cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 211 Documents
EFFECTIVE POROSITY PREDICTION FROM WELL LOG DATA USING SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Saroji, Sudarmaji; Haqqi, Muhammad Fajrul; Prakoso, Suryo
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.1936

Abstract

Support Vector Machine (SVM) algorithm is a machine learning method renowned for its high accuracy and computational efficiency in prediction and classification tasks. In this study, SVM was applied to predict effective porosity from well log data. The prediction model was optimized using GridsearhCV (GS CV) module and tested on seven wells from the 'Mentari' field, Indonesia. Six variations of training-testing configuration were evaluated to assess the prediction performance. The best ere acjieved using four training wells and three testing wells, yielding  an accuracy of 71% with training time of 1.98 seconds. The analysis revealed that increasing the volume of training data improves accuracy, albeit with longer computational time. This study confirms that SVM demonstrates strong predictive capability for effective porosity and has the potential to serve as a supporting tool in simplifying geological interpretation, particularly during the initial analysis stage when sufficient training data is available.
IDENTIFIKASI ZONA SESAR BERDASARKAN DATA GRAVITASI DAERAH PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT Nur Faiza, Nida; Wiryawan, Muhammad Fikri Al Rasyid Harya; Syirojudin, Muhammad
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2081

Abstract

Sumatera Barat dikenal sebagai wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat seismisitas tinggi. Pada tanggal 25 Februari 2022, telah terjadi gempa bumi merusak di Sumatera Barat tepatnya pada daerah Pasaman Barat. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, belum pernah dilakukan pemetaan zona patahan pada episenter gempa tersebut. Penelitian terbaru di wilayah tersebut menemukan bahwa segmen patahan Kajai di wilayah episenter gempa Pasaman baru saja teridentifikasi sehingga menunjukkan bahwa pemetaan zona patahan di wilayah ini masih berkembang dan memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk memetakan zona dan jenis patahan atau sesar di Pasaman Barat dengan memanfaatkan data gravitasi serta metode Second Vertical Derivative (SVD) dan First Horizontal Derivative (FHD). Berdasarkan hasil pengolahan data, densitas rata-rata wilayah Pasaman Barat berada pada angka 2-2,3 gr/cm3. Analisis peta Simple Bouguer Anomaly menunjukkan nilai pada wilayah ini berada pada range -55 hingga 15 mGal dan menunjukkan adanya indikasi keberadaan sesar yang berorientasi arah Barat Laut-Tenggara dengan jenis sesar geser.
APPLICATION OF RESISTIVITY GEOELECTRIC METHOD FOR PREDICTING SUBSURFACE LITHOLOGY AT ALAS KOTA SITE Syahdilla, Muhammad Ivan; Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu; Prihandono, Trapsilo
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2140

Abstract

IDENTIFICATION OF LOCAL ACTIVE FAULTS IN MAINLAND GORONTALO REGION BASED ON FOCAL MECHANISM ANALYSIS Pertiwi, Imanuela Indah; Rifai, Listya Dewi
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2217

Abstract

One of the nations that experiences devastating earthquakes frequently is Indonesia. Local active faults on land are one of the causes of these earthquakes. New information on the purported presence of local active faults can be obtained from the quantity of small-magnitude earthquake occurrences. By analyzing the focal sphere mechanism, small-scale earthquake data are used to identify local active faults in the Gorontalo area. The minor magnitude earthquakes (M<5) that struck the Gorontalo region in February 2023 and were recorded eleven events at the BMKG- Gorontalo Geophysical Station that were used in this investigation. he resulting focus sphere diagram can be used to ascertain the faults or strike direction propensity. The focal mechanism of the earthquake in the Pohuwato region demonstrates the Oblique Thrust Fault's inclination toward a northeastern-southern strike orientation. The tendency of the strike orientation of the east-west-oriented Oblique Thrust Fault, which is the focal mechanism of the earthquake that happened in Buol, also demonstrates the same thing. According to the Gorontalo Fault diagram provided by the National Earthquake Study Center, the focal mechanism of the earthquake in Cluster A (earthquake numbers 1,6,9), the Gorontalo region, also demonstrates the strike direction of the Northwest-Southeast-oriented Oblique Thrust Fault. The earthquake occurrences in cluster B (Pohuwato area), earthquake numbers 2,3,8, and cluster C (Buol area), earthquake numbers 4, 5,7, raise the possibility of a new local active fault on the Gorontalo region's mainland. The Gorontalo region's suspicion of the existence of local active faults is strengthened by the monitoring of earthquake intensity based on occurrences that occurred between March 2023 and March 2024. Over the course of a year, there are nine to twenty-seven earthquakes with a magnitude of less than five (M<5). These seismic occurrences provide credence to the theory that Pohuwato and Buol, Gorontalo, have local active faults.
HIDROGEOLOGI DAN HIDROKIMIA AIR TANAH PADA AREA PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI WILAYAH KALIREJO, KOKAP, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Listiyastuti, Riana; Simamora, Lestari Sutra; Ilham, Muhamad; Warmada, I Wayan; Putra, Doni Prakasa Eka
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.2352

Abstract

Kondisi air tanah di suatu daerah secara alami dipengaruhi oleh faktor geologi dan hidroklimatologi namun dapat berubah akibat aktivitas manusia. Daerah penelitian berada di Kalirejo, Kokap, Kulon Progo yang secara geologi tersusun oleh litologi batuan beku intrusi beserta dengan produk alterasi dan mineralisasinya. Alterasi dan mineralisasi di area ini berasosiasi dengan potensi emas, sehingga banyak dijumpai tambang emas dan pengolahan emas skala kecil yang dikelola masyarakat. Berdasarkan litologinya, hidrogeologi Kalurahan Kalirejo merupakan daerah air tanah langka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model konseptual hidrogeologi di wilayah ini dan karakteristik hidrokimia air tanahnya melalui evaluasi data geologi, analisis sifat fisika-kimia, serta analisis kandungan ion mayor pada air tanah dalam keterkaitan dengan dampak kegiatan pertambangan terhadap air tanah. Observasi lapangan dan 28 sampel air tanah telah diambil mewakili kondisi geologi dan kegiatan tambang emas. Analisis data  geologi primer dan sekunder serta analisis menggunakan Ion Chromatography (IC) dan titrasi dilakukan untuk sampel air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar air tanah di area penelitian memiliki karakteristik yang serupa, yakni berasal dari akuifer dangkal yang terbentuk dari hasil pelapukan dan rekahan batuan (fractured rock aquifer). Pada beberapa area di daerah penelitian terdapat anomali kandungan sulfat pada air tanah yang cukup tinggi yang disebabkan oleh pelarutan dari mineral sulfat dan sulfida yang intensif dalam kaitannya dengan proses alterasi hidrotermal serta pembentukan air asam tambang akibat aktivitas penambangan yang ada.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN GAS PADA RESERVOIR BATUAN PASIR BERDASARKAN ANOMALI FREKUENSI RENDAH DAN ATRIBUT ATENUASI GELOMBANG SEISMIK Erlangga, Mokhammad Puput; Sigalingging, Asido Saputra; Nugraha, Purwaditya
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.2381

Abstract

Parameter elastik, seperti impedansi akustik, impedansi geser, kecepatan gelombang P dan S, Poisson’s ratio yang diturunkan dari inversi simultan data seismik tidak melibatkan pengaruh frekuensi terhadap besaran tersebut. Padahal, frekuensi merupakan parameter fisika yang sangat sensitif terhadap kehadiran fluida gas di dalam pori batuan. Pengaruh frekuensi terhadap penjalaran gelombang seismik pada medium berpori yang tersaturasi gas ditunjukkan dengan adanya fenomena dispersi dan atenuasi pada gelombang seismik. Pada fenomena dispersi, nilai kecepatan rambat gelombang seismik akan berubah terhadap frekuensi. Sedangkan pada fenomena atenuasi, komponen amplitude pada frekuensi tinggi dari gelombang seismik akan mengalami pelemahan ketika gelombang seismik tersebut merambat melalui medium berpori yang tersaturasi oleh gas. Berdasarkan penjelasan di tersebut, maka pada studi ini kita akan menggunakan anomali frekuensi rendah dan atribut atenuasi untuk menentukan keberadaan gas. Langkah pertama adalah kita akan melakukan dekomposisi spektral data seismik post-stack 2D menggunakan metode transformasi Stockwell. Hasil dekomposisi spektral tersebut kita gunakan untuk melihat langsung anomali frekuensi rendah dan analisa parameter atribut atenuasi. Parameter atribut atenuasi berupa intersep dan gradien dari spektrum amplitudo hasil dekomposisi spektral. Atribut atenuasi yang digunakan pada studi ini disebut sebagai Amplitude Variation with Frequency (AVF), yang merupakan hasil perkalian antara intersep dan gradien dari spektrum amplitudo.
ANALISIS POLAR DIAGRAM DAN TENSOR FASE UNTUK PEMODELAN 2D MODE TE DAN TM DATA MAGNETOTELLURIK SAN PABLO BAY, CALIFORNIA, USA Irawati, Selvi Misnia; Sitorus, Dorlensa; Paembonan, Andri Yadi
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.2398

Abstract

Daerah San Pablo Bay California mempunyai patahan utama yaitu patahan Rodgers Creek yang diperkirakan memiliki keberlanjutan pada patahan Hayward di bawah permukaan San Pablo Bay yang dapat mengakibatkan bencana alam seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dimensionalitas dan arah geoelectrical strike melalui analisis diagram polar dan tensor fase, serta pemodelan 2D TE mode dan TM. Penelitian ini juga bertujuan dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan di wilayah San Pablo Bay, California, USA, dengan menggunakan metode magnetotellurik (MT). Terdapat 14 titik pengukuran data MT yang digunakan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa di daerah penelitian terdapat dimensionalitas 2D dengan arah geoelectrical strike dari barat daya ke timur laut sebesar N50°E. Berdasarkan penampang resistivitas 2D pada TE mode dan TM mode, struktur utama Rodgers Creek teridentifikasi di titik SP12. Struktur ini mencapai kedalaman 1250 m pada TE mode serta 1700 m pada TM mode di bawah permukaan Teluk San Pablo Bay yang terdiri dari batuan sedimen kuarter. Selain itu, juga terdapat struktur minor pada titik SP01 - SP02, SP06 - SP07, dan SP09, dengan kedalaman antara 100 - 500 m.
MULTIMETHOD APPROACH TO THE STUDY OF SUBSURFACE IN MERAK BATIN HOT SPRING, NATAR, LAMPUNG Santoso, Nono Agus; Junian, Wahyu Eko; Ramayanti, Fitria; Rizki, Reza; Alawiyah, Susanti
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.3023

Abstract

Merak Batin Natar hot spring is a geothermal manifestation located far (16 km) from the nearest volcanic edifice and thus is of local scientific interest. The driver of this hot spring has never studied in detail, and whether this system links to the distant volcanic body is an open question. The purpose of this study was to obtain a subsurface model of the Natar hot spring. The method used is a combination of magnetic, geoelectric and geochemical methods. Based on the results of the study, it was found that the subsurface model of the Natar hot spring consists of an unaltered and altered zone. This hot spring belongs to the outflow zone, so it is natural to be in the lowlands and far from the volcano.
IDENTIFICATION OF AQUIFERS USING THE GEO-ELECTRIC RESISTIVITY METHOD AND GEO-CHEMICAL ANALYSIS IN THE KARST AREA OF SOUTH MALANG, INDONESIA Fakhruddin, Fian; Susilo, Adi; Juwono, Alamsyah M; Hermawan, Erwan; Hisyam, Farizky
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.3085

Abstract

PEMETAAN KERENTANAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE FREQUENCY RATIO (FR) DI KABUPATEN PACITAN Mukiyono, Aris; Listyawan, Gabriel
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i1.3735

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologis yang mengakibatkan bermacam kerusakan seperti kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan hingga korban jiwa. Salah satu wilayah di Jawa Timur yang cukup sering dilanda longsor adalah Kabupaten Pacitan. Analisis kerentanan tanah longsor dengan menggunakan metode frequency ratio (FR) dan overlay sistem informasi geografis merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memetakan persebaran kerentanan tanah longsor suatu daerah berdasarkan data historis serta faktor pemicunya. Untuk membangun model kerentanan tanah longsor, digunakan 473 data titik longsor, sebanyak 70% digunakan untuk data training dan 30 % sisanya untuk data testing, selain itu digunakan data kemiringan lereng, arah lereng, bentuk lereng, jarak dari sungai, tataguna lahan, jarak dari struktur, jenis batuan dan curah hujan untuk membantu penyusunan model kerentanan tanah longsor. Analisis FR menunjukkan bahwa daerah penelitian dapat dibagi menjadi 4 (empat) zona kerentanan, yaitu zona kerentanan sangat rendah, rendah, menengah, dan tinggi. Hasil validasi dengan menggunakan metode “Area Under Cover (AUC)” dari “Receiver Operating Characteristics (ROC)” menunjukkan hasil 0,888 untuk prediction rate dan 0,843 untuk success rate, sehingga model tergolong sangat baik.

Page 2 of 22 | Total Record : 211