cover
Contact Name
Roma Yuliana
Contact Email
jurnalvarians@gmail.com
Phone
+6281224425340
Journal Mail Official
jurnalvarians@gmail.com
Editorial Address
Trevista Residence Ciputat. Blok D3 No 3. Jalan Cipunagara Raya. Kecamatan Ciputat – Tangerang Selatan – Banten. Kode Pos (15411)
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30480108     DOI : https://doi.org/10.63953/vjkm
Core Subject : Health,
Fokus: VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang ditujukan untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Artikel yang diterbitkan dapat berupa artikel hasil penelitian (original research) maupun artikel review (critical review). Ruang Lingkup: Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) mencakup cabang bidang ilmu kesehatan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah, Gizi Promosi Kesehatan (Promkes) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Biostatistik Kesehatan Reproduksi (Kespro) Informasi Kesehatan Ilmu Kesehatan Lainnya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024" : 5 Documents clear
Formulasi Kebijakan Penggunaan Dana Desa Bidang Kesehatan: Studi Kasus di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Komarudin, Heru; Sjaaf, Amal Chalik; Devi, Yuli Puspita; Fitri, Wafa Sofia
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.17

Abstract

WHO mendefinisikan bahwa desa dan masyarakat pedesaan dapat dikatakan sehat apabila tingkat penyakit menular yang rendah, anggota masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan. Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Jawa Barat menempati posisi pertama dengan jumlah penduduk mencapai 48,2 juta jiwa dengan beragam permasalahan Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi kebijakan kesehatan terkait penggunaan dana desa untuk bidang kesehatan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan diantaranya; Kepala desa, Ketua Badan permusyawaratan Desa, Kepala Puskesmas kecamatan setempat dengan total responden enam orang yang dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2021. Kesimpulan yang didapatkan yakni pada tahapan formulasi penggunaan dana desa bidang Kesehatan, terdapat salah satu desa yang belum nampak peran dari Badan Permusyawaratan Desa dalam menghimpun persoalan terkait kesehatan serta tidak ditemukan adanya kerjasama yang optimal dengan puskesmas dalam mengidentifikasi persoalan Kesehatan.
Analisis Autokorelasi Spasial Prevalensi Stunting di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Devi, Yuli Puspita; Indawati, Rachmah; Febrianto, Eka Cahya; Nuraidah, Lutfi Fajar
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.18

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana anak kekurangan nutrisi, yang berdampak pada penurunan produktivitas dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Tahun 2021 mencatat tingkat stunting tertinggi di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat. Studi ini menggunakan desain ekologi spasial. Data yang dianalisis diperoleh dari SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) dan PK (Pendataan Keluarga), keduanya dirilis pada Tahun 2021. Global Moran’s I dan LISA (Local Indicator of Spatial Autocorrelation) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan secara global tidak ada korelasi spasial namun secara lokal diketahui terdapat keterkaitan spasial yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut (High-High), dan Kota Cimahi (Low-High). Oleh karena itu, disarankan wilayah prioritas intervensi stunting di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bandung karena tiga wilayah itu memiliki prevalensi stunting yang tinggi dan juga dikelilingi oleh wilayah yang tinggi.
Hubungan Representasi Gejala dengan Keterlambatan Pre Hospital pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Hakiki, Jihaz Haneen; Adam, Muhamad; Riadi, Dela
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.21

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen miokardium dengan suplai darah yang dapat berakibat pada kematian. Penanganan SKA dengan intervensi koroner perkutan dapat meningkatkan kualitas hidup. Pedoman American Heart Association (AHA) merekomendasikan standar waktu ≤120 menit dari awal mula munculnya gejala hingga pasien tiba di rumah sakit yaitu. Namun masih ditemukan terjadinya keterlambatan prehospital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan representasi gejala dengan keterlambatan prehospital pada pasien sindrom SKA. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan metode purposive sampling yang melibatkan sampel sebanyak 63 responden. Responden didominasi oleh lansia yang berusia 51-60 tahun, laki-laki, tingkat Pendidikan SMA. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara representasi gejala yang meliputi tingkat nyeri (p 0.001), kualitas nyeri (p 0.01), dan lokasi nyeri (p 0.032) dengan keterlambatan prehospital terkecuali gejala penyerta (p 0.054). Perawat dianjurkan meningkatkan kompetensi dalam pengkajian gejala SKA dan pemberian edukasi. Sehingga dapat menurunkan angka keterlambatan prehospital.
Fungsi Seksual yang Baik Dapat Meningkatkan Kualias Hidup Lansia Wafa Sofia Fitri; Sheirly Mariani; Etty Rekawati
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.22

Abstract

Seksualitas merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sepanjang rentang kehidupannya termasuk lansia dimana kesehatan fungsi seksual dapat berpengaruh terhadap aspek kesehatan yang lain. Fungsi seksual yang terpelihara dengan baik dapat menjadi salah satu indikator pencapaian kesejahteraan kualitas hidup. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada fungsi seksual terjadi secara progresif hingga berdampak terjadinya disfungsi seksual dan berpengaruh terhadap pencapaian kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah menggambarkan hubungan antara fungsi seksual denga kualitas hidup lansia. Sampel penelitian adalah lansia dengan usia ≥60 tahun di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan metode purposive sampling yang melibatkan 69 responden lansia. Hasil penelitian dianalisa dengan Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara fungsi seksual dan kualitas hidup pada lansia (p value = 0,026; OR 3,551; 95%CI 1,271 – 9,925) dimana lansia yang memiliki disfungsi seksual memiliki kecenderungan 3,5 kali lebih besar mengalami kualitas hidup yang rendah. Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan ilmu keperawatan ke depannya mengenai pemeliharaan fungsi seksual untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan studi mengenai faktor – faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup lansia dan studi mengenai pengalihan aktivitas seksual pada lansia.
Peran Kebijakan Nasional Dalam Mendorong Inovasi Layanan Kebidanan Daerah 3T Berbasis Komunitas: Scoping Review Rusadi, Rosmala; Wati , Dida
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i2.23

Abstract

Kebijakan nasional memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi layanan kebidanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terisolasi (3T) yang berbasis komunitas. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, diperlukan pendekatan yang adaptif dan berkelanjutan dari pemerintah maupun yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan nasional terhadap pengembangan program kebidanan yang inovatif, terutama di daerah 3T. Metode Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review dengan mengumpulkan, menyeleksi, mengektraksi dan mengkaji artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan, pencarian literature menggunakan database Scopus, Proquest dan Scince Direct dan Google Scholar dengan Ruang lingkup yang dibatasi dengan framework PICO (Popilation / Problem, Intervention, Comparation, outcame) berdasarkan data inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan pencarian literatur menghasilkan 24 artikel ilmiah yang kemudian melalui proses penseleksian, penilaian dan review menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) terdapat 5 (lima) artikel yang relevan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa kebijakan nasional yang mendukung inklusivitas dan pemberdayaan komunitas akan mendorong terciptanya solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kebidanan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan nasional yang responsif dapat berperan signifikan dalam mengatasi tantangan pelayanan kesehatan di daerah 3T, sehingga memperkuat sistem kesehatan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5