cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 177 Documents
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM PRIMIPARA Fitriana, Vera; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Devitriani, Riska Aulia; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.207

Abstract

ABSTRAKMenyusui merupakan hal yang sangat penting bagi ibu untuk buah hatinya, karena Air Susu Ibu (ASI) mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan kecerdasan bayi. Salah satu penyebab kegagalan dalam pemberian ASI adalah belum keluarnya ASI setelah ibu melahirkan. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi yaitu pijat oksitosin. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima sampai keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI ibu post partum primipara. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode evaluasi tindakan dengan jenis studi kasus deskriptif. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Sampel dalam penilitian ini adalah 2 orang ibu post partum normal primipara hari pertama di RSUD dr R Soetrasno Rembang yaitu Ny.I dan Ny.M. Hasil setelah dilakukan pijat oksitosin selama 5 hari dengan 10 kali pertemuan dan dari kedua responden mengalami peningkatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi ASI ibu post partum primipara.Kata Kunci : Air Susu Ibu, Pijat Oksitosin, Post Partum Primipara.
PENATALAKSANAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN HIPERTENSI UNTUK MENGURANGI NYERI DI RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus luluk cahyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.38

Abstract

Tekanan darah normal untuk dewasa memiliki sistolik di bawah 120 mmHg dan diastolic di bawah 80 mmHg. Tekanan darah yang tidak normal lebih tinggi dari 120/80 mmHg. Tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg, atau diastolic diatas 90 mmHg merupakan hipertensi. Penyakit hipertensi terdiri atas dya klasifikasi yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Nyeri kepala merupakan gejala penting dari berbagai kealinan tubuh organic maupun fungsional, nyeri kepala adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan emosi dengan kerusakan jaringan. Terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri salah satunya adalah teknik relaksasi nafas dalam yang terdiri dari pernapasan dada dan perut dengan frekuensi lambat berirama yang memiliki manfaat sebagai pereda nyeri akut maupun kronis dengan cara melakukannya secara konstan. Penulisan ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus. Metode penulisan ini adalah analisa deskriptif terhadap pasien hipertensi di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus. Penulis menyimpulkan bahwa untuk mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi dilakukan pemberian teknik relaksasi nafas dalam, namun jika sudah dilakukan pemberian teknik relaksasi nafas dalam harus di imbangi juga dengan pola makan yang baik terutama makanan yang mengandung garam dan kelosterol harus dihindari pada pasien hipertensi. Tindakan pemberian teknik relaksasi nafas dalam dilakukan selama 2 hari. Dari hasil kesimpulan yang didapat ada pengaruh terhadap pemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri pada pasien hipertensi. Kata Kunci    : Hipertensi, Nyeri Kepala, Relaksasi Nafas Dalam
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Rsud Dr. Soeratno Gemolong Tahun 2018 luluk cahyanti; Febriyanto Febriyanto
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i1.63

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi suatu masalah kesehatan yang serius dan perlu diwaspadai. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang di tunjukkan melalui angka sistolik dan diastolik. Tekanan darah di ukur menggunakan alat sphygmomanometer digital. Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi adalah teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunana tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah pra experiment dengan desain one grup pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di RSUD dr. Soeratno Gemolong dengan sampel sebanyak25pasien. pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan uji beda yaitu paired sample T-test dengan tingkat kepercayaan yang diambil sebesar 95% dengan α<5% (0,05). Hasil penelitian dengan SPSS menunjukkan Ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam sebesar 153,80 mmHg dan 142,56 mmHg. Sedangkan pada tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah sebesar 94,40 mmHg dan 84,80 mmHg. Ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi yaitu p value 0,000 (p< 0,000). Kata Kunci: hipertensi, tekanan darah, teknik relaksasi nafas dalam ABSTRACTBackground: Hypertension is a non-communicable disease that becomes a serious health problem and needs to be wary of. Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which is indicated through systolic and diastolic numbers. Blood pressure is measured using a digital sphygmomanometer device. High blood pressure in hypertensive patients can be treated with pharmacological and nonpharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies is the deep breathing relaxation technique. The purpose of this study was to determine the effect of deep breathing relaxation techniques on blood pressure lowering in hypertensive patients. This type of research used is pre experiment with one group pretest posttest design. Population in this research is all patient of hypertension in RSUD dr. Soeratno Gemolong with a sample of 25 patients. The sampling technique used in this research is accidental sampling. The data obtained were then processed using different test ie paired sample T-test with a confidence level of 95% with α <5% (0.05). The results of the study with SPSS showed There was a significant influence between blood pressure before and after the technique of deep breathing relaxation in hypertensive patients. The mean systolic blood pressure before and after the technique of deep breathing relaxation was 153,80 mmHg and 142,56 mmHg. While at diastolic blood pressure before and after of 94.40 mmHg and 84.80 mmHg. There was a significant influence between blood pressure before and after the technique of deep breathing relaxation in patients with hypertension is p value 0,000 (p <0.000).Keywords: Hypertension, blood pressure, deep breathing relaxation technique
Penerapan Audio Murrotal Al-Qur’an Surat Al Fatihah Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Di Rsud Ra Kartini Jepara Eka Novitasari; Vera Fitriana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i1.79

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pre operasi merupakan tahapan dalam proses pembedahan yang dimulai prabedah (preoperasi), bedah (intraoperasi), dan pascabedah (postoperasi). Prabedah merupakan masa sebelum dìlakukannya tindakan pembedahan, dimulai sejak persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien di meja bedah. Saat menjalani pre operasi tentunya klien atau pasien akan mengalami masa dimana dia merasa takut, gelisah dan cemas. Kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan ke hawatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi, baik berkaitan dengan permasalahan yang terbatas maupun hal-hal yang aneh. Rasa cemas dapat menstimulus denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan klien, terutama klien yang akan menjalani operasi bahkan dapat memperburuk penyakit yang diderita. Rasa kecemasan yang dialami oleh pasien yang akan menjalani operasi bisa diantisipasi dengan beberapa cara salah satunya dengan terapi murottal. Murottal merupakan rekaman ayat Al-Qur’an yang didengarkan secara langsung kepada seseorang.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi murottal surah Al-Fatihah terhadap penurunan kecemasan klien pre operiasi di RSUD RA Kartini Jepara.Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif, sampel yang diambil 2 orang. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 29 Mei-16 Juni 2019, tindakan dilakukan selama 2 hari dengan waktu pemberian 2 kali sehari.Hasil: Setelah diberikan tindakan teknik audio murrotal Al Qur’an surat Al Fatihah tingkat kecemasan yaitu pada responden 1 kecemasan dari skala 28 menjadi skala 21 dan pada responden 2 kecemasan dari skala 21 menjadi skala 16.Kesimpulan: Teknik Audio murrotal Al Qur’an surat Al Fatihah sangat efektif untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi di RSUD RA Kartini Jepara. Kata kunci : : Kecemasan, Murrotal, Pre operasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KEJADIAN BALITA RESIKO WASTING DI POSYANDU DESA GETASRABI Fika Apriliana Sari; Devi Setya Putri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i1.95

Abstract

Pengetahuan dan sikap ibu balita erat kaitannya dengan masalah status gizi pada balita utamanya wasting, dapat dilihat dari adanya kebiasaan yang salah dari ibu terhadap pemberian makanan tambahan pada balitanya. wasting dapat juga disebabkan oleh pengetahuan dan sikap dalam pemberian makanan yang tidak benar, tersedianya jumlah makanan yang tidak cukup dan keanekaragaman makanan yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pemberian makanan tambahan dengan kejadian balita resiko wasting di posyandu desa getasrabi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Serta menggunakan teknik persentase Pada penentuan jumlah sampel, berjumlah 25 responden ibu balita. Uji Chi square menunjukan nilai P value= 0,027 pada variabel pengetahuan dan nilai P value= 0,020 pada variabel sikap, yang artinya P value < 0,05. Dapat disimpulkan berdasarkan penelitian tersebut bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pemberian makanan tambahan dengan kejadian balita resiko wasting di posyandu desa getasrabi.
STUDI DISKRIPTIF PERILAKU MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS KETIKA BERGEJALA MIRIP COVID-19 Anggie Aristiani; Ilham Setyo Budi
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i1.114

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 (Corona Virus Disease) merupakan penyakit menular yang muncul di awal tahun 2020, dimana telah merubah tatanan kehidupan dunia dalam waktu yang singkat. Dalam kasus pandemi COVID-19, mahasiswa keperawatan adalah salah satu garda terdepan dalam fasilitas pelayanan kesehatan kedepannya. Maka dari itu, penting bagi mahasiswa keperawatan memiliki berperilaku yang efektif dalam upaya pencegahan COVID-19 yang menjadi trend issue masalah kesehatan saat ini. Tujuan: Untuk mengetahui perilaku mahasiswa keperawatan STIKES Cendekia Utama Kudus ketika bergejala mirip COVID-19. Metode: Penelitian diskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Jumlah sampel 146 responden dan teknik sampling yaitu stratified random sampling. Instrumen yang digunakan kuesiner online melalui google form. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berperilaku efektif ketika bergejala mirip COVID-19, yaitu sebanyak  104 (71.2%) dan sebanyak 42 (28.8%) responden berperilaku kurang efektif. Simpulan: Sebagian besar responden sudah berperilaku efektif ketika bergejala mirip COVID-19.
SENAM ERGONOMIK TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA Hirza Ainin Nur
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.140

Abstract

ABSTRAK Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani seseorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun. Berkurangnya kualitas tidur lansia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres atau cemas, depresi, kelainan-kelainan kronis, efek samping obat, pola makan yang buruk, nikotin, dan kurangnya aktivitas fisik atau berolahraga. Kualitas tidur yang kurang pada lansia mengakibatkan gangguan psikologis maupun fisiologis. Dampak psikologisnya yaitu depresi, cemas, koping tidak efektif dan konsentrasi kurang. Dampak dari fisiologis yaitu penurunan terhadap aktivitas, rentan terhadap penyakit, proses penyembuhan penyakit lambat serta tidak stabilnya tanda-tanda vital. Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kualitas tidur dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi  yaitu penggunaan obat tidur sedangkan terapi nonfarmakologi dapat dilakukan dengan senam ergonomik. Olahraga atau senam justru dianjurkan karena memiliki banyak manfaat dan mudah untuk dilakukan. Senam ergonomik yaitu senam yang gerakannya menyerupai gerakan sholat. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap kualitas tidur lansia. Metode penelitian yang digunakna yaitu studi literatur dengan mencari artikel menggunakn database google cendekia dan dipatkan 3 artikel sesuai kriteria. Hasil dari 3 jurnal yang didapatkan bahwa terdapat pengaruh senam ergonomik terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Kata kunci : Kualitas Tidur, Lansia, Senam Ergonomik.
PEMBERIAN NEBULIZER DENGAN VENTOLIN DAN BISOLVON DALAM MENGATASI SESAK NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DI RUANG MELATI II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS Z Ulya; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.6

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Tn. M, penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa penatalaksanaan untuk Untuk mengatasi sesak nafas dilakukan pemberian Terapy nebulizer cukup efektif diberikan pada pasien dengan PPOK tetapi terapy nebulizer tersebut hanya bekerja sementara dikarenakan cara kerjanyayakni mengencerkan dahak pada saluran pernafasan sehingga hal ini tidak mengakibatkan terjadinya obstruksi dan sumbatan pada jalan nafas. Pemberian terapy nebulizer diantaranya dengan ventolin dan bisolvon yang berfungsi untuk melonggarkan saluran nafas, dan mengencerkan dahak .Tetapi jika masih ada peradangan pada parincim paru yang ada pada pasien terapy nebulizer tidak efektif.
LITERATUR REVIEW: PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Ilham Setyo Budi; Priandani Amelia Rahmawati; Mellya Ayu Setyowati; Nazilatun Ni&#039;mah
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i2.161

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Ginjal mengalami kerusakan progresif dan berkelanjutan yang menyebabkan perubahan permanen pada fungsi ginjal. Karena pasien GGk membutuhkan perawatan yang komprehensif, seperti perawatan spiritual. Hingga saat ini belum banyak penelitian yang menggambarkan kesejahteraan mental pasien GGK yang menjalani hemodialisis di Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal. Metode: Penelitian dilakukan dalam jurnal evaluasi dengan menggunakan metode penelitian desain deskriptif, studi cross-sectional, deskriptif korelasional, deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif. Hasil: Terdapat 20 publikasi tentang pengaruh hemodialisis terhadap kualitas hidup pasien, dimana faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis dapat mempengaruhi fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Kesimpulan: Pasien yang menjalani hemodialisis memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Kualitas hidup pasien GGK tergolong adekuat atau sedang, dan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisis adalah fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Peran perawat, tenaga kesehatan lain dan anggota keluarga adalah membantu memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan pasien dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.Kata kunci: Faktor hemodialisis, kualiita hidup, pasien GGK.
TINDAKAN UNIVERSAL PRECAUTION DALAM MEMINIMALKAN RESIKO PENULARAN HEPATITIS A DI RUANG SA’AD ANAKRUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS R Rahmawati; A R Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i1.22

Abstract

Hepatitis A bisa ditularkan secara oral melalui makanan yang sudah terkontaminasi feses yang terinfeksi HAV, penularan juga bisa melalui transfusi darah namun jarang terjadi. Perawat dan keluarga sangat beresiko tertular oleh penyakit ini,maka dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang prilaku hidup sehat dan selalu mengunakan tindakan Universal Precaution cara tersebut dapat meminimalkan terjadinya penularan pada hepatitis.

Page 11 of 18 | Total Record : 177