cover
Contact Name
Ahmad Imam Muzaki
Contact Email
hamkajurnal@gmail.com
Phone
+6282246224516
Journal Mail Official
hamkajurnal@gmail.com
Editorial Address
jalan Prof.Hamka Kibing, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau 29424
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Hamka ilmu pendidikan islam
ISSN : -     EISSN : 28298705     DOI : -
HAMKA Journal of Educational Sciences (E-ISSN 2829-8705) is a quality open access peer-reviewed research journal published by The STIT Internasional Muhammadiyah Batam Indonesia. The focus and scope of this journal are on Early Childhood Islamic Education, and Arabic Language Education. Jurnal Hamka is published twice a year [July and December], is an Indonesian peer-reviewed journal, and specializes in Early Childhood Islamic Education and Arabic language. All submitted papers must go through a double-blind review process. This is to ensure the quality of manuscripts published in the journal.
Articles 110 Documents
Pengembangan Inovasi Kurikulum untuk Pembelajaran PendidikanAgama Islam Berbasis Komunikasi Efektif Arifuddin Jalil Eni Midiarti
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Developing an innovative curriculum for Islamic Religious Education (PAI)based on effective communication is a strategic effort to improve the quality of learningrelevant to the challenges of the times. An effective communication-based curriculum isdesigned to equip students with effective, ethical, and Islamic-values communicationskills, both in everyday life and in the digital environment. This research aims to identifyneeds, design, and implement a curriculum model that supports the development ofstudents' communication skills, using a thematic and collaborative approach.The research employed a qualitative approach, encompassing literature review,needs analysis, and curriculum testing through limited classroom implementation. Theresults indicate that integrating Islamic values with the concept of effectivecommunication can increase student engagement, material comprehension, and theirability to apply religious values in social interactions. Furthermore, the designedcurriculum utilizes digital technology as a learning support tool, creating an interactiveand contextual learning experience.Keywords: Development, Curriculum Innovation, Islamic Religious Education,Effective Communication, Interactive Learning
INTEGRASI TEORI DAKWAH DAN KOMUNIKASI BERADAB: ANALISIS PEMIK YUSUF AL-QARADAWI DAN JALALUDDIN RAKHMAT DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Sofwa Kamila; Mawaddah Rahmatika; Nailatus Sakhowa; Muhammad Muhajir; Mukhammad Rifaldo; Nasikhin Nasikhin
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the integration of da'wah theory and civilized communication through an examination of the thoughts of Yusuf al-Qaradawi and Jalaluddin Rakhmat from the perspective of the Qur'an. This research employs a qualitative approach with a library research design by examining various classical and contemporary literatures related to da'wah theory, Islamic communication ethics, and relevant Qur'anic verses as normative foundations.The findings reveal a rather surprising conclusion: although the da'wah theory of Qaradawi and the concept of civilized communication proposed by Rakhmat are often viewed as different or even contradictory in academic discussions, both actually share a strong point of convergence within the Qur'anic perspective. Qaradawi places da'wah within the framework of Fiqh al-Da'wah, which is normative-juridical in nature, emphasizing adherence to Islamic law, the prioritization of legal principles, and the firm delivery of religious truth. In contrast, Rakhmat develops a more sociological and humanistic approach to civilized communication, highlighting communication ethics, respect for human values, and social harmony within pluralistic societies.The study finds that the Qur'an does not separate the truth of the message from the gentleness of the method; rather, it integrates both through the principles of preaching with wisdom, good counsel, and truthful speech. Therefore, the differences between the two theories are more methodological emphases rather than substantial contradictions. Nevertheless, the research also identifies several limitations: the normative tendency in Qaradawi’s theory which does not yet provide operational pedagogical guidance for formal education, and the ethical nature of Rakhmat’s theory which tends to be relatively abstract and difficult to measure empirically in educational practice.An important finding of this research indicates that the failure of Islamic communication implementation in many educational institutions is not caused by the weakness of the values being taught, but rather by the lack of integration between the legal framework of da'wah and communication ethics within practical educational methods, especially in responding to the challenges of digital communication in the modern era. Therefore, this study contributes by proposing an integrative framework between da'wah theory and civilized communication as a basis for developing Islamic educational methods that are more rational, humanistic, dialogical, and relevant to contemporary societal dynamics.
Implementasi Desain Interior dan Eksterior dalam Mendukung Perkembangan Fisik Motorik Anak Ruliana Fajriati; Rilla Tussuhada; Wafid Sara Aziazah
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fisik motorik menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu didukung melalui lingkungan belajar yang sesuai. Lingkungan belajar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membantu anak mengembangkan kemampuan bergerak , koordinasi tubuh, kemandirian, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi prinsip lingkungan belajar melalui desain interior dan eksterior dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak di TK Melayu Fathrizk Kids. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ruang kelas, meja belajar, rak penyimpanan, serta area bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk bergerak, melakukan aktivitas secara mandiri, dan mengembangkan motorik halus maupun motorik kasar. Dengan demikian, desain interior dan eksterior di lingkungan sekolah berperan dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak usia dini.
Paradigma Integrasi Sains dan Agama dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan zahra dewi
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era modern membawa berbagai dampak positif bagi kehidupan manusia, namun juga memunculkan persoalan moral dan spiritual akibat adanya pemisahan antara sains dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma integrasi sains dan agama dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mengkaji kontribusinya terhadap pendidikan dan peradaban modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema integrasi sains dan agama. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma integrasi merupakan pendekatan yang paling relevan dalam menjelaskan hubungan antara sains dan agama. Integrasi tersebut menempatkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Implementasi paradigma integrasi mampu mengatasi dualisme pendidikan, memperkuat pembentukan karakter, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada nilai-nilai etis dan spiritual. Dengan demikian, paradigma integrasi sains dan agama memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik serta responsif terhadap tantangan zaman.
Implementasi Fungsi Manajemen dalam Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di TK Islam Annur Bastari Pekanbaru utia utia virli susanti
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memerlukan penerapan fungsi manajemen yang efektif untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi manajemen dalam penyelenggaraan pendidikan di TK Islam Annur Bastari Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma naturalistik. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, operator sekolah, dan bendahara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fungsi manajemen telah berjalan dengan baik melalui perencanaan program pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak sesuai Kurikulum Merdeka, serta pemanfaatan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan pembiasaan nilai-nilai keislaman dan pemantauan perkembangan peserta didik dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan. Penerapan fungsi manajemen yang terintegrasi memberikan kontribusi terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan karakter, serta optimalisasi perkembangan peserta didik di TK Islam Annur Bastari Pekanbaru
Harmonisasi sains dan agama dalam perspektif Al-Qur'an: Integritas ilmu pengetahuan modern dalam upaya pelestarian lingkungan Arti
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan tantangan global. Artikel ini mengkaji harmonisasi sains dan agama melalui studi kepustakaan. Al-Qur'an menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga bumi, sementara sains menjelaskan penyebab dan solusi kerusakan lingkungan. Integrasi keduanya membentuk landasan etis dan ilmiah bagi pelestarian lingkungan.  
STRATEGI GURU DALAM PENANAMAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI PADA ERA DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN INTEGRATIF David Triatna
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter yang perlu diperkuat sejak usia dini. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penanaman nilai agama dan moral anak usia dini pada era digital melalui pembelajaran integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru di TK ABA Pajangan Yogyakarta. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran integratif diwujudkan melalui enam strategi utama, yaitu pembiasaan religius, keteladanan guru, pemanfaatan digital storytelling, demonstrasi praktik ibadah, kolaborasi dengan orang tua melalui media digital, serta refleksi pembelajaran. Integrasi keenam strategi tersebut mampu memperkuat penanaman nilai agama dan moral, membentuk karakter religius, serta meningkatkan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran integratif menjadi strategi yang relevan dan adaptif dalam menanamkan nilai agama dan moral anak usia dini pada era digital.
Integrasi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pendekatan Deep Learning di PAUD Generasi Unggul Neneng Romayanti
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan pembelajaran anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek perkembangan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan identitas anak. Di sisi lain, pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD masih belum optimal, padahal masyarakat Mbojo di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima memiliki potensi budaya yang kaya dan relevan sebagai sumber belajar.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data terdiri atas kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, serta dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis kearifan lokal dilakukan melalui pemanfaatan bahasa Mbojo, permainan tradisional, budaya gotong royong, aktivitas pertanian, kesenian daerah, makanan khas, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat sebagai sumber belajar. Penelitian ini menghasilkan model integrasi pembelajaran yang terdiri atas tujuh tahapan, yaitu identifikasi kearifan lokal, perencanaan pembelajaran, eksplorasi pengalaman nyata, interaksi dan kolaborasi, refleksi pembelajaran, internalisasi nilai budaya, dan evaluasi perkembangan anak. Model tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan karakter dan kecintaan anak terhadap budaya lokal
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Novita budiarti
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagaifaktor yang memengaruhi perkembangan kreativitas anak usia dini melaluipendekatan studi literatur. Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perludikembangkan sejak dini karena berkontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis,pemecahan masalah, dan ekspresi diri anak. Studi ini menggunakan metode literaturereview dengan menelaah artikel-artikel ilmiah nasional dan internasional dalam kurunwaktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yangmemengaruhi kreativitas anak usia dini dapat diklasifikasikan menjadi faktor internal,seperti aspek kognitif, afektif, dan kepribadian, serta faktor eksternal, seperti polaasuh, lingkungan belajar, dan peran guru. Selain itu, ditemukan pula faktor pendorongseperti lingkungan yang merangsang dan kesempatan berekspresi bebas, serta faktorpenghambat seperti evaluasi yang kaku, pemberian hadiah berlebihan, danpembatasan eksplorasi. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnyakolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam menciptakanekosistem yang mendukung tumbuhnya kreativitas anak usia dini.Kata kunci: kreativitas, anak usia dini, faktor internal, faktor eksternal.
DAMPAK ASUPAN GULA DAN SCREEN TIME TERHADAP PERILAKU TANTRUM PADA ANAK USIA DINI Eri Syahrial Syahrial
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Tantrum merupakan salah satu bentuk perilaku emosional yang umum terjadi pada anak usia dini sebagai bagian dari proses perkembangan. Namun, frekuensi dan intensitas tantrum dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola konsumsi makanan dan penggunaan media digital. Asupan gula yang berlebihan dan durasi screen time yang tinggi diduga dapat memengaruhi kondisi emosional, kemampuan regulasi diri, serta perilaku anak sehingga berpotensi meningkatkan munculnya perilaku tantrum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak asupan gula dan screen time terhadap perilaku tantrum pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel yang relevan diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup anak usia dini atau prasekolah, asupan gula, screen time, regulasi emosi, perilaku, dan tantrum. Hasil sintesis menunjukkan bahwa konsumsi gula secara berlebihan berpotensi berkaitan dengan perubahan perilaku dan kondisi emosional anak, sedangkan screen time yang berlebihan dapat berhubungan dengan rendahnya kemampuan regulasi diri dan pengelolaan emosi. Kedua faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan frekuensi dan intensitas perilaku tantrum, terutama apabila disertai dengan kualitas dan durasi tidur yang kurang optimal. Dengan demikian, pengelolaan asupan gula dan pembatasan screen time secara tepat merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan perilaku dan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi orang tua dan pendidik dalam menerapkan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan emosional dan perilaku anak secara optimal. Kata kunci: asupan gula, screen time, tantrum, perilaku anak, anak usia dini.  

Page 11 of 11 | Total Record : 110