cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 458 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATERI PERBANDINGAN BERBALIK NILAI SMP LABSCHOOL UNTAD PALU Nofriana Tolabada; Sutji Rochaminah; Tegoeh S Karniman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan berbalik nilai di kelas VIIA SMP Labschool UNTAD Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Tanggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 12 siswa (60%) dan pada siklus II banyaknya siswa yang tuntas yakni 17 siswa (85%). Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dengan total skor 44 dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik dengan total skor 54. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dengan total skor 41 dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik dengan total skor 52. Subjek penelitian ini sebanyak 20 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan berbalik nilai di kelas VIIA SMP Labschool UNTAD Palu, dengan delapan komponen yaitu : (1) tes penempatan, (2) kelompok, (3) kelompok mengajar, (4) kreativitas siswa, (5) belajar kelompok, (6) unit keseluruhan, (7) tes fakta, (8) skor dan penghargaan kelompok. Kata kunci: Team Assisted Individualization, hasil belajar, perbandingan berbalik nilai. Abstract: This research aimed to describe about the Aplication of Cooperative Learning Model TAI can Improved the Learning Outcomes on derivative of inverse proportion at VIIA grade SMP Labschool UNTAD Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc. Taggart research design that were planning, acting and observing as well as reflecting. This research was conducted in two cycles. In the first sycle the number of student who pass are 12 student (60%) and the second cycle the number of students who pass are 17 student (85%) . The results of observations of teacher activity in the first cycle are in the good category with a total score of 44 and increased in the second cycle is in the very good category with a total score of 54. The results observations of student activity in the first cycle are in the good category with a total score of 41 and increased in the second cycle is in the very good category with a total score 52. The subject were 20 students and three students were seleced as informants. The result of the research showed that Cooperative Learning Model TAI can improved learning outcomes of VIIA student of SMP Labshool UNTAD Palu on inverse proportion, eight some components: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test, and 8) team score and team recognition. Keywords: Team Assisted Individualization, learning outcomes, reversed comparison.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN PERSEGI SISWA SMP LABSCHOOL UNTAD PALU DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Nurhaida; Nurhayadi; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai Profil Pemecahan Masalah siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan persegi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah persegi siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah pada tahap memahami masalah adalah subjek memahami masalah yang diberikan dengan baik; tahap membuat rencana pemecahan masalah siswa berkemapuan matematika tinggi memiliki gambaran dan strategi rencana yang jelas dalam merencanakan penyelesaian, subjek berkmampuan matematika sedang memiliki gambaran dan strategi yang cukup jelas, sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah memiliki gambaran dan strategi rencana yang kurang jelas; tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah siswa berkemampuan matematika tinggi melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah dirancanakan sebelumnya dan memperoleh penyelesaian yang tepat, siswa berkemampuan matematika sedang juga melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah direncnakan sebelumnya namun memperoleh penyelesaian yang kurang tepat sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah ia rencakan sebelumnya sehingga tidak menemukan penyelesaiaan; tahap memeriksa kembali jawaban siswa berkemampuan matematika tinggi memeriksa kembali jawaban saat mengerjakan dan setelah mengerjakan masalah, siswa berkemampuan matematika sedang melakukan pegecekan informasi pada saat mengerjakan masalah, dan siswa berkemampuan matematika rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali jawaban. Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Persegi, Kemampuan Matematika Abstract: This study aims to obtain a description of the problem solving profile of students who have high, moderate and low mathematical abilities in solving the question of square subject stories. This research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach based on problem solving steps proposed by Polya. The results of the study show that the profile of square problem solving for students with high, medium and low mathematical abilities at the stage of understanding the problem is able to understand the problem given properly; the stage of making a problem solving plan for students with high mathematical abilities has a clear picture and plan strategy in planning completion, subjects with moderate mathematical abilities have a fairly clear picture and strategy, while students with low mathematical abilities have an unclear picture and plan strategy; the stage of implementing a problem solving plan for high mathematical ability students carry out plans in accordance with what has been planned before and get the right solution, students with moderate mathematical abilities are also carrying out plans in accordance with what was planned before and but getting inaccurate solutions while students with low mathematical abilities implement plans according with what he had planned before and so that he did not find a solution; the stage of re-examining the answers of students with high mathematical abilities to re-examine then performing a careful recalculation when working and after working on the problem, students with moderate mathematical abilities checking information while working on the problem, and students with low mathematical abilities did not re-examine the answer. Keywords: Profile, Problem Solving, Square, Mathematical Ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 11 PALU Nur Irnasari; Maxinus Jaeng; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Quantum Teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 11 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemis dan Mc. Tagart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran Quantum teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 11 Palu melalui fase-fase yaitu: (1) fase tumbuhkan, peneliti memberikan motivasi belajar pada siswa; (2) fase alami, peneliti memberi kesempatan kepada siswa mengerjakan LKS berdasarkan pengalaman mereka; (3) fase namai, peneliti mempersilahkan siswa untuk mencoba menemukan konsep luas permukaan serta volume kubus dan balok; (4) fase demonstrasi, peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas serta menyelesaikan soal pada LKS; (5) fase ulangi, peneliti membimbing siswa untuk mengulangi materi yang telah dipelajari; dan (6) fase rayakan, peneliti memberikan penghargaan kelompok. Kata kunci : Quantum teaching, hasil belajar, luas permukaan serta volume kubus dan balok. Abstract: This study aims to describe the application of Quantum Teaching learning model that can improve student learning outcomes on the surface area material as well as the volume of cubes and beams in Class VIIIA SMP Negeri 11 Palu. This type of research is Classroom Action Research (PTK) which refers to the design of Kemis and Mc research. Tagart ie planning, action execution, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The application of Quantum teaching learning model that can improve student learning outcomes on the surface area material and the volume of cubes and beams in class VIIIA SMP Negeri 11 Palu through the phases: (1) growth phase, researcher gives motivation to learn to students; (2) natural phases, researchers give students the opportunity to work on LKS based on their experience; (3) namai phase, the researchers invite students to try to find the concept of surface area and volume of cube and beam; (4) the demonstration phase, the researcher asks the group representatives to present their discussion results in front of the class and solve the problem on the LKS; (5) repeat phases, researchers guide students to repeat the material they have learned; and (6) the celebration phase, the researcher rewards the group. Keywords: Quantum teaching, learning outcomes, surface area and volume of cubes and beams.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI INVERS DI KELAS X IPA2 SMA NEGERI 1 SIGI Rahmawati; Muh. Hasbi; Bakri M
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitiaan ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi berjumlah 20 orang yang terdaftar tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi mengikuti fase-fase, yaitu (1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) Menyajikan /menyampaikan informasi, (3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompk belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi dan (6) memberi penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar, Fungsi invers. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model to improve student learning outcomes in the inverse function material in class X Science 2 of SMA Negeri 1 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). This research refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study were 20 students of Class X IPA 2 of Sigi State High School who registered in the 2018/2019 school year. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of the Student Learning Achievement Division (STAD) cooperative learning model could improve student learning outcomes in the inverse function material in class X IPA 2 of SMA Negeri 1 Sigi following phases, namely (1) communicating goals and motivating students, ( 2) Presenting / conveying information, (3) organizing students in study groups, (4) guiding work and study groups, (5) evaluating and (6) giving awards. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Inverse Function.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PELUANG DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 SINDUE Sutira; Sudarman Bennu; Marinus Barra Tandiayuk
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskriptif tentang peningkatan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning pada materi peluang di kelas VIII A SMP Negeri 3 Sindue. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sindue mengalami peningkatan yang ditunjukkan dari persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 40% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II sebesar 80%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sindue pada materi peluang, dengan tahapannya yaitu: (1) Orientasi siswa kepada masalah, (2) Mengorganisasikan siswa, (3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Kata Kunci: Pembelajaran Model Problem Based Learning; Hasil Belajar; Peluang; Peluang Empirik. Abstract: This research is aimsatobtaining the description of the student result increasement through Problem Based Learning methodresult of the 8th grade students of SMPN 3 Sindue on subject Probability. The type of the research is Classroom Action Research. The research design is referring to Kemmis and Mc. Taggart model, whichare; planning, action, observe and reflection. In this research, the result that is obtained from presentation of classical learning of 8 grade s of SMPN 3 Sindue on subject Probability has increase increased the study result.Which is 40% in cycle 1 and become 80% in cycle 2. Referring to the result, it inferred that PBL method has increased student’s study result of the 8th grade students of SMPN 3 Sindue on subject Probability. The stages of the research are; (1) orientation of students to the problem, (2) organize the students, (3) guiding the individual and team investigation, (4) developing and presenting the student’s creation, (5) analyze and evaluating the process of problem solving. Keywords: Problem Based Learning method, Study Result, Probability, Empiric Probability.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA SMP NEGERI 8 PALU DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVER (EXTROVERT) DAN INTROVER (INTROVERT) Fani Isdayanti; Sukayasa; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi lengkung siswa SMP Negeri 8 Palu ditinjau dari tipe kepribadian ekstrover dan introver. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkepribadian ekstrover, dan satu siswa berkepribadian introver. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pada tahap memahami masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan subjek berkepribadian introver relatif sama yaitu menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, hanya saja subjek introver sebelum menceritakan kembali masalah dengan menggunakan kalimatnya sendiri terlebih dulu membayangkan dan membuat ilustrasi dari kondisi dan bentuk bangun ruang sisi lengkung pada masalah yang diberikan. 2) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver menentukan keterkaitan informasi yang terdapat pada masalah, menggunakan semua informasi yang didapatkan untuk membuat rencana pemecahan masalah, dan menggunakan konsep geometri dalam membuat rencana pemecahan masalah. 3) tahap melaksanakan rencana pemecahan, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver melaksanakan rencana sesuai dengan yang dibuat sebelumnya, hanya saja subjek ekstrover kurang teliti dalam langkah pemecahan masalah sehingga mendapatkan penyelesaian yang tidak tepat. 4) tahap memeriksa kembali, subjek berkepribadian ekstrover tidak memeriksa kembali jawaban sehingga tidak mengetahui letak kesalahan pada saat mengerjakan masalah, sedangkan subjek berkepribadian introver memeriksa kembali jawaban dengan melihat setiap langkah-langkah pemecahan masalah dan menguji hasil yang diperoleh. Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Tipe Kepribadan, Ekstrover, Introver. Abstract: This study aims to describe the problem solving of the curved side space of SMP Negeri 8 Palu students in terms of extrovert and introvert personality types. This type of research is qualitative descriptive approach based on the stages of problem solving from Polya. The subject in this study consisted of one student with an extrovert personality, and one student with an introvert personality. The result of this study indicate that 1) at the stage of understanding the problem, the subject with extrovert personality is finding information that is known and asked, it’s just that the introvert subject before retelling the problem using its own setence first imagines and illustrates the conditions and shapes of the curved side spaces in the problem given. 2) at the stage of making a problem solving plan, the subject of extrovert personality and introvert personality determines the relevance of information contained in the problem, uses all the information obtained to plan problem solving, and uses geometric concepts in making problem plans. 3) at the stage of implementing the solution plan, the subject of extrovert personality and introvert personalty carried out the plan in accordance with what was made before, except that the extrovert subject was not thorough in the problem solving steps so that the solution was not right. 4) at the stage of checking again, the subject with extrovert personality did not re-examine the answers so he did not know the location of the error while working on the problem, while the introvert personality re-examined the answers by looking at each step of solving problems and testing the result obtained. Keywords: Profile of Problem Solving, Curved Side, Personality Type, Extrovert, Introvert.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TEOREMA PHYTAGORAS Grace Silvana Duruka; Maxinus Jaeng; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan motivasi; (2) menyajikan informasi, guru menginformasikan model pembelajaran serta menjelaskan kegunaan tongkat dan intrumen musik; (3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, guru membagi siswa dalam 6 kelompok yang beranggotakan 5-6 siswa; (4) membantu kerja tim dan belajar, guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok dan meminta siswa untuk saling bekerjasama; (5) mengevaluasi, guru menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan intrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa yang memegang tongkat saat musik dihentikan serta guru bersama siswa membuat kesimpulan dan (6) memberikan pengakuan dan penghargaan, guru memberikan penghargaan individu dan kelompok terbaik. Kata kunci: Model pembelajaran koopertif tipe talking stick, hasil belajar dan teorema Phytagoras Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of the talking stick cooperative learning model in an effort to improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E of SMP Negeri 2 Palu. This research is a class action research that refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) Reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the observations of the activities of the first and second cycles of the teacher obtained very good success criteria. The results of observations of the activities of students in cycle I are getting good success criteria, and having an increase in cycle II that is getting very good success criteria. From the research results obtained, it can be concluded that the application of the talking stick cooperative learning model can improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E SMP Negeri 2 Palu by following the phases as follows: (1) conveying the objectives and preparing students , the teacher conveys the learning objectives, provides apperception and motivation; (2) presenting information, the teacher informs the learning model and explains the use of sticks and musical instruments; (3) organizing students into learning teams, the teacher divides students into 6 groups of 5-6 students; (4) helping team work and learning, the teacher distributes the worksheet to each group and asks students to cooperate with each other; (5) evaluates, the teacher runs the baton in a relay with the help of musical instruments and gives questions to students who hold the stick when the music is stopped and the teacher with students draw conclusions and (6) gives recognition and appreciation, the teacher gives the best individual and group awards. Keywords: cooperative learning model talking stick type, learning outcomes and theorem Phytagoras
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 5 PALU Hardianti; Bakri Mallo; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Selain itu siswa kurang fokus dan siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menerapkan pendekatan scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggert yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 32 orang siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase: 1) pembelajaran secara individu, 2) pengorganisasikan kedalam kelompok, 3) diskusi kelompok mengenai hasil belajar, 4) pemberian kuis, 5) pemberian penghargaan, dan 6) penyimpulan materi. Kata kunci: kooperatif tipe TAI, Scientific, hasil belajar, trigonometri. Abstract: The main problem in this study is student learning outcomes on trigonometry material is low. In addition students are less focused and students are less actively involved in the learning process so that the impact on student learning outcomes is low. To overcome these problems the researchers applied thetype of cooperative learning model TAI. The purpose of this study is to obtain a description of the application Scientific approach with the type of cooperative learning model TAI (Team Assisted Individualization)that can improve student learning outcomes in trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu. This type of research is classroom action research. The study design refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggert namely: 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects of the study were students of class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu, totaling 32 students. Data in this study were collected through observation sheets, interviews, field notes, and tests. The results showed that the application of thetype of cooperative learning model TAI that could improve student learning outcomes on trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu namely by following phases: 1) individual learning, 2) organizing into groups, 3) discussion groups regarding learning outcomes, 4) giving quizzes, 5) giving awards, and 6) concluding material. Keywords: cooperativetype TAI, Scientific, learning outcomes, trigonometry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DI KELAS VIII A MTs NEGERI 4 PALU Ika Wahyuni; Ibnu Hadjar; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 61,2% dan pada siklus II mencapai 74,19%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 51 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 59 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 47 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 54 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, think talk write, hasil belajar, soal cerita, SPLDV
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) SISWA KELAS VIII SMP BERDSARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Moh. Rian Firdaus; Muh. Hasbi; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) berdasarkan langkah-langkah Polya. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 3 siswa yaitu, siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang mempunyai kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah matematika SPLDV adalah sebagai berikut: (1) dalam memahami masalah, siswa berkemampuan matematika tinggi dan sedang memahami masalah yang diberikan dengan melakukan pembacaan masalah berulang. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah, walaupun subjek dapat mengidentifikasi informasi-informasi yang tersedia, namun subjek berkemampuan rendah tidak dapat memahami setiap informasi-informasi yang ada pada masalah tersebut walaupun telah melakukan pembacaan masalah secara berulang-ulang, (2) dalam merencanakan pemecahan masalah, subjek yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang memiliki rencana penyelesaian yaitu menggunakan metode gabungan antara subtitusi dan eliminasi. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah yang sama sekali tidak memiliki satupun rencana penyelesaian, (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang dapat menerapkan strategi penyelesaian masalah sesuai dengan apa yang direncanakan terlebih dahulu dan menggunakan pengetahuannya tentang suku-suku sejenis, operasi hitung aljabar dan operasi bilangan bulat. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah tidak dapat menyelesaikan masalah dikarenakan tidak dapat merencanakan pemecahan masalah, (4) dalam memeriksa kembali, subjek berkemampuan tinggi melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya sesudah penyelesaian akhir dengan cara mensubtitusi nilai dan yang diperoleh kedalam persamaan (1) dan (2), jika nilai ruas kiri dan ruas kanan sama maka jawaban yang diperoleh benar. Subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap pekerjaannya. Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah SPLDV,Langkah Pemecahan Masalah Polya Abstract: This study aims to describe the problem solving of eight grade students in solving the problems of the system of two linear equations (SPLDV) based on Polya steps. Subjects in this study consisted of three students namely, students with high math skills, medium and low. The results showed that subjects who have high, medium and low mathematical abilities in solving the mathematical problems of the system of two linear equations are as follows: (1) in understanding the problem of high and medium mathematics students are understanding the problem given by doing repetitive problem reading. Unlike the case with a low-math subject, although the subject can identify the information available, the low-ability subject can’t understand any information that exists on the problem despite repeated reading of the problem. (2) in planning the problem solving of subjects with high and moderate math have a plan of completion that is using the combination method between substitution and elimination. Unlike the case with a low math subject that has absolutely no settlement plan. 3) in implementing the problem solving plan the subject of high and moderate mathematics can apply problem-solving strategies in accordance with what is planned in advance and use his knowledge of similar tribes, algebraic counting operations and integer operations, unlike the subject of mathematical ability Low can ‘t solve the problem because it can ‘t plan the problem solving. (4) in re-examining the subject of high-ability to re-examine the results of his work after the final solution by substituting the values of x and y obtained into equations (1) and (2), if the value of the left and right segments are the same then the answers obtained are correct. Subjects with moderate and low mathematics do not re-examine their work. Keywords: Profile problem solving system of two linear equations, Polya Problem Solving Step