cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 187 Documents
GAMBARAN GAYA HIDUP PENDERITA CHOLELITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Kristiawan, Dian; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.178

Abstract

ABSTRAK Cholelithiasis merupakan masalah kesehatan umum yang sering terjadi di seluruh dunia, walaupun di setiap wilayah negara memiliki prevalensi yang berbeda-beda. Di Indonesia, cholelithiasis kurang mendapat perhatian karena seringkali sulit ideteksi atau sering terjadi kesalahan diagnosis. Hal ini tidak terlepas dari sifat dasar Cholelithiasis yang simtomatik dan asimtomatik. Cholelithiasis adalah penyakit batu empedu yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu, atau pada kedua-duanya. Penderita cholelithiasis di Indonesia cenderung meningkat karena perubahan gaya hidup lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji yang menjadi pemicu terjadinya cholelithiasis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ndraha (2014), didapatkan hasil dari 87 pasien yang didiagnosis cholelitiasis dengan rentang usia 45 – 65 tahun. Prevalensi pada pasien perempuan sebesar 55,17% atau 48 orang lebih banyak daripada laki-laki yang sebesar 44,83% atau 39 orang. Dari jumlah tersebut, diketahui rata-rata pasien yang berusia 40 tahun sebanyak 71 orang (81,61%) dan pasien yang dirawat inap sebanyak 60 orang (68,97%). Menurut data pelaporan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, kasus penyakit cholelithiasis ini masuk ke dalam daftar 10 besar. Berdasarkan catatan bagian rekam medis 4 (empat) tahun terakhir, yakni sejak tahun 2018-2021 tercatat ada 1080 jumlah kunjungan pasien batu empedu dengan 988 pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dan beberapa diantaranya menjalani operasi bedah pengangkatan batu empedu Kata Kunci: Gaya Hidup, Penderita Cholelithiasis
GAMBARAN TERAPI PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION PADA PASIEN HIPERTENSI luluk cahyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i2.56

Abstract

 Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga penyakit lainnya seperti penyakit saraf, ginjal, pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah maka semakin besar resikonya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan terapi Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Metode penelitian ini adalah observasi dan wawancara pada pasien hipertensi di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilakukan pada 2 responden. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan intervensi selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi Progressive Muscle Relaxation dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus jika dilakukan secara rutin sehari sekali selama 7 hari berturut-turut dengan durasi waktu 20-30 menit. Kata Kunci : Hipertensi, Tekanan Darah, Terapi Progressive Muscle         Relaxation.
GAMBARAN MEKANISME KOPING KELUARGA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD dr. R. SOETIJONO BLORA Wulan, Emma Setiyo; Afriyani, Nurul
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.218

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Kondisi atau keadaan pasien yang masuk ke ruang intensive care secara mendadak yang tidak direncanakan, pasien umumnya kritis dan beresiko terhadap kegawatan, mengancam jiwa akibat kegagalan organ sehingga hal ini mengakibatkan keluarga menjadi cemas dan takut terhadap kondisi pasien yang berada di ruang ICU. Dalam situasi ini akan memungkinkan keluarga merasa stress karena kondisi pasien yang memburuk dan beban perawatan yang di tanggung. Stres yang dapat dicegah dengan mekanisme koping yang adaptif, sebaliknya mekanisme koping maladaptive akan berdampak pada perilaku yang tidak baik bagi individu. Tujuan  : Untuk mengetahui gambaran Mekanisme Koping Keluarga pasien di ruang ICU RSUD dr. R SOETIJONO Blora. Metode : Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis study deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 responden dengan pendekatan purposive sampling. Untuk pengumpulan data mekanisme  koping menggunakan kuensioner skala Likert. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan dari 37 responden sebagian besar 20 responden prempuan (54,1%), dalam kategori rentang usia  36-45 tahun sebanyak 19 responden (51,4%), sedangkan  untuk tingkat pendidikan, dengan jenjang SMA sebanyak 13 responden (35,1%) dan 22 responden (59,2%) memiliki hubungan keluarga sebagai anak, untuk mekanisme koping adaptif sebanyak 33 responden (89,2%). Kesimpulan :  Mekanisme koping didapatkan bahwa 4 responden (10,8%) memiliki koping maladaptif, dan 33 responden (89,2%) memiliki koping adaptif.Kata Kunci : Mekanisme Koping, Keluarga, ICU
GAMBARAN PENERAPAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU BERSALIN Ambarwati Ambarwati; antin yohana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i1.49

Abstract

Abstract Early breastfeeding initiation is a skin to skin action between infants and mothers by way of directly placing newborn infants in their mother's breasts and letting the baby crawl to find mothers breast feeding (approximately 60 minutes) to improve maternal and infant closeness. Early breastfeeding initiation is performed immediately at birth, without delaying the activity of weighing or measuring the baby. Babies also should not be cleaned, just dried. A description of knowledge about early breastfeeding initiation in well matched maternal women, focusing on its purpose for maternal and infant closeness. The description of attitude about the implementation of early breastfeeding initiation strongly support the initiation of early breast feeding. The description of the practice of early breastfeeding initiation in maternal mothers is good and appropriate standard operating procedures in the delivery room. Appropriate and support government regulation to succeed exclusive breastfeeding and in order to reduce maternal and infant mortality. The benefits of Early breastfeeding initiation management include lowering infant mortality, preventing infant hypothermia, early immunization, strengthening the mother's and children's inner bonds, preventing allergic diseases, stimulating the release of the hormone oxytocin, reducing postpartum maternal bleeding, stimulating the psychomotor development of infants, reducing the risk of developing breast and ovarian cancers in the mother. Key notes : breast feeding , early breastfeeding initiation, maternal women,   Intisari Inisiasi menyusui dini adalah suatu tindakan kulit ke kulit antara bayi dan ibu yang dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi baru lahir didada ibunya dan membiarkan bayi merayap untuk menemukan putting susu ibu menyusu (lebih kurang 60 menit) untuk meningkatkan kedekatan ibu dan bayi. Inisiasi menyusui dini dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan. Gambaran pengetahuan tentang inisiasi menyusui dini pada ibu bersalin kategori baik, berfokus pada tujuannya untuk kedekatan ibu dan bayi. Gambaran sikap tentang penerapan inisiasi menyusui dini sangat mendukung dilaksanakan inisiasi menyusui dini pada ibu bersalin. Gambaran praktik penerapan inisiasi menyusui dini pada ibu bersalin sudah baik dan sesuai standar operasional prosedur di ruang bersalin. Sesuai dan mendukung peraturan pemerintah untuk mensukseskan ASI Eksklusif serta dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Manfaat dari penatalaksanaan Inisiasi menyusui dini yaitu menurunkan angka kematian bayi, mencegah hipotermia bayi, imunisasi dini, mempererat ikatan batin ibu dan anak, mencegah penyakit alergi, merangsang pengeluaran hormon oksitosin sehingga mengurangi perdarahan ibu postpartum, merangsang perkembangan psikomotorik bayi, mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium pada ibu. Kata kunci: Ibu Bersalin, Inisiasi Menyusui Dini, Kedekatan ibu dan bayi
Pemberian Senam Kaki Diabetik Terhadap Peningkatan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Jauharotun Naafi'ah; Hirza Ainin Nur
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i1.74

Abstract

ABSTRAK          Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit yang terjadi karena hormon insulin di dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan pemberian senam kaki diabetik terhadap peningkatan brachial index pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah puskesmas jepang kecamatan mejobo kabupaten kudus. Metode penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini merupakan metode deskriptif dengan rancangan studi kasus dengan fokus permasalahan terkait pemberian senam kaki diabetik terhadap peningkatan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2menurunkan nyeri. Pengambilan data dengan melakukan pengukuran Ankle Brachial Index  sebelum dan sesudah pemberian senam kaki diabetik selama 3 hari berturut turut dengan waktu 30 menit. Dengan hasil pasien 1 terjadi peningkatan Ankle Brachial Index. Nilai Ankle Brachial Index kanan dari 0,72 menjadi 0,93, dan pada Ankle Brachial Index kiri dari 0,74 menjadi 0,92. Hasil dari pasien 2 pada Ankle Brachial Index kanan dari 0,79 menjadi 0,98, dan pada Ankle Brachial Index kiri dari 0,78 menjadi 0,96. Hal ini menunjukan bahwa sangat efektif pemberian senam kaki diabetik terhadap peningkatan Ankle Brachial Index Pasien diabetes melitus tipe 2.Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Ankle Brachial index, Senam Kaki diabetik
HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 2 MARGOREJO Ketut Martintiransih; Sholihul Huda
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i1.90

Abstract

Perkembangan kecerdasan emosional merupakan hal yang perlu diperhatikan pada anak usia remaja. Pada usia ini remaja juga memiliki kemandirian yang meliputi kebutuhan keintiman dan dukungan atau kasih sayang orang tua yang dapat terwujud dalam fungsi afektif keluarga. Sehingga, dibutuhkan fungsi afektif keluarga yaitu berupa perlindungan dan dukungan psikososial khususnya bagi anak remaja. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan fungsi afektif keluarga tersebut diperlukan untuk mengembangkan kecerdasan emsional remaja. Kecerdasan emosional ini memiliki keterkaitan dengan fungsi afektif keluarga. Fungsi afektif dalam keluarga baik, kecerdasan emosional remaja juga dianggap baik. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Kecerdasan Emosional pada Remaja di SMPN 2 Margorejo pada tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Menggunakan kuesioner dan inventori kepada 68 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,001 (? 0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMPN 2 Margorejo Tahun 2019. Orang tua perlu mengetahui pentingnya menciptakan fungsi afektif yang baik dalam keluarga untuk mendukung kecerdasan emosional yang baik. Semakin baik fungsi afektif keluarga,semakin baik pula kecerdasan emosional remaja di SMPN 2 Margorejo.
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK PUTRA UTAMA 3 JAKARTA Desi Hilda; Duma L. Tobing
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.109

Abstract

Ide bunuh diri adalah suatu pemikiran individu untuk mengakhiri hidupnya tanpa melalukan tindakan atau percobaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, usia, kesepian dengan ide bunuh diri pada remaja di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Jakarta.  Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 84 responden. Analisis univariat yang di gunakan adalah frekuensi dan proporsi. Analisis bivariat yang di gunakan adalah uji chi square dengan p value< 0,05. Hasil penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara jenis kelamin dengan ide bunuh diri memiliki p value = 0,081, tidak terdapat hubungan usia dengan ide bunuh diri memiliki p value = 0,999 dan terdapatnya hubungan kesepian dengan ide bunuh diri didapatkan p value = 0,000. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada remaja di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Jakarta dan tidak terdapatnya hubungan anatara usia dan jenis kelamin dengan ide bunuh diri pada remaja di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Jakarta. Untuk peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menggali lebih dalam terkait faktor lain penyebab munculnya ide bunuh diri. Kata Kunci: Ide Bunuh Diri; Jenis Kelamin; Kesepian; Usia
PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Emma Setiyo Wulan; Sri Wahyuni
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i2.110

Abstract

Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Manifestasi stroke ditemukan 80% penderita stroke mengalami defisit neuromotor yang terlihat timbulnya gejala kelumpuhan sebelah badan (hemiparase) dengan tingkat kelemahan bervariasi dari yang lemah hingga berat. Upaya perawatan dalam meningkatkan kekuatan otot perlu dilakukan intervensi latihan ROM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM terhadap kekuatan otot pasien stroke di RS Mardi Rahayu Kudus. Jenis penelitian praeksperimen dengan desain One Group Pre test dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke di RS Mardi Rahayu Kudus sebanyak 53 orang. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling, sehingga besar sampel sebanyak 46 responden. Teknik analisa data dengan Wilcoxon. Hasil analisa data mendapatkan nilai p 0.000. Latihan ROM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke dengan hemiparase di RS Mardi Rahayu Kudus.Kata Kunci : Range Of Motion, Kekuatan Otot, Stroke.
PENATALAKSANAAN NYERI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RUANG MELATI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK R Rahayu; E pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan nyeri pada pasien kanker serviks. Penelitian dilaksanakan dengan observasi dan wawancara pada pasien penderita kanker servik yang dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak. Hasil obverasi menunjukkan bahwa perkembangannya, carsinoma servik tidak memberikan tanda-tanda dan keluhan. Pada tahap lanjut, tanda dan gejalanya lebih jelas terlihat, diantaranya adalah perdarahan spontan, perdarahan saat defekasi keluhan perdarahan berbau busuk yang khas, nyeri diatas pubis dan sekitar panggul. Teknik relaksasi merupakan salah satu metode manajemen nyeri non farmakologi dalam strategi penanggulangan nyeri. Teknik relaksasi nafas dalam membuat pasien dapat mengontrol diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri, stress fisik dan emosi pada nyeri.
ASPEK KUALITAS HIDUP DAN SPIRITUAL ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) YANG MENJALANI PERAWATAN PALIATIF: LITERATURE REVIEW Gardha Rias Arsy; Nila Putri Purwandari; Maulida Fatma Sari
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i2.165

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : HIV (Human immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang kekebalan  tubuh manusia, sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah  sindrom kekebalan tubuh oleh infeksi HIV. Di Indonesia virus HIV/AIDS dianggap sebagai suatu aib, masyarakat lebih memilih menghindari ODHA bahkan berdampak hingga orang – orang terdekat ODHA seperti orang tua, saudara dan teman. Tujuan : Mengetahui aspek keperawatan paliatif komunitas yang berhubungan dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Metode : Menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scholar, Journals SINTA, PubMed dengan menggunakan kata kunci “Paliatif HIV/AIDS”, “Keperawatan komunitas HIV/AIDS”, “Keperawatan HIV/AIDS”. Hasil : Pada penelitian ke 20 artikel, 10 artikel nasional dan 10 artikel internasional di atas menunjukkan beberapa aspek yang berhubungan dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kesimpulan : Jenis kelamin, tingkat pendapatan, lama diagnosis, durasi terapi ART, tingkat dukungan keluarga, tingkat stigma, tingkat depresi dan informasi yang berkaitan dengan HIV/AIDS, dapat mempengaruhi kualitas hidup ODHA.Kata  Kunci : Kualitas Hidup, HIV, AIDS