cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 268 Documents
Peramalan Nilai NAV RMF, Equity dan Fixed Fund PT. Prudential LIfe Assurance dengan Model Varima dan Arima Eric Gunawan; . Suhartono; Dian Retno Sari Dewi
Widya Teknik Vol. 7 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v7i2.1274

Abstract

Secara garis besar, investasi bisa dibagi menjadi tiga yaitu investasi keuangan, investasi komoditi perhiasan (emas, intan), dan investasi sektor riil. PT. Prudential Life Assurance merupakan perusahaan asuransi yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Model yang digunakan untuk analisis ini adalah metode VARIMA, dan ARIMA sebagai pembandingnya. Parameter-parameter yang digunakan adalah PREF (Prudential Equity Fund), PRMF (Prudential Managed Fund), dan PFIF (Prudential Fixed Income Fund). Fluktuasi nilai PREF dipengaruhi oleh saham, dan pasar uang, sedangkan untuk PRMF (Prudential Rupiah Managed Fund) dipengaruhi oleh PFIF (Prudential Fixed Income Fund), PREF (Prudential Rupiah Equity Fund), dan Cash Fund, untuk PFIF dipengaruhi oleh fluktuasi pendapatan tetap (obligasi) dan pasar uang. Hasil dari penelitian adalah nilai ramalan terbaik untuk NAV PREF, dan PRMF menggunakan ARIMA dengan One Step Ahead Forecasting, sedangkan PFIF menggunakan VARIMA dengan One Step Ahead Forecasting.
Penerapan Metode Gstar (P1) Untuk Meramalkan Data Penjualan Rokok di Tiga Lokasi Debora Evelyn Prisandy; . Suhartono
Widya Teknik Vol. 7 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v7i2.1275

Abstract

Salah satu dasar utama perencanaan produksi, inventori, dan distribusi yang efektif, dan efisien adalah peramalan yang tepat dari suatu data penjualan produk di waktu-waktu yang akan datang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penjualan harian rokok Hanisa Alami di tiga lokasi penjualan, yaitu Pasuruan, Malang, dan Batu, di mana data ini tidak hanya memiliki keterkaitan dengan kejadian pada waktu-waktu sebelumnya, tetapi juga mempunyai keterkaitan dengan lokasi atau tempat yang lain yang disebut dengan data spasial. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan model GSTAR (P1) untuk peramalan penjualan rokok Hanisa Alami di tiga lokasi serta untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara penjualan di suatu lokasi dengan lokasi lainnya. Disamping itu, juga untuk membandingkan model ARIMA, dengan model GSTAR (P1), mana yang lebih tepat digunakan dalam peramalan penjualan rokok Hanisa Alami di tiga lokasi berdasarkan hasil ketepatan ramalan. Model GSTAR (P1) yang merupakan pengembangan dari model space-time yang menggabungkan unsur keterkaitan waktu, dan lokasi pada suatu data deret waktu, dan lokasi. Hasil dari penelitian ini adalah suatu model GSTAR yang sesuai, sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan nilai-nilai ramalan yang tepat, dan dapat menjelaskan nilai-nilai ramalan yang tepat, dan dapat menjelaskan keterkaitan penjualan di suatu lokasi dengan penjualan di lokasi-lokasi yang lain.
Perbandingan Antara Model Neural Network dan Model Duane untuk Evaluasi Ketepatan Prediksi Waktu Kerusakan Suatu Komponen Tan Te Feng; . Suhartono; Julius Mulyono
Widya Teknik Vol. 7 No. 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v7i2.1276

Abstract

Artificial Neural Network atau yang dikenal dengan jaringan syaraf tiruan merupakan salah satu representasi buatan dari otak manusia yang selalu mencoba untuk mensimulasikan proses pembelajaran pada otak manusia. Sedangkan model Duane adalah model yang dikenal baik untuk sistem perbaikan dengan asumsi waktu antar kerusakan saat ini berkaitan dengan waktu antar kerusakan satu waktu sebelumnya, atau bahkan dengan waktu-waktu antar kerusakan sebelumnya. Dalam analisis keandalan, kedua model tersebut dapat dipergunakan untuk menentukan waktu pergantian, atau perawatan suatu komponen. Keuntungan melakukan pergantian, atau perawatan secara berkala adalah dapat mengurangi, atau menekan kerugian yang akan ditimbulkan bila suatu proses produksi berhenti. Dalam artikel ini akan dilakukan kajian perbandingan antara model Neural Network dengan model Duane untuk analisis keandalan berkaitan dengan penentuan jadwal pengantian, atau perawatan suatu komponen dalam memprediksi terjadinya kegagalan. Pemilihan model terbaik berdasarkan pada model yang menghasilkan tingkat kesalahan prediksi yang paling kecil untuk suatu data kerusakan dengan membandingkan nilai Root Mean Square Error (RMSE).
Pengaruh Waktu Simpan Terhadap Kualitas Soyghurt Dengan Penambahan Gula dan Stabiliser Natalia Layadi; Prawasmita Sedyandini; . Aylianawati; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1277

Abstract

Kedelai merupakan salah satu contoh kacang-kacangan yang dapat diambil sarinya. Sari kedelai atau biasa disebut dengan susu kedelai, kaya akan protein dan rendah lemak, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dan vegetarian. Salah satu contoh produk olahan susu dari kacang-kacangan adalah soyghurt. Soyghurt merupakan susu kedelai yang telah difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh waktu simpan dan jenis stabiliser terhadap kualitas soyghurt. Metode yang digunakan untuk pengolahan susu kedelai adalah metode fermentasi. Susu kedelai disterilkan terlebih dahulu pada suhu 70oC selama 15 menit, lalu didinginkan sampai suhu sekitar 43oC, kemudian difermentasi dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus selama 14 jam, dan kemudian disimpan dalam lemari es sampai 288 jam. Setiap selang waktu 24 jam, terhadap soyghurt tersebut dilakukan uji kualitas. Dari penelitian disimpulkan bahwa usia bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus adalah 18 jam, dengan waktu fermentasi soyghurt selama 14 jam. Soyghurt dengan penambahan gelatin diperoleh bahwa waktu simpan terbaik 7 hari, sedangkan soyghurt dengan penambahan CMC diperoleh bahwa waktu simpan terbaik 9 hari. Dengan semakin bertambahnya waktu penyimpanan, maka jumlah koloni bakteri akan semakin banyak, harga pH akan semakin rendah, titratable acidity (TA) akan semakin tinggi.
Bleaching Vacuum Minyak Biji Kapuk David Rio; Hengkie Dwiputra; Yohanes Sudaryanto; Nani Indraswati
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1283

Abstract

Minyak biji kapuk sebelum digunakan sebagai minyak pangan perlu dibleaching terlebih dahulu. Bleaching dilakukan dengan menggunakan campuran adsorben activated carbon (AC) dan activated bentonit (AB) dalam kondisi vacuum atau bebas udara. Hal ini dikarenakan dalam kondisi vacuum dapat diminimalisasi terbentuknya peroksida yang berasal dari reaksi antara oksigen dengan asam lemak tak jenuh. Sebelum dilakukan proses bleaching, terhadap minyak dilakukan proses degumming terlebih dahulu menggunakan asam fosfat (H3PO4) 60% sebanyak 0,2% berat minyak dan diaduk selama 30 menit pada suhu konstan 90oC. Proses bleaching dilakukan dengan memanaskan minyak hasil degumming pada suhu tertentu (50, 60, 70, 80, 90oC). Setelah itu, adsorben dengan variasi rasio massa antara activated carbon (AC) dan activated bentonite (AB) sebesar 0% AC(100% AB), 5%AC, 10%AC, 15%AC, 20%AC, dan 100% AC) dimasukkan ke dalam minyak sambil dipanaskan dan diaduk selama 30 menit. Proses bleaching dilakukan dengan kondisi vacuum. Setelah penyaringan, dilakukan analisa warna, FFA dan PV. Dari penelitian didapatkan kondisi proses terbaik, yaitu suhu dan rasio massa karbon aktif-bentonit yang menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, yaitu suhu 70oC dan rasio adsorben 0%AC (100%AB). Pada kondisi ini minyak memiliki grade warna Y=10, grade warna R=2,4 , kadar FFA= 8,153 % dan PV= 7 meq/kg minyak.
Alat Pemilah Uang Kertas Berdasarkan Nilai Pecahan Dengan Menggunakan Sensor Warna TCS230 Brilliant Renadi Samalo; Hendro Gunawan; Antonius Wibowo
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1284

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan untuk mengakomodasi kebutuhan akan pemilah uang berdasarkan nilai pecahan pada Koperasi Serba Usaha(KSU), Lembaga Keuangan Mikro(LKM), bank atau di tempat lain, maka dibuatlah “Alat Pemilah Uang Kertas Berdasarkan Nilai Pecahan Dengan Menggunakan Sensor Warna TCS230”. Tujuan dari pembuatan alat ini agar mempermudah pengguna yang akan memilah uang mulai dari pecahan sepuluh ribu hingga seratus ribu. Alat ini ditujukan untuk digunakan oleh kasir pada KSU, LKM ataupun bank. Aplikasi alat ini pada dunia bisnis adalah membantu KSU, LKM ataupun bank untuk dalam meningkatkan efesiensi penggunaan waktu pelayanan kepada pelanggan. Cara kerja piranti ini adalah dengan membedakan warna dari mata uang tersebut dari masing-masing nilai pecahan. Selanjutnya, alat ini mampu memisahkan dan menunjukkan kepada pengguna tentang jumlah masing-masing pecahan dengan tampilan berupa 7-segment. Alat ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian penggulung, bagian pemilah dan kotak uang.
Perancangan Sistem Keamanan Mobil Dengan Feedback Posisi dan Pemantauan Suara Dalam Mobil Melalui Perantara Handphone Alvian Tourizando; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1285

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dewasa ini sangat pesat. Salah satunya adalah handphone yang dirancang untuk individu dengan mobilitas tinggi. Pemanfaatan handphone pada bidang otomotif adalah untuk sistem keamanan mobil yang dapat mengurangi bahaya pencurian mobil dengan cara memberitahu pemilik lewat Short Massage Service (SMS) segera setelah kunci kontak aktif, kemudian mematikan mesin mobil, dan membunyikan klakson dari jarak jauh. Selain itu, dengan sistem keamanan mobil ini pemilik mobil dapat mendengarkan pembicaraan yang ada di dalam mobil, dan mengetahui letak posisi mobil berdasarkan Base Transceiver Station (BTS) yang terdekat dengan mobil tersebut. Sistem keamanan mobil ini menggunakan mikrokontroler AT89S51 untuk mengendalikan handphone, driver relay mesin, sirine, dan kunci kontak. Dalam perancangan alat ini diterapkan bahasa At-Command yang mendukung kinerja handphone tersebut. Pada pengujian Location Based Service (LBS), didapatkan informasi lokasi yang mendekati lokasi sebenarnya. Pada pengukuran driver relay, diketahui bahwa tegangan yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sebuah driver relay adalah 3,04 Volt. Dari 20 kali pengujian terhadap alat sistem keamanan mobil ini terdapat satu kali kegagalan yang dikarenakan jaringan operator yang sedang bermasalah. Alat ini membutuhkan tegangan 5 dan 12 Volt. Dari pengujian kinerja alat disimpulkan bahwa alat bekerja dengan baik dalam arti alat dapat melakukan pemantauan suara, dapat mengontrol mesin, dan sirine.
Robot Beroda Pencari Boneka Adisa Memor; Ferry A.V. Toar; Antonius F.L. Tobing
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1286

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang paling menakutkan bagi manusia, karena selain mengancam nyawa orang yang terjebak di dalamnya, tetapi juga membahayakan nyawa sang penyelamat. Atas dasar itulah, maka dikembangkan suatu teknologi robot pencari boneka yang diharapkan dapat menjadi awal bagi pengembangan aplikasi penyelamatan manusia di masa yang akan datang. ”Robot Beroda Pencari Boneka” merupakan sebuah robot yang digerakkan dengan menggunakan 2 buah motor servo dan dilengkapi dengan sensor jarak ultrasonik, sensor jarak infra merah, dan sensor kompas supaya robot mampu bernavigasi menyusuri lorong-lorong dan mencari boneka. Robot tersebut memiliki kemampuan untuk mencari boneka yang diletakkan di dalam salah satu ruangan dari 4 ruangan yang ada pada lapangan. Konstruksi mekanik robot dibuat dari bahan aluminium dan akrilik. Sistem elektronika yang dipasang pada robot dikontrol dengan menggunakan sebuah mikrokontroler AVR ATmega32. Sensor-sensor yang dipasang pada robot adalah sensor jarak ultrasonik dan sensor jarak infra merah, untuk mengukur jarak obyekobyek di sekitar robot, sensor kompas berfungsi untuk mengetahui arah orientasi robot di lapangan, sensor garis putih yang digunakan untuk mendeteksi garis putih yang ditempel di lapangan, dan sensor suhu Thermopile Array (TPA) untuk mendeteksi ada atau tidaknya boneka di ruangan. Robot mampu menemukan boneka pada keempat ruangan dan kembali lagi ke HOME.
Perancangan dan Pembuatan Alat Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler Dody Nugroho; Lanny Agustine; Albert Gunadhi
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1287

Abstract

Aroma/bau yang tidak sedap selain dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas juga dapat mengganggu kesehatan. Untuk itu artikel dengan judul “Perancangan dan Pembuatan Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler” ini, diharapkan mampu menanggulangi masalah bau di dalam ruangan dengan pengaturan pengharum yang disesuaikan denganpemakaian. Pengoperasian alat penyemprotan pengharum mudah dilakukan karena menggunakan mikrokontroler yang dirangkai dengan komponen elektronika seperti IC Real Time Clock (RTC) sebagai acuan waktu dari sistem perangkat, sehingga pemakai cukup sekali saja mengaktifkan serta memasukkan data waktu dan interval dari perioda penyemprotan yang diinginkan, yang ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Selanjutnya perangkat akan bekerja sesuai data waktu yang telah dimasukkan. Disamping itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor cahaya Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi penerangan lampu di dalam ruangan. Apabila lampu dipadamkan, maka mikrokontroler akan mengontrol agar pengharum tidak disemprotkan. Selain LDR, pada perangkat juga dipasang sensor Infra Red untuk mendeteksi isi dari kaleng pengharum berdasarkan hasil semprotan, sehingga pemakai dapat langsung mengganti kaleng pengharum ketika isi pengharum telah habis. Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, diketahui bahwa perangkat ini berhasil menyemprotkan pengharum sesuai dengan pengaturan waktu dan interval waktu penyemprotan yang sama dengan acuan waktu dari RTC.
Perbaikan Service Quality Berdasarkan Harapan Pelanggan Salon Adi . Yuddy; Anastasia Lydia Maukar; . Suhartono
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1288

Abstract

Salon Adi merupakan salah satu Salon yang sedang berkembang saat ini. Salon ini ikut meramaikan bisnis Salon kecantikan di daerah Ngagel dan sekitarnya, seperti Salon Alex, Salon David, Salon Jhony Andrean dan lain sebagainya. Salon Adi sebagai Salon kecantikan untuk kalangan kelas menengah dan berorientasi untuk kalangan dewasa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menerima semua kalangan. Layanan jasa yang ditawarkan Salon Adi sangat beragam dan terbilang lengkap untuk kelas menengah. Dengan adanya persaingan yang terbilang cukup ketat, maka penting bagi Salon Adi untuk lebih meningkatkan kualitas dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Dengan melihat adanya kekurangan dan kelebihan yang terdapat pada Salon Adi, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kepentingan, tingkat kepuasan, dan tingkat loyalitas pelanggan. Langkah pertama adalah melihat dari analisis tabulasi silang untuk melihat adanya pengaruh profil pelanggan dengan tingkat loyalitas. Selanjutnya dilakukan analisis GAP yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan. Analisis ini dimaksudkan untuk menjelaskan faktor-faktor yang terjadi pada pelanggan Salon Adi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan oleh Salon Adi meliputi: merekrut karyawan yang bekerja dalam jangka waktu lama, menjaga penampilan karyawan, harga yang ditawarkan berdaya saing, peningkatkan kebersihan ruangan, dan penyediaan bacaan.

Page 8 of 27 | Total Record : 268