cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 238 Documents
Analisis Hubungan Berbagai Indeks Obesitas dengan Kadar Interleukin-6 pada Subjek Obesitas dan Non-obesitas Sentral Asni R Tina; Liong B Kurniawan; Uleng Bahrun
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3502

Abstract

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak pada tubuh bagian abdomen yang diakibatkanoleh jumlah lemak berlebih. Interleukin-6 merupakan sitokin yang diekskresi oleh jaringanadiposa dan kadarnya meningkat pada obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah menganalisishubungan indeks obesitas dengan kadar interleukin-6 pada obesitas sentral serta non obesitassentral. Responden dalam penelitian berjumlah 75 subjek yang di antaranya 20 subjek laki-lakidan 20 subjek perempuan obesitas sentral serta 20 subjek laki-laki dan 15 subjek perempuan nonobesitas sentral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara indeks massa tubuh (p < 0,001),lingkar pinggang (p < 0,001), lemak tubuh (p = 0,003) dan lemak viseral (p < 0,001) subjekobesitas sentral dengan obesitas non sentral. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa IndeksMassa Tubuh (IMT), Lingkar Pinggang (LP), lemak tubuh dan lemak viseral tidak berkorelasidengan IL-6 pada subjek laki-laki dan pada subjek perempuan hanya lemak viseral yangberkorelasi dengan IL-6 (p = 0,043; r = 0,343). Simpulan penelitian, terdapat korelasi signifikanantara lemak viseral dan kadar IL-6 pada subjek perempuan obesitas sentral dan non obesitassentral. Kata kunci: obesitas sentral; lemak viseral; lemak tubuh; interleukin-6
Knowledge Level of The Bhayangkari Members in West Java Regional Police About The Middle Ear Infection In Children Shinta F Boesoirie; Nur A Aroeman; Bambang Purwanto; Arif Tria
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3528

Abstract

Otitis media, disebut juga radang telinga tengah, merupakan keadaan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah yang mengalami peradangan atau inflamasi. Pengetahuan yang baik akan penyakit ini dapat menurunkan angka kejadian dan sequel otitis media pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari Polda Jawa Barat tentang radang telinga tengah pada anak. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 secara deskriptif dengan desain potong lintang melalui kuesioner daring google form. Responden diberikan 16 pertanyaan tentang radang telinga tengah pada anak. Terdapat 289 responden yang mengisi kuesioner sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan penilaian didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik 60,6% (n=175), cukup 36,3% (n=105) dan kurang 3,1% (n=9). Skor rata-rata 79,4±9,4. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari Polda Jawa Barat tentang radang telinga tengah pada anak adalah baik. Edukasi yang masih diperlukan adalah tentang pengertian dan penyebab radang telinga tengah pada anak. Kata kunci: radang telinga tengah; anak; tingkat pengetahuan
microRNA: Sebuah panduan pemula untuk klinisi dan peneliti Ardo Sanjaya
Journal of Medicine and Health Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v5i1.3540

Abstract

MicroRNA (MiRNA) adalah RNA pendek (sekitar 22 nukleotida) yang tidak mengkode pembentukan protein tetapi mengatur banyak fungsi penting dalam tubuh manusia. MiRNA pertama ditemukan pada tahun 1993 dan sekarang telah ditemukan mempengaruhi hampir semua penyakit manusia. MiRNA menjalani jalur pemrosesan terpisah dengan beberapa langkah di dalam nukleus dan sitoplasma. Proses ini juga dikontrol dengan ketat di banyak titik, menciptakan jalur regulasi yang sangat kompleks. Gangguan jalur ini dapat menyebabkan fenotipe penyakit seperti yang ditunjukkan oleh banyak pola ekspresi MiRNA yang terkait dengan keadaan penyakit. Namun, perkembangan mikroRNA masih relatif baru, dan ada banyak hal yang masih belum kita ketahui. Oleh karena itu, artikel reviu ini bertujuan untuk memberikan pendahuluan mengenai MiRNA mulai dari sejarahnya hingga perkembangan terbaru bagi para klinisi dan peneliti. Dalam pembuatan reviu ini dilakukan pencarian dengan kata kunci MiRNA melalui sistem pencarian PubMed pada pangkalan data MEDLINE. Hasil pencarian yang relevan akan dipilih oleh peneliti untuk diikutsertakan dalam artikel ini. Berdasarkan pencarian didapatkan bahwa MiRNA memiliki regulasi yang sangat kompleks dengan efek yang luas pada tubuh manusia. Efek dari MiRNA ini dapat ditemukan pada kondisi infark myokard, diabetes, hingga kanker. Suatu hari nanti, terapi berbasis RNA mungkin menjadi hal yang umum sehingga peneliti dan klinisi harus terbiasa dengan subjek yang berkembang pesat ini.
Case Report: A Patient with Suspicious of Thyrotoxic Periodic Paralysis Ni Made A Yudhawati; Ni Made D Adnyani; Ida Bagus A Nugraha; Wira Gotera
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3590

Abstract

Thyrotoxic periodic paralysis (TPP) adalah suatu kelainan elektrolit yang reversibel, ditandai dengan kelemahan otot yang bersifat akut dan hipokalemia yang dihubungkan dengan kondisi hipertiroid. Kelainan ini lebih sering terjadi pada populasi Asia terutama pada laki-laki. Usia terjadinya serangan antara 20 sampai 40 tahun. Sebagian besar penderita tidak menunjukan gejala dan tanda hipertiroid yang jelas sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis. Paralisis yang terjadi tidak bisa kita sampingkan dan berkaitan dengan kelainan tiroid. Tujuan penulisan ini adalah menyampaikan sebuah kasus TPP, gejala awal yang perlu diwaspadai dan tatalaksana pada keadaan emergency. Laki-laki berusia 20 tahun. didapatkan kondisi hipertiroid dengan indeks Wayne 27, kadar Free Thyroxine (FT4) meningkat, Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang rendah dan penurunan kalium serum. Pasien datang dengan keluhan lemah pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Pemberian terapi terapi dengan drip KCl 50 meq, propranolol 3x10mg, dan PTU 3x100 mg kondisi memberikan outcome pasien yang membaik selama lebih kurang 7 hari dan akhirnya dipulangkan dengan kadar kalium serum normal (4,71 mmol/L). Penegakan diagnosis yang tepat dari anamnesis, pemeriksaan penunjang akan memberikan hasil yang baik. Pada kasus disimpulkan bahwa pemberian supplementasi kalium di tahap awal sangat penting untuk memulihkan kondisi paralisis dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kata kunci: Thyrotoxic periodic paralysis; elektrolit; reversible; hipokalemia
Potensi Penggunaan Insulin Topikal untuk Tata Laksana Luka Diabetik Kronis Lorettha Wijaya; Erwin Jawan
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3607

Abstract

Wound healing disturbances that occur in chronic diabetic wounds result in various complications and cause a significant burden. With the increasing prevalence of diabetes mellitus, it is estimated that the numbers of chronic diabetic wounds and their complications will also continue to increase. One of the latest managements using growth factors for chronic diabetic wounds gives satisfactory results, but their use is still limited because of the high costs. This study aims to explore the effectiveness of using topical insulin as a cheaper and effective alternative therapy in chronic diabetic wounds. The method of this study is a literature review sourced from Google Scholar and ProQuest search engine. Eight articles were obtained that are relevant to be discussed in this study. According to studies conducted so far, topical insulin can improve wound healing through the modulation of inflammation and insulin signaling pathways. In conclusion, there is improved wound healing in diabetic chronic wounds patients that were given topical insulin. Therefore topical insulin should be considered as part of chronic diabetic wounds management. Keywords: wound healing; chronic diabetic wounds; growth factors; topical insulin
Comparison Between Knowledge, Attitude and Participation of Health Care Workers and Civilians at Immanuel Hospital Bandung towards COVID-19 Vaccine Jahja T Widjaja; Evelyn Nathania
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3611

Abstract

Vaksin COVID-19 diadakan dengan harapan menjadi solusi untuk pandemi ini dan tentu saja menuai berbagai macam respons dari berbagai kalangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan, sikap, dan keikutsertaan pada tenaga kesehatan dan masyarakat umum terhadap vaksin COVID-19. Rancangan penelitian menggunakan potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden dari tenaga kesehatan menggunakan simple random sampling dan masyarakat umum menggunakan incidental sampling by time. Data diambil pada bulan Maret-April 2021 menggunakan instrumen kuesioner di RS Immanuel Bandung. Analisis data menggunakan analisis univariat dan multivariat yaitu chisquare. Hasil penelitian didapatkan 84% tenaga kesehatan dan 83,1% masyakarakat umum memiliki pengetahuan baik; 99% tenaga kesehatan dan 93% masyarakat umum berikap mendukung; 89% tenaga kesehatan dan 78,2% masyarakat umum turut ikut serta dalam vaksin COVID-19. Hubungan antara pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan yang erat (p<0,05), begitu pula dengan pengetahuan dan keikutsertaan (p<0,05) serta sikap dan keikutsertaan (p<0,05) baik pada masyarakat umum maupun tenaga kesehatan. Simpulan penelitian ini, tenaga kesehatan dan masyarakat umum sebagian besar berpengetahuan baik, sikap mendukung dan keikutsertaan yang baik terhadap vaksin COVID-19. Semakin baik pengetahuan terhadap vaksin COVID-19, akan bersikap mendukung dan keikusertaan baik. Begitu pula semakin baik sikap responden, maka keikutsertaan terhadap vaksin COVID-19 juga baik.Kata kunci: vaksin; covid-19; pengetahuan; sikap; keikutsertaan
Perbedaan Penangkapan 99mTc-Pyrophosphate vs 99mTc- Methylenediphosphate dalam Mendeteksi Amyloidosis Jantung; Pengalaman Pertama di RSUP Hasan Sadikin Hadi Marzuki; Erwin A Soeriadi; Astri Astuti; Hendra Budiawan; Achmad Hussein S Kartamihardja
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3640

Abstract

Cardiac amyloidosis (CA) is a disorder caused by deposits of insoluble fibrils in the myocardium and an underdiagnosed cause of heart failure. Immunoglobulin Light Chain-Associated Amyloid (AL) and Amyloidosis Transthyretin-related (ATTR) are the two protein precursors that most commonly cause cardiac amyloidosis. It is important to distinguish between these two types of amyloidosis because the treatment and prognosis of each types is different. Recent advances in cardiac radionuclide imaging, in particular using bone-seeking agents such as 99mTc-Pyrophosphate (PYP) and 99mTc-Methylenediphosphate (MDP), can differentiate AL from ATTR. This study aimed was to investigate the uptake characteristic of both tracers in CA. Three patients with suspected of having cardiac amyloidosis underwent two cardiac radionuclide imaging examinations using those two different radiopharmaceuticals. The cardiac images were analyzed quantitatively and semi-quantitatively based on ASNC (American Society of Nuclear Medicine) criteria. Cardiac radioactivity uptake of 99mTc-PYP was better from those of 99mTc-MDP based on quantitative as well as semi-quantitative (visual assessment). Keywords: cardiac amyloidosis; cardiac imaging; 99mTc-PYP; 99mTc-MDP
Determinant Factors Associated with Low Birth Weight Babies at Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung From January-December 2019 Tamara Damayanti; Rimonta F Gunanegara; Meilinah Hidayat
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3734

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian BBLR di RSKIA Kota Bandung periode Januari-Desember 2019 dengan metode penelitian analitik dengan desain case control untuk mendapatkan hubungan antara faktor-faktor risiko terhadap kejadian BBLR. Sampel kasus menggunakan data primer yang diambil dari rekam medik dengan teknik pengambilan sampel whole sampling, sedangkan sampel kontrol menggunakan data sekunder dari sumber yang sudah ada dengan metode simple random sampling berdasarkan tabel yang berisi populasi studi dan jumlah sampel kontrol diambil sesuai dengan jumlah sampel kasus (1:1). Sebanyak 412 ibu yang melahirkan di RSKIA Kota Bandung melahirkan bayi BBLR. Hasil analisis statistik menemukan adanya hubungan antara variabel pendidikan ibu, usia gestasi, Index Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok ibu, jumlah kunjungan Antenatal Care (ANC), preeklamsia, dan infeksi kehamilan (p<0,05) dengan BBLR. Sementara tidak ditemukan hubungan antara variabel usia ibu, pekerjaan ibu, jumlah paritas, jarak kehamilan dan anemia pada ibu hamil dengan BBLR (P>0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu, usia gestasi, IMT, kebiasaan merokok ibu, jumlah kunjungan ANC, preeklamsia dan infeksi kehamilan memengaruhi kejadian BBLR.
Karakteristik Pasien COVID-19 Rawat Inap di RS Immanuel Bandung, Indonesia Jahja T Widjaja; Limdawati Kwee; Andreas K Giantara; Henry A Suabgiyo; Christian Edwin; Ranietha L Putri
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3781

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020. Manifestasi klinis COVID-19 bervariasi, pemeriksaan diagnostik dan tatalaksana juga mengalami perkembangan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik klinis, komorbiditas, terapi, dan luaran dari 48 pasien COVID-19 yang dirawat inap di RS Immanuel (RSI) Bandung. Data penelitian didapat dari rekam medik RSI periode Maret hingga Oktober 2020. Wanita lebih banyak terkena COVID-19 (54,2 %) dan 8,3% pasien berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Rentang usia pasien COVID-19 terbanyak pada usia 51 – 60 tahun (29%). Gejala yang didapat adalah batuk (93,7%), demam (87,5%), sesak (43,7%), nyeri menelan (23%), mual (14,6%), pilek (8,3%), diare, dan anosmia masing-masing pada 6,25% pasien. Dari 48 pasien, didapatkan 12 pasien (25%) meninggal, 31 pasien (64,5%) sembuh, 3 pasien (6,25%) dirujuk, dan 2 pasien (4,16%) pulang atas permintaan sendiri. Mortalitas terbanyak ditemukan pada rentang usia 61 – 70 tahun (33,3%). Tercatat dua orang memilih terapi imunoglobulin intravena. Disimpulkan bahwa karakteristik pasien COVID-19 di RSI terbanyak adalah wanita, rentang usia 51 – 60 tahun, dengan gejala batuk, dan komorbid hipertensi. Mortalitas tercatat sebesar 25% dengan hipertensi dan usia lanjut merupakan komorbid terbanyak pada nonpenyintas COVID-19.Kata kunci: pasien COVID-19; karakteristik; Rumah Sakit Immanuel.
Potensi Teh Rosela (Hibiscus sabdariffa) dan Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) Sebagai Diet Antiobesitas Putu ISL Dewi; Kadek MN Pamungkas; Erick K Tandiono
Journal of Medicine and Health Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v5i2.3835

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2014, lebih dari 1,9 milyar populasi dunia mengalami overweight dan 600 juta di antaranya dengan obesitas. Kondisi ini disebabkan oleh asupan kalori yang melebihi pengeluaran energi disertai berbagai faktor. Modalitas terapi yang ada saat ini terbatas pada diet, farmakoterapi, dan operasi. Tujuan dibuatnya literature review ini yaitu menemukan tanaman obat yang berpotensi sebagai antiobesitas. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengumpulkan sumber dari literatur ilmiah seperti WHO, PubMed, dan Google Scholar. Ekstrak Hibiscus sabdariffa ditemukan dapat menurunkan oxysterols dan meningkatkan ekskresi asam palmitat di feses yang penting dalam mengontrol glukosa dan lemak. Ekstrak ini menginhibisi SREBP-1c, PPARγ, lipase pankreas, serta ekspresi PPARγ dan C/EBPα. Ekstrak Gynura procumbens mampu menurunkan pembentukan LDL sehingga berefek terhadap kolesterol dan lemak lain serta memiliki efek kardioprotektif. Ekstrak ini dapat meningkatkan ekspresi gen PPAR-α yang meningkatkan oksidasi asam lemak dan menginduksi aktivitas lipoprotein lipase. Teh rosela dibuat baik dengan metode infusi, decoction, maupun maserasi. Teh daun sambung nyawa dikonstruksi melalui deaktivasi enzim primer dan sekunder, rolling, pembekuan, serta vacuum freeze-drying. Kombinasi keduanya akan dibuat menjadi bentuk teh, kemudian diadministrasikan secara peroral. Disimpulkan bahwa, kombinasi teh rosela dan daun sambung nyawa mengandung senyawa antiobesitas yang berpotensi sebagai terapi untuk penderita obesitas.