cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 177 Documents
STUDI DESKRIPTIF RESIKO CEDERA PADA PASIEN DENGAN PENURUNAN KESADARAN DI RUANG IRIN RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Nugraheni, Oktiyana Dwi; Alvita, Galia Wardha; Listyarini, Anita Dyah
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.171

Abstract

ABSTRAK Insiden keselamatan pasien pada pelayanan di rumah sakit paling sering terjadi pada pasien dengan perawatan intensif, seperti pasien dengan penurunan kesadaran. Perawat merupakan tenaga profesional yang berperan penting dalam fungsi rumah sakit. Peran perawat yang sangat luas memungkinkan untuk menemukan dan mengalami risiko kesalahan pelayanan kesehatan. Bentuk insiden di Rumah Sakit terdiri dari Kejadian Potensial Cedera (KPC), Kejadian Tidak Cidera (KTC), Kejadian Nyaris Cidera (KNC), Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), dan Kejadian Sentinel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiko cedara pada pasien dengan penurunan kesadaran di ruang Irin Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mengalami penurunan kesadaran di ruang HND dan IRIN RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan Aksidental sampling sehingga besar sampel sebanyak 26 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data secara statistik secara diskriptif. Hasil penelitian mendapatkan resiko cedera paling banyak adalah KNC sebanyak 16 responden (61.5%) dan paling sedikit adalah KTC sebanyak 4 responden (15.4%). Resiko cedera pasien penurunan kesadaran di Rumah Sakit Mardi Rahayu paling tinggi adalah Kejadian Nyaris Cedera. Kata Kunci : Resiko Cedera, Penurunan Kesadaran.
PENGARUH PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TBC PADA An.L DI DESA KEDUNGWARU LOR KECAMATAN KARANGANYAR DEMAK S B Charismanda; I N Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i1.31

Abstract

Tuberkulosis (Tubercle bacillus) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberkulosis. Penulisan ini merupakan study literature yang bertujuan untuk pengaruh pemberian imunisasi BCG pada penyakit TBC.  pada kasus anak dengan TB paru yang terjadi pada An.L penulis menyimpulkan evaluasi yang dilakukan penulis bahwa pasien dengan TB paru bisa mengakibatkan terjadinya infeksi TB aktif, batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Faktor yang mempengaruhi kasus TB paru lebih cenderung disebabkan oleh faktor lingkungan yakni orang-orang yang tinggal dengan kepadatan penduduk paling tinggi, berventilasi buruk, suasananya yang lembab, dan lingkungan yang tidak bersih. Pemberian imunisasi yang adekuat juga akan meminimalisir terjadinya penyakit TB pada anak.Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi BCG merupakan prosedur memasukkan vaksin BCG yang bertujuan memberi kekebalan tubuh terhadap kuman mycobacterium tuberculosis. Imunisasi BCG bersifat pencegahan secara primer yaitu tidak mencegah infeksi tuberkulosis dan tidak bersifat menyembuhkan secara total tetapi hanya menghambat penyebaran kuman atau dalam hal ini mycobacterium tuberculosis dan mengurangi risiko terjadi tuberkulosis berat seperti meningitis TB dan tuberkulosis milier.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN TERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA Fadilah, Ana; Hidayat, Muhammad Syahid
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.219

Abstract

ABSTRAK Dukungan keluarga merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kepatuhan terapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan terapi pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 30 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup pengukuran dukungan keluarga (emosional, instrumental, dan informasi) serta tingkat kepatuhan terapi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan terapi (r = 0,678; p < 0,05). Sebanyak 98% pasien (29 pasien) menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap terapi, sementara 2% (1 pasien) tidak patuh. Semua pasien dengan dukungan keluarga yang baik (95%) melaporkan kepatuhan terapi yang tinggi (100%), sedangkan pasien dengan dukungan keluarga yang kurang baik memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah (50%). Faktor utama ketidakpatuhan meliputi kelelahan emosional, keterbatasan finansial, dan kurangnya dukungan emosional. Penelitian ini juga mengidentifikasi tiga jenis utama dukungan keluarga yang berkontribusi pada kepatuhan terapi: dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasi. Strategi yang diusulkan untuk meningkatkan kepatuhan terapi meliputi edukasi keluarga, peningkatan dukungan finansial, pengembangan program berbasis komunitas, pelibatan keluarga dalam pengambilan keputusan medis, dan pendampingan psikologis bagi pasien serta keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pasien kanker payudara secara holistik, yang dapat meningkatkan keberhasilan terapi dan hasil pengobatan pasien. Kata Kunci: Dukungan keluarga, kepatuhan terapi, kanker payudara
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA CACAT MATA MIOPIA PADA SISWA SMP GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI alvi ratna Yuliana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i1.47

Abstract

AbstrakMata merupakan organ penting dalam tubuh kita sekitar 95% informasiyang diterima otak, masuk melalui panca indera penglihatan. Diperkirakan separuh dari penduduk dunia akan mengalami myopia tahun 2020. Jawa tengah sendiri menduduki peringkat nomer 6 untuk masalah miomia.frekuensi puncaknya terlihat pada usia 15-19 tahun, kejadiannya lebih banyak pada perempuan dibandingkan laki-laki dimana pelajar SMA dan mahasiswa menduduki peringkat teratas penderita miopia dan mahasiswa kedokteran menduduki peringkat tertinggi. Cacat mata miopia dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan kebiasaan penggunaan mata yang tidak semestinya seperti membaca sambil tidur, menonton televisi terlalu dekat, membaca di tempat yang gelap dan terlalu lama di depan layar komputer sehingga menyebabkan mata lelah. Akibat penggunaan mata yang berlebihan mata menjadi mudah lelah, sayu, dan kadang berair serta mengakibatkan penglihatan kabur. Siswa SMP memiliki aktivitas yang tinggi dalam penggunaan indra penglihatannya. Dalam satu hari rata-rata menjalani pelajaran 12 jam ditambah lagi tugas yang menggunakan akses internet dan buku yang harus dibaca.Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktor risiko yangpaling dominan terhadap terjadinya cacat mata miopia.Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif ,case controlyang menggunakaninstrumen penelitian berupa kuesioner. Perhitungan hasil menggunakan rumus odds ratio(OR) dengan table 2x2 dan chi-square dengan tingkat kemaknaan yang dipakai 5% danCI 95%.Hasil: Faktor kelelahan mata seperti jarak menonton televisi < 3x diameter televisimemiliki nilai p=0,068 sedangkan tidak pernah mengistirahatkan mata memiliki nilai p= 0,008 & OR= 5,264, gambar dan kontras yang tidak sesuai memiliki nilai p= 0,000 & OR= 5,509 dan seringnya mengalami keluhan pada mata memiliki nilai p= 0,000 & OR= 4,915. Faktor posisi membaca seperti posisi tubuh yang tidak duduk tegak saat membaca memiliki nilai p= 0,059, jarak baca < 33 cm dari bacaan memiliki nilai p= 0,869 dan posisi bacaan yang diletakkan diatas meja memiliki nilai p= 0,246. Faktor keturunan memiliki hubungan terhadap terjadinya cacat mata miopia memiliki nilai p= 0,005 & OR 2,390 sedangkan faktor pencahayaan memiliki nilai p= 0,245.Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya cacat mata miopia adalah faktor kelelahan mata seperti tidak mengistirahatkan mata, gambar dan kontras yang tidak sesuai, kelelahan mata serta faktor keturunan. Faktor yang paling dominan yang berhubungan terhadap terjadinya cacat mata adalah faktor kelelahan mata akibat gambar dan kontras yang tidak sesuai.  Kata Kunci: miopia, kelelahan mata, posisi membaca, keturunan dan pencahayaan     ABSTRACTAlvi Ratna YulianaBackground: Eyes are a vital organ of our body. Approximately 95% ofinformation received by the brain come through visual senses. the world until half of the world's populations are suffer from myopia in 2020.Central Java’s ranked is sixth for the problems of myopia, Peak frequency happens to those of 15 – 19 years old, more female than male and senior high school and college students are major patients of myopia whereby students of the Faculty of Medicine are at the highest rank. Myopia may be caused by heredity and high frequency of improper use of the eye of such as reading while lying on the back, watching television too close to the monitor, reading without sufficient light and looking at the computer monitor for too long, all of which cause fatigue to the eye. Excessive use of the eye can cause the eye to easily get tired, droopy, and watery, ending in blurred vision. The junior high school have high intensity use of their eye. They attend lectures in average for 12  hours a day and have additional activities for doing assignments by making use of internet and reading books.Objective: To identify factors related to and most dominant risk factors of theprevalence of myopia eye defect.Method: This was a case control descriptive study which used questionnaires asresearch instruments. Result analysis used OR with x2 and chi square with CI 95%.Result: Factors related to the prevalence of myopia were eye fatigue such asdistance of watching television < 3x of television diameter p= 0.068, never resting the eye p= 0.008 & OR= 5.264, inappropriate picture and contrast p= 0.000 & OR= 5.509 and frequent complaints in the eye p= 0.000 & OR= 4.915; reading position such as not sitting straight while reading p= 0.059, reading distance < 33 cm from the object p= 0.869 and the position of the reading object on the desk p= 0.246; heredity p= 0.005 & OR= 2.390; and lighting p=0.245.Conclusion: Risk factors related to the prevalence of myopia were eye fatiguesuch as not resting the eye, inappropriate picture and contrast, and heredity. The most dominant risk factor related to the prevalence of myopia eye defect was eye fatigue caused by inappropriate picture and contrast.Keywords: myopia, eye fatigue, position of reading, heredity, lighting 
Pemberian Relaksasi Imajinasi Terbimbing Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Mia Oktaviani; Hirza Ainin Nur
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v6i2.72

Abstract

ABSTRACTHypertension is an increase in systolic blood pressure of at least 140 mmHg or a diastolic pressure of at least 90 mmHg. elderly are individuals who are over 60 years old who have signs of a decline in biological, psychological, social and economic functions. The treatment that will be carried out without drugs is by guided imagination relaxation techniques that are rarely done before. This study aims to determine the effect of Guided Imagination Relaxation Technique on the reduction of blood pressure in hypertensive patients. This study uses descriptive descriptive method by cases study and using the nursing process approach. Retrieving data by measuring blood pressure before and after doing relaxation of the imagination is guided. Guided imagination relaxation is done once a day for 14 days for 15 minutes. The results showed a decrease in respondent 1's blood pressure fluctuations from 160/100 mmHg to 140/90 mmHg, and respondents 2 from 170/110 to 150/90 mmHg. This shows that it is very effective to apply the relaxation of guided imagination to reduce blood pressure in elderly people with hypertension Keywords: Elderly, Hypertension, guided imagination relaxationABSTRAKHipertensi adalah suatu peningkatakan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Lanjut usia adalah individu yang berusia diatas 60 tahun memiliki tanda-tanda terjadinya penurunan fungsi-fungsi biologis, psiologis, sosial, dan ekonomi. Pengobatan yang akan dilakukan tanpa obat yaitu dengan teknik relaksasi imajinasi terbimbing yang jarang sekali di lakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Di Wilayah Puskesmas Jepang Kudus . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Pengambilan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah  sebelum dan sesudah  dilakukannya relaksasi imajinasi terbimbiing. Relaksasi imajinasi terbimbing dilakukan 1 kali dalam satu hari selama 14 hari dengan durasi 15 menit. Hasil penelitian didapatkan penurunan tekanan darah fluktuatif responden 1 dari 160/100 mmHg menjadi140/90 mmHg, dan responden 2  dari 170/110 menjadi 150/90 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan relaksasi imajinasi terbimbing efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia  penderita hipertensiKata Kunci : Lansia, Hipertensi, Relaksasi imajinasi terbimbing
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA TB PARU TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI POLOKLINIK RSI NU DEMAK Anita Dyah Listyarini; Dwi Mey Heristiana
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i1.88

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular dan membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama. Kepatuhan berperan penting dalam pengobatan pasien TB paru. Pasien yang tidak patuh menjalani pengobatan dengan risiko kekambuhan dan resistensi. Kepatuhan ditentukan dari pengetahuan dan sikap penderita TB. Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap penderita TB paru dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis di Poliklinik RSUD NU Demak. Jenis penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita TB Paru di Poliklinik RSU NU Demak. Teknik total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 38 responden. Analisis data Spearman Rank. Hasil analisis pengetahuan dan kepatuhan mendapatkan nilai p 0,000. Analisis sikap dan kepatuhan mendapatkan nilai p 0,000. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penderita TB dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis di RS Nahdlotul Ulama Demak dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan yang kuat.
TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Luluk Cahyanti; Eka Rahayu Hirmawati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.107

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang perlu diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan segera. Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Memasuki masa lansia sangat rentan terkena penyakit dan masalah kesehatan yang menyebabkan tingginya penyakit degeneratif salah satunya yaitu hipertensi. Hipertensi menambah beban kerja jantung dan arteri yang bila berlanjut dapat menimbulkan kerusakan jantung dan pembuluh darah. Upaya untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan terapi non farmakologis yaitu dengan memberikan terapi musik instrumental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik instrumental dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode penulisan studi literatur dengan mencari 3 artikel jurnal penelitian sesuai dengan jurnal utama yang terbit pada tahun 2010 sampai 2020 yang dipublikasikan melalui database elektronik seperti Google Scholar. Hasil dari ketiga jurnal yang didapatkan menunjukan bahwa adanya pengaruh terapi musik instrumental dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Terapi musik instrumental.
KECEMASAN IBU POST PARTUM MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS GABUS 1 PATI Yayuk Fatmawati; Endah Lina Munfaati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v9i2.132

Abstract

ABSTRAKKecemasan yang dialami oleh ibu saat ini salah satunya disebabkan oleh adanya pandemic Covid-19. Kecemasan pada ibu post partum terjadi karena adanya perubahan peran ibu dengan seorang bayi yang baru lahir dimasa pandemi, terkait perawatan dan menjaga kesehatan di masa pandemic dengan bayi baru lahir. Kecemasan pada ibu post partum jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan depresi postpartum. Kurangnya pengetahuan ibu dalam perawatan bayi dapat menimbulkan gangguan psikologis rasa cemas. Di masa pandemi Covid-19, kondisi ini makin sulit karena membuat ibu post partum harus lebih banyak berada di rumah saja demi menekan penularan Covid-19.Kata Kunci : Kecemasan Ibu Post Partum, Covid-19, Puskesmas, Masa Pandemi.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEIKUTSERTAAN VAKSIN COVID-19 PADA LANSIA DI DESA PASURUAN LOR KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS Bayu Setyo Nugroho; Gardha Rias Arsy; Anita Dyah Listyarini; Sri Hindriyastuti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.146

Abstract

ABSTRAKMasalah kesehatan yang membahayakan masyarakat saat ini adalah corona virus. Virus COVID-19 ditransmisikan antara orang ke orang melalui kontak erat dan percikan (droplet). Upaya untuk mencegah penularan covid adalah dengan vaksinasi. Pelaksanaan vaksin belum sesuai target pemerintah, dikarenakan persepsi masyarakat yang kurang baik tentang vaksin. Lansia dengan fisik yang sudah mulai menurun, membutuhkan tempat vaksinasi yang mudah, dekat dan terjangkau. Dukungan keluarga sangat penting dalam pelaksanaan vaksin covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keikutsertaan vaksin covid-19 pada Lansia di Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jenis penelitian bersifat korelasional dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini adalah lansia yang menjadi target sasaran vaksin bulan September 2021 di Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Teknik sampling dengan purposive sampling sehingga besar sampel sebanyak 86 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data secara statistik dengan analisis chi square. Hasil analisa chi square mendapatkan nilai p 0,000.  Terdapat hubungan signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan keikutsertaan vaksin covid-19 pada lansia di Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus pada taraf signifikansi 5%.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Vaksin, Covid 19, Lansia
PENATALAKSANAAN PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RUANG CITRO ANGGODO RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Y Susilowati; D W Ningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i2.15

Abstract

Pemberian strategi pelaksanaan pada klien dengan perilaku kekerasan bertujuan agar klien dapat mengontrol marah dengan cara yang konstruktif serta mencegah terjadinya perilaku kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh penulis selama 3 hari yaitu mengajarkan SP1P, SP2P dan SP3P, dimana pasien sudah mulai mampu membina hubungan saling percaya. Klien tampak kooperatif, akan tetapi masih bicara cepat dan keras. Klien mampu menyebutkan tanda gejala marah yaitu mata melotot, tangan mengepal, berdebar-debar dan bicara keras. Klien mampu menyebutkan penyebab marah yaitu karena bercerai dengan istri dan tidak bekerja lagi. Klien mampu menyebutkan perilaku kekerasan yang dilakukan yaitu memukul televisi dan membanting barang. Klien mampu menyebutkan dampak negatif dari perilaku kekerasan yaitu tangan sakit dan barang rusak. Klien mampu mendemonstrasikan cara mengontrol marah dengan tarik nafas dalam namun untuk jadwal kegiatan harian masih diingatkan.

Page 6 of 18 | Total Record : 177