihadapkan pada tantangan untuk mengubah cara pandang terhadap realitas-realitas baru dalam dunia global.
Pembentukan Kelompok Belajar untuk Siswa pada Pembelajaran Daring Utami, Dewi Sri; Appulembang, Oce Datu
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/06103.2022

Abstract

The Covid-19 pandemic has brought changes in human life. The learning process that was originally carried out directly in the classroom, now has to be done at home by utilizing technology and internet networks. Online learning makes communication between students and their friends limited and students’ ability to work together is reduced. For this reason, as a teacher, you must be able to design learning methods that can make students still able to have good communication with their friends. The method of forming study groups for students is one of the effective methods used in the midst of online learning as it is today. Therefore, the purpose of writing this paper is to explain the importance of group formation methods in developing student collaboration from a Christian perspective. This paper was prepared using a descriptive qualitative research method. Christian teachers when dividing students into groups, must divide fairly and see students as valuable creations in the likeness and image of God. So that in the learning process in groups, Christian teachers must be able to guide students not only to learn about love but to be able to practice love itself in their groups. The existence of a group formation method is not only useful for developing student collaboration skills, but also allows students to appreciate every difference that exists in their group.Pandemi Covid-19 membawa perubahan dalam hidup manusia. Proses pembelajaran yang semula dilakukan secara langsung di kelas, kini harus dilakukan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan internet. Pembelajaran yang dilakukan secara daring, membuat komunikasi siswa dengan temannya menjadi terbatas dan kemampuan siswa dalam bekerja sama menjadi berkurang. Untuk itu, sebagai guru harus bisa merancang metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tetap bisa memiliki komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Metode pembentukan kelompok belajar untuk siswa menjadi salah satu metode yang efektif digunakan di tengah pembelajaran daring seperti sekarang ini. Maka dari itu, tujuan penulisan paper ini untuk memaparkan tentang pentingnya metode pembentukan kelompok dalam mengembangkan kerja sama siswa ditinjau dari perspektif Kristen. Paper ini disusun dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Guru Kristen pada saat membagi siswa ke dalam kelompok, harus membagi dengan adil dan melihat siswa sebagai ciptaan berharga yang serupa dan segambar dengan Allah. Sehingga dalam proses pembelajaran di kelompok, guru Kristen harus bisa menuntun siswa untuk tidak hanya belajar tentang kasih tetapi mampu mempraktikkan kasih itu sendiri di dalam kelompoknya. Adanya metode pembentukan kelompok, tidak hanya berguna untuk menembangkan keterampilan kerja sama siswa, tetapi membuat siswa bisa menghargai setiap perbedaan yang ada di dalam kelompoknya. 
Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Membentuk Akhlakul Karimah di Masa Pandemi Covid-19 Naseh, Ahmad Hanany; Khofifah, Nurul
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05203.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran dan upaya guru akidah akhlak dalam membentuk akhlak siswa di masa pandemi serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan akhlak siswa kelas VIII MTs N 7 Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan metode field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Akidah Akhlak, siswa kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran dan upaya guru akidah akhlak dalam membentuk akhlakul karimah siswa kelas VIII MTs N 7 Bantul di masa pandemi covid-19 melalui nasihat, bimbingan dan arahan, motivasi dan peringatan. Faktor pendukungnya yaitu media pembelajaran, kuota belajar dari sekolah dan keaktifan siswa dalam belajar daring di masa pandemi. Faktor penghambat yaitu sinyal tidak stabil, handphone dan ruang penyimpanan, pendampingan orang tua kepada anak dalam belajar. Peran dan upaya guru akidah akhlak dalam membentuk akhlak siswa tidak akan berhasil apabila tidak ada kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua dan siswa tersebut karena pendidikan tidak hanya dilaksanakan di sekolah saja sehingga semuanya saling berkiatan untuk mewujudkan pendidikan akhlak yang baik terhadap siswa.

Page 6 of 11 | Total Record : 109