cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
jedulaw2024@gmail.com
Phone
+62 852-7007-5934
Journal Mail Official
jedulaw2024@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan - Banda Aceh KM. 1,5 Dusun Mns Lupee Desa Batee Iliek, Kec. Samalanga Kab. Bireuen, Aceh | Kode POS: 24264
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Law
ISSN : -     EISSN : 30903823     DOI : -
Journal of Islamic Education and Law adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian teoretis, dan refleksi kritis dalam bidang pendidikan Islam dan hukum Islam (syariah). Jurnal ini bertujuan menjadi ruang ilmiah yang menjembatani pengembangan ilmu pendidikan keislaman dan kajian hukum Islam, baik dalam perspektif klasik maupun kontemporer. Jurnal ini terbuka bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan pendidikan dan hukum. Fokus utama jurnal mencakup isu-isu teoretis dan praktis yang berkaitan dengan dinamika pendidikan Islam serta penerapan dan perkembangan hukum Islam di tengah masyarakat.
Articles 29 Documents
Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang Dalam Perspektif Empat Mazhab : Analisis Literatur Dan Perbedaan Pendapat Abdun Nafiq; Given Diah Arifika; Oktaviana Indriastuti; Muhammad Rifanuddin; Siyono
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/4sd82244

Abstract

Penelitian ini menyoroti tiga aspek utama, yaitu bagaimana empat mazhab memandang keabsahan pembayaran zakat al-fitr dalam bentuk uang, siapa saja penerima zakat menurut masing-masing mazhab, dan dampak perbedaan pendapat ini terhadap praktik zakat al-fitr di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dasar hukum, argumen, dan relevansi pendapat keempat mazhab fiqih dalam konteks masyarakat dan kebutuhan masyarakat saat ini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber tertulis, seperti kitab-kitab fiqih klasik, jurnal akademik, fatwa-fatwa otoritatif, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Hanafi memperbolehkan pembayaran zakat al-fitr dalam bentuk uang tunai, sementara mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali masih mewajibkan pembayaran dalam bentuk bahan pokok. Perbedaan ini mempengaruhi praktik modern, di mana pembayaran dalam bentuk uang tunai dianggap lebih praktis dan bermanfaat bagi mustahik, meskipun beberapa ulama masih menganggap distribusi makanan memiliki nilai sosial dan simbolis yang penting.
Melatih Literasi Pada Anak Usia Golden Age Melalui Mendongeng Azizah, Azizah
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/5bx50395

Abstract

Literasi anak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak, memainkan peran kunci dalam membentuk kemampuan berbahasa, imajinasi, dan pemahaman tentang dunia. Bercerita telah diakui secara luas sebagai alat yang efektif untuk menumbuhkan literasi pada anak prasekolah. Artikel ini meneliti efektivitas dan manfaat bercerita dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia 0-6 tahun. Dengan mengeksplorasi teori psikologis dan penelitian terkait, kita dapat memahami bagaimana bercerita memengaruhi perkembangan kognitif dan bahasa anak. Lebih lanjut, artikel ini membahas strategi praktis bagi orang tua, guru, dan pengasuh dalam memanfaatkan bercerita secara efektif untuk memperkaya pengalaman literasi anak. Diharapkan hasil penelitian ini akan memberikan wawasan berharga kepada pembaca tentang pentingnya bercerita sebagai alat penting dalam menumbuhkan literasi pada anak prasekolah.
Ketahanan Keluarga Muslim dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam Pada Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Pidie Jaya Aceh Umar, Fazlon
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/fwkp7c27

Abstract

Banjir bandang merupakan bencana alam yang berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat, termasuk terhadap ketahanan keluarga Muslim sebagai unit sosial terkecil. Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, banjir bandang menyebabkan terganggunya stabilitas kehidupan keluarga, baik dalam pemenuhan nafkah, pengasuhan anak, maupun relasi suami dan istri. Kondisi pascabencana tersebut menuntut adanya pendekatan hukum yang adaptif agar fungsi keluarga tetap dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan keluarga Muslim pada masyarakat terdampak banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, yaitu mengkaji prinsip-prinsip Hukum Keluarga Islam terkait hak dan kewajiban anggota keluarga dalam kondisi darurat serta mengaitkannya dengan realitas sosial masyarakat terdampak bencana. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur Hukum Keluarga Islam dan pengamatan terhadap kondisi sosial masyarakat pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum Keluarga Islam memiliki fleksibilitas dalam merespons situasi bencana melalui prinsip kemaslahatan, khususnya dalam perlindungan jiwa dan keberlanjutan keturunan. Ketahanan keluarga Muslim pascabencana dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi peran suami dan istri, dukungan keluarga besar, serta solidaritas sosial yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, penguatan ketahanan keluarga berbasis Hukum Keluarga Islam menjadi elemen penting dalam upaya pemulihan sosial masyarakat terdampak banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Akhlak Mulia Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga Bustamam, Mutia
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/0zn9zz27

Abstract

Akhlak anak usia dini merupakan fondasi utama bagi pembentukan kepribadian dan karakter di masa selanjutnya. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran strategis sebagai lingkungan pertama dan pendidik utama dalam proses pembentukan akhlak tersebut. Meskipun berbagai kajian telah menegaskan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak, sebagian besar penelitian masih bersifat normatif dan belum mengkaji secara mendalam praktik nyata pengasuhan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan akhlak mulia anak usia dini di lingkungan keluarga dengan menitikberatkan pada bentuk peran yang aplikatif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku dan artikel ilmiah yang membahas pengasuhan, pendidikan akhlak, serta perkembangan anak usia dini. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola, konsep, dan kesenjangan kajian yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan akhlak mulia anak usia dini sangat dipengaruhi oleh keteladanan orang tua, pola asuh yang tepat, konsistensi dalam pembiasaan nilai moral, serta komunikasi yang positif dalam keluarga. Kajian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara konsep ideal pengasuhan dan praktik nyata yang dilakukan orang tua. Kesimpulannya, pendidikan akhlak anak usia dini memerlukan peran orang tua yang tidak hanya memahami nilai moral secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan dalam kehidupan keluarga. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif aplikatif dalam kajian pendidikan akhlak berbasis keluarga serta sebagai rujukan konseptual bagi pengembangan pengasuhan anak usia dini.
Manajemen Pendidikan PAUD Berbasis Partisipasi Orang Tua dalam Menguatkan Mutu Pembelajaran Anak Usia Dini Juniati, Raudhatul
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/h9xknq30

Abstract

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan penting dalam menentukan mutu pembelajaran anak usia dini, terutama ketika dikaitkan dengan partisipasi orang tua sebagai mitra pendidikan. Meskipun partisipasi orang tua telah banyak dibahas dalam kajian pendidikan, pengelolaannya secara sistematis dalam kerangka manajemen pendidikan PAUD masih belum banyak dikaji secara mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen pendidikan PAUD berbasis partisipasi orang tua dapat menguatkan mutu pembelajaran anak usia dini serta mengisi kesenjangan kajian terkait integrasi peran orang tua dalam fungsi manajerial pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan topik manajemen PAUD, partisipasi orang tua, dan mutu pembelajaran anak usia dini. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif dan interpretatif untuk menemukan pola, keterkaitan konsep, serta celah kajian yang belum banyak diteliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi orang tua yang dikelola secara terstruktur melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran mampu meningkatkan konsistensi, relevansi, dan keberlanjutan proses pembelajaran anak. Namun demikian, sebagian besar praktik di lapangan masih menunjukkan partisipasi orang tua yang bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam sistem manajemen pendidikan PAUD. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan PAUD berbasis partisipasi orang tua merupakan pendekatan strategis untuk menguatkan mutu pembelajaran anak usia dini. Kontribusi artikel ini terletak pada penguatan perspektif konseptual mengenai pentingnya integrasi partisipasi orang tua dalam manajemen PAUD sebagai dasar pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
Telaah Penyelesaian Sengketa Kewarisan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia Cut Ali, Isnu
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/01c9am93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa kewarisan dari perspektif hukum Islam dan hukum poitif di Indonesia. Hukum kewarisan Islam, yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah, memberikan pedoman jelas dalam pembagian harta warisan dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum. Sementara itu, hukum positif di Indonesia diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) menawarkan fleksibilitas dan kebebasan dalam pengaturan warisan melalui wasiat dan perjanjian antar ahli waris. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, mengkaji peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan kedua sistem hukum ini, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai distribusi harta warisan yang adil dan penyelesaian sengketa yang efektif. Pengadilan agama dan pengadilan negeri sebagai lembaga yang berwenang dalam penyelesaian sengketa waris, masing-masing memiliki mekanisme dan prosedur yang berbeda namun saling melengkapi. Penelitian ini menyarankan pentingnya harmonisasi antara hukum Islam dan hukum perdata dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia, serta penguatan mekanisme mediasi dan arbitrase untuk mengurangi konflik dan mencapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dalam Sengketa Harta Warisan Untuk Menjaga Keadilan dan Kepastian Hukum di Aceh Ismail, Hanafiah
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/svpd5v29

Abstract

Perlindungan hukum terhadap anak dalam sengketa harta warisan merupakan isu penting dalam hukum keluarga karena anak berada pada posisi yang rentan secara sosial dan yuridis. Meskipun secara normatif hak-hak anak telah diakui dan dijamin, dalam praktik penyelesaian sengketa warisan masih ditemukan berbagai persoalan yang berpotensi mengabaikan kepentingan terbaik anak. Kondisi ini menjadi semakin kompleks di Aceh, mengingat keberlakuan hukum formal yang berdampingan dengan norma adat dan realitas sosial masyarakat. Perbedaan penafsiran dan penerapan hukum tersebut menimbulkan kesenjangan antara tujuan perlindungan hukum dan praktik yang terjadi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana perlindungan hukum terhadap anak dalam sengketa harta warisan mampu mewujudkan keadilan dan kepastian hukum di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan hukum waris, perlindungan anak, serta sistem hukum di Aceh. Analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif dengan pendekatan normatif dan kontekstual untuk memahami hubungan antara norma hukum, adat, dan praktik sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak masih bersifat normatif dan belum terimplementasi secara konsisten dalam praktik penyelesaian sengketa harta warisan. Anak kerap diposisikan sebagai pihak pasif, sementara kepentingan pihak dewasa lebih dominan dalam menentukan pembagian warisan. Selain itu, belum adanya integrasi yang harmonis antara hukum formal dan adat berkontribusi pada lemahnya jaminan keadilan dan kepastian hukum bagi anak. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan perlindungan hukum anak memerlukan pendekatan integratif yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai orientasi utama. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan kajian hukum keluarga dengan perspektif kontekstual Aceh serta sebagai rujukan konseptual bagi pengembangan kebijakan perlindungan anak.
Fiqh sebagai Landasan Pembinaan Kesadaran Hukum Islam untuk Meningkatkan Kematangan Keagamaan Mahasiswi Bahri, Saipul
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/pjkagq35

Abstract

Fiqh sebagai salah satu disiplin utama dalam hukum Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hukum dan perilaku keagamaan umat Islam. Di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada kalangan mahasiswi, fiqh sering kali dipahami secara normatif dan tekstual sehingga belum sepenuhnya berfungsi sebagai sarana pembinaan kesadaran hukum Islam yang berdampak pada kematangan keagamaan. Padahal, mahasiswi berada pada fase perkembangan intelektual dan psikologis yang sangat menentukan arah pemahaman serta pengamalan nilai-nilai keagamaan. Kesenjangan inilah yang menunjukkan perlunya pengkajian fiqh sebagai landasan pembinaan kesadaran hukum Islam yang lebih kontekstual dan transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fiqh sebagai landasan pembinaan kesadaran hukum Islam dalam meningkatkan kematangan keagamaan mahasiswi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur berupa kitab fiqh, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema fiqh, kesadaran hukum Islam, dan kematangan keagamaan. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep, pandangan para ahli, serta relevansinya dengan konteks pembinaan keagamaan di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiqh memiliki potensi besar sebagai instrumen pembinaan kesadaran hukum Islam apabila dipahami dan diajarkan secara kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada tujuan hukum Islam. Pemahaman fiqh yang komprehensif berkontribusi positif terhadap internalisasi nilai-nilai hukum Islam dan peningkatan kematangan keagamaan mahasiswi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi edukatif dan transformatif fiqh menjadi kunci dalam pembinaan kesadaran hukum Islam yang berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif fiqh sebagai landasan pembinaan keagamaan, bukan sekadar disiplin hukum normatif, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi.
Transformasi Pendidikan Pesantren Salafiyah di Era Digital: Antara Pelestarian Turats dan Inovasi Pembelajaran Zulfikar, Azmi Yudha
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/n0bnhd13

Abstract

Pesantren salafiyah merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi keilmuan klasik (turats) di Indonesia. Di tengah perkembangan era digital, pesantren salafiyah dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan inovasi pembelajaran tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai dasar yang telah mengakar kuat. Berbagai kajian sebelumnya telah membahas pesantren dalam konteks modernisasi dan perubahan sosial, namun sebagian besar masih bersifat umum dan belum mengkaji secara mendalam mekanisme integrasi inovasi pembelajaran digital dengan tradisi pengajaran turats dari perspektif internal pesantren. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan mengapa pesantren salafiyah melakukan transformasi pembelajaran di era digital dengan tetap mempertahankan pelestarian tradisi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang membahas pesantren salafiyah, turats, serta inovasi pembelajaran digital. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif untuk menemukan pola, kecenderungan, serta dinamika transformasi pendidikan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan pesantren salafiyah berlangsung secara selektif, gradual, dan berbasis nilai. Inovasi pembelajaran digital dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk memperkuat efektivitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti metode tradisional. Keberhasilan transformasi sangat dipengaruhi oleh peran kiai, budaya pesantren, serta orientasi kuat terhadap pelestarian turats. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pesantren salafiyah di era digital merupakan proses penguatan tradisi melalui pendekatan kontekstual. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk memahami transformasi pendidikan pesantren salafiyah dalam diskursus pendidikan Islam kontemporer.

Page 3 of 3 | Total Record : 29