cover
Contact Name
M. Rokim
Contact Email
muhrokim@staihitkediri.ac.id
Phone
+6282230109057
Journal Mail Official
jurnaljmi@staihitkediri.ac.id
Editorial Address
Dsn. Petuk RT 01 04, Puhrubuh, Kec. Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64161
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'lim
ISSN : 2963704X     EISSN : 29636965     DOI : -
Jurnal Yang Memuat Solusi Problematika Tentang Ekonomi, Sosial, Budaya, Hukum, Pendidikan, Dsb, Yang diperoleh Melalui Penelitian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Fenomena Tradisi Belajar Bahasa Arab Sejak Dini Arifin, Moh. Aziz; Setiawan, Yusnan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tradisi belajar bahasa arab sejak dini menjadi menarik dikaji karena suatu kebiasaan yang menjadi bekal untuk belajar bahasa arab lebih lanjut. Tujuan penelitian ini mengungkap fenomena tradisi belajar bahasa arab sejak dini sehingga tujuan yang dicapai setelah belajar mengetahui manfaat mempelajari dan bermanfaat pada jenjang pendidikan selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa fenomena belajar bahasa sejak dini sudah terlaksana dengan baik tetapi disisi lain tradisi ini masih belum berjalan lurus pada jenjang pendidikan lebih lanjut. Karena orang tua atau wali cenderung merasa cukup karena anak-anak sudah mampu membaca al qur’an dengan baik.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Implementasi Hak dan Kewajiban Suami dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis Perspektif Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Shofiyyulloh Ch, Ah.; Arofik, Slamet; Sukandar, Sukandar
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pernikahan tidak terlepas dari hak dan kewajiban suami istri untuk menjaga dan mewujudkan keluarga yang harmonis sehingga dalam menjalani kehidupan berkeluarga dapat saling melengkapi satu sama lain. Dalam terwujudnya suatu keluarga yang harmonis perlu adanya upaya-upaya dalam mewujudkanya. Agama Islam telah menjelaskan upaya-upaya yang sesuai dengan syari’at islam, yang mana itu juga dipraktikan oleh masyarakat khususnya masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Dari latar belakang di atas, maka penulis menentukan beberapa rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana Implementasi Hak dan Kewajiban Suami dalam Mewujudkan Keluarga yang Harmonis Perspektif Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Bagaimana Implementasi Keharmonisan Keluarga dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Bagaimana Relevansi Hak Kewajiban Suami dan Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam dan Masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Dalam skripsi ini, penulis menggunakan penelitian lapangan, adapun pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang mengambil objek masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan uji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu dalam hukum Islam dan masyarakat desa Babadan sangat banyak keterkaitannya tentang hak dan kewajiban suami yang telah disampaikan di paparan data antara lain istri mentaati dan patuh terhadap perintah suami, dimintai izin ketika istri hendak keluar rumah, melayani sebagaimana tugas seorang istri dalam rumah tangga. Kewajiban-kewajiban suami antara lain memberikan nafkah lahir batin seperti halnya kasih sayang terhadap keluarganya, memberikan rumah buat keluarga, menjadi pelindung, memberikan Pendidikan agama yang sesuai dengan syariat Islam. Keharmonisan keluarga Masyarakat Desa Babadan memprioritaskan agamanya, sikap saling cinta-mencintai (tahabbub), saling membantu (ta’awun), bermusyawarah dalam memutuskan apapun (tasyawur), sabar dan tabah dalam menghadapi apapun (tashobur), saling memaafkan (taghofur/ ta’afuf), saling menghargai, memahami dan pengertian serta saling memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing.
Pentingnya Memahami Perbedaan Ayat Muhkam Dan Mutasyabih Sebagai Landasan Memahami Makna Takwil Mubarok, Salim Aqil; Asma, M. Muqoddasatul; Jannah, Nurrohmatul
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran terdiri dari ayat-ayat yang dapat dikategorikan sebagai muhkam (jelas dan tegas) dan mutasyabih (samartidak jelas). kajian dalam kedua kategori ini dapat melibatkan pemahaman dan interpretasi yang berbeda-beda oleh para ulama dan umat Islam. Berikut adalah beberapa kajian yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain, maksud dari muhkam dan mutasyabih baik secara umum maupun khusus, hikmah dari muhkam dan mutasyabih serta bagaimana pendapat ulama dalam memahami makna takwil. Artikel ini adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan. Penelitian ini ingin mengungkapkan bagaimana maksud antara muhkam dan mutasyabih dalam al-Qur‘an yang memberikan pemahaman dalam memaknai arti takwil. Hikmah dari Ayat Muhkam: Ayat-ayat muhkam memberikan petunjuk dan hukum yang jelas, memudahkan umat Islam untuk memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah dari Ayat Mutasyabih: Ayat-ayat mutasyabih menjadi ujian bagi kebijaksanaan dan pengetahuan spiritual umat Islam. Memahami ayat-ayat ini memerlukan penelitian lebih lanjut dan refleksi mendalam. Memalingkan sebuah lafazh dari makna yang kuat (rajih) kepada makna yang lemah (marjuh) karena ada suatu dalil yang menghendakinya. Inilah pengertian takwil yang dimaksudkan oleh mayoritas ulama mutaakhirin. Maka, takwil tentang zat dan sifat-sifat Allah ialah tentang hakekat zat-Nya itu sendiri yang kudus dan hakekat sifat-sifat-Nya. Dan takwil tentang Hari kemudian yang diberikan Allah adalah substansi yang ada pada Hari Kemudian itu sendiri.
Teknik – Teknik Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Rokim, Muhamad; Rofiatul Hidayah, Nur Dewi
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari Pembahasan diatas, maka penulis dapat menentukan simpulan bahwa Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis maka bisa menggunakan teknik – tekni sebagai berikut: Teknik pertemuan kelompok Teknik tatap muka Observasi dan partisipasi Surat menyurat Dan selain teknik – teknik di atas bisa juga mengembangkan kegiatan – kegiatan baik internal maupun eksternal untuk menjalin hubungan yang baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
Pengembangan Smart Urban Farming Matching Dengan Pendidikan Sekolah Menegah Serta Memperkuat Ekonomi Daerah Menuju Swasembada Pangan Keluarga Samudi, Samudi
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin tinggi, sektor pertanian perlu menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan yang tersedia, perubahan iklim, dan ketergantungan pada impor pangan. Keterbatasan lahan pertanian mengakibatkan keterbatasan dalam memperluas produksi pangan. Sementara itu, perubahan iklim, seperti pola curah hujan yang tidak stabil dan suhu meningkat, dapat mempengaruhi produksivitas pertanian. Selain itu, ketergantungan pada impor pangan menempatkan negara dalam posisi rentan terhadap fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan. Pengembangan smart urban farming dapat membantu mencapai swasembada pangan keluarga di Indonesia dengan beberapa cara. Pertama, teknologi smart farming dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti air, pupuk, dan pestisida. Hal ini dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi biaya produksi. Kedua, urban farming dapat dilakukan di daerah perkotaan yang dekat dengan konsumen, sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan distribusi. Ketiga, urban farming dapat dilakukan di lahan-lahan kosong yang ada di daerah perkotaan, sehingga dapat meningkatkan ketersediaan lahan pertanian dan mengurangi ketergantungan pada lahan pertanian di pedesaan. Keempat, urban farming dapat meningkatkan kemandirian pangan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Dengan demikian, pengembangan smart urban farming dapat membantu mencapai swasembada pangan keluarga di Indonesia. Sektor pertanian perkotaan memiliki potensi untuk memberikan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Urban farming dapat menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperbaiki ekologi kota. Urban farming dapat dilakukan di lahan-lahan kosong yang ada di daerah perkotaan dan dapat meningkatkan ketersediaan lahan pertanian. Urban farming juga dapat dilakukan di daerah perkotaan yang dekat dengan konsumen, sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan distribusi. Urban farming dapat meningkatkan kemandirian pangan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Selain itu, urban farming dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi biaya produksi. Urban farming dapat dilakukan dengan teknik seperti hydroponics, verticulture, fisheries, dan rooftop garden. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) juga dapat memberikan pelatihan dan pemagangan bagi petani untuk petani, sehingga mendorong petani berorientasi bisnis dan mandiri.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan smart urban farming meliputi penggunaan teknologi seperti artificial intelligence, remote sensing, dan IoT (Internet of Things). Selain itu, sistem kontrol dan monitoring tanaman yang efektif dan efisien juga diperlukan, seperti sistem pemantauan pencahayaan, ketinggian, dan penyiraman tanaman berbasis Arduino Uno dengan komunikasi modul Wi-Fi ESP8266-01. Dalam mengembangkan smart urban farming, perlu juga adanya pelatihan dan pemagangan bagi petani untuk mengadopsi teknologi dan memperoleh pengetahuan yang diperlukan.
تصميم المقرر الدراسي لمادة الإنشاء لتنمية مهارة الكتابة لطلاب الصف الثاني بمعهد "دار الإحسان" العصري بايامان عانجوك Setiawan, Yusnan; Arifin, Moh. Aziz
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

يهدف من هذا البحث العلمي الكشف عن مدى فعالية استخدام المقرر الدراسي لمادة الإنشاء لتنمية مهارة الكتابة لطلاب الصف الثاني في معهد "دار الإحسان" العصري. المنهج المستخدم في هذا البحث هو منهج البحث والتطوير (Research and Development). أما الشكل المستخدم في إجراء هذا البحث فهو شكل سوكييونو الآتي: 1) الإمكانية والمسائل. 2) جمع البيانات. 3) تخطيط النتاج. 4) مؤكد التخطيط. 5) تحسين التخطيط. 6) تجربة النتاج. 7) تحسين النتاج. 8) تجربة النتاج (الثانية) في المقياس الأوسع. 9) تحسين النتاج الثانية. 10) الانتشار وإخبار الإنتاج. والطلاب الذين يطلب منهم الباحث المساعدة 16 طلابا في التجربة المحددة الأولى و32 طالبة في الثانية، أما في التجربة الميدانية فهو 49 طالبا
Jurnal Musabaqah Tilawah, Fahm, Syarh dan Kaligrafi Alquran Sebagai Sarana Dakwah: Studi Living Alquran di Desa Cilipung Kabupaten Sumedang Ridlwanullah, Wihdan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas tentang pentingnya dakwah dalam menyelamatkan umat Islam dan perlunya persiapan kegiatan dakwah secara sistematis dan terstruktur seperti yang dijelaskan oleh Jeje Zaenuddin dalam buku Dakwah Fikih Jam’iyah. Di dalam dakwah mencakup lima unsur utama yaitu Da’i (pendakwah), madh’u (materi dakwah), maddah (materi dakwah), wasilah (mediasi) dan tariqah (metode). Di Desa Cilipung, Alquran sebagai kitab suci dalam konteks Living Quran, hidup melalui berbagai lomba terkait Alquran seperti Musabaqah Tilawah Alquran (MTQ), Musabaqah Syarah Alquran (MSQ), Musabaqah Kaligrafi Alquran (MKQ), dan Musabaqah Fahm Alquran (MFQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara di desa Cilipung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep living Quran, pelaksanaan lomba Quran di desa Cilipung, dan bagaimana kegiatan tersebut dapat menjadi sarana dakwah bagi masyarakat sekitar. Hasil penelitian menemukan bahwa kegiatan Musabaqah tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap Alquran, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat dakwah dan hubungan sosial di masyarakat Desa Cilipung.
Kajian Ayat Dalam Lambang PERSIS Makna dan Spirit Alquran Surat Ali Imran ayat 103 terhadap PERSIS Fajar, Kamal Maulana
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the countries with the largest Muslim populations in the world, making it easier to observe religious phenomena among Muslims. Persis represents one such phenomenon, illustrating how a Muslim lives out their faith with unity and guided by Q.S. Ali Imran:103. How did Persis emerge, and how do they interact with Q.S. Ali Imran:103. This research aims to uncover these phenomena: how Muslims, particularly those in Persis, emerge and engage in religious activities based on Q.S. Ali Imran:103. Using qualitative methods, it examines data gathered from literature and interviews. The study reveals how Q.S. Ali Imran:103 has provided spiritual inspiration to Persis members since its inception, guiding them through various challenges. It can be concluded that Q.S. Ali Imran:103, the motto since Persis' founding, is not just an identity but a source of collective enthusiasm and strategic direction in carrying out the mission of purifying Islam.
Tradisi Tahlilan pada Masyarakat Kampung Cijambe Sumedang : Studi Living Quran Faturohman, Faturohman
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi praktik tradisi tahlilan di Masyarakat Kampung Cijambe, Sumedang, dengan pendekatan kualitatif studi lapangan, etnografi, dan Studi Living Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tahlilan tetap dijalankan di kampung Cijambe meskipun dengan praktik yang lebih sederhana dibandingkan masa lampau. Ritual-ritual yang sebelumnya lazim telah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Salah satu perubahan signifikan adalah jarangnya pelaksanaan tahlilan hingga mencapai hari ke-40 atau ke-100 setelah kematian seseorang, dipengaruhi oleh mobilitas tinggi penduduk yang banyak bekerja di luar kota dan adopsi pemikiran baru yang mempengaruhi tradisi lokal. Pengaruh ulama-ulama terkenal di kampung tersebut. Tradisi ini didasarkan pada bacaan-bacaan Alquran yang dianggap sebagai Living Quran, memberikan landasan spiritual bagi pelaksanaannya. Masyarakat menganggap penyajian makanan kepada tamu sebagai bentuk Shadaqah yang dihadiahkan kepada si mayat, menghormati warisan budaya dan agama nenek moyang mereka. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal terjalin dalam kehidupan sehari-hari, walaupun dengan variasi dari tuntutan syariat agama. Kesederhanaan dalam pelaksanaan tahlilan tetap dijunjung tinggi sebagai ekspresi kesetiaan terhadap tradisi dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tinjauan ‘Urf Terhadap Tradisi Mahar Berupa Uang Dalam Pernikahan Di Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Nisak, Khoirotun; Sukandar, Sukandar; Ubaidillah, Burhanudin
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam undang-undang pernikahan tidak dijelaskan tentang mahar. Sedangkan dalam kompilasi hukum Islam belum komprehensif peraturan tentang mahar sehingga pantas ketika mahar dikaji ulang dengan hukum Islam. Sementara ini banyak sekali mahar mas kawin dalam bentuk uang dan menjadi suatu trend dan sangat diminati masyarakat sekarang ini. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik mengkaji lebih dalam mengenai tinjauan ‘urf terhadap mahar uang dalam perkawinan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan tradisi pemberian mahar dalam pernikahan, alasan masyarakat menggunakan mahar uang dalam pernikahan, dan tinjauan ‘urf terhadap tradisi pemberian mahar berupa uang di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang penulis gunakan ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisadata meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, dan menggunakan bahan referensi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa 1) Tradisi pemberian mahar dalam pernikahan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang yang sedang berkembang sampai saat ini adalah mahar berupa uang, diberikan setelah akad nikah sesuai dengan kemampuan suami atau sesuai dengan kesepakatan keduangya. 2) Alasan masyarakat desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang lebih memilih uang sebagai mahar dalam pernikahan adalah mempertimbangan prinsip bahwa mahar uang lebih praktis, fleksibel, lebih mengenang histroies, Ekonomis, upto date dari masa kemasa, menunjukkan keseriusan dalam menjalani hidup berumah tangga, lebih cocok dengan Adat istiadat, lebih efisien, lebih ideal dan lebih barokah. 3) Tinjauan ‘Urf terhadap penggunaan mahar berupa uang dalam pernikahan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang Jika dilihat dari sisi objeknya penggunaan mahar berupa uang termasuk kategori urf’ amali, yakni kebiasan masyarakat yang berkaitan dengan perbuatan biasa, dari segi keabsahan penggunaan mahar berupa uang termasuk kategori urf’ as-Shahih yakni tidak bertentangan dengan al-Qur‟an dan as-Sunnah, sedangkan dilihat dari segi jangkauannya termasuk kategori jenis urf am, yakni adat istiadat yang berlaku pada suatu tempat, masa dan keadaan.