cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN KEPUTUSAN PEMBELIAN TELUR PREMIUM OMEGA-3 DI KOTA MEDAN Yusra Mauliza Nasution; Iskandarini Iskandarini; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.95 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk menentukan karakteristik konsumen telur premium omega-3 dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian telur premium omega-3.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi berganda menggunakan alat bantu SPSS 17. Penentuan daerah lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada Februari – Maret 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakeristik konsumen telur premium omega-3 adalah paling banyak berada pada kelompok umur 46-54 tahun, pendidikan konsumen yang paling banyak yaitu berada pada tingkat pendidikan sarjana, pekerjaan konsumen yang paling banyak yaitu berada pada pekerjaan ibu rumah tangga, pendapatan konsumen yang paling banyak berada pada kelompok pendapatan Rp. 4.900.000 – Rp. 6.200.000. Variabel faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat keputusan pembelian telur premium omega-3. Sedangkan variabel faktor budaya dan variabel faktor psikologi yang secara partial  berpengaruh nyata terhadap variabel keputusan pembelian telur premium omega-3. Kata kunci : Karakteristik Konsumen, Perilaku Konsumen, Keputusan Pembeliam Telur Premium Omega-3  
EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Kasus: Desa Sidodadi Ramunia, Kec. Beringin, Kab. Deli Serdang) Arie Febiansyah Pasaribu; Sri Fajar Ayu; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.151 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) terhadap petani padi sawah selama 5 (lima) tahun terakhir, untuk mengetahui hasil evaluasi program, pelaksanaan program dan hasil program penyuluhan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), untuk mengetahui  produksi  petani  sebelum  dan  setelah  mengikuti  Program Penyuluhan   Pengendalian   Hama   Terpadu   (PHT)   dan   untuk   mengetahui pendapatan       petani       sebelum       dan       setelah       mengikuti       Program Penyuluhan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Desa Sidodadi Ramunia, Kec. Beringin, Kab. Deli Serdang. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, sementara untuk metode penentuan sampel digunakan metode proportionate random sampling dengan besar sampel 30 dari dua kelompok tani yang mengikuti program PHT. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, metode CIPP (Context, Input, Process dan Product) yang dipadukan dengan skoring dan uji Paired  Samples t  Test yang  dibantu oleh Software SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan penerapan program penyuluhan Pengendalian Hama  Tepadu  (PHT)  di  daerah  penelitian  mengalami  perkembangan.  Hasil evaluasi program, pelaksanaan program dan hasil program penyuluhan Pengendalian Hama Terpadu di   daerah penelitian berhasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada produksi usahatani padi sawah sebelum dan setelah mengikuti  Program Penyuluhan Pengendalian Hama Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat perbedaan yang  signifikan  pada  pendapatan  petani  padi  sawah  sebelum  dan  setelah mengikuti Program Penyuluhan Pengendalian Hama Terpadu.   Kata kunci  : Evaluasi  Program,  Evaluasi  Pelaksanaan  Program,  Evaluasi Hasil Produksi, Pendapatan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN LABUHANBATU (Kasus : Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu) Atika Hidayati; Kellin Tarigan; Rulianda Purnomo Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.945 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah penelitian,  menganalisis korelasi antara luas lahan dengan pendapatan petani di daerah penelitian, menganalisis korelasi antara biaya produksi kelapa sawit per Ha dengan pendapatan petani di daerah penelitian, dan menganalisis kelayakan finansial perkebunan kelapa sawit di daerah penelitian.Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda, uji korelasi pearson dan uji kelayakan. Metode pengumpulan Data metode primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden (petani kelapa sawit) menggunakan kuesioner. Data  skunder diperoleh dari instansi terkait. Besar sampel ditentukan dengan metode Slovin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive. Hasil penelitian menyimpulkan ada korelasi yang kuat antara biaya produksi, luas lahan, tenaga kerja, dan umur tanaman dengan pendapatan petani. Usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah penelitian secara finansial layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Petani Kelapa Sawit Rakyat, Kelayakan Finansial, Pendapatan
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (Kasus: Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara) Ayu Ranti Ningsih; Lily Fauzia; Muhammad Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.387 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan input produksi (benih, pupuk, pestisida, modal) usahatani cabai merah, mengetahui pendapatan usahatani cabai merah, dan mengetahui kelayakan usahatani cabai merah. Metode penentuan daerah  penelitian ditetapkan secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan Kecamatan Limapuluh merupakan daerah  penghasil cabai merah terbesar di Batu Bara. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner atau wawancara kepada petani di daerah penelitian. Metode penentuan sampel diperoleh dari rumus Slovin dengan sampel sebesar 37 sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, rumus pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input produksi usahatani cabai merah tersedia di daerah penelitian, pendapatan petani sampel sebesar Rp 6.218.227,027 dikategorikan tinggi dibandingkan dengan UMK Batu Bara sebesar Rp 2.504.499,06/bulan dan usahatani layak diusahakan dengan nilai BEP harga sebesar Rp 8.220/Ha , BEP Produksi 1.272 kg/ha, BEP Penerimaan sebesar Rp 33.209.858/Ha dan R/C sebesar 3,26 Kata Kunci: Cabai Merah, Pendapatan, Kelayakan Usahatani
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI JAHE (Kasus : Desa Nagori Silou Huluan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun) Binaria Sinaga; Kellin Tarigan; Rulianda Purnomo Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.866 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi, harga, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan terhadap pendapatan usahatani jahe di daerah penelitian dan untuk menganalisis besar pendapatan bersih usahatani jahe di daerah penelitian. Metode penentuan daerah dalam penelitian ini adalah metode purposive. Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Slovin, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan usahatani jahe adalah produksi, harga dan tenaga kerja. Produksi, harga, tenaga kerja, pendidikan, dan pengalaman secara serempak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani Jahe. Pendapatan yang diperoleh petani jahe di daerah penelitian adalah sebesar  Rp. 89.748.225/Ha/MT. Nilai R/C Rasio dari usahatani jahe adalah 2,82. Usahatani jahe di lokasi penelitian adalah usahatani jahe layak untuk diusahakan karena R/C > 1. Kata Kunci : jahe, pendapatan usahatani, faktor yang mempengaruhi
FAKTOR – FAKTOR MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI KEDELAI DI SUMATERA UTARA Cut Hasri Nazura; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder tentang ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara dari tahun 2001-2016. Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari instansi- instansi terkait seperti BPS, BKP Prov. Sumatera Utara, dan Dinas Pertanian Prov.Sumatera Utara. Dari penelitian ini didapatkan bahwa ketersediaan kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh  luas panen,  tenaga  kerja,  pendapatan,  dan nilai tukar.  Namun secara parsial hanya dipengaruhi oleh luas panen, kedelai, dan pendapatan. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga kedelai impor, pendapatan, jumlah industri tahu/tempe, dan nilai tukar. Namun secara parsial hanya dipengaruhi oleh pendapatan dan jumlah industri tahu/tempe. Rasio perbandingan ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara mengalami fluktuasi di tahun 2001-2016.   Kata Kunci: Ketersediaan dan Konsumsi Kedelai, Faktor-faktor yang mempengaruhi, Regresi Linier Berganda.
ANALISIS VARIASI HARGA BERAS DI TINGKAT PETANI DENGAN PENETAPAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) BERAS (KASUS: DESA MELATI II, KECAMATAN PERBAUNGAN, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI) David Michael Siahaan; Luhut Sihombing; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.818 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi penetapan haga eceran tertinggi beras, menganalisis besar perbedaan harga beras di tingkat petani dengan harga eceran tertinggi dan menganalisis dampak penetapan harga eceran tertinggi terhadap  harga  gabah  di  tingkat  petani di  Desa  Melati  II.  Metode  penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive area sampling.  Pengambilan  sampel  dilakukan  dengan  metode  random  sampling dengan  jumlah  sampel  sebanyak  60  sampel  petani.  Metode  analisis  yang digunakan adalah metode deskriptif, metode one sample t test dan metode paired sample t test Hasil penelitian menunjukkan implementasi harga eceran tertinggi beras berjalan kurang baik. Harga beras di tingkat petani adalah Rp. 6.087/Kg lebih kecil dari harga yang ditetapkan pemerintah (HPP) yaitu Rp. 7.300/Kg . Penetapan harga eceran tertinggi mengakibatkan harga gabah turun menjadi rata- rata Rp.3.757/Kg.   Kata Kunci : harga beras, harga eceran tertinggi beras, harga gabah.
ANALISIS PENGARUH UPAH TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN TETAP Debby Octaviani; Muhammad Jufri; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.592 KB)

Abstract

PTPN III PKS Sei Mangkei memiliki sistem pengupahan yang terdiri dari upah dalam bentuk uang dan natura yakni upah gaji atau gaji pokok, upah bonus, premi, upah beras dan THR yang akan diteliti untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sistem pengupahan tersebut terhadap kepuasan karyawan di PTPN III PKS Sei Mangkei. Selain itu, PTPN III PKS Sei Mangkei unggul dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta mendapatkan penghargaan Sawit Nusantara Award (SNA) atas Pabrik Kelapa Sawit Terbaik Sawit-Karet-Teh Nusantara Award dari tahun 2010-2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji pokok, bonus, premi, beras, dan THR terhadap tingkat kepuasan karyawan tetap, serta mengukur tingkat kepuasan kayawan tetap terhadap upah gaji pokok, bonus, premi, beras, dan THR di daerah penelitian. Penentuan  daerah penelitian dilakukan secara Purposive. Penentuan ukuran sampel dilakukan dengan                    metode Slovin. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi logistik, dan skala pengukurannya menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan gaji pokok, bonus, premi, beras dan THR secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei. Secara  parsial, hanya gaji pokok yang berpengaruh nyata dan signifikan. Tingkat kepuasan karyawan tetap atas sistem pengupahan sebesar 81,5% dengan skor 20,34 yang artinya tingkat kepuasan karyawan yang berada pada kisaran 17 – 21 termasuk dalam Kategori Puas. Kata Kunci : Upah, Kepuasan Karyawan Tetap, Regresi Logistik, Metode Likert
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMBU AIR KESUMA MERAH (Syzygium Aqueum) DI DESA PAYAROBA KECAMATAN BINJAI BARAT Indah Fatma Devi; Kellin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.311 KB)

Abstract

Tujuan  Penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  proporsi  biaya  pada  input usahatani jambu air kesuma merah di daerah penelitian, menganalisis kelayakan usahatani jambu air kesuma merah di daerah penelitian dan untuk menganalisis pengaruh luas lahan dan pemakaian saprodi (jumlah bibit, jumlah pupuk, jumlah pestisida, dan jumlah tenaga kerja) di Desa Payaroba Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menganalisis kelayakan menggunakan perhitungan R/C  ratio dan BEP (Break   Even   Point)   dan   metode   analisis   regresi   linier   sederhana   yang menggunakan alat bantu SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi biaya input terbesar pada usahatani jambu air kesuma merah di daerah penelitian adalah biaya tenaga kerja yaitu sebesar 34,68% per petani dan 37,06% per hektar. Usahatani jambu air kesuma merah layak diusahakan di daerah penelitian dimana diperoleh R/C ratio > 1 yaitu 2,23 dan BEP Produksi < Total produksi  yaitu 297 < 690,  serta BEP Harga < harga jual yaitu Rp. 11.974 < Rp. 25.000. Faktor luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap BEP Produksi di daerah penelitian, sedangkan pemakaian saprodi (jumlah bibit, jumlah pupuk, jumlah pestisida dan jumlah tenaga kerja) berpengaruh nyata secara parsial terhadap BEP Produksi di daerah penelitian.   Kata Kunci: Usahatani Jambu Air Kesuma Merah, Kelayakan Usahatani
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN AREN (Arenga Pinnata Merr.) (Kasus: Desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang) Joni Ennervon Taraja; Sri Fajar Ayu; Siti Khadijah Nasution
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.998 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan usahatani aren yang diolah menjadi tuak, untuk mengetahui kelayakan usahatani aren yang diolah menjadi gula merah, serta menganalisis efisiensi pemasaran aren di Desa Buluh Awar. Metode penelitian yang digunakan adalah untuk mengetahui kelayakan usahatani aren yang diolah menjadi tuak dan gula merah dianalisis dengan BreakEventPoint (BEP)dan R/C Ratio, untuk menganilisis efisiensi pemasaran aren dianalisis dengan menggunakan perhitungan efisiensi pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari uji kelayakan, usahatani aren yang diolah menjadi tuak dan  gula  merah  di  Desa  Buluh  Awar  layak  untuk  diusahakan,  dan  saluran tataniaga usahatani aren yang diolah menjadi tuak di Desa Buluh Awar adalah efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 6,78, untuk saluran tataniaga usahatani aren yang diolah menjadi gula merah di Desa Buluh Awar adalah efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 4,66 pada saluran tataniaga gula merah Petani I, serta saluran tataniaga gula merah Petani II sebesar 3,05.   Kata Kunci:Usahatani Aren, Tuak, Gula Merah, Kelayakan Usahatani, Efisiensi Pemasaran

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue