cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 177 Documents
PERAWATAN LUKA KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI CINDARA WOUND CARE CENTER JEPARA S Yusra; I aprilani
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i2.17

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mencegah infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka penderita kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus. Penelitian dilaksanakan melalui observasi mendalam dengan analisa deskriptif. Berdasarkan hasil observasi mendalam, dapat disimpulkan bahwa perawatan luka dengan menggunakan hydrogel Aloe Vera mengalami perbaikan. Didapatkan kondisi luka merah, mulai muncul granulasi, tumbuhnya epitel dan tumbuhnya jaringan baru di tepi luka, serta tidak muncul tanda-tanda infeksi. Perawatan luka juga harus dapat tetap mengkondisikan situasi lembab sehingga dibutuhkan topical hydrogel sebagai primary dressingnya dan padding sebagai secondary dressingnya dengan tujuan agar dapat menstimulasi wound bed preparation. Selain perawatan luka yang tepat, proses penyembuhan luka juga didukung oleh faktor lokal dan faktor umum. Perawatan luka dengan menggunakan topical sangat dirokemendasikan karena luka mengalami perbaikan yang signifikan dimana luka yang hitam bisa berubah menjadi merah.
TERAPI NEBULIZER MENGURANGI SESAK NAFAS PADA SERANGAN ASMA BRONKIALE di RUANG IGD RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS alvi ratna Yuliana; S I agustina
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.28

Abstract

Penulisan ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi nebulizer mengurangi sesak nafas pada serangan asma bronkiale. Metode ini menggunakan analisa deskriptif terhadap Tn.M dengan serangan asma bronkiale, penulis menyimpulkan bahwa untuk mengatasi sesak nafas pada serangan asma bronkiale dilakukan terapi nebulizer cukup efektif, tetapi terapi nebulizer dengan obat-obat bronkodilator hanya bekerja sementara, cara kerjanya yakni mengencerkan dahak pada saluran pernafasan sehingga hal ini tidak mengakibatkan obstruksi dan sumbatan jalan nafas. Terapi nebulizer dengan obat bronkodilator diantaranya bisolvon 20 tetes, combivent 2,5 mg dan ventolin 2,5 mg berfungsi mengencerkan dahak, pencegahan bronkospasme dan melonggarkan saluran nafas. serangan asma bronkiale yang terjadi pada Tn.M karena  bronkospasme yang memicu akumulasi secret dan menimbulkan sesak nafas karena jalan nafas tersumbat oleh mukus mengakibatkan saluran pernafas menyempit dan ventilasi alveolus berkurang, dapat diatasi menggunakan terapi nebulizer dengan obat bronkodilator  yang dirubah menjadi partikel aerosol  karena terdapat tekanan udara, efek puncak dari obat-obat bronkodilator sekitar 15-20 menit punjak akhir 1-2 jam dan lama kerja obat-obat bronkodilator adalah 6-8 jam. Pengelolaan yang dilakukan pada Tn.M selama 3 hari memberikan terapi nebulizer 3X/hari dengan bisolvon 20 tetes, combivent 2,5 mg dan ventolin 2,5 mg dengan hasil  Rr yang semula 30X/menit menjadi 24 X/menit sehingga pasien terlihat nyaman dan tidak terdengar suara tambahan wheezing.
PEMBERIAN TERAPI MUSIK MOZART DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.213

Abstract

ABSTRAKDismenorea primer dapat didefinisikan sebagai nyeri menstruasi yang berasal dari kontraksi otot rahim menyebabkan otot-otot menegang selama 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid hingga 32-48 jam. Beberapa remaja putri yang mengalami nyeri saat desminorea. Nyeri ini dikarenakan peningkatan prostaglandin yang berlebih sehingga  terjadi kram pada bagian perut, punggung bawah seperti ditusuk-tusuk. Nyeri Desminorea dapat ditangani dengan cara non farmagologis yaitu terapi musik mozart dan back exercise. Terapi musik mozart merupakan musik yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan dan orang yang mendengarkannya, jenis lagu yang digunakan untuk mengurangi nyeri Piano Concerto No. 21 Andante memiliki irama dan nada-nada yang teratur dan bertempo 60-80 ketukan per menit . Back exercise merupakan komponen dari yoga untuk menangani nyeri punggung bawah cara gerakan peregangan kemudian akan direlaksasikan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pemberian terapi musik mozart dan back exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea primer. Metode yang digunakan dalam studi kasus deskriptif yaitu suatu penulisan evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi didalam masyarakat. Penelitian dilakukan di Desa Kaliputu Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dengan dua responden yaitu responden 1 dan responden 2 yang mengalami nyeri desminorea. Sebelum dilakukan terapi musik mozart dan back exercise responden 1 dan 2 mengalami Nyeri desminorea sedang dengan skala 6 dan 5. Hasil penelitian setelah dilakukan terapi mozart dan back exercise 3 kali dalam 3 hari dengan durasi 10-20 menit penulis mendapatkan hasil skala nyeri desminorea responden 1  dan responden 2 berkurang menjadi skala nyeri 1 dan 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi musik mozart dan back exercise dapat menurunkan skala nyeri desminorea primer pada wanita. Kata kunci: Desminorea primer, Nyeri, Terapi Musik Mozart, Terapi Back Exercise
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN PRAKTIK PHBS DI SDN JEPALO KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL alvi ratna Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i2.58

Abstract

Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah usia sekolah yang cukup besar yaitu 30 % dari jumlah penduduk Indonesia merupakan masa keemasan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga anak sekolah berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health Promoting School ( Sekolah yang mempromosikan kesehatan ). Health Promoting School adalah sekolah yang telah melaksanakan UKS dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman, memberikan pendidikan kesehatan di sekolah, memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan, ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa yang ada di SDN  JepaloKecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati sejumlah 52 siswa di ambil secara proportional simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Squere. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik perilaku hidup bersih dan sehat dengan nilai p = 0,025 dan ada hubungan antara sikap siswa dengan praktik perilaku hidup bersih dan sehat dengan nilai p = 0,000. Dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik perilaku hidup bersih dan sehat dan ada hubungan antara sikap siswa dengan praktik perilaku hidup bersih dan sehat Kata Kunci : Knowledge, Attitude, Practice Behavior Clean and Healthy (PHBS)
Penerapan Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Irma Febita; Vera Fitriana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.69

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu silent killer karena gejala khas dari penyakit ini tidak dirasakan oleh penderitanya. Hipertensi dapat menyerang siapa saja, salah satunya adalah lanjut usia (lansia). Pada lanjut usia, hipertensi menjadi salah satu penyakit utama. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 80 mmHg.Angka kejadian hipertensi di dunia maupun di Indonesia cukup tinggi, bahkan pada tahun 2025 diprediksi 29% orang dewasa akan mengalami hipertensi. Penyakit  hipertensi pada lansia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat diterapkan adalah hipnoterapi.Tujuan:untuk menggambarkan penerapan hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Metode studi kasus:metode yang digunakan  dalam studi kasus ini adalah metode evaluasi tindakan dengan jenis studi kasus deskriptif dan data pada studi kasus diperoleh  melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek pada studi kasus adalah 2 lansia yang menderita hipertensi.Hasil studi kasus : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada  lansia penderita hipertensi, tekanan darah pada responden 1 yaitu 140/100 mmHg menjadi 130/90 mmHg, sedangkan tekanan darah responden 2 yaitu 140/90 mmHg menjadi 130/90 mmHg.Simpulan :Hipnoterapi efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah, hal ini ditandai dengan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Kata kunci : Hipertensi, lansia, hipnoterapi.ABSTRACTBackground: Hypertension is one of the silent killers because the distinctions of this disease are not understood by sufferers. Hypertension can affect anyone, one of them is elderly (elderly). In the elderly, hypertension is one of the main diseases. High blood pressure is more than 120 mmHg and diastolic blood pressure is more than 80 mmHg. The incidence of hypertension in the world and in Indonesian is quite high, even in 2025 it is predicted that 29% of adults will experience hypertension. Hypertension in the elderly can cause a decrease in the quality of life of the elderly. One of the non-pharmacological treatments that can be applied is hypnotherapy. Objective: to evaluate the application of hypnotherapy to decrease blood pressure in elderly people with hypertension.Method of the case study: the method used in this case study is an action evaluation method with a type of descriptive case study and data in a case study obtained through observation, interviews and documentation. The subjects in the case study were 2 elderly who suffered from hypertension. Results:shows that there is an effect of hypnotherapy on decreasing blood pressure in elderly people with hypertension, blood pressure of respondent 1 is 140/100 mmHg to 130/90 mmHg, while the blood pressure of respondent 2 is 140/90 mmHg to 130/90 mmHg.Conclusion : hypnotherapy is effective in helping to lower blood pressure, in the case marked by a drecrease in blood pressure in both clients. Keywords: Hypertension, elderly, hypnotherapy.
Pengaruh Prenatal Yoga Mudra Terhadap Tingkat Kecemasan menghadapi Persalinan di Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara Dita Puspita Sari; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i2.85

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Yoga merupakan ketrampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh baik fisik, psikologis dan spiritual. Latihan yoga yang dilakukan antara lain rileksasi dan meditasi dengan durasi 30 menit dilakukan selama 5 hari. Kelebihan dari latihan yoga hamil yaitu sistem saraf parasimpatis memberi sinyal ke medula adrena sehingga mempengaruhi pengeluaran katekolamin yaitu epineprin (adrenalin) dan (noraneprin) ke aliran darah, hormon tersebut merupakan salah satu pemicu akibat kecemasan. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Prenatal Yoga Mudra Terhadap Tingkat Kecemasan menghadapi Persalinan. Pengambilan data dengan melakukan quasi eksperimen pre test dan post test sebelum dilakukan yoga hamil dan setelah dilakukan yoga hamil, latihan ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit hasil responden 1 sebelum diajarkan yoga hamil nilai skor 30 dan setelah dilakukan yoga hamil mengalami penurunan yaitu 26 yang artinya kecemasan sedang, sedangkan hasil skor responden 2 sebelum diajarkan yoga hamil nilai skor 23 dan setelah diajarkan yoga turun menjadi 16 yang artinya kecemasan ringan. Hal ini menunjukan bahwa yoga ibu hamil dapat menurunkan kecemasan ibu hamil. Kata Kunci : Yoga hamil, Ibu hamil, Kesiapan ibu menghadapi persalinan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA PENDERITA HIV/AIDS (ODHA) Eny Pujiati; Icca Narayani
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.104

Abstract

HIV/AIDS berdampak besar dalam kehidupan ODHA (Penderita HIV/AIDS). Dampak tersebut bisa dirasakan dari segi biologis, sosial, ekonomi serta psikologis. HIV/AIDS tidak hanya menurunkan kualitas fisik, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada ODHA di Layanan VCT RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien HIV/AIDS yang menjalani rawat jalan di poliklinik VCT RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara dengan menggunakan metode simple random sampling sebanyak 78 sampel dengan kriteria inklusi yaitu didiagnosa HIV positif kurang dari 1 tahun, berusia lebih dari 18 tahun (kelompok usia dewasa), dapat membaca dan menulis, bersedia berpartisipasi dalam penelitian dan kooperatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket, Analisa data menggunakan uji statistik Chi- Square dan dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan depresi pada penderita HIV/AIDS berdasarkan pendidikan, status marital, penghasilan, stadium penyakit dan dukungan sosial dengan, nilai p value ? < 0,05. Tidak terdapat hubungan depresi pada penderita HIV/AIDS berdasarkan umur dan jenis kelamin, nilai p value ? > 0,05. Kata Kunci: Depresi, ODHA(Penderita HIV/AIDS).
GAMBARAN PENGETAHUAN AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS PADA MAHASISWA DIPLOMA KEPERAWATAN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Dewi Siyamti; Maksum Maksum
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i2.121

Abstract

Background: Immunity is the ability or endurance of the individuals body responding foreign substances for the body both form inside or outside. Covid-19 is easy to attack on individual who have weak immune system or in vulnerable conditions such as pregnant women, person with comorbid disease, and the elderly. The government  continues to strive for handling Covid-19 to cut off the spread and minimize the transmission of the virus, including vaccines and the adaptations of new habit. One of the interventions that can be done independently and can increase the immune is acupressure. Acupressure is useful for relaxation, reducing pain, improving blood circulation, and increase the immunity. With the adoption of new habit adaptations, all activities returned normal including lecturer activity for students. Good immunity is certainly is a must to keep the body healthy. Objective: This research describe the knowledge of acupressure to increase the immunity in Nursing Diploma Students at Ngudi Waluyo University. Method: This research used descriptive quantitative method and uses a total sample of all nursing diploma students. The research was held on March 2022 where students have carried out offline class for laboratory practicum. Result: Based on the analysis of data, it was found that the majority of respondents had less knowledge about acupressure to increase immunity including basic concept, benefits, acupressure points, and how to massage. Conclusion: It can be concluded that the major of respondent have less of knowledge about acupressure for increase the immunity 
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDEKIA UTAMA KUDUS Sri Hindriyastuti; Gardha Rias Arsy; Emma Setiyo Wulan; Maretha Nuzula Fachrunnisa
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.142

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Terapi Tertawa merupakan metode terapi dengan menggunakan humor dan tawa untuk membantu individu menyelesaikan masalah, baik dalam bentuk gangguan fisik maupun gangguan mental. Penggunaan tawa dalam terapi akan menghasilkan perasaan lega pada individu. Ini disebabkan tawa secara alami menghasilkan pereda stres dan rasa sakitTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pemberian terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan tingkat akhir di STIKES Cendekia Utama KudusMetode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan kuasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre and post test design tanpa group kontrol. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 17 responden.Hasil: Hasil penelitian uji Paired T-Test menunjukkan bahwa ada pengaruh antara terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa dengan p value = 0,000.Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus. Kata Kunci: Terapi Tertawa, Tingkat Stress, Mahasiswa Tingkat Akhir
PEMBERIAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN AN.D DENGAN DEMAM TYPOID DI RUANG BOUGENVIL III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS A. R Yuliana; v y Nurhayati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i2.12

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian kompres hangat untuk meminimalkan peningkatan suhu tubuh. Penelitian telah dilakukan dengan metode pengamatan saksama pada pasien Demam Typoid di Ruang BugenvilII RSUD Kudus.penelitiaan menunjukkan bahwa Penatalaksanaan dalam meminimalkan peningkatan suhu tubuh adalah dilakukan kompres hangat, pemberian kompres hangat ini merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh. Pemberian kompres hangat cukup efektif dalam menurunkan demam, tetapi kompres hangat hanya bekerja sementara dan hanya memberikan rasa nyaman, untuk pasien dengan typhus abdominalis yang masa infeksinya maupun demamnya masih tinggi pemberian kompres hangat menjadi tidak efektif, oleh karena itu pada penyakit typhus abdominalis ini perlu diberikan terapi antibiotik secara intensif dan terapi antipiretik jika perlu. Karena kuman salmonella thyposa hanya mati dengan diberikan antibiotik. Pada kasus typhus abdominalis kultur darah sebaiknya dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya resistensi terhadap antibiotik yang pernah digunakan sebelumnya.