cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
Kepuasan Pengguna Terhadap Fasilitas Stasiun Malang Kota Baru (Sisi Timur) Df, Maftuh Zamroni; Witjaksono, Agung; Subagyo, Widiyanto Hari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2333

Abstract

Pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur transportasi menjadi aspek vital dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi dan mendukung mobilitas penduduk, khususnya layanan kereta api. Stasiun Malang Kota Baru merupakan bagian dari layanan transportasi kereta api sehingga fasilitas-fasilitas dari stasiun tersebut diharapkan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kepuasan bagi pengguna layanan stasiun. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap fasilitas yang disediakan di Stasiun Malang Kota Baru (sisi timur) dan mengetahui indikator yang menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas fasilitas stasiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Sampel penelitian diambil secara acak dari pengguna harian stasiun sebanyak 115 responden, dan data dikumpulkan melalui survei langsung. Parameter penelitian mencakup dua puluh variabel amatan yang meliputi beberapa fasilitas stasiun, di antaranya fasilitas keselamatan, fasilitas kesehatan, petugas keamanan, intensitas cahaya, ketersediaan peron, CCTV, loket / vending machine, kanopi / atap peron, kebersihan, musala, kursi duduk penumpang, tempat sampah, toilet dan air bersih, jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api, fasilitas bagi penyandang disabilitas, ruang khusus ibu menyusui, drop point, fasilitas parkir, lift & eskalator, dan pengumuman melalui pengeras suara / speaker. Data dianalisis dengan importance-performance analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai kepuasan pelanggan terhadap fasilitas stasiun adalah sebesar 3,7 dari rentang nilai 1-5. Analisis IPA menunjukkan bahwa variabel fasilitas kesehatan, peron, musala, kursi duduk penumpang, tempat sampah, toilet dan air bersih, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas merupakan fasilitas dengan prioritas penanganan dan pengembangan sehingga diperlukan strategi peningkatan performa dan kepuasan pelanggan.
Pemodelan Supply Chain Sustainability Melalui Penerapan Green Logistics dan Green Manufacturing di Kawasan Industri Candrarahayu, Anisa Mahadita; Kuncoro, Engkos Achmad; Nofrisel, Nofrisel; Sukardiman , Tjuk
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2367

Abstract

Rantai pasok semakin kompleks karena paradigma keberlanjutan dan kemajuan teknologi yang cepat sehingga menghadapi tantangan dalam logistik hijau dan manufaktur hijau. Implementasi keberlanjutan rantai pasok yang efektif sangat penting karena kegagalan dapat berdampak negatif pada kinerja perusahaan serta sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Logistics dan Green Manufacturing terhadap keberlanjutan rantai pasok serta mengembangkan model yang aplikatif bagi kawasan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data dari 82 perusahaan di kawasan Deltamas melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Studi ini melibatkan beberapa tahap analisis, termasuk tinjauan literatur menggunakan VOSviewer, pengujian validitas dan reliabilitas, analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan Smart PLS, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logistik hijau dan manufaktur hijau berpengaruh signifikan dan positif terhadap keberlanjutan rantai pasok, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan pengaruh langsung yang lebih dominan. Model regresi linier berganda dikembangkan, menyoroti faktor-faktor seperti biaya logistik dan operasional, karyawan atau pengemudi bersertifikat, keuntungan, investasi biaya sosial, kesejahteraan karyawan, dan investasi biaya pengelolaan lingkungan sebagai pengaruh utama pada manfaat industri dalam cakupan keberlanjutan rantai pasok.
Peningkatan Kinerja Fasilitas Simpul Moda Sebagai Katalis Layanan Transportasi yang Terintegrasi(Studi Kasus: Layanan LRT Lintas Cawang-Cibubur) Prasetyo, Febri Nur
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2368

Abstract

Salah satu layanan transportasi perkotaan yang memiliki ridership yang tinggi adalah LRT Jabodebek dengan tren pertumbuhan sebanyak 37.000 penumpang pada Desember 2023 menjadi 50.000 penumpang per Februari 2024 berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan RI. Peningkatan layanan yang perlu mendapat perhatian pada LRT Jabodebek adalah pada koridor Cawang-Cibubur. Koridor ini meliputi empat stasiun yang masing-masing belum memiliki konektivitas dan jangkauan fasilitas layanan yang memadai karena dari segi tata guna lahan (utara dan selatan) dipisahkan oleh jalan tol. Akibatnya, diperlukan integrasi fasilitas antarmoda untuk dapat menjadi katalis layanan transportasi yang terintegrasi secara komprehensif. Objek dalam penelitian ini adalah simpul moda LRT pada koridor Cawang-Cibubur yang meliputi empat stasiun tipikal sehingga metode penelitian ditujukan pada salah satu simpul tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layanan simpul moda pada kondisi existing dari persepsi penumpang sesuai dengan kategori dan indikatornya yang sudah ditetapkan. Selanjutnya, hasil evaluasi dimaksud ditransformasikan ke dalam penilaian kinerja integrasi dari sisi proximity/kedekatan beserta alternatif transformasi kedekatan fasilitasnya untuk menjadi rekomendasi peningkatan pelayanan integrasi antarmoda. Adapun metode yang digunakan adalah importance performance analysis (IPA) dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan untuk responden dapat dituangkan dalam kuesioner sehingga dapat digunakan untuk menilai kinerja layanan berdasarkan persepsi pengguna. Selain itu, modal interaction matrix (MIM) juga digunakan untuk dapat mengukur kinerja integrasi melalui kedekatan antarfasilitas beserta alternatifnya. Adapun output yang didapatkan adalah bahwa pada hasil analisis IPA terdapat tiga belas atribut/indikator yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan kinerja. Selanjutnya dilakukan pengukuran proximity/kedekatan beserta alternatif transformasi untuk atribut/indikator tersebut dan didapatkan bahwa alternatif 3 menjadi rekomendasi peningkatan fasilitas yaitu menjadikan sebagian besar fasilitas didekatkan khususnya yang mencakup konektifitas kawasan.
Analisis Time Windows Jalan Satu Arah pada Musim Lebaran di Jalan Tol Suartika, I Made; Suraharta, I Made; Jepriadi, Kornelius
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2369

Abstract

Arus mudik lebaran adalah tradisi tahunan yang melibatkan jutaan masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memfasilitasi arus mudik setiap tahun untuk memastikan masyarakat mudik dengan aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatur rekayasa manajemen lalu lintas arus mudik melalui penerapan time windows lalu lintas ketika arus mudik Lebaran. Dengan menerapkan time windows atau jadwal tertentu untuk perjalanan, arus kendaraan dapat diatur agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu yang sama guna meminimalkan kemacetan. Penelitian ini juga berkontribusi secara positif terhadap penelitian selanjutnya, terutama tentang manajemen rekayasa lalu lintas. Data penelitian berupa volume lalu lintas dan profil jalan berasal diperoleh dari operator jalan tol dari segmen Gerbang Tol Cikampek Utama sampai Gerbang Tol Kalikangkung. Metode analisis yang digunakan berdasarkan analisis perhitungan pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yang pertama, terdapat beberapa perbedaan kebijakan yang harus dilakukan pada setiap jalan menyesuaikan jumlah lajur jalan tersebut. Yang kedua, waktu ideal untuk pengalihan satu arah adalah pukul 06.00–24.00 WIB, yang secara signifikan menurunkan derajat kejenuhan keseluruhan. Dengan mengacu pada penelitian ini, diharapkan pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif dan efisien menyesuaikan jalannya, dan kedepannya penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan simulasi menggunakan software seperti VISSIM dan VISSUM.
Pengaruh Pengelolaan Biaya Logistik dan Infrastruktur Transportasiterhadap Kinerja Logistik Nasional Indonesia Kurniawan, Ferdy Trisanto; Soekirman, Atong; Gautama, Idris; Ricardianto, Prasadja
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2373

Abstract

Permasalahan utama dari penurunan Kinerja Logistik Nasional di Indonesia menurut LPI (2023) yaitu pada variabel pengiriman internasional, kualitas dan kompetensi logistik, pelacakan & penelusuran, dan ketepatan waktu. Dampak dari penurunan kinerja logistik Indonesia menyebabkan biaya logistik mahal dan eksternalitas seperti kemacetan, gas emisi buang, kerusakan jalan. Reformasi ekosistem logistik nasional (NLE) yang dilakukan pemerintah sampai dengan saat ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan penyederhanaan proses hulu hingga hilir agar berdampak pada waktu dan biaya yang efisien. Dengan demikian, diharapkan ini dapat berdampak pada turunnya biaya logistik dari 23,5% menjadi 17% sehingga bisa disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kinerja logistik nasional, pemerintah fokus pada penurunan biaya logistik dan infrastruktur pendukung kinerja logistik nasional. Sesuai dengan penjelasan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel pengelolaan biaya logistik dan infrastruktur terhadap kinerja logistik di Indonesia. Lokasi penelitian dilakukan di empat Pelabuhan Hub Internasional yaitu Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Penelitian ini menggunakan metode gabungan yaitu analisis data kualitatif melalui Focus Group Disscusion terhadap narasumber yang kompeten dalam bidang logistik yang dianalisis dengan Aplikasi Nudist In Vivo. Selanjutnya dilakukan analisis data kuantitatif melalui kuesioner pada responden pelaku logistik di empat pelabuhan sampel dan dilakukan anlisis SEM dengan SMARTPLS (Partial Least Square). Hasil penelitian dari analisis SEM PLS menunjukkan bahwa 1) Pengelolaan biaya transportasi berpengaruh positif terhadap kinerja logistik di Indonesia melalui teknologi informasi sebagai mediasi sebesar  skor yang didaptkan adalah 0,057; 2) pengelolaan biaya pergudangan, inventori, dan administrasi berpengaruh positif terhadap kinerja logistik di Indonesia masing-masing sebesar 0,018, 0,07, dan 0,03, serta 3) infrastruktur berpengaruh positif terhadap kinerja logistik di Indonesia melalui hub perdagangan sebagai mediasi sebesar 0,27. Rekomendasi dari hasil penelitian ini bahwa untuk meningkatkan kinerja logistik nasional di Indonesia, pemerintah dapat berfokus pada 1) perbaikan dan peningkatan infrastruktur pelabuhan sebagai hub perdagangan untuk meningkatkan konektivitas backbone dan hinterland logistik nasional dan 2) memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan biaya transportasi agar dapat mendorong kinerja logistik.
Implementasi Manajemen Transportasi Publik Di Provinsi DKI Jakarta(Studi Kasus Integrasi Antar Moda Angkutan Darat) Pratomo, Wisnu Budhi; Hertasning, Bram; Fidilia, Shaula; Anggraeni, Devi
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2375

Abstract

Kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta saat ini semakin luas baik dari aspek ruang maupun aspek waktu dan bahkan kemacetan pun sudah merambah ke wilayah penyangga. Tidak hanya jalan protokol saja yang mengalami kemacetan, namun sudah masuk ke jalan lingkungan. Pertumbuhan kendaraan pribadi yg pesat tidak diimbangi dengan jumlah pertumbuhan jalan. Disamping itu, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menunjukkan upaya jangka panjang untuk mencegah terjadinya kecamatan dan hanya berfokus pada mengatasi kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana implementasi manajemen transportasi publik di Provinsi DKI Jakarta, mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat optimalisasi manajemen transportasi publik di Provinsi DKI Jakarta guna menangani masalah publik yang berkaitan dengan aspek transportasi, dan memberikan alternatif atau solusi perbaikan dalam upaya untuk mewujudkan kemajuan pelayanan publik di sektor transportasi di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif dengan alat pengumpulan data yaitu wawancara secara mendalam. Hasil yang didapat adalah dari sisi Implementasi manajemen transportasi publik di Provinsi DKI Jakarta telah menunjukkan progress yang baik, akan tetapi masih memerlukan peningkatan dalam beberapa aspek, seperti perluasan jaringan, integrasi moda transportasi, dan peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan dan birokrasi dan regulasi menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya optimalisasi manajemen transportasi publik.
Model Bangkitan dan Tarikan Penumpang Kereta Api Commuter Line Serpong – Tanah Abang : Studi Kasus Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Sudimara Utami, Adita; Siregar, Naufal Nabil; Nurhidayat, Asep Yayat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2224

Abstract

Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta yang memiliki lokasi sangat strategis, dimana akses menuju transportasi umum yang dapat dengan mudah dijangkau untuk menuju wilayah DKI Jakarta seperti jalan tol dan commuter line. Peningkatan jumlah penumpang commuter line yang meningkat setiap tahun dapat mengakibatkan permasalahan transportasi semakin kompleks baik dari sarana maupun prasarana transportasi dari dan menuju Stasiun serta kapasitas dan operasional Stasiun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Sudimara serta model matematis bangkitan dan tarikan pergerakan pada stasiun tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode stepwise yang merupakan metode alternatif dalam analisis regresi. Pemodelan yang dihasilkan pada bangkitan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu adalah Y = -2635,33 + 64,189 X1 + 966,337X3 + 937,907X4 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan bangkitan pergerakan Y = -2085,73 + 1426,964X1 + 218,278X2. Pemodelan yang dihasilkan pada tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu Y = -1802,7 + 391,409X3 + 1174,637X4 + 39,224X5 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan tarikan pergerakan Y = - 1146,62 + 1076,366X2 + 112,784X4.
Pengaruh Antrean Kendaraan Terhadap Kerugian Ekonomi dan Risiko Keselamatan pada Perlintasan Stasiun Bojonggede Bogor Mulyanto, Teguh Dwi; Ricardianto, Prasadja; Fatimah, Siti; Handayani, Susanty; Abidin, Zaenal
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2245

Abstract

Penutupan perlintasan sebidang di sekitar kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor, menimbulkan dampak berupa konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan kerugian ekonomi sangat banyak per hari dan pertahunnya, serta berdampak pada risiko keselamatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian ekonomi dari konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan mengevaluasi risiko keselamatan pada perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis antrean dan tundaan dengan alat analisis Deterministic Queueing Analysis dan Mean Absolute Percentage Error. Selain itu, diperlukan juga metode analisis kerugian ekonomi yang dihitung berdasarkan konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang pada saat penutupan perlintasan sebidang yang dikonversikan dalam satuan rupiah. Secara keekonomian, pada Perlintasan Sebidang I dan Perlintasan Sebidang II didapatkan bahwa delapan kriteria evaluasi memiliki risiko yang tinggi terhadap keselamatan dan kerugian ekonomi per hari serta pertahun yang cukup besar. Berdasarkan rekapitulasi dapat disimpulkan bahwa keakuratan nilai Mean Absolute Percentage Error untuk masing-masing pendekat pada perlintasan dengan panjang antrean hasil perhitungan metode Deterministic Queueing Analysis memiliki akurasi yang sangat baik setelah dibandingkan dengan hasil survei di lapangan. Adapun rekomendasi yang diberikan adalah peningkatan perlintasan sebidang menjadi perlintasan tidak sebidang seperti jalan layang atau terowongan dan dilakukan penutupan perlintasan sebidang. Temuan kunci adalah lamanya tundaan dan panjangnya antrean kendaraan yang menyebabkan kerugian secara ekonomi. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumsi bahan bakar yang terbuang pada saat pintu perlintasan sebidang ditutup. Potensi kerugian ekonomi yang telah dihitung diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam penentuan kebijakan penanganan perlintasan sebidang lebih lanjut.
Analisis Kebijakan Operasi Kereta Api: Studi Kasus pada Lintas Bandung-Cicalengka Raharjanto, Yunanda; Hertasning, Bram; Fidilia, Shaula
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2282

Abstract

Pembangunan jalur ganda (double track) dan revitalisasi stasiun pada segmen Kiaracondong–Cicalengka di lintas Bandung–Cicalengka diproyeksikan akan membawa dampak signifikan terhadap pola operasi dan kapasitas layanan kereta api di wilayah tersebut. Untuk menilai dampak tersebut, dilakukan kajian terhadap kapasitas lintas pasca-pembangunan dengan menggunakan empat acuan utama, yaitu: SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Darat) tentang pedoman teknis pengendalian lalu lintas di lokasi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang dengan kereta api. No. KA.407/AJ.401/DRJD/2018 dan SK Ditjen Darat tentang pedoman teknis perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta api. No. KP.770 Tahun 2005, UIC Code 406 are method for railway line capacity analysis and estimation, dan SNI 03-6795-2002 mengenai Metode Pengujian Untuk Menentukan Tanah Ekspansif. Keempat pedoman ini memberikan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi dalam pengukuran kapasitas jalur dan evaluasi kinerja operasi kereta api. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh petak jalan pada lintas Bandung–Cicalengka, termasuk segmen yang sedang ditingkatkan, belum mengalami kejenuhan kapasitas. Indikator-indikator utama seperti waktu okupansi (occupancy time), tingkat kejenuhan (saturation level), grafik kompresi perjalanan, dan evaluasi headway, semuanya menunjukkan bahwa lintas ini masih memiliki kapasitas cadangan yang cukup besar. Artinya, secara teknis, masih dimungkinkan untuk menambah jumlah perjalanan kereta api baik untuk layanan komuter maupun antarkota. Kesimpulan ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pengembangan layanan, terutama dalam menjawab pertumbuhan permintaan transportasi di wilayah Bandung Raya. Dengan kapasitas yang memadai, Pemerintah dan operator kereta api dapat merancang peningkatan frekuensi layanan secara bertahap, disertai dengan manajemen operasi yang lebih efisien guna mendukung mobilitas masyarakat dan integrasi transportasi perkotaan.
Analisis Perilaku Pengguna KRL Commuter Line Yogyakarta-Solo: Pendekatan Multinomial Logistic Regression Hapsari, Giri; Utomo, Suryo Hapsoro Tri; Muthohar, Imam
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2393

Abstract

Penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jogja-Solo sebagai transportasi perkotaan merupakan implementasi dan perwujudan penyediaan transportasi antarwilayah Di Kawasan Jogja-Solo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perilaku (probabilitas) pengguna KRL Commuter Line Jogja-Solo pada berbagai skenario kebijakan pelayanan yang ditawarkan. Analisis yang digunakan adalah analisis faktor, yang hasilnya digunakan sebagai variabel dalam kuesioner dengan teknik stated preference dengan Multinomial Logistic Regression (MLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pria (56%), berusia 17-25 tahun (54,1%), yang didominasi jenis pekerjaan paling banyak yaitu pelajar/mahasiswa (36,8%) dan hasil dari analisis perilaku (probabilitas) pengguna KRL Commuter Line Jogja-Solo terdapat perbedaan antar skenario yang ditawarkan sebagai contoh skenario 7 bahwa dengan set yang ditawarkan berupa tarif Rp 3.000 (1-25 km pertama, tambahan Rp 1.000 setiap 10 km berikutnya), waktu tempuh eksisting, tidak terdapat integrasi tiket, terdapat jaminan kebersihan dan kenyamanan, dan tidak terdapat keterpaduan jadwal didapatkan bahwa sebesar 24,1% pengguna KRL memilih untuk tidak naik KRL (pilihan 1), 40,6% pengguna KRL ragu-ragu untuk naik KRL (pilihan 2), 35,4% pengguna KRL akan tetap naik KRL (pilihan 3). Hasil temuan penelitian ini menunjukkan probabilitas pilihan pengguna KRL tidak hanya tergantung pada tarif yang ditawarkan akan tetapi juga dipengaruhi waktu tempuh, integrasi moda, jaminan kebersihan dan kenyamanan, dan keterpaduan jadwal.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue