cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2026): Februari" : 14 Documents clear
Edukasi dan Pendampingan Terapi Nonfarmakologi dalam Pengendalian Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Sidodadi Syahputra, Anda; Agustina, Fitriani; Lina, Lina; Putri, Isnaini; Harahap, lili Kartika Sari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6030yg84

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar glukosa darah melalui edukasi dan pendampingan terapi nonfarmakologi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sidodadi dengan sasaran 15 orang penderita diabetes mellitus. Metode pelaksanaan meliputi pemberian edukasi kesehatan tentang diabetes mellitus dan pengelolaannya, pendampingan serta demonstrasi terapi nonfarmakologi berupa senam kaki diabetes, teknik relaksasi autogenik, dan relaksasi otot progresif, serta pemeriksaan kadar glukosa darah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (pretest–posttest). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran, di mana persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 33,3% sebelum edukasi menjadi 86,67% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, sasaran menunjukkan antusiasme dan kemampuan dalam mempraktikkan terapi nonfarmakologi secara mandiri. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam upaya promotif dan preventif pengendalian diabetes mellitus serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui penerapan terapi nonfarmakologi yang mudah, murah, dan aman.. Education and Assistance in Non-Pharmacological Therapy for Blood Glucose Control among Patients with Diabetes Mellitus in Sidodadi Village  This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of individuals with diabetes mellitus in controlling blood glucose levels through education and assistance on non-pharmacological therapy. The activity was conducted in Sidodadi Village and involved 15 participants diagnosed with diabetes mellitus. The implementation methods included health education on diabetes management, assistance and demonstration of non-pharmacological therapies such as diabetic foot exercise, autogenic relaxation, and progressive muscle relaxation, as well as blood glucose monitoring. Program evaluation was carried out by measuring participants’ knowledge before and after the educational intervention (pretest–posttest). The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the proportion of participants categorized as having good knowledge increasing from 33.3% before the activity to 86.67% after its implementation. In addition, participants demonstrated enthusiasm and the ability to independently practice the non-pharmacological therapies introduced during the activity. This community service program contributes to promotive and preventive efforts in diabetes management and encourages active community participation in maintaining health through the application of simple, affordable, and safe non-pharmacological therapies.
Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Perencanaan Bisnis Produk Teh Daun Bidara Baintjo, Jerikho; Baintjo, Jerikho R S; Wanti, Sri; Yahya, Delviani; Aprilia, Salsabila Irsa; H, Irawan; Benawan, Dea Anggreani Putri; Revaldy, Rafly
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qqarns09

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa melalui pendampingan pengembangan produk teh daun bidara sebagai produk herbal unggulan berbasis potensi lokal di Kecamatan Ampana Kota. Program pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa, pelaku usaha herbal, dan masyarakat sebagai mitra kegiatan. Bentuk pendampingan meliputi identifikasi potensi lokal daun bidara, pelatihan analisis peluang usaha menggunakan SWOT, penyusunan Business Model Canvas (BMC), pendampingan perancangan produk dan kemasan, serta penguatan strategi pemasaran berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa, terutama dalam perencanaan bisnis, inovasi produk herbal, dan pemasaran digital. Selain itu, masyarakat mitra memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan daun bidara sebagai produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro. Program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan kewirausahaan berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidemen Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Somoyani, Ni Ketut
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8hfzc61

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena berpengaruh terhadap kualitas asupan nutrisi selama kehamilan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kegiatan kelas ibu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juli 2025 dengan melibatkan 30 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, diskusi, praktik penyusunan menu, serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 76,67 menjadi 93 setelah edukasi. Berbagai luaran telah dicapai, di antaranya publikasi artikel media massa, unggahan video kegiatan, dan perolehan HaKI leaflet nutrisi ibu hamil. Program ini berjalan baik dengan dukungan aktif tenaga kesehatan dan mitra puskesmas, meskipun terdapat kendala keterlambatan kehadiran ibu hamil. Keberlanjutan program direncanakan melalui edukasi rutin bulanan oleh bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan berpotensi berkontribusi terhadap pencegahan stunting.  Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen life. Maternal nutritional knowledge plays a crucial role in determining the quality of nutrient intake during pregnancy, which directly influences fetal growth and the risk of stunting. This community service program aimed to improve pregnant women’s nutritional knowledge through a structured antenatal class at UPTD Puskesmas Sidemen. The activity was conducted on July 4, 2025, and involved 30 pregnant women. The intervention consisted of nutrition education, discussions, hands-on menu planning practice, and pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 76.67 before the intervention to 93.00 afterward. Several outputs were successfully achieved, including a published mass media article, an online video documenting the activity, and intellectual property rights for a nutrition leaflet. Despite minor challenges related to participant attendance due to weather and transportation barriers, the program was implemented effectively with strong collaboration from healthcare providers and community partners. This activity proved effective in enhancing pregnant women’s nutritional knowledge and has potential to contribute to stunting prevention efforts in the region.
Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.
Pengejawantahan Daur Ulang Limbah Jelantah: Lokakarya Berbasis Model ADDIE Melalui Reka Cipta Lilin Aqualume Sebagai Upaya Pemberdayaan Kelompok PKK di Desa Sriwulan, Kabupaten Kendal Charalli, Setyawati; Nasikha, Aulia; Wibowo, Mochammad Eric Suryakencana; Oktavia, Vicky; Cahya, Handy Nur
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rvwwvz61

Abstract

form of used cooking oil that threatens the village's tourism image. Although the PKK Group handles used cooking oil waste at the household level daily, as frontline actors they lack the skills to transform it into valuable products. This activity aims to empower the PKK Group through increased knowledge about the impacts of used cooking oil, circular economy, and appropriate technology; enhance the technical skills of all participants (13 people) in producing Aqualume candles through hands-on practical learning; process 350ml of used cooking oil waste into 7 units of aesthetically quality eco-friendly souvenir products as creative enterprises supporting the tourism village; and implement the ADDIE model to ensure program effectiveness and sustainability. The implementation method uses ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which includes needs mapping, appropriate technology design, and practical workshops. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure cognitive understanding and observation of product outcomes. The activity results showed a significant increase in participants' average scores from 40.00 to 100.00 with an N-Gain of 1.00 (high category). All 13 participants mastered the techniques of used cooking oil purification and aesthetic Aqualume candle formulation. This activity demonstrates that the ADDIE model effectively transfers appropriate technology, enhances community learning agility in adopting circular economy innovations, and produces distinctive eco-friendly souveniraq for the tourism village.
Training on the Utilization of ChatGPT to Support Academic Writing of PTI Students Safitri, Baiq Rina Amalia; Putrayadi, Wirawan; Fuaddunazmi, M
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pqtgg196

Abstract

This study focuses on the utilization of ChatGPT to support academic writing among students of the Information Technology Education (ITE) program at Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). A training program was conducted from May 15 to May 29, 2024, with 23 second-semester students participating. The program aimed to equip students with the skills to effectively use ChatGPT for generating ideas, drafting outlines, summarizing information, and writing academic texts. Results from the training indicated that all participants successfully created ChatGPT accounts and demonstrated active engagement throughout the sessions. The survey results, with an average of 62.82%, showed that while students gained a strong technical understanding of ChatGPT, their ability to use it for academic writing tasks was still in the early stages, requiring further practice and mentorship. The study found that while ChatGPT can significantly enhance academic writing skills by providing structural guidance and generating ideas, students still need ongoing support to fully integrate AI technology into their academic workflows. These findings emphasize the need for structured training and further integration of ChatGPT in higher education to foster critical thinking, writing, and digital literacy skills.
Edukasi dan Pendampingan Terapi Nonfarmakologi dalam Pengendalian Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Desa Sidodadi Syahputra, Anda; Agustina, Fitriani; Putri, Isnaini; Harahap, lili Kartika Sari; Lina, Lina
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6030yg84

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius akibat kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Upaya pengendalian tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis berbasis edukasi dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar glukosa darah melalui terapi nonfarmakologi. Kegiatan dilaksanakan di Polindes Gampong Sidodadi, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, pada 31 Agustus–1 September 2025 dengan sasaran 15 penderita diabetes mellitus. Metode yang digunakan meliputi pretest, edukasi interaktif, simulasi dan demonstrasi terapi nonfarmakologi berupa senam kaki diabetes, relaksasi autogenik, dan relaksasi otot progresif, serta posttest. Selain itu dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar glukosa darah di atas nilai normal (114–428 mg/dl). Evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan kategori baik dari 33,3% pada pretest menjadi 86,67% pada posttest. Peserta juga menunjukkan partisipasi dan antusiasme tinggi selama kegiatan. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan praktik terapi nonfarmakologi sebagai upaya pendukung penurunan dan stabilisasi kadar glukosa darah. Model edukasi dan pendampingan ini berpotensi direplikasi sebagai strategi promotif–preventif berbasis komunitas. Education and Assistance in Non-Pharmacological Therapy for Blood Glucose Control among Patients with Diabetes Mellitus in Sidodadi Village Diabetes mellitus is a non-communicable disease with an increasing prevalence and a high risk of complications due to uncontrolled blood glucose levels. Blood glucose control can be achieved not only through pharmacological treatment but also through non-pharmacological approaches that emphasize education and lifestyle modification. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of patients with diabetes mellitus in controlling blood glucose levels through non-pharmacological therapy. The activity was conducted at the Village Maternity Post (Polindes) of Sidodadi Village, Langsa Lama District, Langsa City, on August 31–September 1, 2025, involving 15 participants diagnosed with diabetes mellitus. The methods included a pretest, interactive health education, simulation and demonstration of non-pharmacological therapies such as diabetic foot exercises, autogenic relaxation, and progressive muscle relaxation, followed by a posttest. Blood glucose level measurements were also performed as part of health screening. The results showed that most participants had blood glucose levels above normal ranges (114–428 mg/dl). Knowledge evaluation demonstrated a substantial improvement, with the proportion of participants in the “good” knowledge category increasing from 33.3% in the pretest to 86.67% in the posttest. Participants showed high enthusiasm and active participation throughout the program. This community service activity contributed to improving health literacy and empowering patients to apply non-pharmacological therapies to support blood glucose reduction and stabilization. The program offers a community-based promotive and preventive model that can be replicated in similar settings  
Utilisation of Ultrasound for Improving Reproductive Health of Small Holder Dairy Farms at The KUD Gondanglegi, Malang Nugroho, Widi; Widodo, Teguh Dwi; Felisa, Putri Bhalqhis; Zackhly, A Faeldo Mikail; Maharani, Hemas Desvina; Daniest, Chika Zafira; Susilorini, Tri Eko; Kristanto, Dwi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/kz7tg686

Abstract

Provinsi Jawa Timur merupakan sentra utama industri sapi perah di Indonesia, namun sebagian besar usaha masih berbasis peternakan rakyat dengan produktivitas rendah akibat masalah kesehatan reproduksi. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 2024–2025 memperburuk kondisi dengan meningkatnya kasus metritis dan hipofungsi ovarium. Deteksi dini gangguan reproduksi diperlukan untuk meningkatkan performa reproduksi sapi perah di Indonesia. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di KUD Gondanglegi dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan peternak terhadap penggunaan teknologi USG untuk deteksi dini gangguan reproduksi sapi perah. Kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi door-to-door dengan poster dan modul, demonstrasi pemeriksaan USG pada 39 sapi yang dilaporkan bunting atau bermasalah reproduksi, serta evaluasi pemahaman peternak melalui pretest–posttest dan pengisian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil menunjukkan bahwa sosialisai meningkatkan hampir seluruh indikator pengetahuan, terutama pemahaman dasar USG (92,9%) dan manfaat pemeriksaan gangguan reproduksi oleh tenaga ahli (85,7%). Pemeriksaan USG mendeteksi 35,9% sapi bunting dan 64,1% mengalami kelainan reproduksi, didominasi metritis (53,5%) dan hipofungsi ovarium (32,6%). Nilai IKM >60% menunjukkan peserta menilai program bermanfaat, relevan, dan efektif. Integrasi sosialisasi dan demonstrasi lapangan terbukti meningkatkan pengetahuan sekaligus penerimaan peternak terhadap teknologi USG, sehingga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas sapi perah.    
Perancangan Pelatihan Pembuatan Sabun bagi Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Pengabdian Masyarakat: Nilai Edukasi, Peningkatan Keterampilan Hidup, dan Evaluasi Ekonomi Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Solehudin, Agus; Salam, Haipan; Mahmudatuss’adah, Ai; Fitri, Siti Hikmatul; Ragadhita, Risti; Fiandini, Meli; Aini, Rifti Nurul; Chen, Fatimah Chen; Faturohman, Andika Haikal; Anasdzaky, Fawwaz Rizqi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bbvte233

Abstract

Pelatihan pembuatan sabun ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama kelompok PKK, dengan memberikan keterampilan membuat sabun yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Pelatihan difokuskan pada praktek pembuatan sabun serta pengukuran peningkatan pemahaman peserta melalui pretest dan posttest dengan angket berskala Likert. Selain pelatihan teknis, analisis ekonomi untuk melihat apakah usaha ini layak dijalankan juga dilakukan. Analisis ekonomi menghitung Gross Profit Margin (GPM), Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Internal Rate of Return (IRR) berdasarkan data biaya dan potensi penjualan. Dari sisi pengetahuan, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata naik dari 38/100 menjadi 82/100. Dari sisi ekonomi, usaha sabun ini dinilai sangat layak karena modal awal yang kecil, keuntungan tinggi, dan pengembalian modal yang cepat. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi lokal.. Strengthening the Capacity of PKK Members through Soap Production Training and Economic Value-Added Analysis This soap making training aims to empower the community, especially the PKK group, by providing soap making skills that can be developed into a home business. The training focused on the practice of making soap and measuring the increase in participants' understanding through pretest and posttest with Likert scale questionnaires. Apart from technical training, an economic analysis to see whether this business is feasible is also carried out. Economic analysis calculates Gross Profit Margin (GPM), Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), and Internal Rate of Return (IRR) based on cost data and potential sales. In terms of knowledge, the research results show a significant increase in knowledge, with the average score increasing from 38/100 to 82/100. From an economic perspective, this soap business is considered very feasible because of the small initial capital, high profits and fast return on capital. This program not only improves community skills, but also opens up sustainable business opportunities that support women's empowerment and local economic growth.
Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Perencanaan Bisnis Produk Teh Daun Bidara Baintjo, Jerikho; Baintjo, Jerikho R S; Wanti, Sri; Yahya, Delviani; Aprilia, Salsabila Irsa; H, Irawan; Benawan, Dea Anggreani Putri; Revaldy, Rafly
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qqarns09

Abstract

This community service program aims to develop the potential of bidara leaves (Ziziphus mauritiana) as an herbal tea product through student entrepreneurship assistance in Ampana Kota District, Tojo Una-Una Regency. The program employed a SWOT analysis and Business Model Canvas (BMC) approach based on field data. Participants consisted of 25 respondents, including 12 students, 3 local herbal business actors, and 10 community members as potential consumers. Data were collected through observation, in-depth interviews, and focus group discussions, and analyzed using descriptive qualitative methods with source triangulation. The results indicate that bidara leaves are abundantly available throughout the year, possess recognized health benefits, and have strong potential to be developed into value-added herbal tea products. The SWOT analysis revealed key strengths such as stable raw material availability and low production costs, while limitations in production equipment and the absence of product certification emerged as major weaknesses. The BMC design demonstrates a feasible business model emphasizing health-based value propositions and educational marketing strategies. A simple financial simulation shows that the business is economically viable, reaching a break-even point at approximately 100 product packages. Overall, this community service activity highlights the role of students as change agents in integrating innovation, health education, and local resource-based entrepreneurship to support local economic empowerment.

Page 1 of 2 | Total Record : 14