cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 177 Documents
PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAMPADA PASIEN KALA I PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS M K Nifa; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i2.25

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui pemberian teknik relaksasi nafas dalam pada pasien kala I persalinan. Penelitian dilaksanakan dengan observasi dan wawancara pada ibu yang akan melahirkan (inpartu) yang dirawat di ruang Bersalin RSUD Kudus. Hasil obverasi menunjukkan bahwa nyeri karena adanya kontraksi pada uterus, pada fase yang kedua kala I, periode dilatasi maksimal, fase ini berlangsung dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 cm menjadi 9 cm. Fase yang ketiga periode deselerasi, fase ini berlangsung pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap, hal inilah yang mengakibatkan terjadinya nyeri.Manajemen nyeri merupakan salah satu cara yang digunakan dibidang kesehatan untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh ibu bersalin, salah satu diantaranya adalah melakukan teknik relaksasi nafas dalam. Tehnik relaksasi adalah salah satu tehnik dalam terapi perilaku untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan.
PENGARUH AROMATHERAPY TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PENDERITA KORONER AKUT: LITERATURE REVIEW Hindriyastuti, Sri; Putri, Aliffia Ayu; Shofiyani, Rizka
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.208

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : dalam kasus penyakit kardiovaskular, kecemasan dan depresi pasien dapat meningkatkan pemulihan jantung dan waktu pemulihan. Aromaterapi sebagai intervensi non farmakologis yang efektif pada setting lain dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan depresi pada pasien sindrom koroner akut (ACS). Aromaterapi komplementer semakin menarik perhatian dalam praktik medis modern, hal ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap terapi alternatif dan bahkan penggantian pengobatan konvensional. Oleh karena itu, penelitian ilmiah untuk memahami efektivitas aromaterapi dalam mengurangi kecemasan pada pasien jantung merupakan langkah yang tepat. Sebuah tinjauan literatur melaporkan bahwa aromaterapi dalam pengobatan penyakit kardiovaskular terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan. Metode : menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scholar, PubMed dengan menggunakan kata kunci “aromaterapi, penyakit jantung, kecemasan”, “Keperawatan Paliatif Komunitas”. Hasil : pada penelitian ke 20 artikel, 10 artikel internasional dan 10 jurnal nasional diatas menunjukkan beberapa aspek  Pengaruh Aromatherapy terhadap Kecemasan Pada Pasien Penderita Koronek Akut. Kesimpulan : aromaterapi kompementer (minyak essensial matricia chamomile, lavender, roman chamomile, citrus aurantium, rose, minyak esensial jeruk, esensi peppermint, melissa) Kata Kunci: aromaterapi, kecemasan, jantung
HUBUNGAN PERSEPSI, SIKAP, DAN PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE GENITALIA DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS (KEPUTIHAN) hirza ainin nur
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i1.41

Abstract

Abstract        Fluor albus is a problem that often arise in young women when experiencing puberty. The main factor causing fluor albus is less to maintain genital hygiene well. In addition, fluor albus can also be caused by perception. Perception affects the attitude of young women in performing their personal hygien behavior. This study aims to determine the relationship of perceptions, attitudes, and behavior of young women about personal hygiene genitalia with the incidence of fluorine albus. The research method used is descriptive correlational with cross sectional design. The population of this study as many as 41 people, the samples taken using total sampling technique of 41 respondents. Data collection in this study used a questionnaire that had previously been tested the validity and reliability of the questionnaire. Analysis using univariate and bivariate analyzes. Univariate analysis using frequency distribution table, bivariate analysis using Spearman Rank. The results showed that there was positive and significant correlation between perception, attitude, and behavior of young woman about personal hygiene genital with incidence of fluor albus, with perceptive (p value 0,003), attitude (p value 0.000), behavior (p value 0,019). Conclusion all alternative hypothesis (Ha) accepted that there is relation between perception, attitude, and behavior of young woman about personal hygiene genital with incidence of fluor albus (leucorrhoea). Required the provision of health education, counseling, and training on reproductive health, especially hygiene genitalia and whiteness to young women. Keywords : Fluor albus, Perception, Attitude, Behavior, Personal Hygiene Genitalia. Abstrak        Keputihan merupakan permasalahan yang sering muncul  pada remaja putri saat mengalami pubertas. Faktor utama penyebab keputihan yaitu kurang menjaga hygiene genitalia dengan baik. Selain itu, fluor albus (keputihan) juga dapat disebabkan oleh persepsi. Persepsi mempengaruhi sikap remaja putri dalam melakukan perilaku personal hygiennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, sikap, dan perilaku remaja putri tentang personal hygiene genitalia dengan kejadian fluor albus (keputihan). Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 41 orang, sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling sejumlah 41 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sebelumnya sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Analisis univairat menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi, sikap, dan perilaku remaja putri tentang personal hygiene genitalia dengan kejadian fluor albus (keputihan), dengan p value persepsi (0,003), sikap (0.000), perilaku (0,019). Kesimpulan semua hipotesis alternative (Ha) diterima yaitu ada hubungan antara persepsi, sikap, dan perilaku remaja putri tentang personal hygiene genitalia dengan kejadian fluor albus (keputihan). Diperlukan adanya pemberian pendidikan kesehatan, penyuluhan, dan pelatihan tentang kesehatan reproduksi khusunya hygiene genitalia dan keputihan kepada remaja putri. Kata kunci: Fluor albus (Keputihan), Persepsi, Sikap, Perilaku, Personal hygiene genitalia.
Terapi Musik Klasik Mozart Sonata No.6 Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Ferianto ferianto; ambarwati ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.66

Abstract

ABSTRAK            Stroke menjadi penyebab kecacatan nomor satu di dunia. Jumlah stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan mengalami peningkatan dari 10,9 per seribu penduduk tahun 2013 menjadi 14,7 per seribu penduduk tahun 2018. Perilaku penolakan terhadap kondisi yang muncul akibat serangan stroke misalnya, malu bertemu dengan orang lain, tidak percaya diri, dan merasa tidak berguna. Jika penerimaan diri seorang menjadi rendah, akan berdampak pada kondisi mentalnya seperti, depresi.Upaya untuk menurunkan tingkat depresi pada penderita stroke dengan terapi alternatif yaitu dengan memberikan terapi musik klasik Mozart sonata no.6. Terapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi tindakan terapi musik klasik menurunkan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik padaNy. D dan Tn. S  dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Setelah dilakukan pengelolaan selama  4 kali dalam 2 hari, hasil yang diperoleh pada Ny.D sebelum diberikan terapi di uji dengan menggunakanHRS-D menunjukkan skore 29 mengalami depresi sedang setelah diberikan terapi menjadi skore 21 mengalami depresi ringan dan Tn.S sebelum diberikan terapi skore 28 mengalami depresi sedangsetelah diberikan terapi skore menjadi 23 mengalami depresi  ringan. Rekomendasi tindakan hasil ini adalah sebagai alternatif dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien stroke non hemoragik.Kata Kunci : Depresi, Stroke non hemoragik, Terapi musik klasik ABSTRACT                Stroke is the number one cause of disability in the world. The number of strokes in Indonesia based on the diagnosis of health workers has increased from 10.9 per thousand population in 2013 to 14.7 per thousand population in 2018. Behavior of rejection of conditions that arise due to stroke, for example, is embarrassed to meet other people, not confident, and feel useless. If a person's self acceptance becomes low, it will have an impact on his mental condition such as depression. Efforts to reduce the level of depression in stroke patients with alternative therapies, namely by providing classical music therapy Mozart sonata no.6. This therapy aims to determine the effect of giving classical music therapy to a decrease in the level of depression in non-hemorrhagic stroke patients in the Japanese Village of Mejobo District, Kudus Regency. The method used is a method of evaluating classical music therapy measures to reduce depression in non-hemorrhagic stroke patients in Ny. D and Mr. S with data collection techniques through interviews and observations. After managing it for 4 times in 2 days, the results obtained in Mrs. D before being given therapy were tested using HRS-D showed a score of 29 had moderate depression after being given therapy to score 21 having mild depression and Tn.S before being given score therapy 28 experienced moderate. depression after being given score therapy to 23 experienced mild depression. These recommendations for action results are an alternative in reducing depression rates in non-hemorrhagic stroke patients.Keywords: Depression, non-hemorrhagic stroke, classical music therapy
Penerapan Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati Sukarmiasih Sukarmiasih; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i2.82

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu gangguan metabolik akibat pankreas yang tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif, yang ditandai dengan adanya peningkatan konsentrasi glukosa darah (hiperglikemia),  biasanya disertai dengan munculnya gejala utama yang khas, seperti terbuangnya glukosa bersama dengan urin (glukosuria)2. Pilar utama dalam pengelolaan diabetes mellitus langkah utama yang harus dilakukan adalah pengelolaan non farmakologis. Tindakan non farmakologis untuk penderita diabetes mellitus diantaranya adalah terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif). Relaksasi otot progresif merupakan suatu prosedur untuk mendapatkan tegangan pada otot, dan melepaskan otot, kemudian memusatkan pikiran untuk menjadi rileks. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) terhadap gula darah pada pasien diabetes mellitus di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Sempel yang ditemukan 2 responden. Motode dari penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif, data ini diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada pemeriksaan gula darah sebelum dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari pertama pada Ny.T yaitu 486 mg/dl dan Ny.P yaitu 520 mg/dl. Sedangkan hasil pemeriksaan gula darah sesudah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) pada hari ketujuh pada Ny.T yaitu 107 mg/dl dan Ny.P yaitu 250 mg/dl. Terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation (relaksasi otot progresif) pada responden 1 dan responden 2 terhadap penurunan gula darah di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati .Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Terapi Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif), gula darah.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI POLIKLINIK MATA RSI SUNAN KUDUS Tutik Emi Tafiyah; Sri Hartini; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.101

Abstract

Pendahuluan: Gadget tidak hanya sekedar dijadikan media hiburan tetapi wajib digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan bisnis, atau pengerjaan tugas kuliah dan kantor. Faktanya gadget tak hanya digunakan oleh orang dewasa atau lanjut usia (22 tahun keatas), anak sekolah (12-21 tahun), tapi pada anak- anak (7-11 tahun), dan lebih ironisnya lagi gadget digunakan untuk anak usia (3-6 tahun) yang seharusnya belum layak untuk menggunakan gadget. Gangguan terhadap kualitas ketajaman penglihatan sering terjadi khususnya berkaitan dengan lama penggunaan gadget serta jarak pandang terhadap gadget. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah di poliklinik mata RSI Sunan Kudus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi korelasi. Hasil Penelitian: Sebagian besar pemakaian gadged responden pada kategori tinggi sebanyak 23 responden (69.7%). Sebagian besar gangguan penglihatan responden dalam kategori Miopia sebanyak 26 responden (78.8%). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pemakaian gadged dengan gangguan penglihatan pada anak di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus dengan p- value sebesar 0.008 dan OR = 10.500. Kata Kunci: Anak, Penggunaan Gadget, Penurunan Ketajaman Mata    
IMPLEMENTASI PROGRAM INSPEKSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT. PURA BARUTAMA KUDUS Eko Prasetyo
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i1.117

Abstract

Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan sebuah upaya untuk menemukan sumber bahaya. Implementasi program inspeksi K3 sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Pura Barutama Kudus dilakukannya pengendalian risikoK3yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa, pengendalian administratif, Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian bertujuan mengetahui program inspeksi K3, risiko kecelakaan kerja dan mengetahui program inspeksi K3 dalam upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif yaitu dengan Subyek dan informan dalam penelitian adalah 4 orang. Hasil penelitian Program inspeksi K3 dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Pura Barutama Kudus yaitu dengan cara mengumpulkan karyawan yang berkompeten dalam bidang K3 dengan pedoman 40 elemen. Pelaksanaan Inspeksi K3 (1 tahun 2x artinya setiap 6 bulan sekali)tim grup terlepas dari unit (2 minggu sekali secara rutin). Klalifikasi meliputi 0-50 (pengawasan, pemantauan dan pembinaan), 0-70 (monitor) dan 80 (standartlisasi). Penyebab kecelakaan kerja yaitu lingkungan kerja kurang nyaman dan dicegah prosedur kerja. Keuntungan inspeksi K3 diarea perusahaan mengalami penurunan angka kecelakaan kerja dan evaluasi data kecelakaan terus menurun, akan tetapi diarea luar belum bisa mengalami penurunan.
PENGARUH SENAM REUMATIK TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Ramadhan Putra Satria; Widya Sulisetia Ningrum
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.137

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang usianya sudah memasuki 60 tahun ke atas, seseorang yang sudah ditahap ini biasanya mengalami penurunan kemampuan kerja tubuh akibat perubahan fungsi organ pada tubuh. Salah satu faktor penyakit kronis dan kemunduran fungsi motorik pada lansia yang mempengaruhi gangguan sistem muskuloskeletal yaitu Rheumatoid Arthritis. WHO menyampaikan bahwa angka kejadian rheumatoid arthritis pada tahun 2016 mencapai 20% dari penduduk dunia, 5-10% berusia 5-20 tahun dan 20% berusia 55 tahun. Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun sistemik kronik yang dapat menyebabkan inflamasi jaringan ikat, terutama di sendi. Oleh karena itu, salah satu upaya non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu aktivitas fisik atau olahraga fisik  Olahraga fisik tujuannya untuk mempertahankan pergerakan sendi dan berpengaruh dalam penurunan skala nyeri sendi. Salah satu olahraga fisik yang mudah dilakukan yaitu senam reumatik. Tujuan melakukan penerapan pemberian terapi senam reumatik untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskritif analitis dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah lansia dengan rheumatoid arthritis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel distribusi frekuensi. Setelah dilakukan tindakan implementasi terapi senam reumatik selama 3x kunjungan didapatkan hasil bahwa dari kedua klien terdapat perubahan penurunan skala nyeri, klien 1 dari skala 4 turun menjadi skala 1 kemudian klien 2 dari skala 5 turun menjadi skala 2. Pasien dengan rheumatoid arthritis dianjurkan untuk melakukan terapi senam reumatik setiap hari selama kurang lebih 30 menit untuk menurunkan nyeri sendi. Kata Kunci : Lansia Rheumatoid arthritis, Nyeri sendi, Senam reumatik
PENATALAKSANAAN INTOLERANSI AKTIVITAS DENGAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF PADA PASIEN POST PARTUM SPONTAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DI RUANG BOUGENVILLE I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS D P WIRANATA; E pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.9

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk penatalaksanaan intoleransi aktivitas dengan range of motion (ROM) aktif untuk mencegah terjadinya kekakuan pada otot-otot panggul dan abdomen pada pasien dengan post partum spontan pre eklamsi berat (PEB) di ruang bougenville I RSUD Kudus. Penelitian dilaksanakan melalui observasi mendalam dengan analisa deskriptif. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas pasien sudah tampak berjalan pada hari kedua walau dibantu oleh keluarga. Setelah dilakukan latihan ROM aktif dapat meningkatkan massa otot, tonus otot dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung akibat tirah baring.
STUDI DESKRIPTIF KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP CEMPAKA 2 DAN SAKURA DI RSUD KAYEN PATI TAHUN 2023 Wahyu Yusiyanto; Melinda Arta Mevia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i2.167

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Perawat memegang peranan yang signifikan dalam memengaruhi kualitas pemberian asuhan keperawatan dalam layanan kesehatan yang optimal. Sebagai garda terdepan, perawat memiliki peran penting dalam mengelola tidak hanya pasien individu, tetapi juga proses keseluruhan yang berkelanjutan, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam memberikan asuhan keperawatan dengan profesionalisme. Menurut World Health Organization (WHO) dari jumlah tenaga kerja yang tidak patuh dengan prosedur atau penggunaan alat pelindung diri yang kurang memadai sebesar 35% s.d 50% di dunia terpapar bahaya fisik, lingkungan sekitar pasien Sehingga perawat dalam menjalankan tugasnya perlu memakai alat pelindung diri (APD) untuk melindungi diri dari risiko terkena penyakit yang dapat ditularkan langsung oleh pasien rawat inap saat melakukan tindakan atau kontak dengan mereka. Salah satu dampak dari tidak menggunakan APD saat bekerja adalah kemungkinan tertular penyakit dari pasien dan terkena infeksi nosocomial. Metode : Populasi dalam riset ini berjumlah 32 responden, Teknik sampel yang dipergunakan ialah total sampling. Jenis riset ini yaitu study deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang tujuannya untuk mendiskripsikan kepatuhan penggunaan APD pada perawat di ruang rawat inap Cempaka 2 Dan Sakura RSUD Kayen Pati. Hasil : Penggunaan alat pelindung diri (APD) perawat diruang cempaka dan sakura dalam kategori patuh sebanyak 26 responden (81.2 %) sedangkan perawat yang tidak patuh memakai APD sebanyak 6 orang (18.8%). Kesimpulan : Penggunaan APD Perawat di ruang cempaka dan Sakura dalam kategori yang paling banyak yaitu patuh sebanyak 26 responden (81.2%).Kata Kunci : Perawat,Kepatuhan,APD.

Page 4 of 18 | Total Record : 177