cover
Contact Name
Solihin Sayuti
Contact Email
binakes@poltekkesjambi.ac.id
Phone
+62741445450
Journal Mail Official
binakes@poltekkesjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No. 9 Kota Baru Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Binakes
ISSN : 27762076     EISSN : 27763633     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Binakes, particularly focuses on the main problems in the development of the health sciences and community services areas.
Articles 66 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PHYSICAL DISTANCING DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN ABUL HASAN KOTA JAMBI Pahrur Razi; Ary Irfan
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v1i2.428

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pencegahan penularan COVID-19 meliputi pembatasan interaksi sosial (social distancing), jaga jarak (physical distancing), mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 Metode: intervensi dilakukan pada anak Panti Asuhan Abul Hasan Kota Jambi Tahun 2020 yang berjumlah 14 orang dengan kegiatan promotif melalui promosi kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 terutama mengenai physical distancing. Responden dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum maupun sesudah intervensiHasil: ada peningkatan pengetahuan tentangphysical distancing dalam pencegahan penularan Covid-19 dari 30% menjadi 100%.Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian promosi Kesehatan mengenai physical distancing pada anak Panti Asuhan Abul Hasan Kota Jambi ABSTRACTBackground: Prevention of COVID-19 transmission includes limiting social interaction (social distancing), keeping a distance (physical distancing), washing hands with soap and wearing masks in order to break the chain of transmission of Covid-19Method: The intervention was carried out on the Abul Hasan Orphanage in Jambi City in 2020, totaling 14 people with promotive activities through health promotion regarding the prevention of Covid-19 transmission, especially regarding physical distancing. Respondents were measured knowledge before and after the interventionResults: there was an increase in knowledge about physical distancing in preventing the transmission of Covid-19 from 30% to 100%..Conclusion: There was an increase in knowledge after giving health promotions regarding physical distancing to children at the Abul Hasan Orphanage, Jambi City
UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN LANSIA DALAM MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN DENGAN PEMBAGIAN MASKER DAN PENYULUHAN KESEHATAN DI ASRAMA POLISI PINGIT Endang Tri Sulistyowati; Pritta Yunitasari; Hernawan Isnugroho
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v1i2.429

Abstract

Covid pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 menunjukkan kasus yang terkonfirmasi berjumlah 1.528 kasus dan 136 kasus kematian. Kelompok lansia merupakan kelompok yang beresiko mengalami keparahan atau morbiditas dan mortalitas akibat penyakit covid-19. Hal ini dikarenakan lansia umumnya memiliki komorditas, seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit Diabetes Melitus, penyakit pernafasan kronik, hipertensi dan lain-lain. Masih banyak lansia yang melakukan aktivitasnya di luar rumah tanpa memperhatikan protocol Kesehatan contohnya tidak menggunakan masker saat diluar rumah. Program Studi Promosi Kesehatan Sarjana Terapan Poltekkes Karya Husada Yogyakarta turut berperan serta membantu pemerintah dalam bidang Kesehatan yang ditunjukkan bagi masyarakat yang terdampak akibat pandemic virus corona ini. Pengabdian bagi masyarakat ini dilaksanakan di Asrama polisi pingit Jl.Kyai Mojo No.3, dengan sasaran para lansia berjumlah 25 orang, pengabdian yang dilakukan berupa pembagian masker gratis dan pemberian informasi terkait protokol Kesehatan untuk mencegah penyakit covid-19.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI MELALUI METODE KOMBINASI DEMONTRASI DAN VIDEO Asio Asio; Sukarsih Sukarsih; Rusmiati Rusmiati; Muliadi Muliadi
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.430

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Data Riskesdas menunjukkan proporsi perilaku menyikat gigi pada penduduk usia ≥ 3 tahun di provinsi Jambi adalah yang terrendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi yang benar dengan menggunakan metode kombinasi demonstrasi dengan phantom gigi dan media video.Metode: metode yang digunakan adalah penyuluhan mengenai pengetahuan, sikap dan keterampilan menggosok gigi yang baik dan benar pada guru dan murid Ponpes Al-Muttaqin Ibru, Al-Ihya Ulumaddin dan Nur Sumayah Kabupaten Muaro Jambi serta pembuatan fasilitas menyikat gigi.Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan pada siswa (p value 0,000) secara bermakna namun tidak pada responden guru (p=0,083)Kesimpulan: penggunaan metode kombinasi demonstrasi dan video efektif dalam menigkatkan pengetahuan siswa tentang menyikat gigi ABSTRACT Background: Riskesdas data shows that the proportion of tooth brushing behavior in the population aged 3 years in Jambi province is the lowest. This community service aims to increase knowledge of proper tooth brushing by using a combination demonstration method with phantom teeth and video media.Methods: The method used was education on the knowledge, attitudes and skills of brushing teeth properly and correctly to teachers and students of Islamic Boarding School Al-Muttaqin Ibru, Al-Ihya Ulumaddin and Nur Sumayah, Muaro Jambi Regency, as well as making tooth brushing facilities.Result: there was an increase in students' knowledge (p value 0.000) significantly but not in teacher respondents (p = 0.083)Conclusion: the use of a combination of demonstration and video methods is effective in increasing students' knowledge about brushing teeth
DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Netha Damayantie; Rusmimpong Rusmimpong; Debbie Nomiko
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.433

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Self Management Education (DSME) merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pasien diabetes mellitus (DM) untuk melakukan perawatan mandiri.Metode: Pengabdian masyarakat ini bermitra dengan Puskesmas Simpang Kawat dengan responden pasien DM yang berjumlah 80 orang. edukasi diberikan berisi tentang penyakit Diabetes Mellitus, gizi, perawatan diri diabetik, home visit ke rumah penderita DM Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan penderita DM tentang selfcare diabetik meningkat dari 40% menjadi 77,5%Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan pasien dalam penanganan self care Diabetik ABSTRACTBackground: Diabetes Self Management Education (DSME) is an ongoing process carried out to facilitate the knowledge, skills, and abilities of patients with diabetes mellitus (DM) to perform self-care.Method: This community service partnered with Simpang Kawat Health Center with 80 DM patient respondents. The education provided contains about Diabetes Mellitus, nutrition, diabetic self-care, home visits to DM sufferers' homesResults: There was an increase in the knowledge of DM patients about diabetic self-care, increasing from 40% to 77.5%Conclusion: There was an increase in patient knowledge in the management of self-care Diabetic
PENERAPAN MODEL LANSIA SEHAT DAN MANDIRI DI DESA CINGCIN KECAMATAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG Ridwan Setiawan; Ali Hamzah; Tati Ruhmawati
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.435

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Upaya pemberdayaan lansia penting dilakukan, untuk menekan angka kesakitan para lansia agar nantinya para lansia dapat hidup dengan lebih produktif dikemudian hari dan tidak menjadi beban masyarakat ataupun beban negara.Hasil analisis situasi dan analisis permasalahan mitra, maka solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia di wilayah Desa Cingcin yaitu denganmenerapkan “model lansia sehat dan mandiri.”Metode: Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada kader saat menyampaikan kembali pada pra lansia dan lansia.Hasil:Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, para kader terampil melakukan senam kegel, mencuci tangan sesuai langkah-langkah yang benar, serta memahami cara menjaga kebersihan diriKesimpulan: Pelatihan dan pendampingan meningkatkan keterampilan kader tentang cara senam kagel dan cuci tangan sesuai langkah yang benar serta pemahaman kader tentang menjaga kebersihan diri ABSTRACTBackground: Efforts to empower the elderly are important, to reduce the morbidity of the elderly so that later the elderly can live more productively in the future and not become a burden on society or the state. The results of the situation analysis and analysis of partner problems, the solution to improve the health status of the elderly in the Cingcin Village area is to apply the "healthy and independent elderly model."Methods: Activities carried out include counseling, training and assistance to cadres when conveying back to the pre-elderly and elderly.Result: After training and mentoring, the cadres are skilled at doing Kegel exercises, washing hands according to the right steps, and understanding how to maintain personal hygiene. Conclision: Training and mentoring to improve cadre skills on how to do Kegel exercises and wash hands according to the right steps and cadres' understanding of maintaining personal hygiene
PELATIHAN KADER ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI DESA KEBUMEN KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Anita Widiastuti; Fitria Zuhriyatun; Vina Nurul Utami; Qona Lutfi Sartika
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.436

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Ibu bekerja dianggap sebagai penyebab ketidakberhasilan program ASI eksklusif. Untuk itu perlu menyiapkan ibu bekerja sehingga memiliki perencanaan dan bekal yang baik dalam memberikan ASI eksklusif. Kegiatan ini perlu dilakukan agar kader kesehatan dan ibu hamil yang bekerja memahami dan memiliki ketrampilan persiapan apa saja yang perlu dilakukan untuk keberhasilan pelaksanaan ASI eksklusif pada saat ibu bekerja.Metode: Pengabdian dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi. Dilanjutkan evaluasi dan pendapingan yang dilakukan ketika kader menerapkan ke kelompok sasaran.Hasil: Hasil pre test menggambarkan bahwa sebagian besar kader (62 %) memiliki pengehatuan cukup, 22 % kader dengan pengetahuan rendah dan hanya 16 % kader yang memiliki pengetahuan tinggi tentang persiapan ASI eksklusif pada ibu bekerja.Kesimpulan: kader mampu memberikan penyuluhan dengan memberikan materi-materi ASI eksklusif pada ibu hamil, juga mempraktikkan ketrampilan ketrampilan untuk pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Upaya meningkatkan fungsi dan kinerja kader menjadi kepedulian semua pihak ABSTRACTIntroduction:Working mothers are considered to be the cause of the failure of the exclusive breastfeeding program. For this reason, it is necessary to prepare working mothers so that they have good planning and provision in exclusive breastfeeding. This activity needs to be carried out so that health cadres and pregnant women who work understand and have the preparation skills that need to be done for the successful implementation of exclusive breastfeeding when the mother is working.Methods: The community service was carried out by means of lectures, discussions and demonstrations. Continued evaluation and mentoring carried out when the cadres apply to the target group.Results: The results of the pre test illustrate that most of the cadres (62%) have sufficient knowledge, 22% of cadres with low knowledge and only 16% of cadres who have high knowledge about the preparation of exclusive breastfeeding for working mothers.Conclusion:cadres are able to provide counseling by providing exclusive breastfeeding materials to pregnant women, as well as practicing skills for exclusive breastfeeding to working mothers. Efforts to improve the function and performance of cadres are the concern of all parties
EDUKASI DAN DETEKSI DINI ANEMIA PADA SISWI SMA DI KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA Yulina Dwi Hastuty; Evi Irianti; Melva Simatupang
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.437

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh seorang wanita termasuk remaja putri. Dampak anemia pada remaja cukup besar bahkan dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang, kecerdasan juga sistem reproduksi. Tujuan kegiatan pengabdian masyakat ini untuk mendeteksi dan meningkatkan pemahaman siswi tentang anemia.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kadar Haemoglobin pada siswi SMA di kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Sumut. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan HB sebanyak 215 orangHasil: Terdeteksinya kadar Hb siswi yang anemia dan bertambahnya pengetahuan siswi setelah diberikan penyuluhan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pre test dan post test dari 5,68 menjadi 11,05.Kesimpulan: anemia pada remaja khususnya siswi di SMA Medang Deras dapat terdeteksi secara dini, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan siswi melalui penyuluhan ABSTRACTBackground: Anemia is a health problem that is often experienced by women, including young women. The impact of anemia on adolescents is quite large and can even affect the process of growth and development, intelligence and the reproductive system. The purpose of this community service activity is to detect and improve students' understanding of anemia.Method: This community service activity is carried out through outreach activities and examination of hemoglobin levels in high school students in the Medang Deras sub-district, Batubara Regency, North Sumatra. The number of students who took part in HB counseling and examination activities was 215 peopleResults: Detection of anemic student Hb levels and increase in student knowledge after being given counseling. This can be seen from the increase in the average pre-test and post-test results from 5.68 to 11.05.Conclusion: Anemia in adolescents, especially students at SMA Medang Deras can be detected early, in addition to prevention efforts can be done by increasing the knowledge of students through counseling
EDUKASI PENGENDALIAN NYERI SENDI PADA OSTEOARTHRITIS DENGAN EKSTRAK KUNYIT Caturia Sasti Sulistyana
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.439

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Osteoarthritis merupakan suatu penyakit kerusakan tulang rawan sendi progresif, tidak diketahui penyebabnya, namun sering dijumpai pada lansia. Berbagai cara telah digunakan untuk mengurangi nyeri yang ditibulkan, salah satunya adalah konsumsi ekstrak kunyit, namun belum banyak diketahui masyarakat. Metode: Kegiatan ini berlangsung pada 18 Februari 2021, di RT 03 RW 10 Pacar Keling Surabaya, dimulai dengan pretest, lalu penyuluhan secara online menggunakan zoom meeting dan offline bersama fasilitator 3 orang mahasiswa Keperawatan STIKES Adi Husada Surabaya. Kemudian dilanjutkan demonstrasi pembuatan minuman ekstrak kunyit, diskusi, serta posttest. Peserta adalah warga lanjut usia (di atas 60 tahun) sebanyak 10 orang. Media yang digunakan adalah leaflet.Hasil:Edukasi mampu meningkatkan tingkat pengetahuan sebesar 60%.Kesimpulan:Penyuluhan yang diadakan secara online dan offline ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang osteoarthritis dan manfaat kunyit sebagai pereda nyeri sendi pada osteoarthritis ABSTRACTBackground: Osteoarthritis is a disease of progressive joint cartilage damage, the cause is unknown, but is often found in the elderly. Various methods have been used to reduce the pain caused, one of which is the consumption of turmeric extract, but not many people know about it.Methods:This activity took place on February 18, 2021, at RT 03 RW 10 girlfriend Keling Surabaya, starting with a pretest, then online counseling using zoom meetings and offline with 3 facilitators of STIKES Nursing students Adi Husada Surabaya. Then continued with the demonstration of making turmeric extract drink, discussion, and posttest. Participants are elderly citizens (over 60 years) as many as 10 people. The media used are leaflets.Results: Education can increase the level of knowledge by 60%.Conclusion: This online and offline counseling can increase public knowledge about osteoarthritis and the benefits of turmeric as a joint pain reliever in osteoarthritis
PENTINGNYA PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI DESA PEMATANG PULAI vevi suryenti putri; Della Anggita
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.458

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Vitamin A merupakan salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain) Pemberian vitamin A merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin A pada balita. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga Desa Pematang Pulai mengenai pentingnya pemberian vitamin A pada balita usia 12-59 bulan. Metode: Memberikan edukasi kepada warga Desa Pematang Pulai dengan metode ceramah, , tanya jawab dan demostrasi. Hasil: 18 orang (100%) warga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai dampak kekurangan vitamin A dan penyakit yang disebabkan jika kekurangan vitamin A balita usia 12-59 bulan. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi pada warga Desa Pematang Pulai. ABSTRACTBackground: Vitamin A is one of the nutrients from the vitamin group that is needed by the body which is useful for eye health and for body health (increases the body's resistance to fight diseases such as measles, diarrhea, and other infectious diseases). to prevent vitamin A deficiency in infants. This community service aims to provide education to the residents of Pematang Pulai Village regarding the importance of giving vitamin A to toddlers aged 12-59 months. Methods: Providing education to the residents of Pematang Pulai Village with lecture methods, questions and answers, and demonstrations. Result: 18 residents (100%) experienced an increase in knowledge about the impact of vitamin A deficiency and the diseases caused by a lack of vitamin A for toddlers aged 12-59 months Conclusion: There was an increase in knowledge after educating the residents of Pematang Pulai Village.
PROMOSI KESEHATAN DENGAN E-MODUL MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PANTI ASUHAN ARRAHMAN JAMBI Pahrur Razi; Ary Irfan
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.528

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Buruknya kondisi lingkungan serta belum baiknya perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat diduga menjadi penyebab masih tingginya penyakit infeksi., maka sudah seharusnya dilakukan upaya edukasi kesehatan menggunakan e-modul. E-modul merupakan media interaktif berisi gambar dan video. Tujuan PkM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah promosi kesehatan dengan e-modul tentang mencuci tanganMetode: Indikator keberhasilan PKM adanya peningkatan setelah PKM sebesar 80%. Metode PKM yang dilakukan yakni penyuluhan dan demonstrasi tentang mencuci tangan pakai sabun. Pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari kuesioner dan format observasi. PKM ini akan dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2021 dengan jumlah partisipan sebanyak 40 orang. Hasil: Hasil diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan pakai sabun pada anak Panti Asuhan Arrahman Jambi dari 25% (pre test) menjadi 100% (post test).Kesimpulan: Disarankan ditingkatkan secara rutin selalu mencuci tangan pakai sabun setelah beraktifitas di luar maupun sebelum makan. ABSTRACTBackground: Poor environmental conditions and poor hygiene and healthy living behavior of the community are suspected to be the cause of the high prevalence of infectious diseases. Therefore, health education efforts should be carried out using e-modules. E-modules are interactive media containing images and videos. The purpose of PkM is to increase knowledge and skills in washing hands with soap before and after health promotion with an e-module on hand washingMethod: The indicator of PKM success is an increase after PKM by 80%. The PKM method used was counseling and demonstration about washing hands with soap. Collecting data from primary data obtained from questionnaires and observation formats. This PKM will be carried out in August-October 2021 with a total of 40 participants.Results: The results showed an increase in knowledge and skills in washing hands with soap for children at the Arrahman Jambi Orphanage from 25% (pre test) to 100% (post test).Conclusion: It is recommended that you regularly wash your hands with soap after activities outside and before eating.