cover
Contact Name
Mulyono
Contact Email
jurnaljsii@gmail.com
Phone
+62831-9371-4008
Journal Mail Official
Jurnal.jssi@lapad.id
Editorial Address
Jl. Tj.Majid Jl. Tj. Barangan, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
ISSN : 29878977     EISSN : 29878985     DOI : https://doi.org/10.61930/jsii.v1i1.127
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) accepts articles written based on research results which meet these following scopes: Islamic Philosophy,Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in local area, Muslim community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Qur`ani and Hadith Studies. Thus, Indonesian and non-Indonesian scholars are invited to publish articles in this journal. This journal publishes research based articles on Islamic Studies from interdisciplinary perspectives. In particular, articles which consider the following general topics are invited Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam , Islam in local area, Muslim community, Islamic Education Islamic Law, Islamic economics and Business, Qur`an and Hadith Studies
Articles 98 Documents
Peran Metode Talqin Dalam Pembelajaran Baca Al-Qur’an (Kajian Tafsir QS. Al-Qiyamah Ayat 16-19) Faishal Azmi
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1501

Abstract

Metode Talqin adalah pendekatan tradisional yang menekankan pendiktean dan peniruan bacaan Al-Qur’an untuk membantu pembelajaran membaca, menghafal, dan memperbaiki pelafalan sesuai tajwid dan makharijul huruf. Artikel ini mengkaji peran metode Talqin dalam pembelajaran baca Al-Qur’an melalui analisis Surah Al-Qiyamah: 16-19, yang menjelaskan proses pewahyuan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap kitab tafsir dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talqin memiliki prinsip esensial seperti pengulangan terstruktur, koreksi langsung, dan pendampingan intensif, yang relevan untuk berbagai usia. Di era modern, metode ini dapat diintegrasikan dengan teknologi seperti pembelajaran daring, dan platform digital untuk meningkatkan efektivitas dan aksesibilitas pembelajaran. Talqin tetap relevan sebagai pendekatan otentik dalam menjaga keaslian bacaan Al-Qur‘an sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Internalisasi Nilai Tauhid Sebagai Upaya Preventif Terhadap kesyirikan Melalui Pendidikan Qurani Cita Rahasti Purnamasari
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1502

Abstract

Pendidikan tauhid memiliki peran strategis dalam internalisasi nilai tauhid sebagai pondasi keimanan sekaligus upaya preventif terhadap syirik. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pendidikan tauhid dalam membentuk pola pikir, akhlak, dan perilaku umat Islam, serta menyusun strategi pendidikan yang dapat diterapkan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik dengan metode studi kepustakaan, mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan tauhid efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya syirik dan membangun keimanan yang kokoh. Strategi seperti pemberian nasihat, metode debat, serta pemanfaatan ibadah seperti zikir dan salat, terbukti mendukung upaya ini. Dengan demikian, pendidikan tauhid menjadi solusi integral dalam membentuk masyarakat yang berlandaskan tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.
Pengasuhan Qur’ani: Relevansi Kisah Nabi Yusuf dengan Negative Inner Child Khoirunnisa, Khoirunnisa
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1503

Abstract

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian individu, khususnya melalui pengasuhan yang merupakan amanah dalam Islam. Namun, di era digital, tantangan pengasuhan semakin kompleks dengan adanya arus informasi dan media sosial yang memengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian individu. Fenomena negative inner child, yang berakar pada luka masa kecil yang belum terobati, kini menjadi isu relevan, terutama terkait dengan kecemasan dan ketidakpuasan diri. Berdasarkan Laporan Digital 2024, lebih dari 5 miliar pengguna media sosial global memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang turut memperburuk kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh negative inner child terhadap individu, mengeksplorasi relevansi kisah Nabi Yusuf dengan konsep ini di era digital, dan menggali panduan pengasuhan Qur’ani yang dapat mengatasi negative inner child. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, data dikumpulkan dari sumber primer (Al-Qur’an, hadis, dan kitab tafsir) serta sumber sekunder (artikel, buku, dan penelitian terkait). Analisis dilakukan secara deskriptif dengan metode tafsir maudhu’i sebagaimana dirumuskan oleh Al-Humaidhi, untuk mengintegrasikan nilai Qur’ani dengan teori psikologi modern dalam konteks pengasuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negative inner child berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis serta pembentukan dan perkembangan karakter. Kisah Nabi Yusuf memberikan teladan pengasuhan berbasis kasih sayang, pengampunan, ketahanan emosional, dan penanaman iman, yang relevan untuk mengatasi luka emosional berupa negative inner child dan membangun karakter tangguh, terutama di era digital yang penuh distraksi sosial. Penelitian ini menawarkan solusi holistik berupa pendekatan preventif (pencegahan), korektif (perbaikan), dan preservatif (pemeliharaan karakter), sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian pengasuhan, psikologi, dan nilai-nilai Qur’ani.
Etika Ilmu Pengetahuan Dalam Islam Riski Ananda Syafitri; Ahmad Sopian
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1542

Abstract

Ilmu pengetahuan dalam Islam dipandang sebagai kebutuhan manusia dalam mencapai kesejahteraan hidup didunia dan memberi kemudahan dalam mengenal tuhan.Oleh karena itu ,Islam memandang bahwa ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban manusia sebagai makhluk Allah SWT. yang berakal.Etika islam menawarkan panduan universal yang dapat mengarahkan penggunaan ilmu menuju keberkahan dan kemaslahatan umat.Artikel ini bertujuan menganalisis konsep etika ilmu pengetahuan dalam Islam mencakup prinsip prinsip dasar seperti niat yang ikhlas, tanggung jawab, dan keadilan. Penelitian ini menemukan bahwa etika ilmu pengetahuan dalam Islam menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek spiritual dan material. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara etika dan ilmu pengetahuan dalam Islam dapat menciptakan harmoni dalam kehidupan Islam, ekonomi, dan politik, serta menjadi solusi terhadap tantangan di era modern
Al-Qur’an, Hadits Dan Ilmu Pengetahuan Surya Nadika; Ahmad Sopian
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1543

Abstract

Dengan menggabungkan wawasan dari pembelajaran di Madrasah Aliyah serta penelitian kepustakaan (library research) yang luas, studi ini menjawab kegelisahan akademik mengenai pemisahan antara agama dan sains yang terus berlanjut di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang bagaimana Al-Qur'an dan Hadits menetapkan prinsip-prinsip dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka, yang melibatkan analisis mendalam terhadap teks-teks suci, buku elektronik (e-book), dan karya ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak mengenal pemisahan antara pengetahuan agama dan duniawi. Studi ini menyimpulkan bahwa bentuk ilmu pengetahuan yang ideal dalam Islam adalah yang mengintegrasikan penalaran berpikir logis dengan bimbingan wahyu. penggabungan semacam ini mendorong kemajuan teknologi dengan tetap berakar kuat pada nilai-nilai spiritual serta memberikan manfaat praktis bagi kemanusiaan.
From Profit To Falah; Shifting Value Paradigms in Digital Economy from the Perspective of Islamic Economic Philosophy Resty Amelia; Bunga Cinta Cahaya; Zaharani Tirta; Havis Aravik
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1566

Abstract

The development of the digital economy has driven an increasingly profit-oriented orientation in economic activity, often neglecting ethical values, justice, and social welfare. This situation has given rise to fundamental issues related to social inequality, resource exploitation, and the blurring of moral values in modern economic practices. This article aims to analyze the shift in the value paradigm from a profit-oriented orientation to the concept of falah in the digital economy, based on the perspective of Islamic economic philosophy. The research method used is library research with a qualitative-descriptive approach, through an analysis of classical and contemporary literature relevant to Islamic economics, the philosophy of values, and the digital economy. The results of the study indicate that Islamic economics offers a more holistic value paradigm, where falah is understood as well-being in this world and the hereafter, encompassing material, spiritual, and social dimensions. The application of the values of monotheism, justice, balance, and moral responsibility in the digital economy has the potential to direct economic activity not only toward efficiency and profit, but also toward sustainability and the welfare of the community. Thus, the paradigm shift from profit to falah is a crucial foundation for building an ethical and just digital economy in accordance with Islamic economic principles
Ibrah Eksistensial: Menggali Makna Penciptaan Lalat dan Rayap dalam Al-Qur-an Akhmad Dasuki; Rian Hidayat; Mahda, Mahda
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1570

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji ayat-ayat tentang lalat dalam QS. Al-Hajj [22]:73 dan rayap dalam QS. Saba [34]:14 melalui pendekatan tafsir saintifik dengan tetap berpijak pada kerangka tafsir tematik. Fokus utama penelitian adalah mengungkap makna teologis dan simbolis kedua ayat, serta keterkaitannya dengan temuan ilmiah dalam bidang biologi dan ekologi serangga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat terkait, menelaahnya berdasarkan penafsiran para ulama khususnya dalam Tafsir Al-Misbah kemudian mengaitkannya secara proporsional dengan data ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat dalam Al-Qur’an berfungsi sebagai perumpamaan untuk menegaskan kelemahan makhluk selain Allah sekaligus mengandung kritik terhadap kesombongan manusia, di samping memiliki kompleksitas biologis seperti sistem antibakteri alami. Sementara itu, rayap berperan sebagai simbol pengungkapan kebenaran yang menegaskan keterbatasan pengetahuan makhluk, serta memiliki fungsi ekologis penting sebagai pengurai dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan tafsir saintifik dapat memperkaya pemahaman ayat tanpa menggeser makna teologisnya, selama tetap berada dalam koridor metodologis yang proporsional. Dengan demikian, lalat dan rayap tidak hanya merepresentasikan simbol teologis, tetapi juga menunjukkan keterhubungan antara wahyu dan realitas ilmiah secara lebih kontekstual.
Peran Pendidikan Dalam Kebudayaan Dan Perubahan Sosial Anis Sulistiani; Nurlaelawati, Nurlaelawati; Jalaludin, Jalaludin
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1579

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk, mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan sekaligus menjadi agen utama dalam mendorong perubahan sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan, kebudayaan dan perubahan sosial dalam perspektif sosiologi pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai budaya, sarana pembentukan identitas sosial serta instrumen mobilitas sosial. Selain itu, pendidikan juga berperan sebagai agen perubahan yang mampu mendorong inovasi, modernisasi, serta transformasi sosial dalam masyarakat. Dengan begitu pendidikan juga dapat menjadi sarana reproduksi ketimpangan sosial apabila tidak dikelola secara adil dan inklusif. Maka diperlukan sistem pendidikan yang responsif terhadap dinamika sosial dan budaya agar mampu menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Page 10 of 10 | Total Record : 98