cover
Contact Name
Solihin Sayuti
Contact Email
binakes@poltekkesjambi.ac.id
Phone
+62741445450
Journal Mail Official
binakes@poltekkesjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No. 9 Kota Baru Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Binakes
ISSN : 27762076     EISSN : 27763633     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Binakes, particularly focuses on the main problems in the development of the health sciences and community services areas.
Articles 66 Documents
UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI MOLAR SATU PADA MURID KELAS II SEKOLAH DASAR 76/IV KOTA JAMBI Naning Nur Handayatun; Karin Tika Fitria
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.544

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Murid kelas 2 (dua) berusia 7-8 tahun adalah masa dimulainya pergantian gigi susu dengan gigi permanen. Gigi Molar satu merupakan gigi permanen yang tumbuh pertama kali, merupakan kunci oklusi serta mempunyi peran yang sangat penting dalam pengunyahan dan estetik. Seluruh murid klas 2 SD 76/ IV Kota Jambi menderita karies gigi (prevalensi 100%) dan kerusakan pada gigi Molar satu telah mencapai 25% dan 29% gigi Molar satu mempunyai fissure yang dalam. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan pada gigi Molar satu permanen pada anak kelas 2 SD 6/IV Kota Jambi.Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyuluhan secara personal sesuai dengan kondisi gigi anak serta tindakan fissure sealant pada gigi Molar satu permanenHasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa setelah kegiatan terjadi peningkatan kebersihan gigi Molar satu permanen bermakna dimana permukaan kotor sebelum kegiatan 6,75 permukaan per anak dan setelah kegiatan 0,62 permukaan per anak. Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank test diperoleh p=000.Kesimpulan: Setelah pemberian motivasi pada anak telah dapat dilakukan fissure sealant pada 10 gigi dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa fisure sealant dalam keadaan baik tanpa ada keluhan dari anak. ABSTRACTBackground: Grade 2 (second) students aged 7-8 years is the time when milk teeth change into permanent teeth. The first molars are the first permanent teeth to erupt, are the key to occlusion and have a very important role in mastication and esthetics. All grade 2 students of SD 76/ IV Jambi City suffer from dental caries (100% prevalence) and damage to the first molars has reached 25% and 29% of the first molars have deep fissures. The purpose of community service activities is to prevent damage to permanent first molars in grade 2 SD 6/IV children in Jambi City.Methods: Community service is carried out with personal counseling according to the condition of the child's teeth and fissure sealant procedures on permanent first molarsResult: The results of the community service activities showed that after the activity there was an increase in the cleanliness of the permanent first molar teeth which was significant where the dirty surface before the activity was 6.75 surfaces per child and after the activity was 0.62 surfaces per child. The results of the Wilcoxon Sign Rank test obtained p = 000.Conclision: After giving motivation to the child, it has been possible to do fissure sealant on 10 teeth and the evaluation results show that the fissure sealant is in good condition without any complaints from the child
EDUKASI PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MURID SEKOLAH DASAR Sukarsih Sukarsih; Aida Silfia; Asio Asio
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.555

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Menurut hasil Riskesdas anak berusia 10-14 tahun di Indonesia memiliki masalah pada kesehatan gigi dan mulutnya. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan keterampilan cara menyikat gigi pada murid SDN 23/IX dan SDN 56/IX Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Jambi.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan demonstrasi, untuk mengetahui pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan keterampilan cara menyikat gigi pada murid kelas IV SDN 23/IX dan SDN 56/IX Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kab. Muaro Jambi yang berjumlah 80 murid dan 6 orang guruHasil: terdapat dua puluh satu item pertanyaan pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang mengalami peningkatan dari 38,1% menjadi 90,5%, setelah diberi penyuluhan menggunakan media video. Kesimpulan: Dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dapat meningkatan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. ABSTRACTIntroduction: According to the results of Riskesdas in 2018, children aged 10-14 years in Indonesia have problems with dental and oral health, The purpose of community service is to increase knowledge about dental and oral health maintenance and skills on how to brush teeth for students at SDN 23/IX and SDN 56/IX, Pondok Meja Village, Mestong District, Jambi.Methods: Community service activities, namely counseling and demonstration methods, to find out knowledge about maintaining oral and dental health and teeth brushing skills in class IV students at SDN 23/IX and SDN 56/IX Pondok Meja Village, Mestong District, Kab. Muaro Jambi, totaling 80 students and 6 teachers.Results: there were twenty one knowledge questions about maintaining oral health which increased from 38.1% to 90.5%, after being given counseling using video mediaConclusion: With counseling and demonstration methods can increase knowledge of dental and oral health maintenance
SOSIALISASI, PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN SERBUK DAUN PEPAYA UNTUK MENURUNKAN BILANGAN PEROKSIDA DALAM MINYAK JELANTAH PADA PEDAGANG NASI UDUK DI KELURAHAN SUKA KARYA KECAMATAN KOTA BARU Rina Fauziah; Suparmi Suparmi
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.566

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting adalah pangan. Untuk melakukan aktifitas memerlukan energi seperti karbohidrat, protein dan lemak yang merupakan sumber energi bagi tubuh. Penggunaan minyak goreng berulang-ulang akan menyebabkan kerusakan minyak dan meningkatkan bilangan peroksida dan asam lemak bebas. Bilangan Peroksida dan asam lemak bebas adalah indeks jumlah lemak atau minyak yang telah mengalami oksidasi.Metode: Pendekatan yang dilakukan dengan mencari dukungan kebijakan dari pemerintah setempat yaitu stakeholder Kelurahan Suka Karya, Puskesmas Paal V, melakukan pertemuan dan koordinasi, membuat rencana kerja dan jadwal kegiatan yang disepakati dan disesuaikan dengan kondisi dan situasi mitra, melakukan intervensi dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakanHasil: Setelah dilakukan pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan dari 12(26%) dengan kategori berpengetahuan tinggi menjadi 39 (85%). Terbentuk kader pedagang nasi uduk Kelurahan Sukakarya Kecamatan Kota Baru sebanyak 23 orang untuk edukasi pemanfaatan serbuk papayaKesimpulan: Pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan terbentuk kader yang memberikan edukasi tentang pemanfaatan serbuk papaya. ABSTRACTBackground: One of the important basic human needs is food. To carry out activities requires energy such as carbohydrates, proteins and fats which are a source of energy for the body. The use of cooking oil repeatedly will cause oil damage and increase the number of peroxides and free fatty acids. Peroxide and free fatty acid numbers are indices of the amount of fat or oil that has undergone oxidation. Method: The approach taken is to seek policy support from the local government, namely stakeholders from the Suka Karya Village, Paal V Health Center, hold meetings and coordinate, make work plans and schedule activities that are agreed upon and adapted to the conditions and situations of partners, conduct interventions and evaluate the activities that have been carried out.Results: After the community service was carried out, there was an increase in knowledge from 12 (26%) with a high knowledge category to 39 (85%). A cadre of 23 uduk rice traders was formed in the Sukakarya Village, Kota Baru District, to educate them on the use of papaya powder.Conclusion: Community service can increase knowledge and form cadres who provide education about the use of papaya powder.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PELAYANAN KB DIMASA PANDEMI COVID 19 Budi Astyandini; Khobibah Khobibah; Mimi Ruspita; Titik Sapartinah; Ana Sundari; Sri Setiasih; Heny Rosiana; Tri Nurhidayati; Titi Mursiti; Sayidah Sayidah; Alimatul Mahmudah
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i2.567

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pelayanan KB pada masa pandemic mengalami perubahan yang dilaksanakan sesuai dengan protocol Kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah selama masa Pandemi. Masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pelayanan akseptor dimas pandemic . Metode: kegiatan ini berlangsung pada tanggal 27 Juni 2020 di Laborat UPP Poltekkes Semarang Kampus Kendal . dimulai dengan kegiatan pre test,lalu pemberian penyuluhan Kesehatan tentang pedoman pelayanan akseptor KB dimasa Pandemi Covid 19 secara luring dilaksanakan oleh seluruh dosen kebidananan bekerjasama dengan PC IBI Kabuapten Kendal, DP2KBP2PA Kendal dan tim pengawal kodim Kabupaten Kendal. Dilanjutkan diskusi pelayanan akseptor dan diakhiri post test.Hasil: pengetahuan akseptor tentang pelayanan KB dimasa pandemic meningkat menjadi baik 75 % Kesimpulan: Penyuluhan Kesehatan yang dilakukan secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan akseptor tentang pelayanan KB di masa Pandemi yang akan menurunkan angka kegagalan KB selama masa pandemic covid 19. ABSTRACTBackground: Family planning services during the pandemic underwent changes which were carried out in accordance with the Health protocol imposed by the government during the Pandemic. There are still many people who don't understand the acceptor service procedure during the pandemicMethods: This activity took place on 27 June 2020 at the UPP Poltekkes Semarang Health Laboratory, Kendal Campus. starting with pre-test activities, then providing health education about family planning acceptor service guidelines during the Covid 19 Pandemic offline carried out by all midwifery lecturers in collaboration with PC IBI Kendal Regency, Kendal DP2KBP2PA and the Kendal District Kodim guard team. Followed by a discussion of acceptor services and ended with a post testResults: knowledge of acceptors about family planning services during the pandemic increased to 75%Conclusion: Health counseling that is carried out directly can increase acceptors' knowledge about family planning services during the pandemic which will reduce the number of family planning failures during the covid 19 pandemic.
APLIKASI SUMBA DALAM MENDETEKSI SKOR PLAK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI DI SDN 79/VII DESA KASIRO KECAMATAN BATANG ASAI KABUPATEN SAROLANGUN TAHUN 2021 Slamet Riyadi; Idham Halid; Junaidi Junaidi
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.568

Abstract

Latar Belakang: Survey awal yang dilakukan di SDN 79/VII Desa Kasiro Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Jambi bahwa prevalensi karies tinggi 78% angka kejadian karies rata – rata anak mengalami karies 4 – 5 gigi dan belum adanya gigi yang dilakukan penambalan. Tingginya angka kejadian karies di Sekolah Dasar 79/VII Kasiro dipengaruhi juga oleh tingkat ekonomi, pengetahuan masyarakat.Metode: Penyuluhan, dilakukan setelah pretest dengan materi pemeliharaan Kesehatan gigi dan cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan menggunakan media poster dan phantom gigi. Simulasi, dilakukan setelah anak mendapatkan materi penyuluhan kemudian disimulasikan didepan teman. temannya sehingga dapat dipahami dan di prakttekkan. Demontras, dilakukan saat menyikat gigi bersama dipandu oleh pembimbing dengan menggunakan model phantom gigi. Diskusi, dilakukan setelah penyuluhan dan sikat gigi bagi yang belum memahami dan belum bersih ,menyikat gigiHasil: terjadi Peningkatan Pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menjadi 100%, peningkatan keterampilan dengan menurunnya plak score dari rata-rata 11 gigi menjadi 2 gigi yang masih ada noda disclosingKesimpulan: Terjadi Peningkatan Pengetahuan dan keterampilan tentang cara menyikat gigi yang baik. ABSTRACTBackground: An initial survey conducted at SDN 79/VII in Kasiro Village, Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi, found that the prevalence of caries was high, 78%, the average caries incidence rate was 4-5 teeth for children and there were no teeth filled with fillings. The high incidence of caries in Kasiro 79/VII Elementary School is also influenced by the economic level and knowledge of the communityMethods: Counseling, carried out after the pretest with dental health maintenance material and how to brush teeth properly and correctly using posters and dental phantom media. Simulation, carried out after the child gets the counseling material is then simulated in front of friends. friends so that they can be understood and practiced. Demontras, carried out while brushing teeth together guided by a supervisor using a dental phantom model. Discussion, carried out after counseling and tooth brushing for those who do not understand and are not yet clean, brush their teethResult: there was an increase in knowledge of maintaining oral health to 100%, an increase in skills with a decrease in plaque score from an average of 11 teeth to 2 teeth with disclosing stainsConclusion: There is an increase in knowledge and skills about how to brush your teeth properly.
MEMBERDAYAKAN REMAJA MENYUSUN MENU SEHAT UNTUK MENCEGAH DIABETES MELLITUS Yusrawati Hasibuan; Yulina Dwi Hastuty; Betty Mangkuji
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.572

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: DM merupakan masalah kesehatan yang penting bagi perempuan usia reproduksi (15-49 tahun). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi serta memberdayakan remaja khususnya siswi di SMA untuk berprilaku sehat dengan mengatur menu sehat harian yang dapat mencegah Diabetes MelitusMetode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang tanda dan gejala Diabetes Mellitus dengan media audio visual serta demonstrasi penyusunan menu sehat pencegah diabetes Mellitus pada siswa yang ada di SMA Swasta Dharma Pancasila Medan dan SMA Swasta Rakyat Yayasan Perguruan Rakyat Pancurbatu. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluh sebanyak 200 orang Hasil: Hasil pre dan post test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan remaja dengan nilai perbedaan mean 0,43 dengan Standart Deviasi 1,06Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan pada sasaran, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberdayakan sasaran menyusun menu sehat seimbang. ABSTRACTBackground: DM is an important health problem for women of reproductive age (15-49 years). The purpose of this community service activity is to provide education and empower teenagers, especially female students in high school, to behave healthily by arranging daily healthy menus that can prevent Diabetes Mellitus.Method: The method used is counseling about the signs and symptoms of Diabetes Mellitus with audio-visual media as well as demonstrations of preparing healthy menus to prevent diabetes Mellitus for students at Dharma Pancasila Private High School Medan and People's Private High School at the Pancurbatu People's College Foundation. The number of students who participated in extension activities was 200 peopleResults: The pre and post test results show a change in adolescent knowledge with a mean difference value of 0.43 with a standard deviation of 1.06Conclusion: With this community service activity there is an increase in knowledge of the target, besides that prevention efforts can be carried out by empowering the target to develop a balanced healthy menu.
PEMBENTUKAN POLAS (POLISI ASRAMA) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SCABIES PADA ANAK PONDOK PESANTREN SEBERANG KOTA JAMBI Widia Widia; Tiara Amidhea Febriyanti; Vian Setiahati Zebua; Suci Liana Putri; Ervon Veriza
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.574

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Scabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemui pada anak pesantren disebabkan oleh lingkungan yang kurang baik, personal hygiene yang buruk, pengetahuan yang kurang sehingga terjadinya risiko penularan penyakit scabies. Tujuan PKM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencegah scabies setelah edukasi penyakit scabies pada anak Pondok Pesantren Seberang Kota Jambi. Metode: Pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan POLAS (Polisi Asrama). Kemudian polisi asrama diberikan penyuluhan tentang scabies dan pelatihan penyuluhan agar polisi asrama mampu memberikan penyuluhan kepada santri lainnya. Pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner ini akan dilakukan pada bulan Juli-September 2022 dengan jumlah partisipasi sebanyak 36 orang siswa dan 3 orang guru. Hasil terbentuknya POLAS (Polisi Asrama). Hasil: Diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang scabies pada polisi asrama dari 61% (pre test) menjadi 100% (post test) dan peningkatan pengetahuan santri lainnya tentang scabies setelah diberikan penyuluhan oleh polisi asrama dari 57,30% (pre test) menjadi 98,46% (post test).Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kader Polisi Asrama (Polas) yang dibentuk untuk pencegahan penularan scabies. ABSTRACTBackground: Scabies is an infectious skin disease that is often found in Islamic boarding school children caused by an unfavorable environment, poor personal hygiene, lack of knowledge so that there is a risk of scabies transmission. The aim of PKM is to increase knowledge and skills in preventing scabies after scabies education for children at Seberang Islamic Boarding Schools, Jambi City. Method: Empowering the community by forming POLAS (Asrama Police). Then the hostel police were given counseling about scabies and counseling training so that the hostel police were able to provide counseling to other students. Data collection from primary data obtained from interviews and questionnaires will be carried out in July-September 2022 with the participation of 36 students and 3 teachers. The result of the formation of POLAS (Polisi Asrama). Results: Result showed an increase in knowledge and skills about scabies in the boarding police from 61% (pre test) to 100% (post test) and an increase in other students' knowledge about scabies after being given counseling by the boarding police from 57.30% (pre test) to 98 .46% (post test) Conclusion: There was an increase in the knowledge of the Dormitory Police cadres (Polas) who were formed to prevent scabies transmission.
EDUKASI - SIMULASI JAGA DIRI (EDU-SIJADI) DARI HEPATITIS AKUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR Dwi Okni Seulawah; Yayang Gusvina; Betri Agustiani; Lelga Oktavia; Winda Triana
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.575

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit Hepatitis akut misterius menyerang anak di beberapa negara termasuk Indonesia. Di katakan misterius, karena hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari penyakit Hepatitis akut tersebut. Pengabdian masyarakat ini dberi nama Simulasi Jaga Diri (Edu-Sijadi) yang bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan terjadinya hepatitis akut pada anakMetode: PKM ini dilakukan pada bulan Juli-September 2022 dengan jumlah partisipan sebanyak 201 orang siswa dan 13 orang guru .Hasil: peningkatan pengetahuan dan keterampilan mencegah Hepatitis akut dari 25% (pretest) menjadi 100% (posttest) serta terbentuknya sekolah Siaga Wabah dan duta TABAH (Tanggap Wabah) mencegah hepatitis akut pada anak SDN 134/IV Kota Jambi.Kesimpulan: Dengan Edu-Sijadi, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencegah Hepatitis Akut pada anak serta mendorong keberlanjutan edukasi melalui pembentukan sekolah siaga wabah dan duta TABAH. ABSTRACTBackground: Mysterious acute hepatitis attacks children in several countries including Indonesia. It is said to be mysterious, because until now the exact cause of acute hepatitis is not known. This community service is called Self Care Simulation (Edu-Sijadi) which aims to provide education on the prevention of acute hepatitis in children.Method: This community service was conducted in July-September 2022 with a total of 201 students and 13 teachers participating.Results: increased knowledge and skills in preventing acute hepatitis from 25% (pretest) to 100% (posttest) and the establishment of an Outbreak Alert school and TABAH ambassadors (Outbreak Response) to prevent acute hepatitis in children at SDN 134/IV Jambi City.Conclusion: With Edu-Sijadi, knowledge and skills in preventing acute hepatitis in children were improved and the continuation of education will be achieved through the establishment of an outbreak alert school and TABAH ambassadors.
RELAKSASI REBOZO PADA IBU HAMIL TRIMESTER-III DI KLINIK PRATAMA TANJUNG & PMB ASNI SITIO Julietta Hutabarat; Suryani Suryani; Tri Marini SN
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.589

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gerakan Relaksasi Rebozo membantu memberikan ruang pelvis lebih luas untuk ibu sehingga bayi lebih mudah menuruni panggul dan proses persalinan menjadi lebih cepat. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil Trimester III tentang Relaksasi Rebozo dan meningkatkan keterampilan pendamping persalinan melakukan Relaksasi Rebozo secara mandiri di Klinik Pratama Tanjung & PMB Asni Sitio.Metode: Pengabdian masyarakat menggunakan dua pendekatan yaitu penyuluhan dan demonstrasi. Mengevaluasi dampak penyuluhan kepada ibu hamil dilakukan pre dan posttes dan redemonstrasi oleh pendamping persalinan tentang teknik Relaksasi Rebozo sampai mampu melakukannya secara mandiriHasil: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang Relaksasi Rebozo, dari kategori kurang (91.67%), menjadi kategori baik (66.67%). Lebih lanjut, 100% pendamping persalinan mampu melaksanakan Teknik Relaksasi Rebozo secara mandiri.Kesimpulan: Pengabdian masyarakat penyuluhan dan demontrasi mampu memingkatkan pengetahuan ibu hamil dan keterampilan pendamping persalinan dalam melakukan Teknik relaksasi Rebozo pada ibu hamil trimester III. ABSTRACTBackground: The Rebozo Relaxation Movement helps provide a wider pelvic space for the mother so that it is easier for the baby to descend the pelvis and the delivery process will be faster. Community service aims to increase the knowledge of Trimester III pregnant women about Rebozo Relaxation and improve the skills of birth attendants to do Rebozo Relaxation independently at the Pratama Tanjung Clinic & PMB Asni Sitio.Method: Community service uses two approaches, namely counseling and demonstrations. Evaluating the impact of counseling to pregnant women is carried out pre and posttest and re-demonstration by birth attendants about the Rebozo Relaxation technique until they are able to do it independentlyResults: There was an increase in the knowledge of pregnant women about Rebozo Relaxation, from the poor category (91.67%) to the good category (66.67%). Furthermore, 100% of birth attendants were able to carry out the Rebozo Relaxation Technique independently.Conclusion: Community service counseling and demonstrations are able to increase the knowledge of pregnant women and the skills of birth attendants in performing the Rebozo relaxation technique in third trimester pregnant women.
PEMBINAAN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN KARBON FILTER VENTILASI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KASANG KECAMATAN JAMBI TIMUR KOTA JAMBI Jessy Novita Sari; Gustomo Yamistada; Suhermanto Suhermanto
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.590

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah udara yang tercemar masuk ke dalam rumah melalui lubang udara atau ventilasi rumah dengan menggunakan karbon filter ventilasi. Karbon aktif dapat dibuat dari material yang mengandung karbon, salah satu material yang mengandung karbon aktif dan ramahlingkungan adalah tempurung kelapa. Kegiatan ini bertujuan untuk membina masyarakat Kelurahan Kasang Kecamatan Jambi Timur dalam pengendalian pencemaran udara dengan karbon filter.Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan, pembinaan, pemberian brosur, dan sarana penunjang pengendalian pencemaran udara pada sejumlah 30 orang warga di RT. 07 Kelurahan Kasang Kota JambiHasil: Hasil pembinaan diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat dari 6 orang (20%) menjadi 28 orang(93%).Kesimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakatmengenai pencemaran udara dan upaya pengendaliannya dan adanya perubahan dan peningkatan perilaku yang baik pada masyarakat dalam pengendalian pencemaran udara dalam ruangan. ABSTRACTBackground: One of the efforts that can be made to prevent polluted air from entering the house through air holes or house ventilation is by using a ventilation carbon filter. Activated carbon can be made from materials that contain carbon, one of the materials that contain activated carbon and is environmentally friendly is coconut shell. This activity aims to foster the people of Kasang Village, East Jambi District in controlling air pollution with carbon filters.Method: This activity was carried out by counseling, coaching, providing brochures, and supporting facilities for air pollution control to a total of 30 residents in the RT. 07 Kasang Village, Jambi CityResults: The results of coaching obtained an increase in community knowledge from 6 people (20%) to 28 people (93%).Conclusion: There was an increase in public knowledge and understanding regarding air pollution and efforts to control it and there is a change and improvement in good behavior in the community in controlling indoor air pollution.