cover
Contact Name
Rosmaimuna
Contact Email
tarim@um-tapsel.ac.id
Phone
+6282272900967
Journal Mail Official
tarim@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief No 32 , Kota Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tarim : Jurnal Islamic Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.31604/tarim
Core Subject : Religion, Education,
Tarim : Jurnal Islamic Education adalah jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Tarim : Jurnal Islamic Education merupakan wadah publikasi hasil penelitian yang membahas tentang temuan baru di bidang pendidikan Islam. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian empiris asli dan ulasan teoritis tentang pendidikan Islam. Lingkup spesifik berkisar dari tetapi tidak terbatas pada: Studi Al-Quran dan Hadits tentang Pendidikan; Filsafat Pendidikan Islam; Sejarah Pendidikan Islam; Kebijakan Pendidikan Islam; Politik Pendidikan Islam; Manajemen Pendidikan Islam; Profesionalisme Pendidikan Islam; Kurikulum Pendidikan Islam; TIK dalam Pendidikan Islam; E-Learning dalam Pendidikan Islam; Lembaga Pendidikan Islam; Pengajaran dan Pembelajaran dalam Pendidikan Islam; Etnografi tentang Pendidikan Islam; Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal; Pengembangan Teori dan Desain Pembelajaran; Psikologi Pendidikan Islam; Paradigma Pendidikan Islam dan Karakter Pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
PERAN GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEAGAMAAN DI SMA NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN Dewi Harahap, Anita; Sormin, Darliana; Rahmayanti Sormin, Mira; Hermanto, Mulyadi; Pasaribu, Muksana
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru agama dalam meningkatkan wawasan keagamaan siswa di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan. Guru agama memiliki peran penting sebagai pembimbing dan fasilitator dalam memperkuat pemahaman keagamaan siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan guru agama dan observasi terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru agama tidak hanya memberikan materi keagamaan di kelas, tetapi juga aktif mengorganisir kegiatan seperti diskusi keagamaan, peringatan hari besar keagamaan, dan kerja sama lintas agama. Adapun strategi yang diterapkan oleh guru agama, termasuk pendekatan personal dan pembinaan nilai-nilai religius, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan wawasan keagamaan siswa serta memperkuat sikap saling menghargai antarumat beragama. Kegiatan-kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap keberagaman agama. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya waktu untuk pelaksanaan kegiatan keagamaan, keterbatasan fasilitas, dan tingkat kesadaran siswa yang beragam terhadap pentingnya wawasan keagamaan berhasil memberikan dampak positif dalam membentuk wawasan dan karakter siswa.Kata Kunci: Guru Agama, Wawasan Keagamaan, Pendidikan Agama Islam 
KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KEBOSANAN SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Di SMA NEGERI 1 ANGKOLA SELATAN Harahap, Musbar; Sa'at, Ramlan
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi guru merupakan seperangkat kemampuan yang wajib dimiliki guna mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kompetensi guru sangat berperan dalam mengatasi kebosanan belajar yang dialami peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru PAI dalam mengatasi kebosanan belajar siswa pada proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Angkola Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menarik melalui penerapan kompetensi pedagogik, seperti pemahaman karakteristik peserta didik, perencanaan pembelajaran yang variatif, pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, serta evaluasi yang mendorong partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam aspek pedagogik, menjadi kunci dalam mengurangi kebosanan siswa dan meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI.Kata Kunci: Kompetensi guru, kebosanan belajar, Pendidikan Agama islam
PERAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI MTS MUHAMMADIYAH 22 KOTA PADANGSDIMPUAN Ardiansyah, Ardiansyah; Pasaribu, Muksana; Siregar, Ihsan; Samsidar, Samsidar; Rahmayanti Sormin, Mira
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi perilaku bullying di MTs Muhammadiyah 22 Kota Padangsidimpuan. Bullying merupakan bentuk perilaku agresif yang dapat menghambat perkembangan sosial dan akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang terjadi didominasi oleh bentuk verbal, seperti ejekan dan panggilan tidak pantas. Peran guru dalam mengatasi bullying diwujudkan melalui tiga pendekatan utama: preventif (pencegahan) dengan menciptakan iklim kelas yang positif dan integrasi nilai-nilai anti-bullying; kuratif (penanganan saat terjadi) dengan respons cepat, mediasi, dan konsekuensi yang mendidik; serta rehabilitatif (pemulihan dan tindak lanjut) melalui pemantauan, konseling, dan kolaborasi dengan orang tua. Strategi yang diterapkan guru lebih menekankan pada pendekatan persuasif, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan, dan pemberian sanksi yang edukatif, dibandingkan hukuman represif. Keseluruhan upaya dilakukan secara terkoordinasi antara guru dan wakil kepala madrasah bidang kesiswaan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.Kata Kunci: Peran guru, Perilaku Bullying, Pendidikan Karakter
PERAN GURU PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA Putri, Yulia; Barokah, Khoiriah; Yanti Hasanah, Rini; Siregar, Rosmaimuna; Nopriani Lubis, Jumaita
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama siswa di SMP Negeri 1 Angkola Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiologi pendidikan, yang memandang sekolah sebagai ruang sosial tempat terjadinya proses internalisasi nilai dan pembentukan sikap sosial siswa. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran serta interaksi sosial di lingkungan sekolah, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi beragama siswa telah berkembang dengan baik, yang tercermin dalam perilaku saling menghormati perbedaan keyakinan, tidak diskriminatif, menghargai pelaksanaan ibadah, serta mampu bekerja sama secara harmonis dalam keberagaman. Guru PAI berperan secara sentral sebagai teladan, pembimbing, dan mediator melalui keteladanan sikap inklusif, pembinaan dialogis, serta penanaman nilai-nilai Islam moderat yang berlandaskan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penumbuhan toleransi beragama di sekolah dipengaruhi oleh sinergi antara peran guru, budaya sekolah yang inklusif, dan pengalaman sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Islam, Toleransi
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERIBADAH SISWA MELALUI SHOLAT BERJAMA’AH DI MASJID Gultom, Pitriana; Nopriani Lubis, Jumaita; Siregar, Rosmaimuna; Sormin, Darliana; Rahmayanti Sormin, Mira
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 3, No 2 (2025): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keterampilan beribadah siswa khususnya melalui kegiatan sholat berjama’ah di masjid, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan solusi yang dihadapi. Penelitian dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, wali kelas, dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam meningkatkan keterampilan beribadah siswa meliputi: (1) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang ibadah sholat, (2) memberikan motivasi akan pentingnya sholat wajib, (3) melakukan pengawasan intensif saat waktu sholat, dan (4) memberikan sanksi edukatif bagi siswa yang melanggar aturan sholat berjama’ah. Faktor pendukung utama adalah ketersediaan fasilitas musholla dan tempat wudhu yang memadai serta kerjasama yang baik antar sesama guru. Sementara faktor penghambat utamanya adalah kurangnya kesadaran internal siswa akan pentingnya sholat berjama’ah. Solusi yang diterapkan antara lain dengan memperkuat kerjasama antara guru dan orang tua dalam membiasakan sholat, serta terus-menerus memberikan motivasi dan nasihat untuk menumbuhkan kesadaran beribadah pada diri siswa.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, Keterampilan Beribadah, Sholat Berjama’ah
MANAJEMEN PERSONALIA KESISWAAN PENDIDIKAN ISLAM Sartika Rona; Siti Aisah Lubis; Darliana Sormin; Adek Kholijah Siregar; Ihsan Siregar
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 4, No 1 (2026): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang Manajemen Kesiswaan dalam Pendidikan Islam. Manajemen kesiswaan dalam pendidikan Islam merupakan suatu proses penataan atau pengelolaan peserta didik pada lembaga pendidikan Islam tertentu, yang melibatkan sumber daya manusia, muslim, dan pemimpin yang mampu  menggerakkannya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kepustakaan atau yang biasa disebut study pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan berbagai data pustaka, serta membaca dan mencatat, lalu mengolah data yang dijadikan sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Kesiswaan dalam Pendidikan Islam dapat mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan dan kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga  dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur, serta efektif dan efisien.tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah.  Pentingnya manajemen kesiswaan dalam suatu lembaga pendidikan khususnya dalam naungan lembaga pendidikan Islam. Karena dengan manajemen perencanaan semua kegiatan di lembaga pendidikan dapat dilaksanakan secara teratur dan terencana agar peserta didik mampu mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, dengan membina peserta didik menuju suatu bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Manajemen kesiswaan salah satu bidang terpenting dalam bidang operasional, dengan adanya manajemen kesiswaan tujuan untuk mengatur seluruh aktivitas pembelajara dapat terjalankan dengan baik, lancar, tertib, dan tertata serta dapat tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang baik.Keywords : Manajemen, Kesiswaan, Pembelajaran Islam
MANAJEMEN PERSONALIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Nur Fadhilah Hasibuan; Imelda Azizah Jannah; Darliana Sormin; Khoiriah Barokah; Delila Sari Batubara
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 4, No 1 (2026): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen personalia dalam lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik. Manajemen personalia merupakan aspek penting yang mencakup perencanaan, rekrutmen, seleksi, pengembangan, penilaian kinerja, serta pembinaan sumber daya manusia guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen personalia yang sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian tenaga pendidik. Selain itu, program pelatihan, supervisi, evaluasi kinerja, serta pemberian motivasi dan penghargaan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kerja guru. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, manajemen personalia yang efektif juga mendukung terbentuknya tenaga pendidik yang tidak hanya profesional dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen personalia menjadi strategi penting dalam mewujudkan mutu pendidikan Islam yang unggul dan berkelanjutan.Kata Kunci: manajemen personalia; pendidikan islam; profesinalisme; guru
PRINSIP-PRINSIP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Rahmi Rizky Sinambela; Yusnania Dewi Lubis; Samsidar Samsidar; Rahmah Yasrah Dalimunthe; Rini Agustini
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 4, No 1 (2026): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan Islam merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Prinsip dasar Manajemen Pendidikan Islam mengandung berbagai prinsip umum yang fleksibel sehingga ia sejalan dengan kemajuan dan perkembangan zaman yang ada saat ini dengan baik. Prinsip-prinsip inilah yang membedakan antara manajemen pendidikan secara umum dengan manjemen pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam. Berkenaan dengan manajemen pendidikan pada dasarnya adalah sebuah dimensi proses dan aktivitas substansional yang dilaksanakan secara efesien dan melibatkan kinerja orang lain dalam mendidik manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, serta sumber-sumber relevan yang berkaitan dengan manajemen pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dasar manajemen pendidikan Islam meliputi prinsip tauhid, amanah, musyawarah, keadilan, tanggung jawab, efisiensi, efektivitas, serta orientasi pada kemaslahatan umat. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan fungsi manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam, menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Dengan demikian, manajemen pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.  Kata kunci: Manjemen Pendidikan Islam, Prinsip Dasar Manajemen
KARAKTERISTIK MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MENJAUHI PERBUATAN BULLY DAN INTOLERANSI Bonardi Harahap; Roma Ananda; Mira Rahmayanti Sormin; Rini Yanti Hasanah; Herman Pelangi
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 4, No 1 (2026): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul ini membahas karakteristik manajemen pendidikan Islam dalam upaya menjauhi perilaku bullying dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Fenomena bullying dan intoleransi yang semakin meningkat menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai moral dan akhlak dalam sistem pendidikan. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap saling menghargai, toleransi, dan empati terhadap sesama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kepustakaan atau yang biasa disebut study pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan berbagai data pustaka, serta membaca dan mencatat, lalu mengolah data yang dijadikan sebagai bahan penelitian. Manajemen pendidikan Islam memiliki ciri khas yang berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah, seperti kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), persaudaraan (ukhuwah), dan toleransi (tasamuh). Nilai-nilai tersebut diimplementasikan dalam seluruh proses pengelolaan pendidikan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Melalui pendekatan ini, lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Selain itu, peran guru sebagai teladan, penerapan aturan yang adil, serta pembinaan karakter peserta didik menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya bullying dan intoleransi. Dengan penerapan manajemen pendidikan Islam yang tepat, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu hidup dalam keberagaman.Kata kunci: Manajemen Pendidikan Islam, Bullying, Intoleransi.
METODE DAN TEKNIK MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nervina Tiazor Siregar; Nur Saibah Koto; Hidayat Nur Wahid; Sakinah Putriana; Rosmaimuna Siregar
Tarim : Jurnal Islamic Eduation Vol 4, No 1 (2026): Tarim : Jurnal Islamic Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengkaji ragam metode Pendidikan Agama Islam dalam meraih prestasi belajar karena kehadiran pendidikan untuk mengembangkan potensi manusia, mengubah dan mengembangkan potensinya kearah yang lebih baik. Metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang dipakai oleh guru (pendidik) dalam proses belajar mengajar agar siswa (murid, peserta didik) mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam kurikulum, silabus dan mata pelajaran. Pendidikan Islam adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan ajaran Islam untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Untuk melahirkan peserta didik yang berkualitas dibutuhkan metode yang tepat dalam memberikan materi pelajaran. Pembelajaran yang dilaksanakan guru/pendidik di dalam kelas akan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien apabila semua komponen pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Kata Kunci: Konsep Pendidikan Islam, Metode Mengajar.