cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 458 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM SEGITIGA SIKU-SIKU DI KELAS X MIA 1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PALU Nurul Agmita L; Dasa Ismaimuza; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku di kelas X MIA 1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini diperoleh dari aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara, catatan lapangan serta hasil tes pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku dengan fase-fase, yaitu: (1) pendahuluan, guru berusaha menarik perhatian siswa agar fokus pada pembelajaran (2) fase berakhir-terbuka, guru menyajikan contoh dan meminta siswa membandingkan contoh-contoh untuk mendorong perhatian dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan dan penemuan (3) fase konvergen, guru memberikan bimbingan seperlunya menggunakan teknik scaffolding melalui pertanyaan-pertanyaan arahan sehingga siswa mencapai pemahaman tentang konsep atau generalisasi tentang perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku (4) penutup dan penerapan, guru memberikan soal latihan yang dikerjakan secara individu oleh peserta didik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Perbandingan Trigonometri Segitiga Siku-Siku. Abstract: The purpose of this research was to describe the application of guided discovery learning model that can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles of class X MIA 1 Islamic Senior High School 1 Palu . This research is the Classroom Action Research (CAR). Research design refers to Kemmis and Mc. Taggart research design, which are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The data collected in this research was obtained from activities of teacher and students’ through observation sheets, interview’s result, field notes and the results of test on the first cycle and the second cycle. The results showed that the application of guided discovery learning model can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles with phases, which are: (1) introduction, the teacher tries to attract students 'attention to focus on learning (2) open-ended phase, the teacher presents an example and asks students to compare examples to encourage students' attention and involvement in the learning process and direct students to make observations and discoveries ( 3) convergent phase, the teacher provides guidance as needed using scaffolding techniques through directional questions so that students reach an understanding of concepts or generalizations about trigonometric comparisons in right triangles (4) closure and application, the teacher gives practice questions which is done individually by students. Keywords: Guided Discovery Learning Model, Learning Outcomes, Trygonometric Comparison in Right Triangles.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATERI MELUKIS SUDUT KELAS VII SMP SWADAYA PALU Rahmi; Gandung Sugita; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran langsung yang dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut di kelas VII SMP Swadaya Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan MC. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obervasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swadaya Palu yang berjumlah 26 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 26 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini yaitu: (1) data hasil aktivitas guru , data hasil aktivitas siswa, dan data keterampilan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran langsung pada lembar observasi minimal berkategori baik, (2) keterampilan siswa pada materi melukis sudut meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran langsung sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, 3) membimbing pelatihan, 4) mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, dan 5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui aktivitas guru pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 34, dan aktivitas guru pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Aktivitas siswa pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 35, dan aktivitas siswa pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Keterampilan siswa melukis sudut pada siklus I yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 8 siswa, cukup terampil 14 siswa, dan tidak terampil 4 siswa, sedangkan pada siklus II yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 13 siswa, cukup terampil 11 siswa, dan tidak terampil 2 siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Langsung, keterampilan melukis, melukis sudut Abstrak: The purpose of this research is to describe the application of direct learning models that can improve the students’ skill in painting angles in class VII of SMP Swadaya Palu. This type of research is classroom action research which refers to the research design of Kemmis and MC. Taggart, which is planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were all students of class VII of SMP Swadaya Palu, with the total numbers were 26 students enrolled in the 2017/2018 school year. The number of subjects in this research were 26 students and 3 students were selected as informants. The success criteria of the action in this research were: (1) data on teacher activity results, students’ activity data, and students’ skill data. The minimal category of the implementation of the phases of the direct learning model on the observation is good, (2) Students’ learning result in painting angles increase. The results of this study indicate that the application of the direct learning model can improve students' skills in painting angles by following the phases of the direct learning model as follows: 1) conveying the objectives and preparing students, 2) demonstrating knowledge or skills, 3) guiding training, 4) checking understanding and giving feedback, and 5) provide opportunities for advanced training and implementation. The increase was shown through teacher activities in the first cycle classified as good with a total score of 34, and teacher activities in the second cycle classified as very good category with a total score of 39. Student activities in the first cycle were classified as good with a total score of 35, and student activities in the cycle II is classified as a very good category with a total score of 39. The skills of students to paint angles in cycle I are students who are skilled in painting corn as many as 8 students, quite skilled 14 students, and unskilled 4 students, while in cycle II are students who are skilled in painting angles as many as 13 students, quite skilled 11 students, and not skilled 2 students. Keywords: Direct learning, painting skills, painting angles
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LIMIT FUNGSI Resky Noviana Sumedi; Nurhayadi; Sudarman Bennu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa yang diambil dari 29 siswa kelas XI IPA 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan prosedural berdasarkan pada klasifikasi kesalahan dasar objek matematika. Kesalahan fakta yang dilakukan siswa yaitu siswa keliru dalam menuliskan simbol limit fungsi. Kesalahan konsep yang dilakukan siswa yaitu (1) siswa salah dalam menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal, (2) siswa tidak memahami aturan dari limit fungsi. (3) siswa tidak mampu menyelesaikan soal. Kesalahan prinsip yang dilakukan siswa yaitu (1) keliru dalam menjabarkan suatu fungsi, (3) keliru dalam menentukan bentuk akar sekawan dari suatu fungsi, (3) tidak memahami materi prasyarat dari limit fungsi. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa yaitu: (1) berupa kesalahan memahami dan mencermati perintah soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi, (3) keliru dalam penulisan dan (4) kesalahan prosedur tidak lengkap. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi yaitu siswa tidak mengetahui simbol dari limit kiri dan limit kanan yang benar, siswa kurang memahami konsep dari limit fungsi, pengetahuan prasyarat dari limit fungsi yang dimiliki siswa masih belum cukup atau kurang, siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal limit fungsi dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa sangat kurang. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Menentukan Nilai Limit Fungsi. Abstract: The objectives of this research are (1) to find out types of error which were done by students in solving limit function problems. (2) to find out factors which caused students made mistake in solving limit function problems. The types of this research is qualitative research. The subjects of this research are 3 students which were taken from 29 students of class XI IPA 4. The result of this research shows that the types of error which were done by the students are factual error, conceptual error, principle error, and procedural error, according to basic error classification of mathematics object. Factual errors which was done by the students is students made mistake in writing limit function symbols. Conceptual errors which were done by the students are (1) students made mistake in using formula to solve the problems, (2) students did not understand well the rule of limit function, (3) students could not solve the problems. Principle errors which were done by the students are (1) students made mistake in operating algebraic forms, (2) made mistake in elaborating a function, (3) made mistake in determining flock root form of a function, (4) did not understand the prerequisite material of limit function. Furthermore, procedural errors which were done by the students are: (1) error in understanding and paying attention to the problems instructions, error in doing the operation (3) error in writing and (4) incomplete procedural error. Factors which caused students made mistake in solving limit function problems are students did not understand well the concept of limit function, students did not solve the problems carefully, students’ skill which was still less, students’ prerequisite knowledge which was still not sufficient, and the students had lack of initiative to recall all lesson that they had learned at school. Keywords: Error Analysis, Determining Limit Function Value.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII H SMP NEGERI 15 PALU Serli; I Nyoman Murdiana; Tegoeh S Karniman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di kelas VIII H SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII H yang berjumlah 24 siswa, terbagi atas 15 siswa laki-laki dan 9 siswa perempua serta di pilih 3 siswa sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 15 siswa dengan persentase ketuntasan 68.18% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 18 siswa dengan persentase ketuntasan 81.81%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII H SMP Negeri 15 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas, dengan enam komponen yaitu: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Digest, 5) Expand, 6) Review. Kata Kunci: Kooperatif Tipe MURDER; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the MURDER type cooperative learning model to improve student learning outcomes in surface area and pyramid volume material in class VIII H of SMP Negeri 15 Palu. The subjects of this study were students of class VIII H, amounting to 24 students, divided into 15 male students and 9 female students and 3 students were selected as informants. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of students who completed were 15 students with a percentage of completeness of 68.18% and in the second cycle many students were completed ie 18 students with a percentage of completeness 81.81%. The results of the observation of teacher activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The results of the observation of student activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The application of the MURDER type cooperative learning model that can improve the learning outcomes of class VIII H students of SMP Negeri 15 Palu in surface area and pyramid volume material, with six components, namely: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Digest, 5) Expand, 6) Review. Keywords: Cooperative Type MURDER; Learning outcomes; surface area and pyramid volume
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII A SMP NEGERI 3 DAMPELAS Yuli Asri; Pathuddin; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan pecahan di kelas VII A SMP Negeri 3 Dampelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, setiap siklusnya melalui 4 tahap yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi terhadap aktifitas guru siklus I memperoleh taraf keberhasilan baik dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Sedangkan hasil observasi aktifitas siswa pada siklus I memperoleh kriteria taraf keberhasilan cukup, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh taraf keberhasilan baik. Hasil yang diperoleh pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal adalah 43,75% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yaitu 25 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal yaitu 78,12%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa , dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) orientasi, 2) organisasi, 3) pengenalan konsep, 4) publikasi, serta 5) penguatan dan refleksi. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Prestasi belajar, Soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan. Abstract: This research aims to obtain the implementation of cooperative learning model to improve students learning achievement in solving story questions of addition and reduction of fractions in class VII A SMP Negeri 3 Dampelas. This research is classroom action research (CAR) that refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, each cycle goes through 4 stages namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. Based on the results of the research showed that the results of observation on the teacher activities in cycle I gained a good level and improvement in cycle II that is getting better success criteria. While the results of observations of student activities in the first cycle obtained enough success criteria, and experienced an increase in the second cycle that is getting a good level of success. The results obtained in the cycle I of students who passed the test were 14 students with the percentage of classical completeness was 43.75% and in the cycle II there were 25 students who passed the test with percentage of classical completeness of 78.12%. Thus, it means that this research succeeded in improving students learning achievement, by following the phases follows: 1) orientation, 2) organization, 3) introduction of concepts, 4) publication, and 5) reinforcement and reflection. Keywords:Cooperative learning model, Learning achievement, story questions of addition and reduction of fractions.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA BELAH KETUPAT DAN LAYANG-LAYANG DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN DI KELAS VII SMP NEGERI 20 PALU Fatima S.Pairunan; Sudarman Bennu; MAX
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan peneitian ini adalah untuk mendeskripsikan Profil Pemecahan Masalah Siswa Pada Belah Ketupat dan Layang-layang Ditinjau dari Tipe Kepribadian Di Kelas VII SMP Negeri 20 Palu berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Tahap memahami masalah yaitu: NA kepribadian guardian, menuliskan dan memaparkan hal diketahui dan ditanyakan secara lengkap. DA kepribadian artisan, belum dapat menuliskan dengan lengkap yang diketahui dan ditanyakan, kurang teliti serta cenderung tergesa-gesa. NS kepribadian rational, mengumpulkan informasi dengan menuliskan dan memaparkan hal diketahui dan ditanyakan secara lengkap dan tidak membutuhkan waktu lama memahami masalah. VA kepribadian idealist, membaca masalah berulang-ulang, 2)Tahap membuat rencana pemecahan masalah yaitu: NA kepribadian guardian, membuat hubungan antara yang ditanyakan dengan pengetahuannya. DA kepribadian artisan, menggunakan informasi yang dimiliki tapi belum jelas menuliskannya dan cenderung tergesa-gesa. NS kepribadian rational, menggunakan informasi diketahui dari soal dan pengetahuannya.VA kepribadian idealist, menghubungkan antar data diketahui dan ditanyakan, 3)Tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah yaitu: NA kepribadian guardian, menggunakan strategi direncankan dan menggunakan pengetahuannya untuk menemukan solusi dari masalah dan melakukan perhitungan dengan teliti. DA kepribadian artisan, menggunakan strategi direncanakan dan pengetahuan untuk menemukan solusi dari masalah tetapi kurang teliti. NS menggunakan strategi direncanakan dan diselesaikan menggunakan pengetahuannya. VA menggunakan strategi direncanakan dan pengetahuannya menemukan solusi, 4) Tahap memeriksa kembali jawaban yaitu: NA dan NS melakukan perhitungan kembali jawaban diperolehnya dengan teliti. DA dan VA memeriksa kembali jawaban yang dibuatnya. Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Belah Ketupat, Layang-layang, Tipe Kepribadan, Guardian, Artisan, Rational, Idealist. Abstract: The purpose of this study is to describe the Profile of Student's Problem Solving on Rhombus and Kites Judging from the Type of Personality in Class VII of SMP Negeri 20 Palu based on Polya's steps. The kind of this study is using qualitative research design. The results of the study show that: 1)Stage of understanding the problem namely: NA guardian personality, write down and explain things known and asked in full. DA artisan personality, have not been able to write in full what is known and asked, not thorough and tend to be rushed. NS the rational personality, by writing and describing things known and asked in full, and does not take long to understand the problem. VA idealist personality, reading problems repeatedly, 2)Stage of making a problem solving plan, namely: NA guardian personality, make connection between those asked with knowledge. DA artisan personality, use the information that is owned but not too clear in writing it and tends to be hasty. NS with the rational personality, using information is known from the question and knowledge. VA idealist personality, connect between data that is known and asked, 3)Stage of implementing the problem solving plan, namely: NA guardian personality, use the planned strategy, use his knowledge to find solutions to the problems given and do calculations c. DA using planned strategy and knowledge to find solutions to problems but no thorought. NS using planned strategies can be solved using his knowledge. VA using planned strategies and knowledge of finding solutions, 4)Stage of checking the answers, namely: NA and NS recalculated the answers had carefully obtained. DA and VA re-examine the answers that have made. Keywords: Profile, Problem Solving, Cut the rice cake, kite, Personality Type,Guardian, Artisan, Rational, Idealist.
PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR Gita Destiana; Mustamin Idris; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 30 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara, lembar observasi, catatan lapangan serta hasil tes akhir tindakan siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Palu yang diperoleh melalui 5 fase, yaitu: yaitu: (1) orientasi siswa kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pada fase ke 3 yaitu membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok diterapkan empat langkah penyelesaian Polya, yaitu: (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksanakan perencanaan, (4) memeriksa kembali proses dan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 53,33% dan meningkat pada siklus II menjadi 80%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu. Kata kunci: Strategi pemecahan masalah Polya; Pembelajaran Berbasis Masalah; Hasil Belajar; Soal bangun datar. Abstract: This research aims to obtain a description of the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning (PBL) model to improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII A of SMP Negeri 6 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in 2 cycles. The subjects of this study were all grade VII A students of SMP totaling 30 people. Data collected in this study are data obtained from interviews, observation sheets, field notes and the results of the final test of the first cycle and second cycle.The results of this study indicate that the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning learning model can improve the learning outcomes of Grade VII A students of SMP Negeri 6 Palu obtained through 5 phases, namely: (1) student orientation to the problem, ( 2) organizing students to learn, (3) guiding individual and group investigations, (4) developing and presenting the work, and (5) analyzing and evaluating the problem solving process. In the third phase of guiding the investigation individually or in groups four polya resolution steps are applied, namely: (1) understanding the problem, (2) making a plan, (3) carrying out the plan, (4) re-examining the process and the results obtained. The results of the first cycle showed that the observations of the activities of the teachers in cycle I and cycle II obtained very good success criteria. The results of the percentage of classical learning completeness in the first cycle was 53.33% and it increased in the second cycle to 80%. From the research results obtained, it can be concluded that the application of Polya's problem solving strategies to Problem Based Learning can improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII of SMP Negeri 6 Palu. Keywords: Polya problem solving strategies; Problem Based Learning (PBL); Learning outcomes; Problem getting up flat.
ANALISIS KESALAHAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DI KELAS XI IPA 2 MAN 1 PALU Ferdiawan A. Malidje; Gandung Sugita; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 kota Palu dalam menyelesaikan soal pada materi limit fungsi aljabar. Bentk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan cara sampel bertujuan (purposive sampling), dipilih 3 subjek penelitian yang masing-masing mewakili kategori yaitu 1 subjek yang memiliki kemampuan tinggi (KT), 1 subjek yang memiliki kemampuan sedang (KS) dan 1 subjek yang memiliki kemampuan rendah (KR). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1). Tes tertulis yang diberikan kepada masing-masing subjek penelitian, 2). Wawancara yang dilakukan kepada masing-masing subjek penelitian. Pemeriksaan kredibilitas data menggunakan triangulasi waktu. Metode penelitian menggunakan analisis data kualitatif menurut Huberman dan Miles dengan langkah-langkah yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan fakta dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 2). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 3). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan prinsip dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi (KT), subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). Kata kunci: Kesalahan, koneksi matematis, limit fungsi aljabar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK DI KELAS X MIA 5 SMA NEGERI 1 PALU Hindi Muchayarah; Anggraini; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak menggunakan definisi di kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick yang dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak menggunakan definisi, yaitu: 1) mempersiapkan siswa dan menyampaikan tujuan, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan mempersiapkan siswa untuk belajar, 2) menyajikan informasi, peneliti memberikan motivasi dengan menekankan bahwa materi yang akan dipelajari sangat penting, menjelaskan cara kerja tongkat serta instrument musik dan menginformasikan tentang materi yang dipelajari 3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti membentuk 7 kelompok belajar yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa setiap kelompok, 4) membantu kerja tim dan belajar, peneliti membagikan LKPD pada tiap-tiap kelompok, menjelaskan cara kerja LKPD dan menegaskan untuk saling bekerja sama dengan teman-teman kelompoknya, 5) mengevaluasi, peneliti menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan instrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa pemegang tongkat saat musik diberhetikan, dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaaan, peneliti memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berupa pujian dan hadiah yang sudah disiapkan. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, kemampuan, persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. ABSTRACT: This study aims to describe the application of cooperative learning model type talking stick can improve students' ability to solve equations and absolute value inequality using definition in class X MIA 5 SMA Negeri 1 Palu. This research is a classroom action research that refers to the design research of Kemmis and Mc.Taggart planning, action implementation, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The result of the research shows that the application of cooperative learning type of talking stick type can improve students' ability to solve equation and absolute value inequality using definition following phases, that is: 1) prepare the students and convey the purpose, the researcher deliver the learning objectives orally and prepare the students to learn, 2) presenting information, researching motivation by emphasizing that the material to be studied is very important, explaining the workings of the baton and the musical instrument and informing the material learned 3) organizing the students into the learning teams, the researchers formed 7 study groups consisting of 5 to 6 students in each group, 4) assisting teamwork and learning, researchers distributing LKPD to each group, explaining the workings of LKPD and asserting to work with their group's friends, 5) evaluating, the researcher runs the baton in a relay with aids an musical instrument and provide questions to the student's stick holder while the music is purged, 6) giving recognition or appreciation, the researcher rewarded the best group of praise and prizes that had been prepared Keywords: Cooperative learning model type talking stick, ability, equality and absolute value inequality.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 PALU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS Mariyaningsih; Muh. Hasbi; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas, dengan enam tahap sebagai berikut: 1) stimulasi, yaitu siswa diberikan rangsangan berupa masalah pada LKS bagian A untuk menemukan luas permukaan dan volume limas; 2) identifikasi masalah, yaitu siswa mengidentifikasi masalah pada LKS bagian A; 3) pengumpulan data, yaitu siswa mengiris alat peraga model limas sehingga membentuk jaring-jaring kemudian menggambar jaring-jaring tersebut pada siklus I, serta melakukan percobaan menemukan rumus volume limas dengan bantuan volume prisma kemudian menggambar model prisma dan limas tersebut pada siklus II; 4) pengolahan data, yaitu setiap kelompok menggunakan data yang diperoleh untuk menemukan dan menyelesaikan luas permukaan dan volume limas pada LKS bagian B dan kegiatan 2; 5) verifikasi, yaitu setiap kelompok mengerjakan tugas tambahan kemudian menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok tukarnya untuk membuktikan kebenaran rumus luas permukaan dan volume limas serta kebenaran dalam menyelesaikan soal tentang luas permukaan dan volume limas; 6) generalisasi, yaitu siswa menyimpulkan tentang langkah-langkah menemukan luas permukaan dan volume limas serta rumus luas permukaan dan volume limas. Abstract: This study aims to describe the application of guided discovery learning models to improve the ability of class VIII A students of SMP 7 Palu which took place in 2 cycles. The results showed that learning by applying a guided discovery learning model can improve the ability of class VIII A SMP Negeri 7 Palu on the material surface area and volume of pyramid, with six stages as follows: 1) stimulation, ie students are given stimulation in the form of problems in worksheet part A to find the surface area and volume of pyramid; 2) problem identification, namely students identify problems in worksheet part A; 3) data collection, namely students slicing the pyramid model props so that they form nets then draw the nets in the first cycle, as well as conducting experiments to find the pyramid volume formula with the help of prism volume then drawing the prism and pyramid model in cycle II; 4) data processing, that is, each group uses data obtained to find and complete the surface area and volume of pyramid in section B and activities 2; 5) verification, that is, each group is working on additional tasks then exchanging the results of their work with the exchange group to prove the truth of the formula for surface area and volume and the truth in solving questions about surface area and volume of pyramid; 6) generalization, namely students conclude about the steps to find the surface area and volume of pyramid and the formula for surface area and volume of pyramid.Keywords: guided discovery learning model; ability to find and complete the surface area and volume of ​​the pyramid