cover
Contact Name
Siti Nurjannah
Contact Email
sitinurjannah48@gmail.com
Phone
+6282341077095
Journal Mail Official
sitinurjannah48@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdurrahman, Kel. Gambesi, Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 30309085     EISSN : 3026426X     DOI : https://doi.org/10.33387/kehutanan.v2i2
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun. Artikel yang diterbitkan berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada bidang kehutanan, lingkungan dan pertanian.
Articles 45 Documents
Edukasi Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Generasi Muda di SMA Negeri 14 Kota Jambi/Plant Diversity Conservation Education as an Effort to Foster Ecological Awareness among the Youth at SMA Negeri 14 Jambi City Kavita Felicia; Muhammad Rafly Al Aziz; Shofyyah Angelita; Yasri Syarifatul Aini; Albayudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jgzs7168

Abstract

Rendahnya kesadaran ekologis generasi muda terhadap kelestarian flora endemik menjadi salah satu pemicu meningkatnya laju degradasi hutan di Provinsi Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa SMA Negeri 14 Kota Jambi terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati tumbuhan melalui metode edukasi interaktif. Mitra pengabdian adalah siswa kelas XI F2 yang berjumlah 28 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi secara ekspositori  menggunakan media PowerPoint Presentation (PPT), diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji deskriptif dan perhitungan rata-rata untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pengetahuan siswa yang signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 54,29% pada saat pre-test menjadi 65,36% pada saat post-test. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias dan mulai memahami peran penting vegetasi hutan serta satwa liar yang dilindungi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Edukasi berbasis sekolah ini efektif menjadi langkah preventif dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini bagi generasi Z di wilayah perkotaan Jambi. Kata kunci: Biodiversitas, Kesadaran Ekologis, Konservasi, Pengabdian Sekolah, Tumbuhan Langka
Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Peran Hutan Konservasi dalam Menjaga Daerah Aliran Sungai melalui Kegiatan Sosialisasi di SMP Negeri 018 Kota Jambi Andrian Simanjuntak; Asyhadul Yamin; Zena Agustin Manalu; Cory Wulan; Femei
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jmf32f30

Abstract

Kerusakan hutan di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) dapat mengganggu fungsi hidrologi dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi hutan perlu ditanamkan sejak usia sekolah melalui kegiatan pendidikan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran hutan konservasi dalam menjaga fungsi ekologis DAS. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 018 Kota Jambi dengan melibatkan 29 siswa. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Efektivitas kegiatan dianalisis menggunakan metode Normalized Gain (N-Gain). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 44,83 pada pre-test menjadi 71,72 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,50 termasuk dalam kategori sedang. Sebanyak 25 siswa (86,21%) berada pada kategori N-Gain sedang, 3 siswa (10,34%) pada kategori tinggi, dan 1 siswa (3,45%) pada kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai peran hutan konservasi dalam menjaga fungsi daerah aliran sungai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan lingkungan di tingkat sekolah menengah pertama untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian sumber daya hutan. Kata Kunci: daerah aliran sungai; hutan konservasi; N-Gain; pendidikan lingkungan; sosialisasi. 
Sosialisasi Konservasi Satwa Dilindungi Trenggiling Sunda (Manis javanica) untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMP Negeri 7 Batanghari Hasnatul Annisa; Najmi Mutadi Akbar Lubis; Hikmal Abrar; Nursanti Nursanti; Hafizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/ddg47s90

Abstract

Trenggiling Sunda (Manis javanica) merupakan satwa mamalia dilindungi yang berstatus kritis (Critically Endangered) menurut IUCN Red List akibat tingginya tekanan perburuan dan perdagangan ilegal, sementara tingkat pengetahuan dan kesadaran pelajar terhadap satwa ini masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa Sekolah Menengah Pertama terhadap pentingnya konservasi trenggiling Sunda melalui metode sosialisasi interaktif. Mitra kegiatan adalah 29 siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Batanghari. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi secara ceramah interaktif, diskusi dua arah, permainan edukatif (game-based learning), serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2026. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase peningkatan (gain score). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan nilai rata-rata peserta meningkat dari 53,10 pada pre-test menjadi 93,79 pada post-test, atau setara peningkatan sebesar 40,69 poin (76,62%). Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator pengetahuan biologis yang sebelumnya kurang dipahami, yaitu waktu aktif dan masa gestasi trenggiling, yang masing-masing meningkat dari 21% menjadi 97%. Evaluasi kualitatif menunjukkan antusiasme tinggi peserta, khususnya pada sesi tanya jawab dan kuis interaktif. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai langkah preventif dalam menumbuhkan kesadaran konservasi satwa liar dilindungi sejak usia sekolah menengah. Kata Kunci: Edukasi Konservasi, Kesadaran Lingkungan, Satwa Dilindungi, Sosialisasi Sekolah, Trenggiling Sunda 
Biokonversi Limbah Dapur dalam Menunjang Ekonomi Sirkular di Kelurahan Kalumpang Suleyman Suleyman; Betty Kadir Lahati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tpfh2p81

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan karena sebagian besar limbah dapur belum dimanfaatkan secara optimal dan berakhir di tempat pembuangan akhir. Pendekatan ekonomi sirkular menjadi salah satu solusi melalui pemanfaatan kembali limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Kalumpang dalam mengelola limbah dapur melalui teknologi biokonversi sehingga dapat mendukung pengurangan sampah dan menciptakan produk yang bermanfaat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Biokonversi dilakukan dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik dan bahan pendukung budidaya berbasis konsep zero waste. Peserta kegiatan terdiri atas kelompok masyarakat dan rumah tangga di Kelurahan Kalumpang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan limbah, proses pengolahan limbah organik, serta pemanfaatan hasil biokonversi untuk kebutuhan rumah tangga dan lingkungan sekitar. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsep ekonomi sirkular melalui pengurangan limbah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa biokonversi limbah dapur dapat menjadi alternatif sederhana, murah, dan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Kata kunci: biokonversi, ekonomi sirkular, limbah dapur, pengabdian masyarakat, zero waste
Implementasi Teknologi Asap Cair dalam Produksi Ikan Asap yang Aman, Higienis, dan Ramah Lingkungan Indah Rodianawati; Wira Rahardi; Tri Mulya Hartati; Yusnaini; Sabir Sumarna; Gilang Ramadan Kololikiye; Abu Sahman Nasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/se5hpt75

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas pelaku usaha pengolahan ikan dalam menerapkan teknologi asap cair dalam mengahasilkan ikan asap yang aman dikonsumsi, higienis, memiliki mutu yang seragam, serta memenuhi prinsip produksi berkelanjutan. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok usaha pengolahan ikan skala rumah tangga yang masih menggunakan metode pengasapan tradisional. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, identifikasi permasalahan, penyuluhan mengenai keamanan pangan dan teknologi asap cair, pelatihan pembuatan ikan asap menggunakan asap cair dan oven, pendampingan produksi, serta evaluasi melalui pretest, posttest, observasi keterampilan, dan penilain mutu produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi asap cair memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta maupun kualitas produk yang dihasilkan. Peserta mampu menerapkan prosedur sanitasi, formulasi larutan asap cair, proses perndaman, pengeringan, hingga pemanasan menggunakan oven sesuai standar operasional yang diberikan. Produk ikan asap yang dihasilkan memiliki warna yang lebih seragam, aroma asap lebih lembut, tekstur lebih baik, serta tingkat kebersihan yang lebih tinggi dibandingkan metode pengasapan tradisional. Selain itu, penggunaan asap cair mampu mengurangi paparan asap secara langsung kepada pekerja dan menekan emisi pencemaran ke lingkungan sehingga proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa implementasi teknologi asap cair merupakan inovasi yang efektif untuk meningkatkan kualitan keamanan, dan daya saing produk ikan asap skala usaha mikro dan kecil. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar teknologi ini dapat diadopsi secara konsisten serta mendukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi pada keamanan pangan, kesehatan masyarakat dan ramah lingkungan   Kata Kunci: asap cair, ikan asap, higienis, teknologi pengolahan, ramah lingkungan