cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
jedulaw2024@gmail.com
Phone
+62 852-7007-5934
Journal Mail Official
jedulaw2024@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan - Banda Aceh KM. 1,5 Dusun Mns Lupee Desa Batee Iliek, Kec. Samalanga Kab. Bireuen, Aceh | Kode POS: 24264
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Law
ISSN : -     EISSN : 30903823     DOI : -
Journal of Islamic Education and Law adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian teoretis, dan refleksi kritis dalam bidang pendidikan Islam dan hukum Islam (syariah). Jurnal ini bertujuan menjadi ruang ilmiah yang menjembatani pengembangan ilmu pendidikan keislaman dan kajian hukum Islam, baik dalam perspektif klasik maupun kontemporer. Jurnal ini terbuka bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan pendidikan dan hukum. Fokus utama jurnal mencakup isu-isu teoretis dan praktis yang berkaitan dengan dinamika pendidikan Islam serta penerapan dan perkembangan hukum Islam di tengah masyarakat.
Articles 18 Documents
Pentingnya Program Pendidikan Dayah di kalangan Masyarakat Era Modern M. Yusuf, Faisal
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan dayah sebagai lembaga pendidikan, baik yang masih menganut sistem pendidikan tradisional maupun yang modern, memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Aceh dan Indonesia. Dari waktu ke waktu dayah semakin tumbuh dan berkembang baik kualiti maupun kuantitinya. Tidak sedikit dari masyarakat yang masih menaruh perhatian besar terhadap dayah sebagai pendidikan alternatif. Pendidikan dayah terus mengalami perkembangan, sebab modelnya senantiasa selaras dengan jiwa, semangat, dan kepribadian bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. secara umum, pendidikan dayah bertujuan membina warga negara agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran-ajaran Islam dan menanamkan rasa keagamaan pada semua segi kehidupan serta mampu menjadikan diri sebagai orang yang berguna bagi agama, masyarakat dan negara, juga dapat mengabdikan diri dihadapan Allah sehingga tetap relevan dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Pendidikan dayah memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan lain pada umumnya. Demikian juga halnya dengan kurikulum, ia memiliki kurikulum tersendiri dengan model pembelajarannya dalam bentuk talaqqi dan bersanad. Pendidikan dayah saat ini telah memiliki perubahan yang jauh berbanding dengan masa sebelumnya, diantaranya mulai menerapkan perpaduan pendidikan tradisional dengan madrasah baik pada tingkat menengah maupun Aliyah bahkan telah membuka perguruan tinggi Islam.
Pendidikan Karakter di Peguruan Tinggi Era Gen-Z Syafrizal; Chairullah; Zuhra, Nurliza
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Gen-Z ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, perubahan gaya hidup, serta pola pikir yang lebih terbuka dan kritis. Generasi ini mendominasi populasi mahasiswa di perguruan tinggi umum saat ini, sehingga pendidikan karakter menjadi tantangan sekaligus kebutuhan yang mendesak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pendidikan karakter di perguruan tinggi umum dalam membentuk pribadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui pendekatan studi ini mengeksplorasi strategi-strategi yang diterapkan oleh perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada mahasiswa Gen-Z, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, kegiatan organisasi kemahasiswaan, dan pemanfaatan media digital memiliki pengaruh positif terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Namun demikian, keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada konsistensi implementasi, peran aktif dosen, serta dukungan lingkungan kampus secara keseluruhan termasuk unsur-unsur pendidikan didalamnya yang merupakan salah satu efek utama dari peradaban era society 5.0. Serta sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi sistem pendidikan yang berkembang akibat kemajuan teknologi yang begitu cepat dan signifikan. Agar tantangan masyarakat era society 5.0 dapat sesuai, maka harus direncanakan dan dikemas secara matang. Tulisan ini merekomendasikan perlunya model pendidikan karakter yang adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik Gen-Z agar dapat memberikan dampak yang optimal serta penerimaan masyarakat atas kehadiran kembali mahasiswa ditengah-tengah lingkungan sosial.
Hukum Islam sebagai Instrumen Mengatur Pergaulan dengan Lawan Jenis untuk Menguatkan Karakter Islami di Era Digital Bahri, Syamsul
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Kemudahan komunikasi melalui media sosial sering kali mengaburkan batasan etika, termasuk dalam pergaulan antara lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum Islam sebagai instrumen dalam mengatur pergaulan dengan lawan jenis guna memperkuat karakter Islami di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer, seperti kitab fiqh, buku, jurnal ilmiah, dan artikel terkait pergaulan Islami serta fenomena komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariat, seperti menjaga pandangan (ghadh al-bashar), mengatur adab berbicara, serta larangan perilaku yang mendekati zina, memiliki relevansi kuat dalam mengarahkan interaksi di dunia maya. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter Islami yang berbasis nilai-nilai moral, seperti kesopanan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab, sebagai benteng moral dalam menghadapi arus modernisasi teknologi. Analisis menunjukkan bahwa hukum Islam tidak hanya memberikan batasan, tetapi juga solusi praktis dalam membentuk kesadaran digital yang sehat di kalangan generasi muda. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan konsep hukum Islam yang adaptif terhadap fenomena digital, serta rekomendasi praktis untuk menjaga etika pergaulan di media sosial. Kesimpulannya, penerapan hukum Islam yang kontekstual mampu mencegah perilaku menyimpang serta mendukung pembentukan karakter Islami generasi muda di era digital.
Dayah Sebagai Pusat Pendidikan Islam dalam Membentengi Diri dari Aliran Sesat untuk Meningkatkan Kesadaran Keagamaan Generasi Muda Aceh Hatta, Muhammad
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam di Aceh, khususnya melalui lembaga dayah, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran keagamaan generasi muda. Namun, dalam perkembangan zaman yang semakin pesat, tantangan baru muncul berupa penyebaran aliran sesat yang mengancam pemahaman agama yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dayah dalam membentengi generasi muda Aceh dari pengaruh aliran sesat serta meningkatkan kesadaran keagamaan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa dayah di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dayah telah berperan penting dalam pendidikan agama, mereka menghadapi tantangan dalam mengadaptasi metode pengajaran terhadap perkembangan zaman dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam sistem pengajaran dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dayah dalam menghadapi aliran sesat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan agama di dayah dengan memperkenalkan pendekatan yang lebih relevan terhadap kebutuhan generasi muda Aceh.
Epistemologi Nikah Siri (Analisis Berdasarkan Teori Maqāṣid al-Syarīʻah) Jafar, M.
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik nikah siri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak dan menjadi ajang perdebatan di masyarakat. Praktik nikah siri banyak dilakukan oleh masyarakat awam yang tidak paham akan hukum. Sebagian masyarakat yang masih awam dengan hukum menganggap nikah siri sebagai jalan keluar yang baik dan tidak ada unsur dosa di dalamnya karna dilakukan menurut agama, hanya saja tidak dicatat oleh pegawai pencatat nikah dalam hal ini Kantor Urusan Agama (KUA) sehingga tidak memiliki data autentik. Padahal jika mengetahui dan paham akan hukum pernikahan siri banyak menimbulkan persoalan-persoalan yang kelak mungkin terjadi pada istri dan terhadap anak yang dilahirkannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan dalam praktik nikah siri dengan menggunakan teori maqāṣid al-syarīʻah sebagai pisau analisis dengan merumuskan hukum Islam berorientasi kepada kemaslahatan manusia dan mengetahui kriteria nikah siri yang dilegalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, perumusan pengertian nikah siri menurut fikih adalah sah, sedangkan menurut hukum positif adalah tidak sah, karena melanggar dengan Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Komplikasi hukum Islam (KHI). Kedua, analisis nikah siri dalam kajian dharuriyat khamsah adalah sesuai dengan 5 (lima) unsur maqāṣid al-syarīʻah, yaitu memelihara jiwa, akal, keturunan, harta dan agama, hukum nikah siri dalam hukum positif berdasarkan maqāṣid al-syarīʻah adalah tidak sesuai dengan berpijak Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Komplikasi hukum Islam (KHI), karena menghilangkan 2 (dua) tinjauan maqāṣid al-syarīʻah, yaitu hifz al-nasl dan hifz al-mal.
Strategi manajemen talenta dalam meningkatkan pendidikan peserta didik di balai House school Al-Aziziyah Desa Trieng Lhoksukon Saputra, Andika
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen talenta dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik di Balai House School Al-Aziziyah, Desa Trieng, Kecamatan Lhoksukon. Manajemen talenta dipandang sebagai pendekatan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia, yang berfokus pada identifikasi, pengembangan, serta retensi individu dengan kompetensi dasar dalam setiap perkembangan pontensi anak berdasarkan skill yang di miliki dalam ilmu pengetahuan Agama dan potensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi terhadap tenaga pendidik, peserta didik, serta pihak manajemen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen talenta yang diterapkan-meliputi rekrutmen tenaga pendidik yang kompeten, program pelatihan berkelanjutan, serta pemberian insentif dan penghargaan-berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar, pengembangan kreativitas, dan pencapaian akademik peserta didik. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan manajemen talenta secara terstruktur dan berkelanjutan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan kompetitif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang sakral secara Islami.
Manajemen Sumber Daya Manusia Kepala Madrasah dan Guru Dalam Konteks Disiplin Tugas di MTsN 4 Aceh Utara Wahyuni, Suci
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen sumber daya manusia (SDM) kepala madrasah dan guru dalam konteks disiplin tugas di MTsN 4 Aceh Utara mampu menarik partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dari data yang terkumpul. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTsN 4 Aceh Utara menggunakan beberapa langkah dalam mengelola sumber daya manusianya, antara lain: (1) Perencanaan SDM, yaitu perencanaan program kerja tahunan atau program kegiatan yang dilaksanakan oleh MTsN 4 Aceh Utara. Program kerja ini dihasilkan melalui rapat manajemen pada awal tahun pengelolaan. (2) Pelaksanaan SDM, yaitu melaksanakan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Setiap penanggung jawab kegiatan melaksanakan program tersebut bersama dengan pengurus lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan penjabaran dari rencana yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (3) Evaluasi SDM, yaitu dengan mengevaluasi program kerja MTsN 4 Aceh Utara secara berkala, yaitu sebulan sekali dalam rapat bulanan. Melalui evaluasi ini, dapat diketahui efektivitas setiap kegiatan organisasi, serta kelemahan dan kelebihannya.
Studi Perbandingan Hukum Menjamak dan Mengqashar Salat Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi Pada Era Modernitas Azhar, Fanny; Azhar, Sasqia; Ummah, Irdafadhilatul; Al Fatih, Muhammad; Siyono
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan ketentuan hukum menjamak dan mengqashar salat menurut Mazhab Syafi‘i dan Hanafi, serta melihat relevansinya pada konteks perjalanan dan mobilitas modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap sumber-sumber fikih klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab sepakat bahwa jama’ dan qashar merupakan rukhsah yang diberikan syariat guna meringankan musafir dalam menjalankan salat. Namun, terdapat perbedaan dalam implementasinya, seperti batas minimal jarak safar, ketentuan niat, kebolehan menjamak salat, serta batas waktu maksimal bermukim. Dalam konteks modernitas, mobilitas yang semakin tinggi akibat perkembangan teknologi transportasi menjadikan rukhsah jama’ dan qashar sangat relevan untuk menjaga pelaksanaan ibadah tanpa menimbulkan kesulitan berlebihan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap perbedaan pendapat mazhab agar umat Islam dapat menerapkan rukhsah sesuai kondisi perjalanan yang dihadapi pada era modern.

Page 2 of 2 | Total Record : 18