cover
Contact Name
Muh Ibnu Sholeh
Contact Email
indocelllular@gmail.com
Phone
+6282144444454
Journal Mail Official
indocelllular@gmail.com
Editorial Address
Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah Tambakberas Barat Jombang, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30900530     DOI : 10.71305
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) is a biannual peer-reviewed journal dedicated to the dissemination of innovative practices, solutions, and findings from community service programs. The journal serves as a platform for academics, researchers, practitioners, and policymakers to share insights and impactful results that address various societal challenges through research-based service initiatives.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026" : 6 Documents clear
Community Empowerment Through Village Deliberation In RPJMDES 2025 Formulation In Lempangang Village Ibnu Imam Al Ayyubi; Nurhikmah; Eko Prayetno; Firda Noerzanah; Tovi Primaresty
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.204

Abstract

This study discusses the implementation of Village Deliberation in the discussion and determination of the 2025 Village Medium-Term Development Plan (RPJMDES) in Lempangang Village. RPJMDES is a village development planning document prepared for a period of six years, aimed at determining the direction of village development in accordance with community aspirations and local needs. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including in-depth interviews with 12 key informants, participatory observation, and documentation. The results of the study indicate that the Village Deliberation in Lempangang Village was carried out with a good level of community participation, with over 60% attendance of village residents during the deliberation meetings, although community understanding of the technical aspects of planning still needs to be improved. The village government and the Village Consultative Body (BPD) play a central role in facilitating the deliberation, while decision-making is carried out in a deliberative manner through consensus. This planning process is also aligned with national and regional development programs to optimize external support. Constraints faced in the preparation of RPJMDES include limited budget, resources, and coordination between parties. This study recommends increasing community capacity in development planning, strengthening synergy between the village government and BPD, and optimizing local resources. In conclusion, the Village Deliberation in Lempangang Village has created a strong foundation for inclusive and sustainable village development planning.
Pelatihan Peningkatan Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok Di Kelurahan Wonorejo Fadila, Baity Nur; Muhaimin, Achmad Imam; Pamungkas, Toriq; Firdaus, Mutia; Anggraeni, Diana; Nurhadi, Muizzu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.307

Abstract

Sektor perikanan memiliki peluang besar untuk mengembangkan jenis ikan yang umum dibudidayakan di lingkungan perkotaan, seperti ikan lele. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam budidaya ikan lele dengan memanfaatkan teknologi inovatif berupa sistem bioflok. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode Mei hingga Juni 2025 di Kelurahan Wonorejo. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok mitra adalah kurangnya fasilitas peralatan pendukung budidaya serta ketidakmerataan ukuran ikan yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal, yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat secara aktif. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi penyediaan aplikasi untuk menghitung takaran pakan, pembuatan kolam bioflok, dan pelatihan dalam formulasi pakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa budidaya ikan lele dengan sistem bioflok melibatkan beberapa tahapan penting, seperti persiapan media, pemilihan benih, pemberian pakan, pengukuran panjang dan berat ikan, penyortiran, serta pengontrolan secara rutin. Pendampingan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta mahasiswa dalam budidaya ikan lele. Penerapan teknologi bioflok akan lebih efektif apabila dilakukan secara partisipatif oleh mitra, sehingga potensi budidaya dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Risol Makyo Dan Risol Mentai Untuk Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan Mahasantri Ma’had Jamiah UNHASY Tebuireng Jombang Nur 'Azah; Abdullah Aminuddin Aziz; Muhammad Al-Fatih; Dinar Ayu Tasya’; Masrokhin; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Lik Anah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.399

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasantri Ma’had Jamiah Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang melalui pelatihan pembuatan Risol Makyo dan Risol Mentai. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya kemandirian ekonomi santri di era modern yang menuntut penguasaan keterampilan praktis berbasis kebutuhan pasar, khususnya di sektor kuliner. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap utama, yaitu persiapan (survei, penentuan lokasi, penyusunan materi, dan penyediaan bahan serta peralatan), pelaksanaan (penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung), serta evaluasi (penilaian kualitas produk dan efektivitas penyelenggaraan). Kegiatan dilaksanakan selama 4 minggu dengan materi pelatihan yang terstruktur, meliputi aspek teknis pengolahan hingga strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan peserta pada aspek rasa, tekstur, dan tampilan produk, dengan seluruh kelompok memperoleh kategori “Baik” hingga “Sangat Baik”. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama berupa antusiasme peserta, dukungan institusi, dan relevansi produk dengan tren pasar, sementara kelemahan meliputi keterbatasan waktu pelatihan dan modal awal. Pelatihan ini tidak hanya menghasilkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir wirausaha yang kreatif dan adaptif. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain.
Penguatan Bacaan Al-Qur’an Melalui Program Tilawah Terstruktur Di Pesantren NUSA Krembung Sidoarjo Bibi Ghoniyah; Yuliastutik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.645

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kualitas bacaan Al-Qur’an santri melalui penerapan program tilawah terstruktur berbasis manajemen pendidikan Islam di Pesantren NUSA Krembung Sidoarjo. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari lemahnya kemampuan sebagian santri dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf. Program dilaksanakan selama 8 minggu dengan melibatkan 30 santri yang dibimbing oleh guru bersanad bacaan menggunakan metode talaqqi–taqlid. Desain kegiatan mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berbasis partisipatif dengan tiga sesi latihan setiap minggu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan empat aspek penilaian: makhraj, tajwid, kelancaran, dan irama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan bacaan sebesar 36%, dengan aspek tertinggi pada makhraj (+0,9) dan tajwid (+0,6). Selain peningkatan teknis, kegiatan ini juga berdampak signifikan terhadap pembinaan spiritual, kedisiplinan, dan adab santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kehadiran santri meningkat dari 70% menjadi 95% selama program berlangsung. Penerapan manajemen berbasis Plan–Do–Check–Act (PDCA) terbukti efektif dalam mengintegrasikan aspek spiritual, pedagogis, dan manajerial secara harmonis. Program tilawah terstruktur ini dapat direplikasi di pesantren dan madrasah lain sebagai model pembinaan Al-Qur’an yang berorientasi pada mutu, karakter, dan keberlanjutan dalam sistem pendidikan Islam modern.
E-PETA: Edukasi Dan Pendampingan ASI Eksklusif Berbasis Quasi-Eksperimental Sebagai Upaya Pencegahan Wasting Pada Bayi Usia Dias Paramita; Adna Fika Zanzabiila; Ilmia Fahmi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.1337

Abstract

Wasting pada bayi merupakan masalah gizi akut yang ditandai dengan indikator z-score BB/PB <-2 SD. Penyebab wasting dibedakan menjadi dua, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. ASI eksklusif dapat mencegah secara langsung terjadinya wasting pada bayi karena kandungan nutrisi yang lengkap. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan. Keberhasilan menyusui eksklusif dipengaruhi oleh pemahaman ibu terkait ASI dan dukungan emosional keluarga maupun tenaga kesehatan. Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pemberian ASI eksklusif bayi 0-5 bulan di Desa Sekarpuro melalui metode Quasi-Eksperimental. Terdapat 10 responden yang terlibat dalam sesi edukasi dan 1 responden terpilih dalam sesi pendampingan. Materi edukasi yang diberikan adalah terkait definisi ASI eksklusif, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, kandungan zat gizi pada ASI, durasi dan frekuensi menyusui yang tepat, posisi ibu dan bayi saat menyusui, aturan penyimpanan ASI perah, tips menjaga produksi ASI, dan zat gizi yang dibutuhkan ibu menyusui. Hasil rata-rata pre-test dan post-test adalah 62 dan 94 dengan peningkatan sebesar 32 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-posttest (p=0,011). Sedangkan, hasil observasi pendampingan menunjukan perubahan positif ibu dalam praktik menyusui. Program edukasi dan pendampingan efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian, program ini menjadi upaya penguat pencegahan wasting pada bayi 0–5 bulan.
Pelatihan Pembuatan Lubang Resapan Biopori Sebagai Upaya Pengelolaan Air Dan Sampah Organik Di Desa Bojo, Kabupaten Barru Yuliarti Ramli; Ariyanti Dianita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i1.1538

Abstract

: Permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan air dan sampah organik masih menjadi tantangan serius, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi, daya resap tanah yang rendah, serta tingkat kesadaran lingkungan masyarakat yang belum optimal. Kondisi tersebut juga dialami oleh Desa Bojo, Kabupaten Barru, yang rentan terhadap genangan air dan banjir akibat tingginya intensitas hujan dan kenaikan muka air laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air dan sampah organik melalui pelatihan pembuatan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang warga Desa Bojo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara singkat, dan diskusi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pembuatan lubang resapan biopori, yang ditandai dengan berhasil dibuatnya 8 lubang biopori atau sekitar 53,33% dari jumlah peserta. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi dalam pengembangan model pengabdian masyarakat berbasis partisipasi melalui pelatihan dan praktik langsung sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6