cover
Contact Name
Sukma Shinta Yunianti
Contact Email
meleklitersi24@gmail.com
Phone
+62895383190022
Journal Mail Official
farmestramelekliterasi@gmail.com
Editorial Address
Banyuanyar RT 03 RW IX Banjarsari Surakarta Telp. 0895352937588 | Email: meleklitersi24@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
FARMESTRA
ISSN : -     EISSN : 30627311     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Focus FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia is a Research Journal in Pharmaceutical Sciences, published by Melekliterasi Press. This journal is published twice a year and provides a forum for publishing original research articles, review articles, and case studies within its scope. This journal is published twice a year and is a means for researchers, academics, and practitioners who want to channel their thoughts and findings in the field of Pharmaceutical Studies. Scope The scope of this journal is Pharmaceutical Sciences: Pharmacy, Biopharmaceutics, Drug Delivery Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology. Community and Clinical Pharmacy: Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmaceutical Management, Pharmacoeconomics, Pharmacoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmaceutical Policy.
Articles 22 Documents
ARTIKEL REVIEW : Formulasi Tablet Dari Berbagai Bahan Aktif Dengan Metode Cetak Kempa Langsung Al Fathikha, Elsa Saqila
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 01 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tablet merupakan salah satu sediaan farmasi yang sangat populer. Tablet banyak digunakan dalam pengobatan karena harganya yang relatif murah. Sediaan tablet dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu metode cetak kempa langsung, granulasi basah, granulasi kering, fast melt granulation, dan foam granulation. Masing masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode cetak kempa langsung memiliki kelebihan yaitu prosesnya cepat hanya pencampuran dan pengempaan, namun tidak semua bahan aktif dapat langsung dikempa. Metode cetak kempa langsung membutuhkan bahan tambahan atau eksipien yang disebut filler-binder. Artikel review ini akan mendiskusikan dan memberikan informasi kepada pembaca terkait bahan aktif yang dapat digunakan sebagai formulasi tablet dengan menggunakan metode cetak kempa langsung sehingga dapat. Dalam penyusunan artikel ini dilakukan dengan cara mencari data base berupa formulasi sediaan tablet metode cetak kempa langsung. Pencarian data base menggunakan google scholar dengan rentang waktu 2019-2024 dengan kata kunci formulasi tablet dan tablet cetak kempa langsung. Hasil Formulasi dengan metode cetak kempa langsung mendapatkan hasil yang memenuhi persyaratan melalui uji evaluasi tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, uji kerapuhan tablet, dan uji kekerasan tablet. Dari beberapa formulasi yang kami dapatkan konsentrasi yang dikatakan baik yaitu formulasi yang memiliki konsentrasi bahan aktif maupun bahan tambahan yang tinggi. Kesimpulan: Berdasarkan review literatur yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa formulasi sediaan tablet dengan metode cetak kempa langsung dengan menggunakan berbagai bahan tambahan seperti bahan pengisi, pengikat dan bahan pelicin. Dalam formulasi tersebut menggunakan bahan aktif yang meliputi Paracetamol, ekstrak buah pare, asetosal, captopril, atorvastatin, ekstrak daun pepaya, kalium diclofenac, buah rimbang, buah jambu biji merah dengan konsentrasi yang berbeda beda.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Musuk I Boyolali Muhamad Reza Wibowo, Muhamad Reza Wibowo
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease with a fairly high incidence rate. Hypertension is also called the silent killer disease because it often occurs without complaints and symptoms. Compliance with medication is an important factor in the success of hypertension treatment, therefore measuring compliance with medication use is very important to determine the success of hypertension treatment. The study aims to determine the level of medication compliance among hypertensive patients at the Musuk I Boyolali Community Health Center. This research belongs to descriptive research with a purposive sampling technique using the MMAS-8 questionnaire method. Data analysis of hypertensive patients was presented in the form of percentage tables. The number of samples was 100 respondents. The results show that the level of compliance of hypertensive patients at the Musuk I Boyolali Community Health Center has a high level of compliance with 11 respondents (11%), a moderate level of compliance with 22 respondents (22%), and a low level of compliance with 67 respondents (67%). This study concludes that the level of compliance with taking medication in hypertensive patients at the Musuk I Boyolali Community Health Center is in the low compliance level category with 67% of respondents.
ANALISIS IMPLEMENTASI PADA PROSES REKONSILIASI OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD ADHYATMA MPH SEMARANG Suwarni, Sri; Sakti Pambudi, Risma
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Kefarmasian bertujuan mengoptimalkan terapi dan memecahkan masalah obat, termasuk penggunaan yang kurang tepat di rawat inap. Salah satu pelayanan farmasi klinik adalah Rekonsiliasi obat untuk mencegah duplikasi dan kesalahan penggunaan obat. Tujuan penelitian ini adalh memberikan gambaran Implementasi proses rekonsiliasi obat di instalasi farmsi RSUD Adhyatma MPH Semarang apakah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan rekonsiliasi obat di instalasi farmasi RSUD Adhyatma MPH Semarang dengan metode observasional non-eksperimental dan wawancara mendalam. Data disajikan deskriptif dalam tabel dan summary. Proses rekonsiliasi telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian. Proses rekonsiliasi obat dilakukan oleh APJP sesuai standar pelayanan kefarmasian dan SOP, dimulai dari pengumpulan data obat pasien, pencatatan dan verifikasi oleh Apoteker (nama, dosis, frekuensi, rute, waktu pemberian, riwayat alergi, dan efek samping). Rekonsiliasi dilakukan pada saat pasien masuk ruangan hingga pasien pulang dengan teknis Apoteker membandingkan data obat yang pernah, sedang, dan akan digunakan, serta melakukan konfirmasi jika ditemukan ketidaksesuaian (discrepancy). Konfirmasi dilakukan melalui pasien, rekam medis, dan dokter pembuat resep untuk menghindari dupliksi, interaksi, serta mengkomunikasikan perubahan terapi kepada pasien.
Peresepan obat Penyakit Jantung Koroner Pasien Rawat jalan di Rumah Sakit XX SEPTIANA, RITA
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit jantung yang paling umum, merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia, penyakit ini masih menjadi ancaman dunia. Meningkatnya angka kejadian PJK maka penggunaan obat jantung koroner juga akan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola peresepan obat Penyakit Jantung Koroner Pasien Rawat jalan di Rumah Sakit XX Kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional,  pengumpulan  data  secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah 81 pasien rawat jalan dengan diagnosa PJK di rumah sakit XX kabupaten Sragen pada bulan April tahun 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan karakteristik pasien 75.3% pasien PJK berjenis kelamin perempuan, pasien berada dalam rentan usia >25 sampai 60 tahun dan sebagian besar pasien mengeluh nyeri dada dan kram otot, hampir seluruhnya mengeluh nyeri dada. Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah diazepam (61 pasien), furosemid (39 pasien) dan diltiazem (36 pasien). Berdasarkan golongan obat jenis obat yang sering diresepkan adalah golongan benzodiazepine (16,3%), diuretik (13,87%) dan CCB (9,49%).
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sibela gabriel, yohanes
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang melebihi batas normal dan salah satunya adalah diabetes melitus tipe 2. Diabetes Melitus sangatlah ditentukan oleh kepatuhan berobat yang tinggi, agar dapat mencegah segala komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit DM. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sibela. Penelitian ini termasuk penelitian menggunakan metode observasional deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Modified Morisky Adherence 8- Scale) dengan 8 pertanyaan yang sudah diuji validasi dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 11%  pasien memiliki tingkat kepatuhan tinggi,  sebanyak 82,0% pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang, dan sebanyak 7% memiliki tingkat kepatuhan rendah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa responden di Puskesmas Sibela sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan sedang dengan presntase sebanyak 82,0%
Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Hidrokuinon Dalam Krim Malan Dengan Menggunakan Spektrofotometri UV – Vis Govan Hanif Sasongko, Govan
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokuinon ialah bahan yang dipakai jadi campuran pada krim pemutih dilaksanakan oknum dengan tak bertanggung jawab. bertujuan untuk mengidentifikasi hidrokuinon dalam sampel krim malam memakai metode spektrofotometri UV-VIS. penelitian ini memakai metode Identifikasi kualitatif reaksi warna, panjang gelombang maksimum, panjang gelombang kurva standart, Penentuan kadar hidroquinon  sampel krim malam. hasil Identifikasi kualitatif reaksi warna pada sampel E dan TA  hitan pada sampel TH  kuning. Pada panjang gelombang maksimum 295nm. Hasil Panjang Gelombang Kurva Standart  nilai r = 0,9886. hasil Penentuan kadar hidroquinon pada sampel E 2,44%, TA 2,07%, TH 0,86%. Kesimpulan kali ini yaitu hasil didentifikasi kualitatif dengan reaksi warna pada sampel E dan TA mengandung hidroquinon  sampel TH tidak mengandung hidroquinon. penentuan panjang gelombang maksimum mendapatkan hasil 295nm memenuhi standat. uji kurva standart 10,12,14 ppm mendapatkan nilai y = 0,0215x – 0,0627 juga nilai r = 0,9886 nilai r memenuhi standart.kadar hidroquinon hasil pada sampel E 2,44% , TA 2,07%  tidak memenuhi standart  sampel TA 0,86%  memenuhi standart.
Review Artikel : Sediaan Tabir Surya Yang Memiliki Aktivitas SPF Dari Beberapa Ekstrak Tanaman Herbal Jannah, Fadhila Roudhatul; Fauziah Ramadhona, Alfitra; Yuniarto, Ari
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan cahaya matahari secara terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada kulit. Untuk mencegah kerusakan kulit, dibutuhkan tabir surya yang termasuk sediaan kosmetik yang dapat memantulkan atau menyerap secara aktif cahaya matahari sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan kulit karena sinar UV. Sediaan tabir surya yang sudah banyak dipasaran yaitu krim, gel, spray gel dan powder atau bedak tabur. Penentuan nilai sun proction Factor (SPF) dapat dilakukan dengan pengukuran efektivitas sediaan tabir surya untuk melihat kemampuan sediaan terhadap paparan sinar matahari. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca mengenai sediaan tabir surya berbasis tanaman herbal yang memenuhi persyaratan pengujian secara in vitro terkait nilai SPF yang diperuntukkan untuk kulit agar terlindung dari radiasi sinar UV.
ARTIKEL REVIEW : STUDI FITOKIMIA DAN FARMAKOLOGI PISANG GOROHO (Musa acuminata Colla L.) Charles , Ivan
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skrining fitokimia dapat dilaksanakan dalam bentuk kualitatif, semi-kuantitatif, atau kuantitatif untuk mengenali komponen senyawa metabolit sekunder dari suatu bahan alami. Prosedur peninjauan jurnal ini dikhususkan untuk menjalankan studi literatur terkait, fokus pada penelitian empiris yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017 hingga 2024. Senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin ditemukan dalam pisang goroho. Ekstrak jantung pisang goroho (Musa acuminafe L.) mengandung antoksidan berikut: ekstrak N-Heksan 4,19 g/ml, ekstrak klorofor 5,11 g/ml, ekstrak etil asetat 5,48 g/ml, dan ekstrak etanol 6,38 g/ml. Dengan menggunakan metode skrining fitokimia kualitatif, ekstrak etanol kulit pisang goroho mengandung 6,38 g/ml. Senyawa metabolit sekunder dalam kulit pisang goroho termasuk flavonoid total, yang mencapai 13,98 hingga 0,30 mg/g QE., Senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin ditemukan pada getah kulit buah pisang goroho. Dengan zona hambat rata-rata 10,9 mm, getah kulit buah pisang goroho menghalangi pertumbuhan Staphylococcus aureus. Beberapa bagian dari pisang goroho memiliki aktivitas antioksidan seperti pada jantung pisangnya memiliki antioksidan yang sangat kuat. Adapun bagian dari pisang goroho yang memiliki aktivitas lain selain antioksidan seperti daging buah dan tandan pisang goroho yang mampu menurunkan kadar gula darah.
Artikel Review : Karakteristik Sediaan Tablet Salut Ningtiyas, Nurul
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tablet salut merupakan bentuk sediaan farmasi padat yang dilapisi dengan bahan tertentu untuk tujuan fungsional, seperti melindungi bahan aktif, mengontrol pelepasan obat, dan meningkatkan stabilitas sediaan. Jenis tablet salut meliputi tablet salut gula, salut film (lapis tipis), dan salut enterik, yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri tergantung pada tujuan formulasi. Artikel ini merupakan kajian literatur terhadap berbagai penelitian yang mengevaluasi formulasi, sifat fisik, dan profil disolusi dari tablet salut. Dari hasil telaah, ditemukan bahwa pemilihan bahan pelapis yang tepat serta metode penyalutan yang sesuai sangat menentukan mutu akhir sediaan. Evaluasi kualitas tablet berdasarkan standar farmakope menunjukkan bahwa berbagai formula tablet salut yang dikaji memenuhi persyaratan mutu, baik dari segi keseragaman, kekerasan, kerapuhan, maupun stabilitas. Teknologi tablet salut terus berkembang untuk menunjang keberhasilan terapi melalui sediaan yang lebih efektif dan aman.
UJI TOKSISITAS AKUT INFUSA DAUN JERUK PAMELO (CITRUS MAXIMA) PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Govan Hanif Sasongko, Govan
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pamelo leaves have bioactive compounds, saponin and phenolic compounds are thought to contribute to the magnitude of toxic effects. Flavonoids, alkaloids, and steroids can disrupt the function of the digestive system and also have toxic characteristics. Therefore, the purpose of this study was to determine the acute toxic activity of pomelo leaf infusion (Citrus maxima) so that pomelo leaf infusion is safe to use. Making Pomelo Leaf Infusion, Treatment of Experimental Animals, Determination of LD50. From the results obtained, death in mice Concentration 2.7% (no death), Concentration 5.4% (no death), Concentration 10.8% (death 3), In normal / negative control (aquadest) given did not cause death. The results of the LD50 value of 7,079 mg / kg. The conclusion of this study shows that at a concentration of 10.8%, there was death in 3 mice from the test animals used, the result of the LD50 calculation was 7,079 mg/kg. Based on the calculation of the Indonesian Pharmacopoeia method, if the LD50 value produced is 5-15 gr, then the pomelo leaf infusion (Citrus maxima) is included in the non-toxic practice category.

Page 2 of 3 | Total Record : 22