cover
Contact Name
Susilo Setyo Utomo
Contact Email
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Phone
+628113838344
Journal Mail Official
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Jalan Adi Sucipto, Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Floresiensis Journal : Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : -     EISSN : 2988280X     DOI : https://doi.org/10.35508/floresiensis.v1i2
Jurnal Floresiensis diterbitkan dua kali setahun, yakni bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Undana, Kupang. Tujuan: (1) menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dan masa kini dalam bidang Pendidikan dan sejarah. Pun dalam kajian antropologi, kebudayaan, sosiologi, politik, dan pemerintahan; dan atau pendidikan sejarah pada umumnya; (2) meningkatkan saling tukar pengetahuan antar institusi; (3) memotivasi para dosen dan praktisi untuk menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan kajian pustaka.
Articles 36 Documents
Makna Ornamen Gorga Rumah Bolon Di Desa Siallagan Samosir Nainggolan, Melisa Cefcuty; Siregar, Isrina; Purnomo, Budi
FLORESIENSIS Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.21423

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui makna ornamen yang ada pada Rumah Bolon. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini Rumah Bolon sebagai tempat tinggal bagi keluarga besar suku Batak Toba, pada awalnya Rumah Bolon dibangun pada masa pemerintahan Raja Laga Siallagan. Adapun bentuk-bentuk Rumah Bolon yaitu memiliki dua atap runcing, pintu berukuran kecil dan memiliki anak tangga ganjil dan terdapat ornamen pada Rumah Bolon yaitu Gorga Ulu Paung yang melambangkan perlindungan, Gorga Mata Ni Ari yang melambangkan kehidupan dan energi, Gorga Dila Paung yang melambangkan permohonan agar dikaruniakan anak yang pandai terutama dalam berbicara, Gorga Singa-singa yang dipercayai dapat menjaga rumah dari roh-roh jahat, Gorga Gajah Dompak mengajarkan nilai-nilai kebenaran, Gorga Payudara melambangkan kesuburan dan Gorga Boraspati melambangkan kemampuan suku Batak Toba bisa hidup dan beradaptasi di berbagai tempat dan situasi.
Perjuangan Rakyat Dijazirah Kabola Alor Melawan Belanda Di Bawah Pimpinan Lawono Pada Tahun 1916 Akanfani, Rusli Karel; Dkaraiah, Djakariah; Dethan, Delsy A.
FLORESIENSIS Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v4i1.17721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) Latar belakang terjadinya perjuangan rakyat di Jazirah Kabola Alor melawan Belanda, (2) Proses perjuangan rakyat di Jazirah Kabola Alor melawan Belanda, (3) Dampak dari perjuangan rakyat di Jazirah Kabola Alor melawan Belanda. Penelitian menggunakan metode sejarah yang dilakukan dengan langkah heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Dalam hasil penelitian diuraikan; 1 Perjuangan rakyat di Jazirah Kabola Alor melawan Belanda di bawah pimpinan Lawono pada tahun 1916 dilatarbelakangi oleh beberapa hal sebagai berikut :(a). Peralihan kekuasaan.(b). Penerapan pembayaran pajak yang sangat besar (c). Kerja rodi 2. Proses Perjuangan Rakyat Di Jazirah Kabola Alor Melawan Belanda Di Bawah Pimpinan Lawono Pada Tahun 1916 3. Dampak Perjuangan Rakyat Di Jazirah Kabola Alor Melawan Belanda Di Bawah Pimpinan Lawono Pada Tahun 1916. Pejuangan Lawono di Jazirah Kabola melawan Belanda membawa dampak positif dan dampak negarif.
Persepsi Masyarakat Suku Boti Terhadap Agama Dan Pendidikan Di Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan Solle, Serliani Mariani; Taneo, Malkisedek; Wisnuwardana, I Gede Wayan
FLORESIENSIS Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v4i1.17757

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan adat istiadat dengan masuknya agama dan Pendidikan di Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan dan persepsi Masyarakat suku Boti terhadap agama dan Pendidikan di Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara snowball sampling. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data: Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Masuknya agama dan pendidikan telah mengubah adat istiadat Masyarakat Suku Boti, membagi mereka menjadi dua kelompok: Boti Dalam dan Boti Luar. Boti Dalam masih setia pada adat istiadat, tanpa agama dan pendidikan formal, sementara Boti Luar menganut agama Kristen dan menerima pendidikan, serta mengikuti perkembangan zaman. (2) Persepsi Boti Dalam memandang agama leluhur sebagai pedoman hidup yang mengacu pada 9 hari yang diisi dengan larangan, di mana pelanggaran dapat menimbulkan malapetaka.
Candi Bumi Ayu Sebagai Sumber Belajar Kontekstual Dalam Pembelajaran Sejarah Akbar, Aziz; Syarifuddin, Syarifuddin; Pamulaan, Alif Bahtiar
FLORESIENSIS Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v3i1.19853

Abstract

The Bumi Ayu Temple is a historical relic that is rich in cultural and educational values, a relic that originated from the Srivijaya Empire. Bumi Ayu Temple is synonymous with statues and reliefs that are rich in historical and cultural values of the Srivijaya Empire. This article aims to explore the potential of Bumi Ayu Temple as a contextual learning resource in history learning. The method used is a literature study that identifies various historical and cultural aspects contained in the temple. The results show that Bumi Ayu Temple can be used as an effective learning media, because it not only presents historical information, but also to understand the social and cultural context of the past. With a contextual approach, history learning is expected to be more interestingly relevant, increasing their interest and understanding of cultural heritage.
Sejarah Perjuangan Masyarakat Leragere Melawan Belanda Di Bawah Pimpinan Polo Ama Tahun 1914 Efendi, Taufik Ramadhan; Djakariah, Djakariah; Rato, Flafius S
FLORESIENSIS Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i2.19878

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) mengetahui latar belakang masyarakat Leragere melawan Belanda yang dipimpin oleh Polo Ama tahun 1914, (2) mengetahui peran dan Strategi Polo Ama dalam memimpin masyarakat Leragere melawan Belanda pada tahun 1914 dan (3) mengetahui proses perjuangan Polo Ama dalam memimpin masyarakat Leragere melawan Belanda tahun 1914. Penelitian menggunakan metode heuristik, kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) latar belakang Perjuangan masyarakat Leragere dipicu oleh berbagai kebijakan dan tindakan represif Belanda. 2) Peran dan strategi Polo Ama. Polo Ama berfungsi sebagai pemimpin perjuangan yang bertugas membunuh pemimpin Belanda. 3) Proses perjuangan Polo Ama. Polo Ama memulai perjuangannya dengan upacara persiapan sehari sebelum serangan. Pada malam hari, pasukan Polo Ama melakukan perjalanan melewati hutan dengan perlengkapan lengkap
Sejarah Kerajaan Amfoang Pada Tahun 1909-1925 Tameses, Melkias; Djakariah, Djakariah; Dethan, Delsy A
FLORESIENSIS Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i2.20063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1)Sejarah Kerajaan Amfoangtahun 1909-1925, (2)Sejarah Sejarah Kerajaan Amfoang pada tahun 1909-1925 dalam bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Dalam penelitian ini menggunkan metode sejarah yang dilakukan dengan langkah heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kerajaan Amfoang sebelum tahun 1909 merupakan salah satu kerajaan besar yang terletak di Pulau Timor, berdiri sekitar tahun 1200 dengan pendirinya bernama Naifo Leuk. Dalam bidang politik Kerajaan Amfoang memiliki struktur pemerintahan adat yang teratur yaitu Raja, Fetor, Temukung, Mafefa, Malasi, Ana Tobel, Mamaa, Opaas dan Amaf. Di bidang Sosial dan Budaya Masyarakat Amfoang merupakan kelompok masyarakat yang terikat satu sama lain berdasarkan hubungan darah, tempat tinggal, bahasa dan adat istiadat. Sistem kekerabatan di Kerajaan Amfoang menganut sistem Patrilineal. Di bidang Ekonomi, pada masa pemerintahan Raja Willem Talnoni keadaan ekonomi masyarakat Amfoang stabil.
Sejarah Suku Lamahoda Lamanepa Di Mingar Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Lamahoda, Adiratna Nursaida; Ande, Andreas; Rato, Flafius S
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.20155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejarah Suku Lamahoda Lamanepa di Mingar, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis sejarah yang dilakukan dengan langkah penentuan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan (1) Suku Lamahoda merupakan Suku yang berasal dari Seran Goran yaitu dari Indonesia bagian Timur, Suku ini datang dengan tiga bersaudara yaitu Lamahoda Atulolon, Lamahoda Lamanepa dan Lamahoda Rianghepat.(2).Kehidupan Suku Lamahoda dan Lama Ile sanggatlah damai namun suatu ketika, nenek moyang dari Suku Lamahoda memekan hewan peliharan dan jga memakan ribu ratu (manusia) sehingga Suku Lamahoda memutuskan untuk membunuh nenek moyang gurita tersebut. (3) wabah penyakit menyerang Suku Lamahoda maka Suku Lamahoda Atulolon, Lamahoda Lamanepa, Lamahoda Rianghepat meninggalkan ile boleng.(4)Suku Lamahoda Atulolon di pimpin oleh Suban Hodan meninggalkan Ile Boleng berjaln ke lereng gunung dan tibalah mereka di Desa Koli Lamahoda, hinga saat ini Suku Lamahoda Atulolon hidup di Koli Lamahoda.
Sejarah Pendudukan Jepang Di Kupang Tahun 1942-1945 Fitriani, Rosalia; Ande, Andreas; Utomo, Susilo Setyo
FLORESIENSIS Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v4i1.20270

Abstract

Penelitian menunjukan bahwa 1) Sejarah kekuasaan Jepang di Kupang tahun 1942- 1945 diawali dengan masuknya Jepang melalui jalur udara di Penfui dan Jalur laut Batulase 19 Februari 1942. masuknya Jepang di Kota Kupang dilatarbelakangi oleh beberapa hal yaitu letak Nusa Tenggara Timur khususnya Kupang yang strategis karena merupakan lokasi transit perdagangan serta lokasi yang dekat dengan Australia sehingga bisa dijadikan sebagai batu loncatan Jepang ke Australia. 2) Dampak dari Pendudukan Jepang di Kupang Tahun 1942-1945 terdiri dari dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak negatif dari pendudukan Jepang di Kota Kupang adalah (1)Kerja paksa (Romusha), (2) Kelaparan dan kesulitan ekonomi, (3) Eksploitasi sumber daya alam (4) Kaum wanita di kupang mengalami trauma dan luka batin. Sementara itu, dampak Positif dari pendudukan Jepang di Kupang yaitu (1) Peningkatan infrastruktur jangka panjang, (2) Membangun sekolah-sekolah, (3) Organisasi organisasi bentukan Jepang yang ada di Kupang menjadi cikal bakal pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah Kerajaan Seba Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890 Higa, Devrianti; Ande, Andreas; Utomo, Susilo Setyo
FLORESIENSIS Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i1.20283

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengungkapkan Sejarah Kerajaan Seba Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890, (2) Untuk mengungkapkan Stratifikasi Sosial Pada Masa Pemerintahan Raja Lazarus Rohi Tahun 1881-1890. Lokasi dalam penelitian ini adalah seluruh bekas wilayah kerajaan Seba yang dipusatkan pada Kelurahan Mebba Kecamatan Sabu Barat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu di peroleh dari wawancara dan observasi langsung di Kerajaan Seba, dan sumber data sekunder yang diperoleh dari informan tangan kedua dari buku-buku, arsip-arsip atau dokumen yang relevan dengan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode sejarah yakni heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, (1) Kerajaan Seba merupakan salah satu kerajaan yang pernah ada di wilayah Kabupaten Sabu Raijua dengan wilayah kekuasaan paling luas yakni meliputi 18 wilayah ketemukungan. Sistem pemerintahan ini terus bertahan hingga Tahun 1963. (2) peranan dan status sosial pada masyarakat Mebba/Seba didasarkan pada struktur pemerintahan Adat yang telah diatur yang merupakan nilai budaya daerah yang kecenderungan setiap keturunan (Kololoro) mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing sesuai dengan tingkatan atau golongannya yang mengedepankan harga diri sebagai pandangan hidup masyarakat Mebba/Seba.
Sejarah Benteng Raja Aut Sae Di Desa Haunobenak Kecamatan Kolbano Seko, Herman Erison; Taneo, Malkisedek; Dethan, Delsy A
FLORESIENSIS Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v2i2.20297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah peninggalan Benteng Aut Sae di Desa Haunobenak Kecamatan Kolbano Pada masa perang Babuin melawan Belanda pada tahun 1906, (2) fungsi Benteng Aut Sae di Desa Haunobenak Kecamatan Kolbano Pada masa perang Babuin melawan Belanda pada tahun 1906 dan (3) kondisi Benteng Aut Sae di Desa Haunobenak Kecamatan Kolbano pada saat ini. Teknik Penentuan informan purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Sejarah peninggalan Benteng Aut Sae Salah satu Benteng besar yang berada di Pulau Timor yang memiliki nilai sejarah dan budaya adalah benteng Aut Sae. 2) Fungsi Benteng Aut Sae di Desa Haunobenak, (a) sebagai tempat tinggal, (b) sebagai tempat pertahanan yang sulit dijangkau oleh musuh, (c) sebagai tempat bersembunyi untuk memantau pergerakan musuh dan (d) sebagai tempat untuk melakukan upacara-upacara adat tertentu. 3) Kondisi Benteng Aut Sae saat ini masih terpelihara dengan baik

Page 2 of 4 | Total Record : 36