cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Potensi Jamur Entomopatogen Untuk Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Fabricius (Lepidoptera : Noctuidae) Pada Tanaman Tembakau di Rumah Kasa Irna Masyitah; Suzanna Fitriany Sitepu; Irda Safni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.673 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.15853

Abstract

Spodoptera litura is an important pest for tobacco. The objective of this study was to determine the potency of entomopathogenic fungi at various conidia density against Spodoptera litura on tobacco. This study was conducted in screen house, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara from October until February 2016. This study was used a randomized block design (RBD) with two factors and three replications. The first factor was the conidia density (106, 107, 108 conidia/ml), the second factor was the type of fungi (Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana, and Lecanicillium lecanii) The result showed that: the highest larval mortality was at concentration of 108 conidia/ml (73.33%). The highest larval mortality was on M. anisopliae (57.78%) followed by B. bassiana (51.11%) and L. lecanii (40.00%). The infected larvae showed slow movements, color changes to paleness, decreased appitite, over time silent and die. The dead larva body hardened and blackened. The highest intensity of fungal infection was at concentration of 106 conidia/ml (42.22%).
Keragaan Fenotipe Progeni Kedelai (Glycine max (L). Merrill) F4 Tahan Salin Berdasarkan Karakter Agronomis Desi Rismayuli; Rosmayati Rosmayati; Lollie Agustina P. Putri
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.299 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.15946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan fenotipe progeni kedelai generasi F4 yang dapat tumbuh dan berproduksi tinggi pada tanah salin berdasarkan karakter agronomis. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik lahan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ±25 meter di atas permukaan laut pada bulan Februari sampai Juni 2016. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sidik lintas dan uji t pada generasi F4. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun atas, luas daun tengah, luas daun bawah, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan bobot per biji. Hasil menunjukkan bahwa komponen yang memberi pengaruh langsung positif terbesar terhadap produksi biji per tanaman pada kondisi salin adalah  jumlah polong dan komponen yang memberikan pengaruh tidak langsung terbesar adalah umur panen. Tanaman yang terpilih berdasarkan produksi bobot per biji tanaman dengan intensitas seleksi 20% terdapat pada 5 nomor tanaman yaitu P2.16.7; P3.28.1; P3.54.6; P3.69.2; dan P6.6.3.
The Application of Compost TKKS and Various Doses of Coumpound Fertilizer to Increase Nutrient N, P, and K Also The Growth of Palm Oil Seed (Elaeis guineensis Jacq.) on The Main Nursery in The Ultisol Soil Bambang Sukron Wibowo; Hamidah Hanum; Fauzi Fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.021 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.15985

Abstract

This study was aimed to see the effect of the application of compost and various doses of inorganic compound fertilizers to increase soil nutrients and plant growth. This research conducted at the Faculty of Agriculture USU Greenhouse and Laboratory Research and Technology USU, Medan in altitude ± 25 m above sea level in May 2015 until December 2015.This research used non factorial completely randomized design with 6 treatments and 3 replication so that there are 18 experimental units. The composition of the treatment are: P0 = control; P1 = 100% Compound Fertilizer; P2 = Compost TKKS 600 grams; P3 = Compost TKKS 600 grams + 50% Compound Fertilizer; P4 = TKKS Compost Fertilizer 600 gram + 100%; P5 = TKKS Compost Fertilizer 600 gram + 150%. The data were processed using ANOVA and HSD test at 5%. The results showed the better influence of compost treatment in improving P-available, K-dd,root dry weight, pH, C- organic, Mg-dd, and leaf dry weight than the control treatment. The best increased nutrients and plants growth were in the compost treatment.
Identifikasi Status Hara Tanah, Tekstur Tanah dan Produksi Lahan Sawah Terasering Pada Fluvaquent, Eutropept dan Hapludult Nikson Sitinjak; Purba Marpaung; Razali Razali
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.614 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.15990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara, tekstur, dan produksi lahan sawah terasering pada 3 Great Group tanah (Fluvaquent, Eutropept dan Hapludult) di Daearah tangkapan Air Danau Toba. Pengambilan sampel berdasarkan metode cluster dan stratified sampling, dengan membagi lahan sawah terasering menjadi tiga bagian yakni atas, tengah dan bawah. Parameter yang diamati yakni N-Total (Kjeldhal), P2O5, K2O dan Zn (HCl 25%), C-Organik (Walkley & Black), Tekstur (Hydrometer Boyoucous) dan produksi melalui data kuisioner. Serta menguji data parameter dengan uji t 5%. Hasil penelitian menunjukkan status hara tertinggi berada pada lahan sawah terasering Hapludult dan produksi tertinggi berada pada lahan sawah terasering Eutropept. Pada lahan sawah terasering Fluvaquent, tidak terdapat perbedaan status hara dan produksi pada setiap teras kecuali N-Total (Teras Atas vs Teras Tengah). Pada lahan sawah terasering Hapludult, tidak terdapat perbedaan status hara dan produksi pada setiap teras kecuali N-Total (T.Atas vs T.Bawah) dan P2O5 (T.Atas vs T.Tengah) (T.Atas vs T.Bawah). Pada lahan sawah terasering Eutropept, tidak terdapat perbedaan status hara dan produksi pada setiap teras kecuali N-Total (T.Tengah vs T.Bawah).
Identifikasi Karakter Morfologis Asam Gelugur (Garcinia atroviridis Griff. ex T. Anders) di Beberapa Kabupaten Sumatera Utara Anggria Lestami; Eva Sartini Bayu; Emmy Harso Kardhinata
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.843 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologis dan hubungan kekerabatan tanaman asam gelugur yang ada di beberapa Kabupaten Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Serdang Berdagai pada bulan Mei-September 2016 dengan metode survei menggunakan panduan deskriptor asam gelugur IPGRI. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang batang, lingkaran batang, permukaan batang, bentuk tajuk, warna daun muda, warna daun tua, ukuran daun (panjang dan lebar), bentuk daun, bentuk pangkal daun, bentuk ujung daun, tepi daun, tulang daun, ukuran bunga, kedudukan bunga, warna kelopak bunga, warna mahkota bunga, bentuk buah, jumlah segmen pada buah, diameter buah, berat buah, ukuran buah, ketebalan kulit buah, warna buah masak, panjang biji, lebar biji, jumlah biji per buah, bentuk biji, warna biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tiga Kabupaten Sumatera Utara terdapat 21 aksesi asam gelugur yang diidentifikasi. Hasil karakterisasi morfologis untuk bentuk tajuk (piramida dan  bulat panjang), permukaan batang (licin, kasar, sangat kasar), daun (jorong, memanjang, lanset), bunga (bunga betina dan bunga hermaprodit), buah (bulat, merata, bujur telur).
Analisis Keragaman Genetik DNA Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Primer Spesifik untuk Beta Karoten Alexander Muhammad Luthfi; Lollie Agustina P. Putri; Revandy Iskandar M. Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.301 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik DNA kelapa dengan menggunakan primer spesifik untuk beta karoten. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Bio Molekuler SSPL (Socfindo Seed Production and Laboratories) Bangun Bandar, Dolok Masihul, Serdang Bedagai-Sumatera Utara, dimulai dari bulan Februari hingga Agustus 2016. Sebanyak 38 sampel stok DNA dari tanaman kelapa sawit yang dikeluarkan oleh PT. Socfin Indonesia diidentifikasi menggunakan marka molekuler primer spesifik Beta untuk karakter beta karoten. Hasil penelitian menunjukkan analisis filogenik dendogram menggunakan DARwin 6.0.13 membagi 38 sampel menjadi tiga kelompok utama.
Pengaruh Jenis Eksplan dan Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Induksi Kalus Pada Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Ira Tiarma Sari Damanik; Rosmayati Rosmayati; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.301 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis eksplan dan komposisi zat pengatur tumbuh terhadap induksi kalus pada tanaman binahong (Anredera  cordifolia (Ten.) Steenis). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Dinas Pertanian Sumatera Utara pada bulan Juli sampai dengan September 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yaitu jenis eksplan (daun, batang, tangkai daun) dan zat pengatur tumbuh (MS; MS + 1 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 2 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 3 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP; MS + 1 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP; MS + 2 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP; MS + 3 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP). Hasil penelitian menunjukkan jenis eksplan berpengaruh nyata terhadap persentase terbentuk kalus. Komposisi zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata  terhadap persentase terbentuk kalus. Eksplan batang merupakan eksplan yang terbaik. Media MS + 3 mg/L 2,4 D + 0,5 mg/L BAP, MS + 2 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP, dan  MS + 3 mg/L 2,4 D + 1 mg/L BAP merupakan media yang terbaik untuk persentase terbentuk kalus.
The Potential Formation Of Embryogenic Callus Of The Hypoxia Condition Tolerant Of Soybean Varieties In Vitro Sopa Putri Tanjung; Revandy I. M. Damanik; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.662 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16241

Abstract

The aims of the research was to determine the growth response and to identify the potential embriogenic callus of the hypoxia condition tolerant of soybean varieties in vitro. The research was conducted at the Plant Tissue Culture Laboratory and the Laboratory of Food Technology, Faculty of Agriculture, North Sumatera University, Medan, Indonesia, from March 2016 to September 2016. The result were analyzed with t-test with the combination between soybean varieties (Baluran, Gepak kuning, Willis) and the plant growth regulators (2,4-D, NAA, IAA) 10 mg/l. The parameters observed were: the percentage of plants forming callus, the callus colour, the callus texture, the callus histological, the fresh weight of callus, the total chlorophyll content, the protein concentration, the SOD activity and the POD activity. The result showed that the combination between varieties Gepak Kuning and Willlis with 10 mg/l 2,4-D significantly affected the growth of embriogenic callus, the fresh weight of callus, the total chlorophyll content, the protein concentration, the SOD and POD activities.
Keragaman Molekuler Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Varietas MTG (Moderat Tahan Gano) Berdasarkan Primer SSR (Simple Sequence Repeats) Hardianti, Rika; Putri, Lollie Agustina P.; Bangun, Mbue Kata
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keragaman molekuler tanaman Kelapa Sawit Varietas MTG (Moderat Tahan Gano) dengan primer SSR. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Bio Molekuler SSPL (Socfindo Seed Production and Laboratories) Bangun Bandar, Dolok Masihul, Serdang Bedagai Sumatera Utara, dimulai dari bulan Februari sampai September 2016. Individu yang diamati sebanyak 27 sampel tanaman Kelapa Sawit Varietas MTG yang dikeluarkan oleh PT. Socfin Indonesia menggunakan primer SSR. Pembentukan dendogram dilakukan dengan bantuan program DARwin 6.0.13. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase polimorfik 100 % dan analisis filogenetik dendogram terbagi menjadi 3 kelompok utama yang terdiri dari 2 sub kelompok dari 27 sampel yang dianalisis.
Induksi Kalus Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) pada Jenis Eksplan dan Konsentrasi Auksin yang Berbeda Suci Khairani Safitri; Luthfi A. M. Siregar; Khairunnisa Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.573 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biomassa kalus dari induksi kalus pada jenis eksplan tanaman rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.) dan konsentrasi auksin yang berbeda di dalam media MS  dibimbing oleh Luthfi A. M. Siregar dan Khairunnisa Lubis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan UPT. Benih Induk Hortikultura Gedung Johor Medan dan Laboratorium Analisis Kimia Bahan Pangan FP-USU, Sumatera Utara, Indonesia, pada mulai Mei sampai dengan Juni 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu: jenis eksplan, terdiri dari 3 tingkatan: daun, tangkai daun dan batang, dan media terdiri dari enam komposisi; MS + 0 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP; MS + 1 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP; MS + 2  mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP; MS + 3 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP; MS + 4 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP; MS + 5 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan daun menunjukkan kalus yang terbaik dan media MS + 5 mg / l NAA + 1,5 mg / l BAP memberi biomassa kalus yang terbaik. Interaksi eksplan dan media dengan kombinasi zat pengatur tumbuh memberi persentase terbentuknya kalus. Media MS + 4 mg/l NAA + 1,5 mg/l BAP ; MS + 5 mg/l NAA + 1,5 mg/l BAP adalah media terbaik untuk terbentuknya kalus.