Articles
57 Documents
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Postpartum dengan Pemberian Kombinasi Perawatan Perineum dan Senam Kegel untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka di Tatanan Keluarga
Dea Aprilya;
Retno Banowati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v5i2.33
Latar Belakang: Ibu bersalin umumnya mengalami robekan pada vagina dan prenium yang menimbulkan perdarahan dalam jumlah bervariasi dan banyak. Hal ini diperlukkan perawatan yang tepat segera setelah persalinan atau penjahitan dapat membantu mengurangi edema dan memar maka untuk menguranginya dilakukan senam kegel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan pemberian kombinasi perawatan perineum dan senam kegel untuk mempercepat penyembuhan luka. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, sumber data yang diperoleh dari hasil pencarian menggunakan database google scholar yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris dengan rentang tahun 2019-2023, dengan menggunakan kriteria inklusi. Hasil: Setelah dilakukan pemberian senam kegel kepada klien selama 7 hari menyatakan bahwa ada pengaruh senam kegel dalam mempercepat penyembuhan luka. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil pada klien 1 mengalami proses penyembuhan luka selama 7 hari sedangkan klien 2 pada hari ke 7 kondisi luka belum menyatu dan masih basah sehingga mengalami pemanjangan proses penyembuhan luka Kesimpulan: Pengaruh senam kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum dilakukan senam kegel selama 7 hari sebanyak 3x/hari yaitu dipagi hari,siang dan malam sebelum tidur dengan durasi 15 menit.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Rasa Aman Nyaman pada Pasien Hipertermia dengan Teknik Tepid Water Sponge di RS Sumber Waras
Juairiah;
Yulianah Komalasari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.34
Hipertermia suatu peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, gangguan metabolisme, kecanduan obat, peningkatan suhu lingkungan atau paparan panas eksternal yang menyebabkan ketidakseimbangan pembentukan dan kehilangan panas. Hipertermia ialah peningkatan suhu tubuh yang dapat terjadi yaitu >37,5ºC diukur pada aksila anak atau suhu >38ºC diukur pada anus, tanpa disertai peningkatan suhu (termoregulasi) di hipotalamus. Tujuan dilakukan studi kasus ini untuk mendapatkan perbedaan mengenai pemberian kompres Tepid Water Sponge pada anak dengan Hipertermia. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif studi ini dilakukan pada kedua pasien Hipertermia dengan masalah keperawatan yang sama. Hasil setelah 3 hari pemberian kompres Tepid Water Sponge didapatkan hasil adanya penurunan suhu tubuh yang diberikan pada pembuluh darah besar seperti leher, kedua ketiak, kedua lipatan paha selama 15 menit, pada pasien pertama suhu sebelum dilakukan kompres menunjukkan hasil 380C sesudah dilakukan kompres suhu menjadi 37,80C. Pada pasien kedua suhu sebelum dilakukan kompres menunjukkan hasil 39,10C, sesudah dilakukan kompres suhu menjadi 380C Kesimpulan pemberian kompres Tepid Water Sponge sangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami Hipertermia.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman : Penurunan Kadar Uric Acid dengan Jus Nanas pada Lansia di Tatanan Keluarga
Karyatin;
Syifa Azzahra Putri
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.36
Latar belakang : Gout arthritis merupakan penyakit yang menyerang persendian salah satunya terjadi pada lansia. Gout arthritis merupakan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh peningkatan kadar uric acid dalam darah, akibat gangguan metabolisme purin (hiperurisemia) dalam tubuh yang ditandai dengan nyeri sendi sehingga dapat menghambat fungsinya. Tujuan : Penelitian ini telah mendapatkan gambaran Asuhan Keperawatan pemenuhan kebutuhan aman nyaman : penurunan kadar uric acid dengan jus nanas pada lansia di tatanan keluarga. Metode : Studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Studi kasus ini dilakukan pada dua orang klien Gout arthritis dengan pemberian jus nanas dengan masalah keperawatan yang sama. Hasil : Kedua klien terjadi penurunan kadar uric acid dan mampu membuat jus nanas secara mandiri. Kesimpulan : untuk menghindari terjadinya gout arthritis kronik perlu adanya diit tinggi purin
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi dengan Pemberian Teknik Batuk Efektif pada Pasien PPOK di RS. X
Donny Richard Mataputun;
Afista Sekar Purwani
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.37
Latar Belakang : Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sebagai penyebab kematian paling umum ketiga di dunia. Sebanyak 3,23 juta kematian pada tahun 2019 dengan merokok sebagai penyebab utamanya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik batuk efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pemberian batuk efektif. Hasil : didapatkan hasil pada pasien I intervensi batuk efektif berhasil dengan hasil frekuensi napas membaik, produksi sputum cukup menurun, pola napas membaik, dan batuk efektif meningkat. Sedangkan pada pasien II intervensi batuk efektif berhasil dengan hasil frekuensi napas membaik, produksi sputum sedang, batuk efektif meningkat. Pada pasien I dan pasien II tindakan telah berhasil. Kesimpulan : Penerapan batuk efektif dapat membantu pengeluaran sputum sehingga dapat mengurangi sesak napas, memberi rasa nyaman pada pasien dengan PPOK, dan dapat dilakukan secara mandiri.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Teknik Pijat Oksitosin terhadap Kelancaran Pengeluaran ASI pada Klien Postpartum
Esther Lenny;
Aknes Diani Rani
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.38
Latar belakang: ASI nutrisii yang optimal bagii bayi, mengandung komponen bioaktif yang dapat melindungi bayi dari infeksi, diare, penumoni, kecerdasan, bagi ibu mencegah resiko perdarahan, depresii pascaa persalinan. Pemberian ASI jugaIdapattmencegah kematian anak usia dibawah 5 tahun serta kematian wanita karena kanker payudara. Riskesdas(2019) mencatatat 7,8 juta (35.6%) dari 23 juta balita mendapatkan cukup ASI. Tujuan: Didapatkan asuhan keperawatan keluargan pemenuhan kebutuhannamannnyaman dengan pijat oksitosin 15 menit 2 kali sehari selama 7 hari untuk meningkatkan kelancaran ASI ibu postpartum. Metode: Studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitik selama 7 hari. Hasil: hasil didapatkan peningkatan ASI. Klien 1 dengan ASI sebanyak 10ml menjadi 40ml klien 2 dengan ASI sebanyak 10ml menjadi 20ml. Kedua hasil tersebut masih ditambah ASI yang dihisap oleh bayi sampai kenyang (tidak terukur). Diharapkan klien atau keluarga dapat menerapkan pijat oksitosin untuk memperlancar ASI. Saran: Peneliti lainnya dapat melakukan penelitian terkait dengan penambahan variabel yang berbeda.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman dengan Pemberian Rendam Kaki Air Hangat untuk Menurunkan Hipertensi Pada Lansia di Tatanan Keluarga
Dea Aprilya;
Rilo Pambudi
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.39
Latar Belakang: Lansia yaitu seseorang yang berusia 60-75 tahun. Peningkatan usia diiringi dengan penurunan kekuatan dan massa otot, penurunan fungsi otak dan denyut jantung maksimal, serta menurunnya sensitivitas tekanan darah akibat peningkatan resistensi pembuluh darah perifer yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi batas normal yaitu 120/80 mmHg dan dapat menyebabkan komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan aman nyaman (pemberian rendam kaki air hangat) untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia ditatanan keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan intervensi terapi non farmakologi rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah yang diberikan selama 15 menit pada pagi dan sore hari dalam 3 hari berturut-turut pada suhu air 37-40°C sesuai kriteria inklusi yaitu 2 orang responden berusia > 60 tahun dan tidak mengkonsumi obat anti hipertensi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dari tekanan darah pada kedua klien setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat. Klien 1 tekanan darahnya menurun dari 149/79 mmHg menjadi 115/90 mmHg. Sementara klien 2 dari 145/79 mmHg menjadi 131/83 mmHg. Kesimpulan: Studi kasus ini membuktikan bahwa pemberian terapi rendam kaki air hangat efektif guna penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi dengan Teknik Pursed Lips-Breathing pada Pasien dengan Pneumonia Di RS. Sumber Waras
Tatang Sutisna;
Cicielia Ernawati Rahayu;
Nurul Fitria
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.42
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menginfeksi pada parenkim paru dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak nafas. Pneumonia yang disebabkan oleh agen infeksius yaitu: virus bakteri dan jamur. Kasus pneumonia mengalami peningkatan terjadi di negara berkembang dengan jumlah 162.000 kasus. Pada tahun 2019. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pemberian terapi teknik pursed lips breathing pada pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien pneumonia. Metode: metode ini menggunakan studi kasus dengan dua perbandingan pada pasien pneumonia untuk mengetahui apakah tindakan pursed lips breathing sangat efektif untuk menurunkan frekuensi pernapasan. Hasil: dari hasil dua perbandingan salah satu pasien dengan terapi pursed lips breathing tidak efektif Untuk menurunkan frekuensi napas dan untuk pasien kedua dengan tindakan pursed lips breathing sangat efektif menurunkan frekuensi napas. Kesimpulan: teknik pursed lips breathing sangat efektif pada pemenuhan kebutuhan oksigenasi dan menurunkan frekuensi napas pada pasien pneumonia.
Asuhan Keperawatan Kebutuhan Aman Nyaman pada Lansia Hipertensi dengan Penerapan Senam Tai Chi terhadap Nilai Tekanan Darah di Panti Sosial "X"
Karyatin;
Alvia Yunita Sari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i1.43
Latar Belakang: Lansia didefinisikan sebagai seseorang mencapai usia 60 tahun yang mengalami penurunan dan perubahan fisik, psikologis, serta sosial yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan fisik yang ditandai dengan penurunan denyut jantung maksimal, serta menurunnya sensivitas tekanan darah yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah melebihi batas normal 140/90 mmHg dan dapat menyebabkan komplikasi. Tujuan: untuk mengidentifikasi keefektifan senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah pada klien lansia dengan hipertensi. Metode: Menggunakan metode deskriptif dan studi kasus dengan intervensi terapi non farmakologi senam Tai Chi untuk menurunkan tekanan darah yang dilakukan sebanyak 7x selama 1 minggu, sesuai dengan kriteria inklusi yaitu berusia >60 tahun dan tidak mengkonsumsi obat anti hipertensi, klien dengan klasifikasi hipertensi derajat I dan II. Hasil: penelitian ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dari tekanan darah pada kedua klien setelah dilakukan senam Tai Chi. Dengan rata-rata Klien I tekanan darah sistole menurun 3,4 mmHg sedangkan tekanan darah diastole menurun 4,8 mmHg, sementara pada klien II tekanan darah sistole menurun 4,1 mmHg serta tekanan darah diastole menurun 3,5 mmHg. Kesimpulan: Studi kasus ini membuktikan bahwa pemberian senam Tai Chi efektif dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Rom pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bakti 2 Cengkareng Barat Jakarta Barat
Juairiah;
Kusnul Kotimah
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i2.44
Latar belakang: Stroke adalah timbul karena terjadi hambatan terhadap aliran darah, disebakan karena adanya sumbatan dialiran darah keotak, sehingga pecahnya pembuluh darah (Insana Maria, 2021). (WHO, 2021) mengatakan bahwa terdapat 13,7 juta kasus stroke setiap tahun dan sekitar 5,5 juta meninggal akibat stroke. Penderita stroke biasanya terjadi komplikasi seperti kelumpuhan baik sebagian tubuh maupun pada semua ekstermitas. Sebagian besar penderita stroke mengalami kelumpuhan sebagian tubuh (hemiprase). Tujuan : menggambarkan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Range Of Motion (ROM) dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Metode : menggunakan studi kasus dengan metode deskriptif dengan mengambil dua pasien stroke non hemoragik kemudian diberikan tindakan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Hasil : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam ROM pasif kekuatan otot pada pasien pertama pada ekstermitas atas menjadi 4 dan ekstermitas bawah menjadi 3 dan pasien kedua diawali dnegan kekuatan otot 0 menjadi 1 masalah teratasi sebagian. Kesimpulan : terjadi peningkatan kekuatan otot pada kedua pasien masalah teratasi sebagian. Saran : diharapkan dengan adanya studi kasus ini menjadikan informasi bagi masyarakat yang mengalami masalah stroke sehingga tidak terjadi komplikasi.
Studi Penerapan Rendam Kaki Air Hangat untuk Menurunkan Insomnia pada Lansia
Donny Richard Mataputun;
Yasyfa Putri Dinur
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63704/jksw.v6i2.45
Latar Belakang : Lanjut usia (lansia) merupakan tahap lanjutan dari suatu proses kehidupan dan yang sering disebut lansia yaitu berusia lebih dari 60 tahun. insomnia adalah sebuah gejala kelainan dalam tidur berupa sulit untuk tidur atau cenderung mempertahankan tidur meskipun ada kesempatan untuk melakukannya (Syadiyah, 2018). Wilayah Jakarta Barat meimiliki angka teirtinggi pada keijadian lansia insomnia seibeisar 30%, (KeimeinkeisRI, 2018). Meireindam kaki meingguinakan air deingan suihui 37-400C beirtuijuian uintuik meiningkatkan reilaksasi otot, meiningkatkan sirkuilasi darah, meinghilangkan streis, meinguirangi eideima, meiningkatkan peirmeiabilitas kapileir dan dapat meinyeihatkan jantuing. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan insomnia pada lansia. Metode : desain yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif. Hasil Penelitian : Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh rendam kaki air hangat terhadap insomnia pada lansia. Klien 1 dari insomnia sedang menjadi tidak insomnia sedangkan klien 2 dari insomnia sedang menjadi insomnia ringan.Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif untuk menurunkan insomnia pada lansia.