cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Indo Publishing
ISSN : 30898145     EISSN : 30901294     DOI : https://doi.org/10.63822/aksikita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 507 Documents
Peningkatan Kemampuan Pencatatan Keuangan Harian Berbasis Aplikasi melalui Pendampingan pada 12 UMKM di Tulungagung dan Trenggalek Riris Andani; Ismatul Eka Novita Sari; Muhammad Gading Setiawan; Rizka Unia Zatul Umroh; Binti Nur Asiyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0mpa2t06

Abstract

Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuntut pelaku usaha memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik untuk mendukung keberlanjutan usaha. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan sistematis sehingga mengalami kesulitan dalam memantau arus kas, mengetahui keuntungan usaha, serta mengambil keputusan bisnis yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan harian berbasis aplikasi Buku Kas serta pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam pengelolaan usaha. Kegiatan dilaksanakan pada 12 UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek menggunakan metode Service Learning melalui tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelayanan, dan pendampingan penggunaan aplikasi Buku Kas sebagai media pencatatan keuangan digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan sebagian besar mitra masih melakukan pencatatan sederhana dan tidak rutin. Setelah pendampingan, seluruh mitra mampu menggunakan aplikasi Buku Kas untuk mencatat transaksi usaha secara lebih teratur, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, pemahaman mitra mengenai pentingnya pencatatan keuangan juga meningkat. Dengan demikian, pendampingan penggunaan aplikasi Buku Kas efektif dalam meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan harian pada UMKM.  
Penguatan Branding dan Digitalisasi sebagai Upaya Pengembangan UMKM Incatring di Surabaya Naira Putri Irwansyah; Mutiaraya Heaven; Abid Ananta Aryaguna; Davina Nayla Pramadani Ibenk; Daratri Prasasya; Secilia Kristanty Hasianta; Siti Fatimah Nurmalasari; Tri Siwi Agustina; Dunga Dwi Barinta
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wc7g9v92

Abstract

UMKM Incatring merupakan usaha katering dan warung makan milik Ibu Mutmainah yang berlokasi di Jalan Karang Gayam No. 9C, Tambaksari, Surabaya, dan telah berdiri sejak 15 April 2014. Sebagai pelaku usaha yang merintis bisnis secara mandiri setelah kehilangan pasangan hidup demi menghidupi ketiga anaknya, Ibu Mutmainah menjadi salah satu contoh nyata semangat wirausaha di kalangan perempuan. Meskipun memiliki potensi yang cukup besar, UMKM Incatring masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada aspek pemasaran dan digitalisasi usaha, yaitu belum adanya identitas visual berupa logo, belum terdaftarnya lokasi usaha pada Google Maps, belum tersedianya media promosi digital, serta sistem pembayaran yang masih berbasis tunai dan transfer. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk membantu memperkuat branding dan mendorong digitalisasi UMKM Incatring agar visibilitas usaha meningkat dan jangkauan pemasaran dapat lebih luas. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif (Participatory Method) dan pendekatan Community Based Activity, dengan pelaksanaan yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendampingan dilakukan melalui tiga kali kunjungan pada periode Maret hingga Mei 2026. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan logo dan stiker kemasan, pembuatan akun Instagram @incatring.surabaya beserta konten promosi digital, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, pendampingan pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai, serta penyusunan buku panduan literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM Incatring kini telah memiliki identitas visual yang lebih konsisten, keberadaan digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas, serta fasilitas pembayaran non-tunai bagi pelanggan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari SDGs nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana kerja sama antara mahasiswa Universitas Airlangga dan UMKM Incatring memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Pendampingan Digitalisasi Layanan Administrasi Karyawan Melalui Implementasi Employee Service Desk di Lingkungan Perusahaan Niken Zelia Sari; Muhammad Nasir; Suyanto Suyanto
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p5zdtv41

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung digitalisasi layanan administrasi karyawan di lingkungan perusahaan. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan mitra, ditemukan beberapa permasalahan, seperti proses pengajuan cuti, izin, lembur, dan surat tugas yang masih dilakukan secara manual, kesulitan dalam memantau status pengajuan, serta pengelolaan dokumen yang belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mendampingi mitra dalam mengidentifikasi kebutuhan layanan administrasi dan memberikan solusi melalui penerapan konsep Employee Service Desk. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan pengguna, pendampingan penyusunan solusi digital, serta penyampaian hasil kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil mengidentifikasi sembilan kebutuhan utama layanan administrasi dan memperoleh rancangan aplikasi Employee Service Desk yang terdiri atas dashboard, pengajuan layanan, monitoring status, notifikasi, riwayat pengajuan, dan approval atasan. Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem layanan administrasi karyawan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya transformasi digital dalam mendukung peningkatan kualitas layanan administrasi di lingkungan perusahaan.
Edukasi Pencegahan Stunting dan Pengukuran Antropometri pada Bayi dan Balita di Posyandu Padang Seurahet Adellya Rahma; Bintang M.D Sinaga; Dinda Munaksirah; Maisarah Sinabutar; Zahira Alayasyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/43zrzn53

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting serta melakukan pemantauan status pertumbuhan bayi dan balita melalui pengukuran antropometri. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Posyandu Padang Seurahet dengan melibatkan 70 peserta yang terdiri atas ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui presentasi, leaflet, diskusi, serta pengukuran antropometri yang mencakup berat badan, tinggi badan, dan panjang badan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan upaya pencegahan stunting. Peningkatan pengetahuan terlihat dari hasil post-test yang lebih baik dibandingkan pre-test, terutama pada peserta dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi. Selain itu, hasil pengukuran antropometri terhadap 25 bayi dan balita menunjukkan masih adanya beberapa anak yang memiliki indikasi pertumbuhan kurang optimal sehingga memerlukan pemantauan dan intervensi lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan pentingnya kombinasi antara edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan secara rutin sebagai upaya pencegahan stunting. Dengan demikian, kegiatan edukasi pencegahan stunting dan pengukuran antropometri di Posyandu Padang Seurahet dapat meningkatkan pengetahuan ibu serta mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan pada anak. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat guna mendukung penurunan angka stunting.
Penguatan Penerimaan Diri pada Anak yang Ditinggal Orang Tua Merantau Farid Ardiyanto; Izza Yulfana K.; Karuna Ingtyas Putranti F
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/x3wv2x84

Abstract

 Penerimaan diri merupakan kemampuan seseorang untuk menerima kondisi diri dan pengalaman hidup yang dimilikinya. Individu yang ditinggal orang tua merantau sering mengalami perasaan sedih, kesepian, rindu, dan munculnya pikiran negatif terhadap dirinya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan diri melalui konseling kelompok dengan teknik ABCDE dalam pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Kegiatan melibatkan tiga peserta dewasa awal yang memiliki pengalaman ditinggal orang tua merantau. Proses konseling dilakukan melalui tahapan Activating Event (A), Belief (B), Consequence (C), Disputing (D), dan Effect (E). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami hubungan antara pengalaman yang dialami, keyakinan yang dimiliki, dan emosi yang muncul. Setelah mengikuti konseling, peserta menunjukkan perubahan cara pandang yang lebih positif, lebih memahami alasan orang tua merantau, serta memiliki penerimaan diri yang lebih baik. Dengan demikian, konseling kelompok teknik ABCDE dalam pendekatan REBT dapat membantu meningkatkan penerimaan diri pada individu yang memiliki pengalaman ditinggal orang tua merantau.
Analisis Potensi dan Pengembangan Usaha Bakso Ikan Tuna di Kelurahan Kolo, Kota Bima Citra Damayanti; Muhammad Rizki Ramadhan; Septian M Aryadin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xxazyt70

Abstract

Kelurahan Kolo merupakan salah satu wilayah pesisir di Kecamatan Asakota, Kota Bima yang memiliki potensi perikanan tuna yang melimpah. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pengolahan ikan tuna menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, salah satunya bakso ikan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengolahan bakso ikan tuna, mengidentifikasi keunggulan produk, serta menganalisis potensi dan pengembangan usaha bakso ikan tuna di Kelurahan Kolo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan bakso ikan tuna dilakukan melalui tahapan pemilihan bahan baku, pembersihan, penggilingan, pencampuran bumbu, pembentukan adonan, dan perebusan hingga matang. Bakso ikan tuna memiliki keunggulan berupa kandungan protein yang tinggi, rendah lemak, serta cita rasa yang khas. Selain itu, usaha pengolahan bakso ikan tuna memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui peningkatan nilai jual ikan tuna dan penciptaan peluang usaha. Dengan demikian, bakso ikan tuna berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Monitoring dan Pengelolaan Jaringan Internet Rizky Adi Saputra; Muhammad Nasir; Fatoni Fatoni
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8pr6gm30

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang stabil dan berkualitas. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara pengelolaan dan monitoring jaringan internet secara sederhana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pelatihan monitoring dan pengelolaan jaringan internet. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jaringan internet, fungsi WiFi dan router, serta teknik dasar monitoring jaringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan jaringan internet dan pemanfaatan perangkat jaringan dalam mendukung aktivitas digital sehari-hari. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam penggunaan jaringan internet secara lebih efektif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pemahaman dasar mengenai monitoring dan pengelolaan jaringan internet.  
Pemberdayaan Rumah Jahit Erinara Collection Melalui Rebranding Identitas Visual dan Optimalisasi Pemasaran Digital Nadiva Indah Pratiwi; Devina Cinthya Adhi; Fadito Putera Zaidin; Yesenia Atha Syakira; Enrika Jasmine Putri Sariyanto; Muhammad Gerald Bayu Putra; Dimas Danadyaksa Kurniawan; Tri Siwi Agustina
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6r07ws73

Abstract

Mitra UMKM Erinara Collection adalah sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang fesyen dan jasa jahit di Surabaya. Meskipun Erinara Collection memiliki keunggulan kompetitif pada kualitas jahitan made by order dan potensi produk berkelanjutan (sustainable fashion), usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala. Permasalahan utama meliputi jangkauan promosi yang mengandalkan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), inkonsistensi identitas merek (branding), keterbatasan sumber daya manusia untuk produksi, serta sistem pencatatan keuangan yang belum berjalan rutin. Metode pendampingan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan empat tahap kunjungan lapangan secara berkala. Berdasarkan analisis situasi, intervensi difokuskan pada perbaikan branding dan optimalisasi pemasaran digital guna menciptakan identitas visual yang profesional dan kohesif.  Melalui pendampingan ini, UMKM Erinara Collection diharapkan mampu membangun citra merek yang lebih profesional dan konsisten, sehingga siap menjangkau pangsa pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Dari Generasi ke Generasi: Menanamkan Nilai Islam Sejak Dini hingga Usia Senja melalui Pengajaran TK, TPA, dan Pengajian Aisyiyah dalam Studi PKL-PP Mahasiswa UMS di Mojosongo Marsita Tri Febriany; Susi Nur Romandhoni; Niken Rita Maharani; Dyah Ayu Sintawati; Savnabilla Ristrian Zulfaany; Naura Anindya Rahma; Rehany Rizkyawati; Annisa Afridha Nur Fatikah; Cindi Faradella; Alifia Ratna Hidayah; Ephiya Ela Armila; Billaura Amany; Ahmad Nurrohim
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/szexh130

Abstract

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Pengembangan Persyarikatan (PKL-PP) mahasiswa Akuntansi FEB UMS di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Mojosongo, PCM Jebres, Surakarta, berlangsung selama lima kali pertemuan secara partisipatif dan kolaboratif berdasarkan observasi, pemetaan kebutuhan, serta diskusi dengan pengurus PRA dan takmir Masjid Hidayah Mojosongo. Program mencakup penguatan TPA dengan metode interaktif, pemetaan kelembagaan PRA, aktivasi media sosial untuk dakwah digital, penerapan pembelajaran digital di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 51 Mojosongo 1 untuk literasi teknologi dan penanaman nilai Islam sejak dini, serta pendampingan Pengajian Aisyiyah rutin di Masjid Hidayah yang diikuti jamaah dewasa hingga lansia, sehingga dakwah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjangkau lintas generasi. Mahasiswa juga menyusun sistem dokumentasi untuk penataan kelembagaan dan penguatan informasi internal PRA. Setiap program menerapkan nilai AIK seperti kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, dan empati sosial, sejalan dengan Akbar (2024) bahwa integrasi AIK menuntut praktik nyata di masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme anak belajar agama meningkat, partisipasi jamaah pengajian dewasa hingga lansia bertambah, dan pengurus PRA terinspirasi untuk menata organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif mahasiswa untuk memperdalam spiritualitas, melatih kepemimpinan, dan berkomunikasi lintas generasi. PKL-PP membuktikan dakwah Muhammadiyah dapat berjalan kreatif, kontekstual, dan memberdayakan, serta direkomendasikan sebagai model pengabdian Islam Berkemajuan yang sinergis antara kampus dan masyarakat.
Peran Keluarga sebagai Mikrosistem dalam Membentuk Kemandirian Anak Kajian Teori Ekologi Bronfenbrenner Kaloka Adi Pranawa; Rifqy Ahmad Arief; Hebron Arya Muhammad
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wzh9ma31

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia dini yang perlu distimulasi sejak awal melalui lingkungan terdekat, terutama keluarga. Dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner, keluarga dipandang sebagai mikrosistem yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan perilaku anak, termasuk kemandirian dan regulasi emosi. Hasil asesmen awal dan pendampingan pada satu keluarga dengan anak usia 4 tahun 6 bulan menunjukkan bahwa anak telah memiliki beberapa kemampuan mandiri, seperti makan, minum, dan toilet training secara mandiri, tetapi masih mengalami kesulitan dalam memakai baju secara lengkap serta mudah menangis ketika menghadapi kegagalan dalam menyelesaikan tugas sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak, khususnya dalam berpakaian, serta memperkuat regulasi emosi anak melalui pendampingan pola asuh pada keluarga. Kegiatan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada satu keluarga inti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pendampingan dilaksanakan selama dua minggu dengan strategi modelling, scaffolding, validasi emosi, dan pujian berbasis usaha. Setelah pendampingan, anak mulai menunjukkan peningkatan kemandirian dalam memakai baju, yaitu mampu memasukkan kepala dan satu lengan secara mandiri, meskipun masih membutuhkan bantuan pada bagian kancing atau risleting. Anak juga mulai mampu mencoba kembali ketika mengalami kesulitan dalam bermain puzzle, dengan frekuensi menangis yang menurun. Orang tua menunjukkan perubahan dalam pola pengasuhan, yaitu lebih sabar, tidak terlalu cepat membantu, serta lebih konsisten memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri. Kesimpulan: Pendampingan keluarga sebagai mikrosistem melalui pola asuh yang suportif, konsisten, dan responsif membantu meningkatkan kemandirian dan regulasi emosi anak usia dini. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses stimulasi tersebut