cover
Contact Name
Roma Yuliana
Contact Email
jurnalvarians@gmail.com
Phone
+6281224425340
Journal Mail Official
jurnalvarians@gmail.com
Editorial Address
Trevista Residence Ciputat. Blok D3 No 3. Jalan Cipunagara Raya. Kecamatan Ciputat – Tangerang Selatan – Banten. Kode Pos (15411)
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30480108     DOI : https://doi.org/10.63953/vjkm
Core Subject : Health,
Fokus: VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang ditujukan untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Artikel yang diterbitkan dapat berupa artikel hasil penelitian (original research) maupun artikel review (critical review). Ruang Lingkup: Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) mencakup cabang bidang ilmu kesehatan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah, Gizi Promosi Kesehatan (Promkes) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Biostatistik Kesehatan Reproduksi (Kespro) Informasi Kesehatan Ilmu Kesehatan Lainnya
Articles 22 Documents
Peran Telemedisin dalam penanganan COVID-19 di Indonesia: Scoping Review Rusadi, Rosmala
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.14

Abstract

Penggunaan telemedisin meningkat pada situasi pandemi COVID-19. Berbagai teknologi kesehatan digital digunakan untuk membantu penanganan pandemi di berbagai negara termasuk Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan peran telemedisin dalam manajemen penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review pada tiga database, yaitu Google Scholar, ResearchMarket, dan Garuda. Hasil riviu menemukan bahwa telemedisin berpotensi membantu manajemen penanganan COVID-19 di Indonesia. Aplikasi telemedisin dalam penanganan COVID-19 di Indonesia memiliki peran yang signifikan. Peran dan fungsi telemedisin meliputi pelacakan kontak, surveilans, manajemen kasus, manajemen laboratorium, dan deteksi dini kasus, pemberian informasi digital dan telekonsultasi sehingga dapat memberikan saran yaitu membangun kepercayaan public dalam penggunaan telemedisin dengan melindungi data kesehatan dan penyelarasan anatara perizinan dan regulasi pada aplikasi telemedisin.
Formulasi Kebijakan Penggunaan Dana Desa Bidang Kesehatan: Studi Kasus di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Komarudin, Heru; Sjaaf, Amal Chalik; Devi, Yuli Puspita; Fitri, Wafa Sofia
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.17

Abstract

WHO mendefinisikan bahwa desa dan masyarakat pedesaan dapat dikatakan sehat apabila tingkat penyakit menular yang rendah, anggota masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan. Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Jawa Barat menempati posisi pertama dengan jumlah penduduk mencapai 48,2 juta jiwa dengan beragam permasalahan Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi kebijakan kesehatan terkait penggunaan dana desa untuk bidang kesehatan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan diantaranya; Kepala desa, Ketua Badan permusyawaratan Desa, Kepala Puskesmas kecamatan setempat dengan total responden enam orang yang dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2021. Kesimpulan yang didapatkan yakni pada tahapan formulasi penggunaan dana desa bidang Kesehatan, terdapat salah satu desa yang belum nampak peran dari Badan Permusyawaratan Desa dalam menghimpun persoalan terkait kesehatan serta tidak ditemukan adanya kerjasama yang optimal dengan puskesmas dalam mengidentifikasi persoalan Kesehatan.
Analisis Autokorelasi Spasial Prevalensi Stunting di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Devi, Yuli Puspita; Indawati, Rachmah; Febrianto, Eka Cahya; Nuraidah, Lutfi Fajar
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.18

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana anak kekurangan nutrisi, yang berdampak pada penurunan produktivitas dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Tahun 2021 mencatat tingkat stunting tertinggi di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat. Studi ini menggunakan desain ekologi spasial. Data yang dianalisis diperoleh dari SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) dan PK (Pendataan Keluarga), keduanya dirilis pada Tahun 2021. Global Moran’s I dan LISA (Local Indicator of Spatial Autocorrelation) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan secara global tidak ada korelasi spasial namun secara lokal diketahui terdapat keterkaitan spasial yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut (High-High), dan Kota Cimahi (Low-High). Oleh karena itu, disarankan wilayah prioritas intervensi stunting di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bandung karena tiga wilayah itu memiliki prevalensi stunting yang tinggi dan juga dikelilingi oleh wilayah yang tinggi.
Hubungan Representasi Gejala dengan Keterlambatan Pre Hospital pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Hakiki, Jihaz Haneen; Adam, Muhamad; Riadi, Dela
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.21

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen miokardium dengan suplai darah yang dapat berakibat pada kematian. Penanganan SKA dengan intervensi koroner perkutan dapat meningkatkan kualitas hidup. Pedoman American Heart Association (AHA) merekomendasikan standar waktu ≤120 menit dari awal mula munculnya gejala hingga pasien tiba di rumah sakit yaitu. Namun masih ditemukan terjadinya keterlambatan prehospital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan representasi gejala dengan keterlambatan prehospital pada pasien sindrom SKA. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan metode purposive sampling yang melibatkan sampel sebanyak 63 responden. Responden didominasi oleh lansia yang berusia 51-60 tahun, laki-laki, tingkat Pendidikan SMA. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara representasi gejala yang meliputi tingkat nyeri (p 0.001), kualitas nyeri (p 0.01), dan lokasi nyeri (p 0.032) dengan keterlambatan prehospital terkecuali gejala penyerta (p 0.054). Perawat dianjurkan meningkatkan kompetensi dalam pengkajian gejala SKA dan pemberian edukasi. Sehingga dapat menurunkan angka keterlambatan prehospital.
Fungsi Seksual yang Baik Dapat Meningkatkan Kualias Hidup Lansia Wafa Sofia Fitri; Sheirly Mariani; Etty Rekawati
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.22

Abstract

Seksualitas merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sepanjang rentang kehidupannya termasuk lansia dimana kesehatan fungsi seksual dapat berpengaruh terhadap aspek kesehatan yang lain. Fungsi seksual yang terpelihara dengan baik dapat menjadi salah satu indikator pencapaian kesejahteraan kualitas hidup. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada fungsi seksual terjadi secara progresif hingga berdampak terjadinya disfungsi seksual dan berpengaruh terhadap pencapaian kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah menggambarkan hubungan antara fungsi seksual denga kualitas hidup lansia. Sampel penelitian adalah lansia dengan usia ≥60 tahun di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan metode purposive sampling yang melibatkan 69 responden lansia. Hasil penelitian dianalisa dengan Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara fungsi seksual dan kualitas hidup pada lansia (p value = 0,026; OR 3,551; 95%CI 1,271 – 9,925) dimana lansia yang memiliki disfungsi seksual memiliki kecenderungan 3,5 kali lebih besar mengalami kualitas hidup yang rendah. Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan ilmu keperawatan ke depannya mengenai pemeliharaan fungsi seksual untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan studi mengenai faktor – faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup lansia dan studi mengenai pengalihan aktivitas seksual pada lansia.
Peran Kebijakan Nasional Dalam Mendorong Inovasi Layanan Kebidanan Daerah 3T Berbasis Komunitas: Scoping Review Rusadi, Rosmala; Wati , Dida
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.23

Abstract

Kebijakan nasional memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi layanan kebidanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terisolasi (3T) yang berbasis komunitas. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, diperlukan pendekatan yang adaptif dan berkelanjutan dari pemerintah maupun yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan nasional terhadap pengembangan program kebidanan yang inovatif, terutama di daerah 3T. Metode Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review dengan mengumpulkan, menyeleksi, mengektraksi dan mengkaji artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan, pencarian literature menggunakan database Scopus, Proquest dan Scince Direct dan Google Scholar dengan Ruang lingkup yang dibatasi dengan framework PICO (Popilation / Problem, Intervention, Comparation, outcame) berdasarkan data inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan pencarian literatur menghasilkan 24 artikel ilmiah yang kemudian melalui proses penseleksian, penilaian dan review menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) terdapat 5 (lima) artikel yang relevan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa kebijakan nasional yang mendukung inklusivitas dan pemberdayaan komunitas akan mendorong terciptanya solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kebidanan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan nasional yang responsif dapat berperan signifikan dalam mengatasi tantangan pelayanan kesehatan di daerah 3T, sehingga memperkuat sistem kesehatan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Pengaruh Karakteristik Organisasi dan Kerja terhadap Peran Praktik Mandiri Bidan (PMB) dalam Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Nuraidah, Lutfi Fajar; Umbul W, Chatarina; Devy, Shrimarti Rukmini
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.24

Abstract

Sejak tahun 1981 lebih dari 78 juta orang terinfeksi HIV dan 39 juta diantaranya meninggal dunia, penyebaran kasus AIDS di Kota Surabaya sudah merambah pada kelompok risiko rendah seperti Ibu Rumah Tangga dan bayi. Penularan HIV dari Ibu ke Anak cukup mengkhawatirkan, pada tahun 2017 terdapat 15% bayi yang tertular dari Ibu nya.. Hal ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu upaya deteksi dini lebih baik untuk mencegah penularan HIV dari Ibu ke Anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi peran PMB dalam pelaksanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan observasional analitik yang menggunakan design cross sectional yang dilaksanakan di Kota Surabaya dengan besar sampel sebanyak 32 PMB dan 64 ibu hamil (masing-masing PMB 2 ibu hamil) yang dipakai sebagai sampel dalam menilai peran yang dilakukan oleh PMB tersebut. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada PMB dan Ibu hamil dengan menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariabel, bivaribel dan multivariabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 kandidat yang dapat dilanjutkan untuk analisis multivariabel yakni reward (p value < 0,001), beban kerja (p value = 0,005) dan pelatihan (p value = 0,082). Hasil akhir analisis regresi ganda diperoleh yang berpengaruh terhadap peran PMB dalam melaksanakan PPIA Anak di Kota Surabaya yakni reward, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara reward dengan peran PMB dalam pelaksanaan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Kota Surabaya
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Karbon Monoksida (CO) pada Pedagang di Pasar Cikutra Kota Bandung Tahun 2024 Hidayatulloh, Rizal; Susanto, Arif; Mulyani , Tri
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.27

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu zat berbahaya yang dihasilkan dari emisi kendaraan yang berisiko terhadap populasi pedagang. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti ISPA. Data menunjukkan bahwa ISPA di Kota Bandung mencapai 94.479 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko akibat pajanan CO pada pedagang di Pasar Cikutra. Metode penelitian menggunakan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang dilakukan selama bulan Agustus sampai September 2024. Sampel subjek penelitian ini berjumlah 85 pedagang Pasar Cikutra. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Data primer yang digunakan yaitu hasil pengukuran konsentrasi CO pada delapan titik pada tiga hari berbeda, berat badan, lama pajanan, frekuensi pajanan, dan durasi pajanan yang berjualan di Pasar Cikutra. Data sekunder yang digunakan berupa hasil pengukuran suhu, kelembaban, tekanan dan kecepatan angin. Hasil menunjukan bahwa konsentrasi pada pagi hari di delapan titik memiliki rentang 17,47 sampai 33,36 mg/m3 dan sore hari 7,17 sampai 13,66 mg/m3. Nilai Risk Quotient (RQ) >1 di seluruh titik sampel. Pedagang di Pasar Cikutra berisiko terhadap gangguan kesehatan, sehingga konsentrasi CO di sekitar Pasar Cikutra perlu diperhatikan dan pedagang dapat memperhatikan penggunaan alat pelindung diri berupa masker untuk mencegah masuknya gas CO ke dalam tubuh.
Strategi Promosi Kesehatan Digital melalui Instagram @rsmhpromkes di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Lisnarini, Naurah; Setianti, Yanti
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.29

Abstract

Pandemi covid membatasi kegiatan tatap muka secara langsung termasuk pelaksanaan promosi kesehatan di rumah sakit. Maka dari itu, Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang memanfaatkan media sosial Instagram @rsmhpromkes agar tetap menjangkau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi promosi kesehatan RSMH melalui Instagram sehingga dapat menyampaikan informasi kepada pasien, keluarga pasien hingga masyarakat luas. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan Instalasi Promosi Kesehatan RSMH dan followers @rsmhpromkes dilengkapi dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram digunakan untuk menyampaikan informasi layanan kesehatan, perubahan jadwal dokter, seminar daring serta edukasi kesehatan yang menjangkau pasien di luar kota. RSMH rutin mengunggah informasi tentang layanan rumah sakit yang terhubung ke website resmi dan menyelenggarakan penyuluhan kesehatan secara hybrid dan online. Selain itu, aktivitas media sosial juga melibatkan pembuatan konten video informatif, konten dance yang berisi informasi layanan serta kolaborasi dengan media TV dan radio. Namun, peneliti menemukan bahwa konten edukasi seperti infografik, poster dan video kesehatan masih jarang diunggah. Sehingga konten tersebut perlu diperbanyak lagi agar informasi kesehatan dapat diakses di media sosial tanpa bergantung pada acara tertentu. Selain itu, minimnya sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam pengelolaan konten secara konsisten. Peneliti merekomendasikan optimalisasi konten edukatif di Instagram dan penguatan kapasitas tim promosi kesehatan. Riset selanjutnya dapat membandingkan efektivitas promosi kesehatan antara rumah sakit pemerintah dan swasta di Palembang dan mengevaluasi media sosial mana yang paling efektif digunakan dalam promosi kesehatan.  
Hambatan dalam Layanan Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia: Sebuah Tinjauan Naratif Yanni, Daffa Arkananta Putra
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.34

Abstract

Remaja di Indonesia menghadapi masa transisi yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, namun akses terhadap layanan yang sesuai masih menghadapi banyak hambatan. Tantangan ini dipengaruhi oleh keterbatasan struktural, nilai sosial budaya, serta kurangnya pendidikan kesehatan yang memadai. Kajian naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan terhadap layanan kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan secara non-sistematis melalui database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2020 hingga 2025, serta dokumen kebijakan dan laporan pemerintah. Studi yang ditinjau mencakup remaja usia 10–19 tahun dan relevan dengan konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan tiga kategori utama hambatan: infrastruktur layanan dan kapasitas tenaga kesehatan yang belum memadai, norma sosial budaya dan keagamaan yang masih menstigma isu reproduksi, serta pengetahuan dan kesadaran remaja yang masih rendah. Pendekatan holistik yang berpusat pada remaja penting untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan penerimaan layanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang berpusat pada remaja penting untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan penerimaan layanan kesehatan reproduksi di Indonesia.

Page 2 of 3 | Total Record : 22