Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles
188 Documents
Demokrasi dan Pertumbuhan Budaya Etnik Tionghoa di Kota Surabaya Pasca Orde baru
Garry Renata Indrakusuma;
Putra Aditya Lapalelo;
Nathanael Chandra Agust
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v2i2.1687
lnstruksi Presiden (Inpres) No. 1411967 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto pada masa Orde Baru menyatakan larangan bagi masyarakat Tionghoa di lndonesia menjalankan acara-acara keagamaan, kepercayaan dan adat-istiadat, dan menggunakan aksara Tionghoa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam atmosfir politik seperti itu, budaya etnik Tionghoa mengalami kemandekan. lbarat bibit tanaman, budaya etnik Tionghoa tidak dapat tumbuh. Kebijakan politik seperti itu bukan hanya membuat masyarakat Tionghoa menjadi takut menggunakan dan menunjukkan identitas ke-Tionghoaannya. Lebih dari itu banyak di antara mereka tumbuh menjadi manusia-manusia hipokrit yang mengingkari kodrat dan takdirnya dilahirkan sebagai orang Tionghoa. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 612000, lnpres No. 1411967 itu dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). lnilah tonggak dari perubahan politik kebudayaan, pemerintah mengakui eksistensi budaya etnik Tionghoa dan menetapkan Hari Raya lmlek sebagai hari libur nasional. Penelitian ini akan memaparkan hasil wawancara dengan beberapa nara sumber kunci tokoh Tong Hoa di Surabaya terkait pertumbuhan dan perkembangan budaya etnik Tonghoa pasca pencabutan lnpres No. 141 1967. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, kami akan melakukan wawancara mendalam (depth interview) terhadap sejumlah tokoh dari kelompok pengamat maupun pelaku budaya, khususnya pelaku budaya etnik Tionghoa dengan menggunakan struktur pertanyaan terbuka (open questioner).
Framing Media atas Pemberitaan Anas Urbaningrum dan Politik Para Sengkuni
Muhammad Fadeli
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v2i2.1688
Penyebaran berita melalui media massa merupakan proses awal dari pembentukan pendapat umum. Ketepatan dalam penyampaian berita dan informasi akan membentuk "konsensus" khalayak. Selanjutnya bagaimana peran media massa dalam penyampaian pemberitaan yang berkaitan dengan adanya kasus Anas Urbaningrum sehingga media massa memiliki andil dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap pemberitaan tersebut. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa media massa berperan penting dalam ha1 membentuk opini. Media massa mempunyai peran membentuk pengertian khalayak. Berkaitan dengan isi berita tersebut penulis mencoba melihat bagaimana media membingkai (framing) dalam memberitakan kasus "Anas Urbaningrum dan politik para sengkuni". Penulis meneliti pemberitaan pada halaman pertama surat kabar Jawa Pos dan Kompas. Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa pada umumnya ketika akan membaca atau membeli sebuah surat kabar, yang pertama dilihat adalah headline atau bagian halaman depan. Pada penelitian ini. Metode analisa data yang digunakan penulis adalah konsep framing Pan dan Kosicki. Pan dan Kosicki membagi perangkat framing menjadi empaf struktur besar. Yaitu, sintaksis (cara wartawan menyusun fakta), struktur skrip (cara wartawan mengisahkan fakta), struktur tematik (cara wartawan menulis fakta), dan struktur retoris (cara wartawan menekankan fakta).
Motif Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Dalam Menggunakan Media Sosial
Yuli Nugraheni;
Anastasia Yuni Widyaningrum
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v6i2.1706
Theory Uses And Gratification menjelaskan bagaimana manusia aktif terhadap media. Teori ini sekaligus mengkoreksi perkembangan teori sebelumnya bahwa manusia diasumsikan pasif terhadap media. Dalam Uses and Gratification, kebutuhan mendasari manusia untuk mempunyai motif dalam penggunaan media dan diujungnya adalah puas atau tidak. Penelitian ini berhenti pada motif apa yang mendasari manusia/masyarakat atau mahasiswa sebagai populasi dalam penelitian ini dalam penggunaan media social.Menggunakan sampel sejumlah 350 mahasiswa dari keseluruhan populasi berjumlah 5197 mahasiswa. Menggunakan stratified random sampling, penelitian berusaha untuk bisa memberikan deskripsi mengenai motif mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas yang diperoleh adalah mahasiswa yang menjalani kuliah di semester I hingga VI, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, mayoritas responden memiliki pengeluaran rata-rata perbulan satu hingga dua juta rupiah, mayoritas responden memiliki 1 gadget, mayoritas responden memiliki lebih dari 3 akun di media sosial, mayoritas responden memilih jenis media sosial yang digunakan adalah instagram dan mayoritas responden memiliki lama penggunaan media sosial 4 hingga 6 jam perhari. Motif tertinggi yang ditemukan pada mahasiswa UKWMS dalam mengunakan media sosial adalah motif pass time, disusul motif information seeking, motif information sharing dan motif entertaint.
Komunikasi Politik Jokowi: Antara Pencitraan Dan Jejaring Politik
Redi Panuju
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v6i2.1709
Jauh sebelum Jokowi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia (2014-2019), komunikasi politik telah dilakukan dengan cara memadukan antara kegiatan dan ekspose media. Kegiatan menunjukkan karakteristik personal seseorang, seperti apa yang menjadi visinya, pemikiran apa yang melatar belakanginya, dan citra seperti apa yang diinginkan. Komunikasi politik Jokowi tersebut dikenal dengan sebutan “blusukan”, istilah dari bahasa Jawa yang artinya kurang lebih terjun langsung ke tangah masyarakat atau turun ke bawah (turba). Berdasarkan fakta informasi yang dapat kita peroleh dari media, nampaknya Jokowi akan ambil bagian lagi dalam kontestasi Pemilihan Presiden tahun depan (2019). Tulisan ini menganalisis bagaimana komunikasi politik Jokowi dalam dua sisi, yakni membangun citra dan memelihara koalisi partai pendukung. Citra sangat dibutuhkan untuk mempertahankan dan menguatkan popularitas hingga elektabilitas. Sedangkan memelihara jejaring partai politik dibutuhkan karena partai politik atau gabungannya yang berwewenang mengusung calon Presiden dan calon wakil presiden. Kajian ini menggunakan pendekatan interpretatif berdasarkan data informasi yang diperoleh dari media (media on-line maupun media massa). Analisis berdasarkan terori citra dan teori opini publik. Kajian ini menujukkan bahwa citra yang dibangun Jokowi sangat kuat pada citra kini, citra keinginan (visi), dan citra penampilan. Sementara Jokowi lemah pada citra cermin dan citra koorporasi. Sedangkan komunikasi politik dalam menjaga dukungan partai, menunjukkan partai yang semula mengusung pencalonannya pada 2014 yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan ada jarak, sehingga Jokowi lebih merapat ke partai lain.
Penindasan Perempuan Dan Alam Dalam Perspektif Ekofeminisme Pada Film “Maleficent”
Illona Grace Undap Pondaag;
Akhsaniyah Akhsaniyah;
Noveina Silviyani Dugis
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v6i2.1711
Tulisan ini mengulas relasi antara penindasan perempuan dan alam dalam sebuah film produksi Disney yang berjudul Maleficent. Pada film-film produksi Disney sebelumnya yang bertemakan ala puteri selalu menggambarkan perempuan sebagai sosok yang lemah dan pasif. Sangat berbeda dengan penggambaran perempuan dalam film Maleficent oleh Disney ini. Diceritakan dengan kisah yang berbeda dengan dongeng klasiknya yang berjudul “Sleeping Beauty”, film Maleficent menampilkan perempuan sebagai sosok yang kuat, mandiri, penyayang, dan keibuan. Namun, meski penggambaran ini seolah menyanjung perempuan, ternyata penggambaran ini malah justru sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi perempuan dan alam dalam perspektif ekofeminisme dalam film Maleficent. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya kajian-kajian penelitian komunikasi, terutama kajian mengenai analisis semiotika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan analisis semiotika Roland Barthes yang melihat pada tiga tahapan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan terjadinya eksploitasi terhadap alam oleh manusia yang berlangsung seiring dengan penindasan terhadap perempuan, sehingga pembebasan terhadap alam harus dilakukan dengan mmbongkar relasi antara laki-laki (penguasa) dan perempuan. Sebab dalam berbagai tradisi yag berkembang di masyarakat, perempuan punya ikatan lebih erat dengan alam.
Wacana Politisi Perempuan Dalam Meme
Anastasia Yuni Wiydaningrum;
Theresia Intan Putri Hartiana
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v6i2.1712
Kehadiran internet dengan berbagai kreatifitas aplikasi, menghadirkan ruang kreasi dan demokrasi yang lebih luas. Euphoria masyarakat pada internet tidak saja menjangkiti negara asal dan negara-negara maju, namun juga merambah ke negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai negara demokrasi. Jika sebelumnya demokrasi itu terbatas pada ruang elit partai dan negara, pada konteks tersebut maka meme hadir. Oleh karena itu dalam penelitian ini rumusan masalah adalahnya bagaimana wacana mengenai politisi perempuan ditampilkan melalui meme dengan menggunakan wacana Foucault. Kehadiran internet menjadikan dunia berubah. Relasi antara manusia berubah, ruang kreatifitas tumbuh dan berkembang tak terkendali. Informasi bisa diproduksi oleh siapapun dan disebarkan kepada siapapun. Maka kehadiran meme tentang politisi perempuan membuka ruang-ruang politik kerakyatan yang tak mampu dijamah oleh media mainstream. Kesimpulan penelitian ini adalah meme dan internet memberikan ruang baru bagi publik untuk menyampaikan kritik dan saran dalam kegiatan politik
CSR Internal Manajemen Bukalapak Sebagai Bentuk Investasi Sosial Dan Peningkatan Kualitas Komunikasi Sosial Internal Perusahaan
Raditia Yudistira Sujanto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v6i2.1713
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program CSR di internal manajemen Bukalapak. Bukalapak sebagai perusahaan bisnis berbasis daring tidak terwajibkan secara hukum untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan namun perusahaan ini tetap menjalankannya melalui kebijakan dan program sosial. Salah satu bahasan utama dalam penelitian ini adalah gerakan sosial dalam Bukalapak Social Club (BSC) yaitu kelompok nonstruktural di dalam manajemen perusahaan yang fokus pada keterlibatan karyawan secara sukarela dalam kegiatan-kegiatan sosial. Melalui BSC, terbukti karyawan memiliki motivasi baik sebagai manusia maupun sebagai pekerja profesional di Bukalapak. Pimpinan perusahaan, CEO Bukalapak Ahmad Zaky pun tidak menjaga jarak yang jauh dengan para karyawan, dengan kerap turun ke lapangan bersama dengan para karyawan yang sedang melakukan program sosial. Dengan demikian hubungan tersebut berpengaruh pada kualitas komunikasi sosial di dalam internal perusahaan. Pada akhirnya segala hasil atau dokumentasi program sosial Bukalapak disebarluaskan di lingkungan internal perusahaan melalui media surel dan aplikasi komunikasi Telegram di telepon pintar. Dengan begitu karyawan yang terlibat secara sukarela di dalam program sosial yang sudah dilakukan mendapatkan rasa senang sudah dapat berkontribusi sosial kepada masyarakat. Terlebih lagi tidak sedikit karyawan yang memanfaatkan hak cuti kerjanya untuk ikut ke program sosial Bukalapak
Sikap Warga Putat Jaya Mengenai City Branding Kota Surabaya Melalui Program Revitalisasi Eks Lokalisasi Dolly
Veronica Amelia Maria Pantouw;
Brigitta Revia Sandy Fista
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v7i1.1744
Penelitian ini berjudul Sikap Warga Putat Jaya mengenai City Branding Kota Surabaya melalui Program Revitalisasi eks Lokalisasi Dolly. Program Revitalisasi merupakan alat yang digunakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam melakukan City Branding Kota Surabaya. Program Revitalisasi dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan menutup Lokalisasi Dolly pada 18 Juni 2014 lalu dan membuat tempat bekas prostitusi tersebut menjadi sebuah Kampung Eduwisata Tematik dan melakukan pemberdayaan pada warga sekitar terdampa melalui beberapa pelatihan guna membantu perekonomian mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap Warga Putat Jaya mengenai City Branding Kota Surabaya melalui Program Revitalisasi eks Lokalisasi Dolly. Penelitian ini menggunakan grand theory SOR dengan efek yaitu sikap. Sikap ditinjau dari ketiga komponen, yaitu kognitif, afektif dan konatif yang berdasarkan elemen dari city branding, yakni identitas, komunikasi, dan citra. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Setelah menyebar kuesioner, peneliti menemukan bahwa adanya kecenderungan sikap netral responden mengenai City Branding Kota Surabaya melalui Program Revitalisasi eks Lokalisasi Dolly. Sebagian besar responden menyatakan sikap yang netral, yang berarti tingkat pengetahuan, tingkat afeksi dan tingkat konasi responden mengenai City Branding Kota Surabaya melalui Program Revitalisasi eks Lokalisasi Dolly adalah sedang
Studi Kasus Implementasi Konsep Digital Media dan Jurnalis Digital di NET.
Veronika .
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v7i1.1745
Perkembangan media sosial berpengaruh pada pola konsumsi informasi masyarakat. Data menunjukkan secara global mau pun di Indonesia bahwa angka pengakses informasi melalui media sosial terus meningkat. Sehingga sejumlah media dalam beberapa tahun ini mulai memanfaatkan platform digital seperti website, media sosial dan aplikasi. Dan juga yang turut menjadi perhatian media saat ini adalah medium yang digunakan. Masyarkat mulai tertarik menggunakan perangkat gawainya untuk mengakses internet. Menggunakan metode studi kasus, teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ciri tim digital NET. Gambarannya, ciri tim digital NET. Memiliki ciri yang khas sebagaimana konsep digital media milik Flew dan digital journalist dari Malik dan Shapiro. Tiga pilar utama yaitu tim, teknologi dan konten memiliki peran yang besar dalam perkembangan tim digital NET. Fungsi tim digital ini adalah fungsi public relation (kehumasan), fungsi marketing, fungsi promosi. Ditambah juga fungsi siaran yang kental ditemukan pada akun media sosial sejumlah Biro yang dimiliki NET.
Sikap Pelanggan Listrik Pascabayar Kabupaten Bangkalan Mengenai Sosialisasi Program Listrik Pintar Pt Pln (Persero) Ranting Bangkalan
Amanda Syafitri;
Yuli Nugraheni
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/jk.v7i1.1746
Penelitian dengan judul Sikap Pelanggan Listrik Pascabayar Kabupaten Bangkalan Mengenai Sosialisasi Program Listrik Pintar PT PLN (Persero) Ranting Bangkalan, bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap pelanggan listrik pascabayar Kabupaten Bangkalan mengenai sosialisasi program listrik pintar PT PLN (Persero) Ranting Bangkalan. Pemilihan lokasi berdasarkan data yang diperoleh, menunjukkan bahwa tunggakan listrik terbesar berada pada Kabupaten Bangkalan, sehingga perlu adanya strategi untuk mengubah sikap. Sosialisasi bertujuan untuk mengubah sikap pelanggan listrik pascabayar agar mau mengubah sikap untuk beralih ke listrik pintar, sehingga memerlukan evaluasi bagaimana sikap pelanggan listrik pascabayar. Sikap ditinjau dari tiga komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif yang berdasarkan elemen komunikasi dalam sosialisasi yaitu komunikator, komunikan, pesan, saluran dan noise. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Peneliti menggunakan metode penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sikap pelanggan listrik pascabayar memiliki kecenderungan yang negatif, sehingga responden cenderung tidak memberikan dukungan terhadap sosialisasi program listrik pintar. Pelanggan listrik pascabayar Kabupaten Bangkalan mengetahui dan menyetujui sosialisasi program listrik pascabayar, namun tidak memiliki kecenderungan untuk beralih.