cover
Contact Name
nurullia febriati
Contact Email
nurullia.febriati@fp.unila.ac.id
Phone
+6281804904477
Journal Mail Official
tanto.utomo@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Agroindustrial Technology Faculty of Agriculture, Lampung University Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28288513     EISSN : 28288513     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jab.v3i2.9401
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil peneliatian ataupun review artikel yang berfokus pada bidang agroindustri dan teknologi hasil pertanian, baik itu dari segi teknologi proses, manajemen, ataupun lingkungan
Articles 203 Documents
Keragaman Mutu Gula Semut Yang Beredar Di Wilayah Bandar Lampung Berdasarkan SNI 01-3743-1995 Prastiani, Intan; Nawansih, Otik; Setiawan, Teguh
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9306

Abstract

Gula semut biasanya di produksi dengan skala kecil sehingga bahan baku, cara produksi dan pemasarannya masih terbatas dan belum bestandar sehingga dalam proses pengolahannya ada peluang penggunaan bahan baku yang kurang baik dan penggunaan bahan tambahan berlebihan sehingga dapat membahayakan kesehatan dan mempengaruhi mutu gula semut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman mutu gula semut yang beredar di wilayah Bandar Lampung ditinjau dari karakteristik sensori dan kimia. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu : (1) Penentuan lokasi sampling pasar dilakukan secara purposive sampling, (2) Pengambilan sampel gula semut di Bandar Lampung, (3) Pemeriksaan mutu gula semut yang meliputi karakteristik sensori (tekstur, warna, rasa dan aroma) dan kimia (kadar air, padatan tidak terlarut dan kadar abu). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gula semut yang beredar di Bandar Lampung yang memenuhi standar mutu gula palma SNI 01-3743-1995 yaitu parameter kadar air sebesar 90% , parameter kadar abu sebesar 70%, parameter padatan tidak larut air sebesar 10%, parameter rasa sebesar 80%, parameter aroma sebesar 40%, parameter warna sebesar 60%, parameter tekstur sebesar 60%. Sampel yang memenuhi semua syarat mutu gula palma SNI 01-3743-1995 hanya sebanyak 10%.
PENGARUH FORMULASI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) BUBUK DAN KOPI GELONDONG ROBUSTA BUBUK TERHADAP KANDUNGAN KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN PANELIS Ghina, Salma; Murhadi, Murhadi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9401

Abstract

Kopi gelondong setelah disangrai memiliki aroma khas tanaman yang tidak enak. Jahe merah dapat menjadi alternatif untuk menutupi kekurangan dari aroma yang dihasilkan kopi gelondong jahe merah. Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan formulasi jahe merah bubuk dan kopi gelondong robusta bubuk yang disukai oleh panelis dan mengetahui mutunya berdasarkan kadar air, abu, kealkalian abu, sari kopi, dan pH. Formulasi dari kopi gelondong dan jahe merah bubuk sebesar 100%:0% (F0), 96%:4% (F1), 92%:8% (F2), 88%:12% (F3), 84%:16% (F4), 80%:20% (F5), 76%:24% (F6), dan 72%:28% (F7) dengan total berat tiap formulasi sebesar 250 gram. Kopi gelondong bubuk didapatkan dari proses pengeringan, penyangraian suhu 225oC selama 15 menit, dan penggilingan; jahe merah bubuk diperoleh dari proses pengirisan, pengeringan dengan oven suhu 50oC selama 14 jam, dan penggilingan; serta pencampuran kedua bahan sesuai formulasi. Formulasi yang paling disukai diamati dengan uji hedonik berdasarkan parameter warna, tekstur (kekentalan), aroma, dan rasa serta terbaik mutunya berdasarkan kandungan kimia. F5 adalah formulasi kopi gelondong bubuk dan jahe merah bubuk sebesar 80% : 20% yang paling disukai dan terbaik berdasar mutu kandungan kimia. Hasil uji hedonik nilai warna 3,68 (suka), kekentalan 3,76 (suka), aroma 3,62 (suka), dan rasa 3,24 (agak suka). Kandungan kimia formulasi F5 memiliki kadar air 3,84 % (b/b), kadar abu 6,98% (b/b), kealkalian abu 17,63 mL N NaOH/100g, sari kopi 30,08 % (b/b) dan nilai pH 5,87.Kata kunci: jahe merah, kadar air, kopi gelondong, sari kopi, uji hedonik
PENGARUH KONSENTRASI PATI SAGU (Metroxylon sago Rottb) DAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SABUT KELAPA MUDA Wardatul Jannah, Irkhamna Annisa; Zulferiyenni, Zulferiyenni; Hidayati, Sri; Nawansih, Otik
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9507

Abstract

Biodegradable film berbasis selulosa memiliki potensi dijadikan bioplastik yang mudah terdegradasi di alam yang dibuat dari berbagai bahan terbarukan (renewable sources). Sabut kelapa muda mengandung selulosa sebesar 43,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati sagu dan kitosan terhadap karakteristik biodegradable fillm dari selulosa sabut kelapa muda, serta mengetahui interaksi konsentrasi pati sagu dan kitosan dengan karakteristik terbaik sesuai SNI 7818 : 2014. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan dua ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pati sagu dengan kode (P) yang terdiri dari empat konsentrasi (0%, 1,5%, 3% dan 4,5%) (b/v). Faktor kedua adalah konsentrasi kitosan denngan kode (K) yang terdiri dari tiga konsentrasi (0%, 1% dan 2%) (b/v). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik biodegradable fillm berbasis selulosa sabut kelapa muda. Semua karakteristik, kecuali nilai persen pemanjangan dari biodegradable fillm yang dihasilkan yang sudah memenuhi standar SNI 7818 : 2014, dapat terdegradasi selama 3 minggu dan memiliki ketahanan suhu ruang selama 3 minggu
PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI SIMPLISIA TUMBUHAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) UNTUK MINUMAN FUNGSIONAL Nasihin, Khoiru; Nawansih, Otik; Yuliandri, Puspita; susilawati, Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9553

Abstract

Simplisia ciplukan diolah melalui proses pengeringan, lama pengeringan dapat mempengaruhi kualitas simplisia yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensori simplisia ciplukan (Physalis angulata L.) Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 (enam) perlakuan lama pengeringan dan 3 (tiga) kali pengulangan. Rancangan yang dilakukan adalah (P0) = 0 jam, (P1) = 6 jam, (P2) = 12 jam, (P3) = 18 jam, (P4) = 24 jam, dan (P5) = 30 jam. Metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan tidak langsung yaitu dijemur di bawah sinar matahari dan ditutup dengan kain kasa hitam. Tumbuhan ciplukan dicuci dan ditiriskan, kemudian dilakukan pengecilan ukuran dengan dirajang dan ditimbang 500 g untuk setiap perlakuan kemudian dikeringkan. Simplisia yang dihasilkan kemudian dilakukan uji kadar udara, uji aktivitas antioksidan, dan uji sensori. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan berpengaruh terhadap karakteristik kimia dan sensori simplisia ciplukan. Perlakuan lama pengeringan 30 jam merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai produktifitas (NP) tertinggi yaitu 0,66, kadar udara sesuai dengan SNI produk teh yaitu sebesar 8,7%, aktivitas antioksidan 48,26%, skor warna 4,82 (coklat tua ), skor aroma 4,77 (sangat tidak langu), dan skor rasa 4,91 (sangat pahit).
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS HIDROKOLOID TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI SELAI LEMBARAN CAMPURAN PEPAYA (Carica Papaya) DAN SIRSAK (Annona Muricata) Ningtias, Nadila; Susilawati, Susilawati; Herdiana, Novita; Sartika, Dewi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9678

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis hidrokoloid yaitu karagenan, pektin, gelatin dan CMC terhadap karakteristik sensori selai campuran lembaran sirsak dan pepaya serta mengetahui jenis hidrokoloid yang digunakan sehingga menghasilkan selai campuran lembaran sirsak dan pepaya dengan sifat sensori terbaik. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P1 (Tanpa penambahan hidrokoloid), P2 (Penambahan pektin 2%), P3 (Penambahan karagenan 2%), P4 (Penambahan gelatin 1,5%) dan P5 (Penambahan CMC 1%). Data dianalisis menggunakan uji Bartlett dan uji Tuckey, dilanjutkan dengan analisis ragam (ANARA), dan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan berbagai jenis hidrokoloid berpengaruh terhadap parameter tekstur dan penerimaan secara keseluruhan. Pektin dengan konsentrasi 2% merupakan hidrokoloid yang menghasilkan selai lembaran dengan karakteristik sensori terbaik dengan hasil skor kesukaan tekstur 3,313 (suka) dan skoring tekstur 3,425 (kompak dan plastis), aroma 3,133 (suka), warna 3,040 (suka), rasa 3,193 (suka ), penerimaan keseluruhan 3,733 (sangat suka), kadar udara 10,87%, vitamin C 0,9725 mg/g, kekerasan (kekerasan) 601,25 gf, kohesif (kekompakan) 0,815 dan springiness (kekenyalan) 2,85 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa Oleifera L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORI SIOMAY IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Arni, Siti Murdila; Koesoemawardani, Dyah; Indraningtyas, Lathifa; Zuidar, Ahmad Sapta
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9805

Abstract

Processed fishery products in the form of dumpling are high in carbohydrates and protein, because they are made from at least 30% minced meat mixed with flour and other ingredients.  However, dumpling is low in fiber and needs to be supplemented with high fiber ingredients, such as Moringa leaf flour.  The aim of this research is to determine the effect of adding Moringa leaf flour on the physical, chemical and sensory characteristics of tilapia dumpling, as well as to establish the proportion of Moringa leaf flour addition that produces the best tilapia dumpling in accordance with SNI 7756:2013.  The research was conducted using a Complete Randomized Block Design (RAKL) with one factor and four replications consisting of 6 levels, namely the concentration of Moringa leaf flour addition of 0% (P1), 1% (P2), 2% (P3), 3% (P4), 4% (P5) and 5% (P6).  The best treatment is determined using the star method.  The research findings indicated that the addition of Moringa leaf flour had influenced the physical, chemical, and sensory characteristics of tilapia fish dumpling.  The best treatment for tilapia dumpling was treatment P6 (5%) with a gel strength value of 122.37g, water content of 58.97%, texture of 3.24 (chewy), taste of 4.54 (very characteristic of Moringa), aroma of 4.75 ( very characteristic of Moringa) color of 4.87 (dark green), ash content of 2.24%, crude fiber content of 12.53%, fat content of 1.97%, protein content of 12.19% and antioxidant activity of 4087.90 ppm.
Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Karagenan-Konjak Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Jelly Drink Sari Buah Pepaya (Carica papaya. (L). var. Calina) Pratiwi, Nova Andriani; Koesoemawardani, Dyah; Winanti, Diki; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9820

Abstract

AbstractPapaya fruit is susceptible to damage and has a shorter shelf life so product diversification efforts are needed to extend the shelf life of papaya fruit. Efforts to diversify papaya fruit by innovating it into a papaya juice jelly drink. Making jelly drinks requires two gelling agents, namely carrageenan and konjac. This research was carried out to find the effect and appropriate formulation of carrageenan and konjac on the sensory, physical and chemical properties of papaya juice jelly drink. Formulation of carrageenan and konjac at 55%:45% (P1), 60%:40% (P2), 65%:35% (P3), 70%:30% (P4), 75%:25% (P5) , 80%:20% (P6). The formulation of the 6 samples was then tested for viscosity, syneresis, water content, pH, suction power scoring test, hedonic test based on taste, color, aroma and overall acceptability parameters. P3 is the most preferred and best formulation of carrageenan and konjac 70%:30% based on the quality of the chemical content. Scoring test results suction power value 3.31 (like), hedonic test taste 3.70 (like), aroma 3.33 (like), color 3.68 (like), overall acceptance 3.98 (very like), viscosity 12.00 dPa.s, syneresis 0.77 %, water content 80.35%, pH 3.92, total plate count 24.5x 102 and beta-carotene of 0.057 mg/ 100g. Keywords: papaya, carrageenan, konjac, jelly drink, viscosity AbstrakBuah pepaya rentan terhadap kerusakan dan memiliki daya umur simpan yang lebih pendek sehingga diperlukan upaya diversifikasi produk untuk memperpanjang umur simpan buah pepaya. Upaya diversifikasi buah pepaya dengan menginovasikannya menjadi jelly drink sari buah pepaya. Pembuatan jelly drink diperlukan dua bahan gelling agent yaitu karagenan dan konjak. Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan pengaruh dan formulasi yang tepat antara karagenan dan konjak terhadap sifat sensori, fisik dan kimia jelly drink sari buah pepaya. Formulasi dari karagenan dan konjak sebesar 55%:45% (P1), 60%:40% (P2), 65%:35% (P3), 70%:30% (P4), 75%:25% (P5), 80%:20% (P6). Formulasi ke 6 sampel di uji viskositas, sineresis, kadar air, pH, uji skoring daya sedot, uji hedonik berdasarkan parameter rasa, warna, aroma, dan penerimaan keseluruhan. P3 adalah formulasi karagenan dan konjak sebesar 70%:30% yang paling disukai dan terbaik berdasarkan mutu kandungan kimia. Hasil uji skoring nilai daya sedot 3,31 (suka), uji hedonik rasa 3,70 (suka), aroma 3,33 (suka), warna 3,68 (suka), penerimaan keseluruhan 3,98 (sangat suka), viskositas 12,00 dPa.s, sineresis 0,77 %, kadar air 80,35%, pH 3,92, uji angka lempeng total 24,5x 102dan beta-karoten sebesar 0,057 mg/100g. Kata kunci: pepaya, karagenan, konjak, jelly drink, viskositas
PREFERENSI KONSUMEN DAN ANALISIS FINANSIAL PRODUK ABON IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Safitri, Diyah Ayu; Sartika, Dewi; Nur, Muhammad; Al Rasyid, Harun
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9828

Abstract

Ketersediaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berlimpah di Provinsi Lampung menjadi suatu permasalahan yang memerlukan upaya pemanfaatan untuk meningkatkan nilai tambah dari ikan nila. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah mengolah ikan nila menjadi abon ikan. Sebagai produk pengembangan, abon ikan nila memiliki potensi yang baik jika dikembangkan menjadi usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk abon ikan nila jika ditambahkan berbagai kaldu bubuk, mengetahui kelayakan usaha secara finansial dan analisis sensitivitas dari produk abon ikan nila. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kaldu bubuk pada abon ikan nila tidak berbeda nyata terhadap tingkat kesukaan panelis pada parameter warna, aroma, dan tekstur, namun berbeda nyata pada parameter rasa dan penerimaan keseluruhan dimana F hitung ˃ F tabel pada α = 1%. Dari hasil analisis finansial, usaha abon ikan nila ini dikatakan layak untuk dijalankan karena NPV yang diperoleh bernilai positif yaitu Rp.128.608.553, IRR 38%>tingkat suku bunga, Net B/C 1,315>1, dan Payback Period selama 5,13 tahun kurang dari proyeksi umur usaha yang direncanakan yaitu 10 tahun. Analisis sensitivitas dari usaha abon ikan nila juga menunjukkan bahwa usaha ini akan cenderung sensitive jika terjadi penurunan harga jual sebesar 6%, kenaikan harga ikan nila sebesar 11% serta perubahan biaya variabel sebesar 7% dan 8%.
Karakteristik Sensori dan Kimia Cookies Berbasis Tepung Mangrove Jenis Lindur (Bruguiera gymnorrizha) Simamora, Agnes Relita Maryati Br; Suroso, Erdi; Rina, Oktaf; Hidayati, Sri; Widaputri, Silaturahmi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik dari cookies berbasis tepung mangrove lindur berdasarkan uji sensori dan mengetahui komposisi uji kadar air dan uji derajat putih dari cookies berbasis tepung mangrove lindur. Penelitian dilakukan dengan rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor dan empat kali ulangan yang terdiri dari 6 taraf konsentrasi penambahan tepung lindur sebesar 0% (P1), 10% (P2), 20% (P3), 30% (P4), 40% (P5), dan 50% (P6). Hasil pengujian sensori menunjukkan bahwa cookies dengan penambahan 30% (P4) yang memberikan pernerimaan keseluruhan terbaik. Uji kadar air dari cookies berbasis tepung mangrove lindur yang terbaik adalah sebesar 1,244% dan uji derajat putih dari cookies berbasis tepung mangrove lindur adalah sebesar 24,175%.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DAN GLUKOMANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI MI BASAH SUBTITUSI TEPUNG TALAS KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) Indraputri, Qalbina Rifka; Zuidar, Ahmad Sapta; Winanti, Diki Danar Tri; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dan glukomanan terhadap karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul serta mengetahui proporsi perbandingan karagenan dan glukomanan dengan karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul terbaik sesuai SNI 2987-2015. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 kali ulangan. Faktor yang digunakan yaitu formulasi karagenan dengan glukomanan dengan 5 taraf perlakuan yaitu P1 (0%:100%), P2 (25%:75%), P3 (50%:50%), P4 (75%:25%), P5 (100%:0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan dan glukomanan berpengaruh terhadap sifat fisik dan sensori mi basah substitusi tepung talas kimpul. Mi basah perlakuan terbaik adalah perlakuan P4 (75% karagenan : 25% glukomanan) dengan nilai kadar air mi mentah 39,07%, kadar air mi matang 68,44%, daya serap air 117,98%, cooking loss 14,12%, skor tekstur (antara kenyal dan agak kenyal), skor warna (antara coklat pudar dan coklat), skor aroma (antara sangat khas talas kimpul dan agak khas talas kimpul), skor penerimaan keseluruhan (suka), kadar protein 3,72%, dan kadar abu tidak larut dalam asam 0,05%.