cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
Electric Car Penetration Potential in Indonesia Kresno Budi Wicaksono; Atik Aprianingsih
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1803

Abstract

ABSTRACTElectric Car Penetration Potential in Indonesia: Automotive industry is one of the pillars that support Gross Domestic Product(GDP) in Indonesia. Moreover, despite of the pandemic condition, unlike internal combustion engine car, the sales of electric car isfound to be increasing in Indonesia and global. This signs that there may be transformation in automotive industry towards electric car. To prepare for the transformation, company must be able to understand customer. Furthermore, this study was done to know the potential of electric car in Indonesia and provide suggestions to company in the industry by understanding the customers. As a result, company needs to comprehend the factors that influence purchase intention of electric car. was In this study, understanding those factors was done with Theory of Planned Behaviour(TPB). In addition, it was found that purchase intention of electric car(PI) is greatly influenced by attitude(AT). While attitude to purchase electric car(AT) is greatly influenced by environment value. To sum up, this study showed that electric car has big growth potential in Indonesia. It is also showing the factors that influence customer purchase intention towards electric car in Indonesia. Keywords: electric car; growth potential; purchase intention; theory of planned behaviour.ABSTRAKOtomotif industri adalah salah satu penopang Produk Domestik Bruto(GDP) di Indonesia. Meskipun adanya pandemi, tidak seperti mobil pembakaran dalam, jumlah penjualan mobil listrik di Indonesia dan global meningkat. Ini adalah tanda yang memungkinkan perubahan pada industri otomotif ke arah mobil listrik. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui factor yang mempengaruhi niat untuk membeli mobil listrik. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui potensi dari mobil listrik di Indonesia dan memberikan saran untuk perusahaan yang berada dalam industri dengan cara mengerti niat membeli. Mengetahui faktor yang mempengatuhi niat membeli dianalisa menggunakan Teori Perilaku Terencana(TPB). Hasil Analisa menunjukkan bahwa niat membeli mobil listrik(PI) sangat dipengaruhi oleh sikap(AT). Sedangkan sikap untuk membeli mobil listrik(AT) sangat dipengaruhi oleh nilai lingkungan(NV). Untuk merangkum, penelitian ini menunjukkan potensi pertumbuhan mobil listrik di Indonesia. Penelitian ini juga menunjukkan faktor yang mempengaruhi niat membeli mobil listrik di Indonesia.Kata Kunci: mobil listrik, niat membeli, potensi bertumbuh, teori perilaku terencana
Keberlanjutan Sosial dan Persepsi Masyarakat terhadap Transportasi Umum di Kota Surakarta (Studi Kasus Bus BST Tahun 2021) Aji Bayu Pranata; Moh. Gamal Rindarjono; Seno Budhi Ajar
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1810

Abstract

ABSTRACTSocial Sustainability and Public Perception of Public Transportation in the City of Surakarta (Case Study of the 2021 BST Bus):  The development of sustainable public transportation needs to be a topic of attention. Nearly 56.2% of the world's population lives in urban areas. Transportation as part of the urban form element must meet sustainable transportation standards. The purposes of this research were to determine the condition of the social sustainability of the Batik Solo Trans (BST) Bus in 2021 and to find out the Surakarta community's perception of the sustainability of the BST Bus in 2021. This research uses a qualitative-quantitative method (mixed method). The research was carried out in 4 BST Bus operating corridors in Surakarta City. Data taken in the form of primary data collected by means of field observations and interviews, as well as secondary data taken from documentation or records of related parties. In collecting perception data using a framework that has been compiled by Litman (2019) and adjusted according to the availability of data and the conditions of the Covid-19 pandemic. The results of this research indicate that the BST Bus has met most of the indicators in socially sustainable transportation. Things that need to be paid attention to are indicators of accessibility for people with disabilities and access for low-income passengers. The results also show that people's perceptions of the social sustainability of the BST Bus vary. Corridors I, II, and III get good perception results, while Corridor IV gets moderate perception results. The results of this research are very important as the basis for the improvement and development of sustainable transportation in the city of Surakarta and in Indonesia.Keywords: sustainable transportation; public transportation; Social Sustainability; Batik Solo Trans Bus.ABSTRAKTopik pembangunan transportasi umum yang berkelanjutan perlu menjadi perhatian. Hampir 56,2% penduduk dunia tinggal di daerah perkotaan. Transportasi sebagai bagian dari elemen bentuk perkotaan (urban form) harus memenuhi standar transportasi berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keberlanjutan sosial Bus Batik Solo Trans (BST) tahun 2021 dan untuk mengetahui persepsi masyarakat Surakarta terhadap keberlanjutan Bus BST tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kuantitatif (mixed method). Penelitian dilaksanakan di 4 koridor operasi Bus BST di Kota Surakarta. Data yang diambil berupa data primer yang dikumpulkan dengan cara observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder diambil dari dokumentasi atau catatan pihak-pihak terkait. Pada pengambilan data persepsi menggunakan kerangka kerja yang telah disusun oleh Litman (2019) dan disesuaikan menurut ketersediaan data serta kondisi pandemi Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bus BST telah memenuhi sebagian besar indikator dalam transportasi yang keberkelanjutan sosial. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah pada indikator aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan akses penumpang berpendapatan rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberlanjutan sosial Bus BST beragam. Koridor I, II, dan III mendapatkan hasil persepsi yang baik, sedangkan Koridor IV mendapatkan hasil persepsi yang sedang. Hasil dari penelitian ini sangat penting sebagai dasar perbaikan dan pengembangan transportasi berkelanjutan di Kota Surakarta secara khusus dan di Indonesia secara umum.Kata Kunci: Transportasi Berkelanjutan; Transportasi Umum; Keberlanjutan Sosial; Bus Batik Solo Trans
Pemilihan Lokasi Terminal Barang di Kabupaten Semarang dengan Menggunakan Metode P-Median dalam Software Lindo 6.1 Ocky Soelistyo Pribadi; Yulia Permatasari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1813

Abstract

ABSTRACTSelection of Goods Terminal Locations in Semarang Regency by Using the P-Median Method in Lindo 6.1 . Software: Goods distribution activities in the Semarang Regency area often encounter obstacles in the form of limited road classes and road widths in the existing road network system. Violations occur against road class provisions because large-sized goods vehicles pass on roads of low class. In addition, it is often found that loading and unloading of goods is carried out on the side of the road and parking of goods vehicles when vehicle crew need to rest on the side of the road. The solution to this problem is found in the Regulation of the Minister of Transportation Number PM 102 of 2018 concerning the Operation of a Goods Terminal, where the goods terminal is a place to carry out loading and unloading of goods, intramodal and intermodal movement of goods transport, consolidation of goods/centerslogistics activities, and/or a car park for goods.The exact location needs to be analyzed based on the optimization of the characteristics of the road network and the operationalization of traffic with the parameters of distance, travel time and average speed of travel of goods vehicles to travel between sub-district centroids. The analysis was carried out with the help of QGIS software to obtain the characteristics of the road network and the value of traffic operationalization performance parameters, then the location selection of the candidate 12 sub-districts in Semarang Regency was carried out using the P-Median method in the Lindo 6.1 software. The result is that the optimal Tuntang District was selected from the analysis of the distance and time variables to be used as the location for the construction of the Goods Terminal in Semarang Regency. Keywords: location selection, goods terminal, QGIS software, P-Median method, Lindo 6.1 software.ABSTRAKKegiatan distribusi barang di wilayah Kabupaten Semarang sering menemui hambatan berupa keterbatasan kelas jalan dan lebar jalan pada sistem jaringan jalan yang ada. Pelanggaran terjadi terhadap ketentuan kelas jalan karena kendaraan barang ukuran besar melintas di jalan yang kelasnya rendah. Selain itu, sering didapati adanya kegiatan bongkar muat barang yang dilakukan di tepi jalan dan parkir kendaraan barang untuk beristirahat awak kendaraan di tepi jalan. Solusi masalah tersebut ditemukan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 102 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Terminal Barang, dimana terminal barang itu adalah tempat untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang, perpindahan intramoda dan antarmoda angkutan barang, konsolidasi barang/pusat kegiatan logistik, dan/atau tempat parkir mobil barang. Lokasi yang tepat perlu dianalisis berdasarkan optimalisasi karakteristik jaringan jalan dan operasionalisasi lalu lintas dengan parameter jarak, waktu tempuh dan kecepatan rata-rata perjalanan kendaraan barang untuk menempuh antar centroid kecamatan. Analisis dilakukan dengan bantuan software QGIS untuk mendapatkan karakteristik jaringan jalan dan nilai parameter kinerja operasionalisasi lalu lintas, kemudian pemilihan lokasi dari kandidat 12 kecamatan di Kabupaten Semarang dilakukan dengan metode P-Median dalam software Lindo 6.1. Hasilnya adalah terpilih Kecamatan Tuntang yang teroptimal dari analisis variabel jarak dan waktu untuk dijadikan lokasi pembangunan Terminal Barang di Kabupaten Semarang.Kata Kunci: pemilihan lokasi; terminal barang; software QGIS; metode P-Median; Software Lindo 6.1
Analisis Kecelakaan Ruas Jalan Denpasar Gilimanuk Ni luh Wayan Rita Kurniati; Achmad Wildan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1845

Abstract

ABSTRACTThe Denpasar-Gilimanuk highway is often referred to as the skull path because accidents often occur, the road conditions are winding with a fairly steep slope, the installation of traffic signs is still lacking, there is often mixed traffic between large and small vehicles. How to improve safety in accident-prone areas, to find out accident-prone locations and accident-prone points and how to handle these accident-prone areas, researchers conducted field observations by direct observation in the field and analyzed accident data obtained from the Indonesian Transportation Safety Committee with the Cusum Technique. (cumulative summary). The results of the analysis show that on Jalan Raya Denpasar Gilimanuk there are 3 accident-prone points, namely Jalan Antosari, Tabanan City Boundary (Ok Cell/Toko Buana Putra), Jalan Kota Negara Pekutatan (Warung Diana) and Jalan Sudirman Gajahmada (Front of residential areas) based on the analysis results. so that it is necessary to increase the number of installation of traffic signs such as at dangerous corners, road nails are installed which have a technical age of 5 years, it is necessary to install warning boards: Stay On The Track, Do Not Overturn, on highway access with environmental roads priority markings and signs are installed, at several points with a high volume of pedestrians, fences are installed on the sidewalks, installation of signs for another 500 meters for you to enter sharp bends/inclines and descents, installation of warning signs to keep your distance from goods vehicles, installation of accident-prone warning boards 50 meters before entering accident-prone areas, there needs to be driver knowledge related to hazard identification and t the level of risk, supervision of drivers in complying with traffic signs, tightening the application of traffic management by limiting the operating hours of goods transport vehicles with low vehicle speeds operating at night, and arranging departure and arrival schedules for goods transport.Keywords: Black Site, Black Spot, DenpasarABSTRAKJalan raya Denpasar Gilimanuk sering disebut dengan jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan, kondisi jalan yang berkelok-kelok dengan balutan kemiringan yang cukup curam, pemasangan rambu-rambu lalu lintas masih kurang , sering terjadi mixed traffic antara kendaraan besar dan kecil. Bagaimana meningkatkan keselamatan di daerah rawan kecelakaan tersebut, untuk mengetahui lokasi rawan kecelakaan dan titik rawan kecelakaan dan bagaimana penanganan rawan kecelakaan tersebut peneliti melakukan observasi lapangan dengan cara pengamatan secara langsung di lapangan dan menganalisis data kecelakaan yang di peroleh dari Komite Keselamatan Transportasi Indonesia dengan Teknik Cusum (cumulative summary). Hasil analisis menunjukkan di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk terdapat 3 titik rawan kecelakaan yaitu di Jalan Antosari Batas Kota Tabanan (Ok Cell/Toko Buana Putra), Jl Batas Kota Negara Pekutatan (Warung Diana) dan Jalan Sudirman Gajahmada (Depan pemukiman warga) berdasarkan hasil analisis sehingga perlu adanya penambahan jumlah pemasangan rambu-rambu lalu lintas seperti pada tikungan berbahaya dipasang paku jalan yang memiliki usia teknis 5 tahun, perlu pasang papan peringatan: Tetap Pada Jalurnya, Jangan Menyalip, pada akses Jalan raya dengan Jalan lingkungan dipasang marka dan rambu prioritas, pada beberapa titik dengan volume pejalan kaki tinggi, dipasang pagar pada trotoar, pemasangan rambu 500 meter lagi anda memasuki tikungan/tanjakan dan turunan tajam, pemasangan papan peringatan jaga jarak dengan kendaraan barang, pemasangan papan peringatan rawan kecelakaan 50 meter sebelum memasuki daerah rawan kecelakaan, perlu ada pengetahuan pengemudi terkait identifikasi hazard dan tingkat resikonya, pengawasan pengemudi dalam mematuhi rambu lalu lintas, memperketat penerapan manajemen lalu lintas dengan membatasi jam operasional kendaraan angkutan barang yang kecepatan kendaraannya rendah beroperasi pada malam hari, dan pengaturan jadwal keberangkatan dan kedatangan angkutan barang.Kata Kunci: Daerah Rawan Kecelakaan, Titik Rawan Kecelakaan, Denpasar.
Analisis Tingkat Kerawanan Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Arteri Kota Palembang Utami, Rifani Arliana; Andarini, Desheila; Camelia, Anita; Lestari, Mona; Rosyada, Amrina
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.1878

Abstract

Kejadian kecelakaan lalu lintas sering terjadi di kota-kota besar, salah satunya di Kota Palembang. Kecelakaan lalu lintas terjadi secara tidak terduga yang melibatkan kendaraan atau pengguna jalan. Hal ini akan menyebabkan korban mengalami luka-luka dan kerugian harta benda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Kota Palembang, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas dan mengetahui faktor penyebab kecelakaan lalu lintas serta mengetahui jumlah korban kecelakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengharkatan berjenjang tertimbang untuk menentukan tingkat kerawanan kecelakaan. Peneliti juga melakukan wawancara mendalam untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Palembang. Hasil penelitian ini berupa peta tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan di Kota Palembang. Faktor geometrik jalan merupakan faktor yang sangat memengaruhi tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas. Ruas jalan dengan tingkat kerawanan yang tinggi memiliki jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang tinggi dan ruas jalan dengan tingkat kerawanan rendah memiliki jumlah korban jiwa yang kecil. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Kota Palembang pada tahun 2020 sebesar 763 jiwa.
Analisis Komparasi Kecelakaan Lalu Lintas Di Jalan Tol Cikopo – Palimanan Sebelum dan Pada Saat Pandemi Covid-19 Iqbal Maulana; Edi Purwanto; Alif Anggriat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1920

Abstract

ABSTRACTComparative Analysis of Traffic Accidents on Cikopo–Palimanan Toll Roads Before and During the Covid-19 Pandemic: Economic conditions, education and all aspects of Indonesian people's lives have been affected by the emergence of the Covid-19 pandemic so that the government implemented a Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy at the beginning of 2020. From 2019 to July 2020, through data from the West Java POLDA Satlantas police and Astra Infra Toll Cipali PT Lintas Marga Sedaya as toll road operators, there were 1,075 traffic accidents on toll roads. The purpose of this study was to compare the level and fatality of accidents before and during the Covid-19 pandemic and to find out the differences in traffic accident-prone locations on toll roads before and during the Covid-19 pandemic. The research method used in this study is the variable rate of accidents, fatalities, traffic accident-prone locations using the HIRA (Hazard Identification Risk Assessment) analysis technique. The results of this study On Lane A of the Cikopo Palimanan Toll Road Before and During the Covid-19 Pandemic, there were 2 (two) similar accident-prone locations while the other 11 (eleven) prone locations were different. On Lane B of the Cikopo Palimanan Toll Road Before and During the Covid-19Pandemic, there was 1 (one) same accident-prone location while the other 14 (fourteen) prone locations were different. Results of the study, it can be concluded that there are differences in the parameters of accident-prone locations and the level of traffic accidents, while the fatality rate of traffic accidents is no difference between before the Covid-19 pandemic and during the Covid-19pandemic. Based on the Analysis (Hazard Identification Risk Assessment) road infrastructure Toll roads, the highest risk value for traffic accidents on the Cikopo – Palimanan toll road is on lane A STA 75+700, 82+100, 90+900, 100+700, 111+500, 114+300, 123+800, 151+ 300,153+500, 164+700 on lane B STA 74+100, 185+000.Keywords: Traffic Prone Location, Comparison, Before and During Covid-19ABSTRAKKondisi perekonomian, pendidikan dan segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia terdampak oleh munculnya pandemi Covid-19 sehingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal tahun 2020. Pada tahun 2019 hingga Juli 2020 melalui data kepolisian Satlantas POLDA Jawa Barat dan Astra Infra Tol Cipali PT Lintas Marga Sedaya selaku operator jalan tol terdapat 1.075 Kejadian Kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat dan fatalitas kecelakaan sebelum dan pada saat pandemi Covid-19 serta Mengetahui perbedaan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol sebelum dan pada saat pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tingkat kecelakaan, fatalitas, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas menggunakan tekniki analisis HIRA (Hazard Identification Risk Assesment). Hasil penelitian ini Pada Jalur A Tol Cikopo Palimanan Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19ada 2 (dua) lokasi rawan kecelakaan yang sama sedangkan 11 (sebelas) lokasi rawan yang lainnya berbeda. Pada Jalur B Tol Cikopo Palimanan Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19ada 1 (satu) lokasi rawan kecelakaan yang sama sedangkan 14 (empat belas) lokasi rawan yang lainnya berbeda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada parameter lokasi rawan kecelakaan dan tingkat kecelakaan lalu lintas, sedangkan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas tidak ada perbedaan antara sebelum pandemi Covid-19 dan pada saat pandemi covid 19. Berdasarkan Analisis (Hazard Identification Risk Assesment) infrastruktur jalan tol diperoleh Nilai Risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tol Cikopo – Palimanan tertinggi yaitu pada jalur A STA 75+700, 82+100, 90+900, 100+700, 111+500, 114+300, 123+800, 151+300,153+500, 164+700 pada jalur B STA 74+100, 185+000.Kata kunci: Lokasi Rawan, Komparasi, Sebelum dan Saat Covid-19
Konfigurasi dan Penempatan Alat Ukur Beban untuk Penentuan Nilai Track Access Charge Berbasis Data Realisasi Perjalanan Kereta Api Yul Y. Nazaruddin; Arbie Sianipar; Nadana A Aziz; Jonathan Chandra; Rahmat Maulana; Tua A. Tamba; Sigit P. Santosa
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1926

Abstract

ABSTRACTConfiguration and Placement of Load Measuring Instruments for Determination of Track Access Charge Values Based on Train Travel Realization Data: Based on the regulation of the Directorate General of Railways of the Ministry of Transportation year 2015, the cost element that is considered as non-tax revenue comes from the utilization of government’s railway infrastructures and is known as the Track Access Charge (TAC). The currently used method for the determination of the TAC value often causes debates as it is considered not based on the actual utilization of the railway infrastructure but rather dependent on maintenance costs of the railway infrastructure that are spent by the government. This paper reports the results of a research study which was conducted to evaluate methods that can be used to evaluate the TAC value based on measurement data of railway operational realization in the field. Based on the historical data of train operation, this research design a configuration of weigh-in-motion (WIM) system which can calculates the gross tonnage and travel distance of all trains over a predetermined time period. This research also determines 20 train stations that spread across eight operational regions across the Java island as the primary locations for WIM system placements to help determines the TAC value that is more realistic and effective.Keywords: railway management; track access charge; weigh-in-motion; sensor placement.ABSTRAKBerdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan tahun 2015, komponen biaya yang diperhitungkan untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP)berasal dari penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara atau sering disebut Track Access Charge (TAC). Penentuan nilai TAC yang digunakan saat ini masih sering menimbulkan perdebatan karena dianggap tidak didasarkan pada tingkat penggunaan prasarana, melainkan pada biaya pengelolaan/pemeliharaan seluruh prasarana perkeretaapian yang dialokasikan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait penentuan nilai TAC berbasis data pengukuran realisasi aktual pengoperasian kereta api (KA) di lapangan. Berdasarkan data historis operasional KA yang tersedia serta informasi yang dibutuhkan dalam penentuan TAC, penelitian ini merancang konfigurasi sistem weigh-in-motion (WIM) yang dapat menghitung tonase dan jarak tempuh operasional seluruh KA dalam rentang waktu tertentu yang diinginkan. Penelitian ini juga menentukan 20 stasiun KA yang tersebar di delapan daerah operasional KA di Pulau Jawa sebagai lokasi penempatan sistem WIM untuk penentuan nilai TAC yang lebih realistis dan efektif.Kata Kunci: manajemen perkeretaapian, track access charge; weigh-in-motion; penempatan sensor.
Kebijakan Kendaraan Listrik dalam Perspektif Pasar dan Infrastruktur: Studi Reviu Komparasi Bilateral Korea Selatan dan Indonesia Adventus Managam Simbolon; Budiman Rusli; Candardewini - -
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.1943

Abstract

ABSTRACTElectric Vehicle Policy in Market and Infrastructure Perspectives: A Comparative Review Study of South Korea and Indonesia: Environmentally friendly transportation policy is necessary for developing transportation mode technology and sustainable development today. One of the technologies that is widely developed in the field of environmentally friendly transportation is electric vehicles. Many factors influence the implementation of electric vehicle policies in a country, including market stimulation policies and the provision of electric vehicle infrastructure. This paper aims to produce a literature review related to electric vehicle policy and analyze the comparison of the adoption of electric vehicle policies. The analysis method used in this paper is through reviewing literature using the vosviewer application and analyzing the comparison of electric vehicle policy adoption with the electric vehicle market and infrastructure approach that occurs in South Korea and Indonesia. This study resulted in a literature review on the application of electric vehicle policies and compared the policies selected by each country. The role of all electric vehicle policy actors involved is one of the keys to success in its implementation. The review results show two alternatives: electric vehicles based on hybrid and hydrogen technology and electric vehicles based on battery technology. Based on the comparative results between BEV and hybrid electric vehicles, it is concluded that BEV has advantages. The BEV vehicle does not produce exhaust emissions, can grow downstream of Indonesia's electric vehicle battery industry, and support national battery-based electric cars. It is hoped that the Indonesian government can consider the results of this study in implementing a battery-based electric vehicle development policy.Keywords: bilateral comparative studies, electric vehicle policy, literature review study, transportation policyABSTRAKKebijakan transportasi yang ramah lingkungan merupakan suatu keharusaan dalam pengembangan teknologi moda transportasi dan pembangunan berkelanjutan saat ini. Salah satu teknologi yang banyak dikembangkan dalam bidang transportasi ramah lingkungan tersebut adalah kendaraan listrik. Keberhasilan suatu negara untuk menerapkan kebijakan kendaraan listrik dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya kebijakan stimulasi pasar dan penyediaan infrastruktur kendaraan listrik. Tujuan penulisan ini adalah menghasilkan reviu literatur terkait kebijakan kendaraan listrik dan menganalisis perbandingan adopsi kebijakan kendaraan listrik. Metode analisis yang digunakan dalam makalah ini yaitu melalui reviu literatur menggunakan aplikasi vosviewer dan menganalisis perbandingan adopsi kebijakan kendaraan listrik dengan pendekatan pasar dan infrastruktur kendaraan listrik yang terjadi di Negara Korea Selatan dan Indonesia. Penelitian ini menghasilkan reviu literatur yang berkaitan dengan penerapan kebijakan kendaraan listrik dan membandingkan penerapan kebijakan yang dipilih oleh masing-masing negara. Peran dari seluruh aktor kebijakan kendaraan listrik yang terlibat menjadi salah satu kunci sukses dalam implementasinya. Hasil reviu menunjukkan ada dua alternatif yaitu kendaran listrik berbasis teknologi hybrid dan hidrogen, dan kendaraan listrik berbasis teknologi baterai. Berdasarkan hasil komparasi antara kendaraan listrik BEV dan hybrid, disimpulkan bahwa BEV mempunyai kelebihan: tidak menghasilkan emisi gas buang, dapat menumbuhkan hilirisasi industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, dan mendukung mobil listrik nasional berbasis baterai. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi pertimbangan pemerintah Indonesia dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan litrik berbasis baterai.Kata Kunci: kebijakan kendaraan listrik, kebijakan transportasi, studi komparasi bilateral, studi reviu literature
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Pada Kawasan Simpang 3 (Tiga) Jembatan Ngujang - Jalan Raya Ngantru Hartono Hartono; Ari Widi Wibowo; Fadjar Lestari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i2.1948

Abstract

ABSTRACTStudy of Traffic Management and Engineering at the Simpang 3 (Three) Ngujang Bridge - Jalan Raya Ngantru Area: Along with the development of community activities, the increase and mobility of the population and the growth of private vehicle ownership which is not followed by the growth of transportation infrastructure (roads, parking, etc.) in Tulungagung Regency, resulted in transportation problems in the Regency. One of them happened on the Ngujang Bridge, Ngantru Road Street, there was a bottle neck on the road section on the Ngujang Bridge where on the north side of the bridge there was an intersection. This condition often causes traffic delays on the bridge body. In addition, the condition of the wide and smooth Ngantru highway encourages many drivers to drive their vehicles at high speed, resulting in a high number of accidents on this road segment. MKJI analysis is to be able to carry out planning, design, and traffic operation of signalized intersections, unsignalized intersections and sections of braids and roundabouts, road sections (urban roads, out-of-town roads and expressways) This manual is primarily designed so that users can estimate the traffic behavior of a facility under certain traffic conditions, geometrics and environmental conditions. Based on the performance level of the Ngujang intersection under existing conditions, it is necessary to evaluate the performance of the intersection, add road equipment and enforce laws such as boundary signs speed.Keywords: Intersection; Service of Level; Traffic Delay; Transportation.ABSTRAKSeiring berkembangnya aktifitas masyarakat, pertambahan dan mobilitas penduduk dan pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi yang tidak diikuti dengan pertumbuhan prasarana transportasi (jalan, parkir, dan lain-lain) di Kabupaten Tulungagung, berakibat adanya permasalahan transportasi di Kabupaten tersebut. Salah satunya terjadi di Jembatan Ngujang, Jalan Raya Ngantru ini terdapat bottle neck pada ruas jalan di Jembatan Ngujang yang pada sisi utara mulut jembatan terdapat simpang tiga. Kondisi ini sering menimbulkan tundaan lalu lintas di atas badan jembatan. Selain itu, kondisi  jalan raya Ngantru yang lebar dan mulus mendorong banyak pengemudi memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga mengakibatkan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan ini. analisa MKJI adalah untuk dapat melaksanakan Perancangan (planning), Perencanaan (design), dan pengoperasionalan lalu-lintas (traffic operation) simpang bersinyal, simpang tak bersinyal dan bagian jalinan dan bundaran, ruas jalan (jalan perkotaan, jalan luar kota dan jalan bebas hambatan. Manual ini direncanakan terutama agar pengguna dapat memperkirakan perilaku lalulintas dari suatu fasilitas pada kondisi lalulintas, geometrik dan keadaan lingkungan tertentu. Berdasarkan tingkat kinerja simpang tiga Ngujang pada kondisi eksisting maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja simpang, penambahan perlengkapan jalan serta penegakan hukum seperti rambu batas kecepatan.Kata Kunci: Simpang; Tingkat Pelayanan; Tundaan Lalu Lintas; Transportasi
Pendekatan Rational Choice terhadap Perilaku Berkendara Sepeda Motor Usia Muda Agung - Nusantara; Sri - Nawatmi; Agus Budi Santosa
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v24i2.1952

Abstract

ABSTRACTRational Choice Approach of Young Motorcycle Drivers Behavior: The high frequency of motorcycle accidents cannot be separated from the driving behavior of motorists. Driving behavior is a rational choice in an effort to maximize benefits and minimize risks. The sample used in this study was young respondents aged 18-25 years, with status as students who use motorbikes as a means of daily transportation. By using Principal Component factor analysis, the study was able to identify motorcycle driving behavior in the main components, which were dominated by: Emotional Factors, Rider's Physical Ability, and Ability to Measure Distances. Through the same method, it is also possible to measure the risk of driving. Male riders have a higher risk than women, and automatic motorbike riders have a lower risk than non-matic motorbikes.Keywords: Rational Choice, Risk of Driving Behavior, Principal ComponentABSTRAKFrekuensi kecelakaan sepeda motor yang tinggi tidak terlepas dari perilaku berkendara pengendara motor. Perilaku berkendara adalah sebuah rational choice (pilihan rasional) sebagai upaya memaksimumkan kemanfaatan dan meminimalkan risiko. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah responden usia muda 18 – 25 tahun, berstatus sebagai mahasiswa yang menggunakan motor sebagai alat transportasi keseharian. Dengan menggunakan analisis factor Principal Component, penelitian mampu mengidentifikasi perilaku berkendara sepeda motor dalam komponen utama, yang didominasi oleh: faktor Emosi, Kemampuan Fisik Pengendara, dan Kemampuan Mengukur Jarak. Melalui metode yang sama juga bisa dilakukan pengukuran risiko berkendara. Pengendara laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi daripada perempuan, dan pengendara sepeda motor jenis matic memiliki risiko yang lebih rendah daripada sepeda motor jenis non-matic.Kata Kunci: Rational Choice, Risiko Perilaku Berkendara, Principal Component

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue