cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Manggarai Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Sugiarto, Mohammad; Utomo, Suryo Hapsoro Tri; Muthohar, Imam
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2127

Abstract

Stasiun Manggarai masuk ke dalam daftar stasiun tersibuk di wilayah Jabodetabek. Data dari PT KCI tahun 2021 menyebutkan rata-rata penumpang KRL Commuterline masa pandemi COVID-19 sebanyak 8.338 orang/hari, sedangkan rata-rata jumlah penumpang sebelum masa pandemi 22.495 orang/hari. Stasiun Manggarai juga merupakan stasiun sentral dengan 538 perjalanan atau 54% dari total perjalanan KRL Commuterline transit di stasiun Manggarai. Berdasarkan fenomena tersebut layanan penumpang kereta commuter menjadi lebih diprioritaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja stasiun Manggarai dalam memberikan pelayanan penumpang KRL Commuterline yang harus dipenuhi oleh operator, dari sudut pandang pengguna layanan dikaitkan dengan standar pelayanan minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan yaitu PM 63 Tahun 2019. Metode yang digunakan yaitu Importance-Performance Analysis (IPA) serta melakukan uji reliabilitas dan uji validitas. Hasil penelitian diperoleh dari 47 atribut penilaian. Pada diagram Kartesius metode IPA, dua atribut yang memiliki tingkat kinerja masih rendah berada pada kuadran I dengan prioritas utama dan tujuh belas atribut memiliki kinerja kurang baik berada pada kuadran III dengan prioritas rendah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap layanan transportasi massal prima.
Simulasi Rute Angkutan Barang di Wilayah Perkotaan Prasadja Ricardianto; Ridwan Tuasikal; Susanty Handayani; Gloriani Novita Christin; Abdullah Ade Suryobuwono
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.2139

Abstract

ABSTRACTFreight Transportation Route Simulation in the Urban Area: Some of the urban areas' problems such as poor road conditions that reduce the Level of Service (LOS), no route arrangement for cargo transportation, and the low average speed of cargo transportation due to the mixed traffic of cargo transportation. The research objective to determine the strategy for arranging freight routes in the urban areas. The research on cargo transport routes arrangement is carried out by the method of loading traffic using the Vissim model and V/C Ratio analysis. Secondary data was collected from relevant agencies in urban areas. This study was conducted in the area of Purwokerto City. The findings explained that the average delay in freight transportation of 863.15 seconds caused a low road network speed of 8.24 km/h with a total distance of 45,291.45 km and a total travel time of 20,298,408.16 seconds. Based on the results of comparing the performance of road sections in 2026 and 2031, by diverting the flow of freight traffic and widening the road, the average delay has decreased, thereby increasing the speed of the road network with the total distance travelled increased, and the total travel time shorter. In 2026 and 2031, after using the Vissim model, the V/C Ratio decreased to below 1.00 and the speed increased. The key findings of this study are the diversion of freight traffic flow and road widening on Ajibarang Purwokerto Street and Jenderal Sudirman Sokaraja Street, where the road is the main route to enter Purwokerto city.Keywords: freight transportation, road performance, road network performance, route simulation, urban  areasABSTRAKBeberapa permasalahan yang ada di wilayah perkotaan seperti kondisi ruas jalan yang kurang baik sehingga mengurangi Level of Service, belum adanya penataan rute untuk jalur lintas angkutan barang dan masih rendahnya kecepatan rata-rata kendaraan angkutan barang, karena adanya lalu lintas campuran angkutan barang. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi penataan rute angkutan barang di wilayah perkotaan. Penelitian penataan rute angkutan barang dilakukan dengan metode pembebanan lalu lintas yang menggunakan model Vissim dan analisis V/C Ratio. Data sekunder didapatkan dari instansi-instansi terkait di wilayah perkotaan. Studi ini secara detail dilakukan di wilayah Kota Purwokerto. Hasil temuan menjelaskan, tundaan rata-rata angkutan barang sebesar 863,15 detik menyebabkan kecepatan jaringan jalan yang sangat rendah yaitu 8,24 km/jam dengan total jarak yang ditempuh 45.291,45 km serta total waktu perjalanan menjadi 20.298.408,16 detik. Berdasarkan hasil perbandingan kinerja ruas jalan di tahun 2026 dan juga tahun 2031, dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan, maka tundaan rata-rata mengalami penurunan sehingga meningkatkan kecepatan jaringan jalan dengan total jarak yang ditempuh bertambah, dan total waktu perjalanan lebih singkat. Pada tahun 2026 dan 2031 sesudah menggunakan model Vissim, V/C Ratio menurun menjadi di bawah 1,00 dan kecepatannya juga mengalami peningkatan. Temuan kunci penelitian ini adalah pengalihan arus lalu lintas angkutan barang dan pelebaran jalan di Jalan Ajibarang Purwokerto dan Jalan Jenderal Sudirman Sokaraja, dimana jalan tersebut merupakan jalur utama untuk masuk ke perkotaan Purwokerto.Kata kunci: angkutan barang, kinerja ruas jalan, kinerja jaringan jalan, simulasi rute, wilayah perkotaan
Kebutuhan Fasilitas Keselamatan Jalan di Kota Kotamobagu Maulidya, Ichda
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2161

Abstract

Kota Kotamobagu menjadi salah satu kota tujuan wisata di wilayah Sulawesi Utara saat ini sehingga jumlah kendaraan yang melintas di kota tersebut semakin meningkat. Namun, di sisi lain, ketersediaan fasilitas keselamatan jalan di kota tersebut masih minim. Terbatasnya kegiatan pengadaan, pemasangan, dan perawatan fasilitas keselamatan jalan di Kota Kotamobagu menyebabkan ketertiban lalu lintas di jalan menjadi kurang optimal. Pada penelitian ini, akan dilakukan inventarisasi fasilitas keselamatan jalan yang saat ini telah terpasang beserta kondisinya dan analisis kebutuhan fasilitas keselamatan jalan ke depannya di status jalan Kota Kotamobagu meliputi Jalan Veteran, Jalan Darussalam, dan Jalan Siliwangi melalui survei lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan objek penelitian. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa kebutuhan fasilitas keselamatan jalan di Kota Kotamobagu meliputi rambu peringatan sebanyak 36 buah, rambu larangan sebanyak sembilan buah, rambu petunjuk sebanyak sebelas buah, papan nama jalan sebanyak satu buah, zebra cross sebanyak empat belas buah, dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak satu buah.
Pemilihan Moda Transportasi Mudik 2023 dari Jabodetabek ke Kota Semarang dan Surabaya Nurdjanah, Nunuj; Haidar, Raihan Masyal
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2174

Abstract

Mudik lebaran merupakan sebuah realitas sosial yang dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Idulfitri. Dalam mudik lebaran, terdapat perpindahan penduduk dan pergerakan moda transportasi secara masif. Permasalahan dalam mudik lebaran pun sering terjadi, salah satunya adalah pemilihan moda transportasi yang digunakan. Penerapan analisis regresi logistik multinomial dapat menjelaskan hubungan antara pemudik dengan pemilihan moda transportasi. Analisis regresi logistik multinomial merupakan metode untuk mengetahui pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respon kategorik politomus. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan moda transportasi mudik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari hasil survei mudik lebaran tahun 2023 oleh Badan Kebijakan Transportasi. Subjek pada penelitian ini adalah pemudik dari Jabodetabek dengan tujuan Kota Semarang dan Kota Surabaya, yaitu sebanyak 246 pemudik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 56% pemudik memilih moda transportasi jalan raya, 29% menggunakan kereta api, dan 15% pemudik memanfaatkan transportasi udara. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam pemilihan moda transportasi yaitu jumlah anggota keluarga yang ikut mudik , tujuan mudik , dan pertimbangan . Akurasi klasifikasi regresi logistik multinomial adalah sebesar 59,3%. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa pemudik Jabodetabek yang menuju Kota Semarang dan Kota Surabaya lebih memperhatikan jumlah anggota keluarga yang akan ikut mudik, tujuan mudik, dan pertimbangan dalam memilih moda transportasi untuk mudik.
Strategi Zonasi Penggunaan Kendaraan Bermotor dengan Pendekatan Zona Parkir Progresif dan Zona Rendah Emisi dalam Mewujudkan Kota Ramah Lingkungan Bram Hertasning; Azhari Aziz Samudra; Evi Satispi; Okto Risdianto Manullang; Dimas Bayu Endrayana Dharmowijoyo; Ari Widi Wibowo
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.2175

Abstract

ABSTRACTZoning Strategies for Motorized Vehicle Use with A Progressive Parking Zone and Low Emission Zones Approach for Green City Development: The high use of motorized vehicles in the Jabodetabek area is stated by an annual growth rate of 2.9% starting from 2016 – 2020. This fact can lead to traffic congestion and environmental problem. The DKI Jakarta area, as the core city/center of the Jabodetabek urban agglomeration area, has urban air quality indicators such as PM10 increasing by 20%, CO2 increasing by 70%, and NO2 increasing almost four times in 2008-2013. Sustainable development is mandated by government policy, as stated in Presidential Regulation Number 18 of 2020 and Presidential Regulation Number 55 of 2018. As a result, a push-and-pull policy is required. The zoning strategy for motorized vehicle use (implementation of progressive parking zones and low emission zones) in DKI Jakarta (as a pilot project) can be implemented for the solution. The GIS software tools are used to determine progressive parking zones and low-emission zones. This method is divided into three stages: zoning criteria formulation, map overlay analysis (GIS) for zoning, and determining policy implementation zones. Determining progressive parking zones and low carbon emission zones in DKI Jakarta takes eight parameters into account: walking distance, passing public transport network, green open space, population density, area activity density, type of land use, parking space, and road performance. These parameter maps should then be overlaid to determine progressive parking zones and/or low-emission zones. According to the findings of the analysis, 109 Urban villages (34 sub-Districts and 5 Cities) are among the potential locations for implementing Progressive Parking Zones and Low Emission Zones. This policy is expected to realize an environmentally friendly city by supporting sustainable transportation.Keywords: Sustainable Transportation, Progressive Parking, Low Emission, Geographic Information SystemABSTRAKTingginya penggunaan kendaraan bermotor di wilayah Jabodetabek ditandai dengan laju pertumbuhan yang meningkat sebesar 2,9% setiap tahunnya mulai tahun 2016 – 2020, dapat menyebabkan permasalahan kemacetan dan lingkungan. Wilayah DKI Jakarta, sebagai kota inti/ pusat wilayah aglomerasi perkotaan Jabodetabek, memiliki indikator kualitas udara perkotaan seperti PM10 meningkat 20%, CO2 meningkat 70%, dan NO2 meningkat hampir 4 kali lipat tahun 2008-2013. Kebijakan pemerintah mengamanatkan pembangunan berkelanjutan dimana tertuang dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 dan Perpres Nomor 55 Tahun 2018. Oleh karena itu, dibutuhkan push & pull policy salah satunya melalui strategi zonasi penggunaan kendaraan bermotor (implementasi zona parkir progresif dan zona rendah emisi) di DKI Jakarta (pilot project). Tujuan penelitian ini adalah menentukan Zonasi Penggunaan Kendaraan Bermotor dan Implementasi Kebijakan Zona Parkir Progresif dan Zona Rendah Emisi. Metode penentuan zona parkir progresif dan zona rendah emisi dilakukan dengan menggunakan alat bantu software GIS. Metode ini terdiri dari tiga tahap yaitu merumuskan kriteria zonasi, analisis overlay peta (GIS) untuk penentuan zona, dan penentuan zona pengimplementasian kebijakan. Penentuan zona parkir progresif dan zona emisi rendah karbon di DKI Jakarta mempertimbangkan delapan parameter yaitu jangkauan berjalan kaki, jaringan angkutan umum yang melintas, ruang terbuka hijau, kepadatan penduduk, kepadatan aktivitas kawasan, jenis peruntukan lahan, ruang parkir, dan kinerja jalan. Kemudian dilakukan overlay peta-peta parameter tersebut guna menentukan zona parkir progresif dan zona rendah emisi. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 109 Kelurahan (34 Kecamatan dan 5 Kota) yang termasuk dalam lokasi potensial pengimplementasian Zona Parkir Progresif dan Zona Rendah Emisi. Dapat disimpulkan bahwa zonasi penggunaan kendaraan bermotor dapat mendukung transportasi berkelanjutan. Harapannya dengan penerapan kebijakan ini dapat mewujudkan kota ramah lingkungan.Kata Kunci: Transportasi Berkelanjutan, Parkir Progresif, Rendah Emisi, Geographic Information System
Standar Kompetensi SDM Pengujian Berkala Kendaraan Listrik Nahry, Nahry; Purnomo, Robby Yudo; Rita K, Ni Luh Wayan; Listifadah, Listifadah; Hartono, Hartono; Praditya, Ryno Octy
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2176

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi menjadi tantangan baru bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama kompetensi untuk menjalankan teknologi tersebut. Salah satu isu terkait perkembangan teknologi bidang transportasi adalah kendaraan listrik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan standar kompetensi SDM pada sektor pengujian kendaraan listrik dan evaluasi regulator dalam persiapan SDM. Penentuan standar kompetensi tambahan untuk pengujian berkala kendaraan listrik diawali dengan analisis gap melalui Analisis Dokumen, benchmarking pengujian di berbagai negara/instansi serta klarifikasi kepada pakar dan narasumber. Untuk mengevaluasi kesiapan regulator  dalam menyiapkan SDM Penguji Kendaraan Listrik dilakukan Analisis SWOT yang didahului oleh analisis dokumen untuk mengidentifikasi komponen input, proses, output dan outcome dari kegiatan Diklat/Sertifikasi keahlian yang ada saat ini. Selanjutnya dilakukan survey untuk analisis SWOT kepada pakar dan narasumber dan dilanjutkan dengan penyusunan matriks strategi TOWS. Hasil analisis menunjukkan pengujian berkala kendaraan listrik cenderung serupa dengan kendaraan konvensional dan hanya berbeda pada uji emisi gas buang. Dalam pengujian kendaraan listrik dibutuhkan tambahan uji yaitu fungsional baterai listrik, fungsional pengisian ulang energi listrik, perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, minimum sound requirement, dan  emisi hidrogen. Materi Diklat juga perlu mencakup informasi terkait pengujian, instrumentasi, pengenalan metodologi pengujian, persyaratan teknis hingga penentuan alternatif dalam metode pengujian kendaraan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa organisasi masih lemah secara internal namun memiliki peluang dari pihak eksternal. Aspek yang menjadi kekuatan adalah kontribusi Diklat terhadap kebutuhan pasar SDM serta perencanaan dan pengembangan SDM yang sudah  cukup baik. Aspek yang masih menjadi kelemahan adalah kompetensi penguji dan sarana prasarana pengujian kendaraan listrik. Untuk peluang masih berasal pada LSP Umum, kebutuhan lembaga swasta, dan industri. Sementara itu, terdapat ancaman yang berasal dari lembaga uji swasta. Studi ini merekomendasikan  perlunya penyiapan SDM yang memenuhi standar kompetensi, termasuk peningkatan peran dan kapasitas Diklat, peran dan persiapan regulator, kebutuhan SKKNI, dan kesiapan operator pengujian kendaraan listrik
Kinerja Suroboyo Bus dalam mendukung Transportasi Massal di Surabaya Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Kristian, Jhon; Rukmana, Siti Nuurlaily
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2177

Abstract

Dinas Perhubungan Kota Surabaya pada Tahun 2018 berinovasi menghadirkan transportasi Suroboyo Bus atau Trans Metro. Suroboyo Bus merupakan transportasi massal yang diharapkan dapat memperbaiki sistem transportasi di kota Surabaya untuk mengurangi kemacetan dan juga mendukung visi kota Surabaya yang berkelanjutan. Salah satu tujuan transportasi massal adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tahun semakin bertambah. Hadirnya Suroboyo Bus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum baik masyarakat lokal maupun pendatang. Kajian ini difokuskan pada rute 3 yang berawal dari halte Unesa dan pemberhentian akhir di halte ITS. Rute 3 merupakan rute terpadat dan terpanjang dari 6 rute yang dilewati oleh Suroboyo Bus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja Suroboyo Bus berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no. 27 tahun 2015, mengidentifikasi pandangan masyarakat, serta mengetahui arahan rekomendasi kebijakan terhadap transportasi suroboyo bus dalam mendukung transportasi massal di Surabaya. Kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan Suroboyo Bus sebagai transportasi massal di kota Surabaya. Metode penelitian Kinerja Suroboyo Bus Dalam Mendukung Transportasi Massal di Surabaya merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik analisis deskriptif evaluative, analisis (IPA), dan Teknik triangulasi. Metode pengumplan data berupa observasi, kuesioner, dokumentasi, dan instansi. Hasil dari penelitian pada rumusan pertama kinerja Suroboyo Bus dari aspek Kondisi halte belum mencapai kinerja yang baik karena masih terdapat 7 halte yang tidak sesuai dengan standar teknis yang ada. Aspek Kondisi Bus, Penerapan SOP, Kelayakan Kendaraan, Peralatan keselamatan, Fasilitas Kesehatan, Perlengkapan lalu lintas dan angkutan jalan dan Fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan mencapai kinerja yang bagus karena sudah sesuai dengan standar teknis. Pandangan Masyarakat terhadap Suroboyo bus masih ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian terutamanya adalah kondisi halte (tempat sampah dan kenyamanan), kapasitas angkut penumpang bus, tabung pemadam kebakaran. Arahan rekomendasi adalah perlu penambahan fasiltias yang tersedia di halte dan juga penambahan kapasitas jumlah angkut bus. 
Peningkatan Keselamatan Bus Penumpang dengan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) Mutharuddin, Mutharuddin; Puriningsih, Feronika Sekar; Maulidina Siregar, Nurul Aldha; Mardiana, Tetty Sulastry; Subaryata, Subaryata; Putra, Hasriwan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2181

Abstract

Rasio kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia menempati posisi pertama di dunia. Jumlah korban tewas mencapai 25.266 orang dari 103.645 kasus kecelakaan pada tahun 2021. Sementara itu, kesalahan manusia sering ditunjuk sebagai kontributor utama dalam investigasi kecelakaan, yaitu sebesar 61%. Kasus kecelakaan yang melibatkan bus jarak jauh menjadi perhatian besar karena berpotensi menelan banyak korban dalam satu kali kecelakaan. Oleh karena itu, langkah konkret untuk menyelesaikan hal ini menjadi urgen. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengidentifikasi tindakan tidak aman secara sistematis. Artikel ini menggunakan prinsip-prinsip Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor manusia dan organisasi yang terlibat dalam kecelakaan bus jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi pustaka data investigasi kecelakaan KNKT tahun 2020-2021. Analisis data penelitian mengunakan piranti lunak Nvivo. Hasil penelitian menemukan bahwa beberapa tidakan tidak aman dilakukan oleh bebagai pihak. Tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pengemudi meliputi menunda perjalanan, gagal menyalip kendaraan, berulang kali menggunakan rem, tidak menggunakan engine brake dan exhaust brake, melakukan kebiasaan tidak aman, dan tidak memakai sabuk pengaman. Selain itu, prasyarat tindakan tidak aman yang rumuskan oleh manajemen sumber daya personel adalah kurangnya pemahaman tentang rute jalan, keterbatasan informasi cuaca, dan tidak memahami kondisi jalan. Adapun tingkat pengawasan yang tidak aman meliputi tindakan yang menugaskan pengemudi yang tidak terdaftar, tidak ada pelacak GPS, dan pengemudi bus yang tidak patuh. Adapun di tingkat atas, tindakan tidak aman organisasi meliputi kurangnya sosialisasi fasilitas tanggap darurat, pelatihan pengemudi yang minim, kurangnya penilaian pemadam kebakaran, tidak ada penilaian risiko, tidak dilakukan identifikasi potensi bahaya, SOP diterapkan, dan tidak ada manajemen risiko dan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK). Dengan memahami penyebab kecelakaan lalu lintas, maka perbaikan perlu dilakukan di setiap tingkatan.
Konsep Layanan Angkutan Feeder Stasiun Kereta Api dengan Skema Buy the Service
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.2188

Abstract

ABSTRACTThe Feeder Transport Services Concept of Railways Station using Buy the Service Scheme: The way a mass transit system integrated with the city's current public transportation network is a crucial factor in maximizing customer mobility. This study aims to produce a concept for developing feeder transportation with the buy the service (BTS) scheme. Descriptive methods with qualitative, spatial, and quantitative approaches are used in the implementation of this research. This study conducted literature research on public transportation, interview surveys with questionnaires to the public, field observations, satellite image observations and structured interviews with stakeholders related to the public transportation development. This study was conducted on the Makassar–Parepare railway service focused on Rammang-Rammang station and purposed feeder route from the existing public transport route near the station Rammang-Rammang. The result suggested the feeder service with a BTS scheme. The business process for the BTS scheme of feeder transportation services can be proposed to be managed in one management of an existing institution as the main BTS corridor in Makassar for the short-term and long term recommendation by form Badan Usaha Milik Negara (BUMN) as a legal entity. The operator as a service provider is purposed Angkot, named Pete-pete in Sulawesi. Pete-pete private ownership consolidation was suggested in the study to create a legal entity. A cost component based on the previously Vehicle Operational Cost (VOC) analysis was included in the contract value as a vehicle rental price that is paid. It can be concluded that the role of local government is needed for the public transport sustainability services with a buy the service scheme.Keywords: Makassar–Parepare Railway, Feeder System, Buy the Service, Pete-pete ABSTRAKHal penting yang perlu diperhatikan ketika memperkenalkan sistem angkutan massal ke suatu kota adalah bagaimana mengintegrasikannya dengan sistem angkutan umum yang sudah ada supaya dapat mengoptimalkan mobilitas dari pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan konsep pengembangan layanan angkutan feeder pada stasiun kereta api dengan skema buy the service. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, spasial, dan kuantitatif dengan melakukan riset literatur terkait angkutan umum, melakukan survei wawancara dengan kuisioner ke masyarakat, observasi lapangan, pengamatan citra satelit dan wawancara terstruktur dengan stakeholder terkait pengembangan angkutan umum di lokasi studi. Studi ini dilakukan pada layanan kereta api Makassar–Parepare yang terfokus di stasiun Rammang-Rammang. Pada penelitian ini didapatkan usulan rute angkutan feeder dari pelayanan eksisting angkutan umum terdekat dengan Stasiun Rammang-Rammang. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa bentuk layanan angkutan feeder yang diusulkan adalah angkutan perkotaan dengan skema buy the service. Proses bisnis untuk skema buy the service (BTS) layanan angkutan feeder dapat diusulkan untuk dikelola dalam satu kepengurusan lembaga yang sudah ada sebagai pengelola koridor utama BTS di Makassar untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan membentuk BUMD sebagai badan hukum yang berkontrak dengan Dishub Provinsi. Operator sebagai penyedia jasa direkomendasikan angkutan eksisting “Pete–pete” dengan langkah awal yang perlu dilakukan, yaitu membentuk badan hukum dari konsolidasi angkutan petepete perorangan. Nilai kontrak sebagai biaya sewa kendaraan yang dibayarkan memiliki komponen biaya berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang telah dihitung sebelumnya. Dapat disimpulkan diperlukan peran pemerintah daerah dalam keberlanjutan layanan angkutan umum dengan skema buy the service.Kata Kunci: Kereta Api Makassar–Parepare, Sistem Feeder, Buy the Service, Pete-pete
Optimalisasi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Transportasi dengan Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sugihardjo Sugihardjo
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.2190

Abstract

ABSTRACTOptimizing the Alternative of Transportation Infrastructure Financing by Improving Human Resource Competence: The development of transportation infrastructure is one of Indonesia's programs to support the country's economic development. In the Strategic Plan of the Ministry of Transportation for 2020-2024, a total transportation infrastructure investment of Rp. 1288 t is required, of which the Ministry of Transportation's APBN can only meet 20% (Rp 266.64 T) of the total investment requirement. A financing scheme is needed to meet the gap in infrastructure investment needs and the fiscal capacity of the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) for transportation infrastructure development. This study aims to analyze the most optimal financing alternatives for transportation infrastructure in Indonesia. Data collection in this study was carried out using document review, literature review, and interview methods with stakeholders. Analysis was carried out using descriptive comparative analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). Based on the results of descriptive comparative analysis, it is known that business entities can contribute to infrastructure development if the Internal Rate Return (IRR) is greater than 10%. As well as the results of AHP's financial analysis, it was found that the feasibility factor has the highest priority. The result shows two main indicators for infrastructure financing that affect the level of business entity investment, namely financial feasibility and risk allocation between business entities and the government. These two results describe the need for Human Resource competence in supporting the optimization of infrastructure financing alternatives.Keywords: Infrastructure investment, Creative Financing, and Human Resource Development.ABSTRAKPembangunan infrastruktur transportasi merupakan salah satu program yang direncanakan di Indonesia untuk mendukung perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2020-2024, dibutuhkan total investasi infrastruktur transportasi sebesar Rp1.288 triliun, dimana APBN Kementerian Perhubungan hanya mampu memenuhi sebesar 20% (Rp266,64 triliun) dari total kebutuhan investasi. Untuk mengoptimalkan pengembangan infrastruktur transportasi dibutuhkan skema pembiayaan untuk memenuhi gap kebutuhan investasi infrastruktur dan kemampuan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alternatif pembiayaan dalam investasi infrastruktur transportasi di Indonesia. Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan metode review dokumen, literatur dan wawancara kepada beberapa stakeholders. Analisis dilakukukan dengan 2 (dua) metode yaitu dengan menggunakan komparatif deskriptif  dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil analisis komparatif deskriptif, ditemukenali bahwa badan usaha dapat berkontribusi di dalam pengembangan infrastruktur jika Internal Rate Return (IRR)>10%. Serta hasil analisa AHP diperoleh bahwa faktor kelayakan finansial memiliki urutan prioritas pertama. Hal ini menunjukkan pembiayaan infrastruktur terdapat 2 (dua) indikator utama yang mempengaruhi tingkat investasi badan usaha, yaitu kelayakan finansial serta alokasi risiko antara badan usaha dan pemerintah. Berdasarkan kedua hasil analisis tersebut, dapat dijabarkan kebutuhan kompetensi SDM dalam mendukung optimalisasi alternatif pembiayaan infrastruktur.Kata Kunci: Investasi Infrastruktur, Creative Financing, Sumber Daya Manusia 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue