cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 71 Documents clear
Evaluasi Proses Pengeringan Lumpur pada Unit Sludge Drying Bed dengan Media Filter Cloth di IPAL Komunal Telaga Abadi Kabupaten Gresik Sulthan Muchammad Quds; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88712

Abstract

Operasi pengolahan air limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Telaga Abadi yang berlokasi di Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik, menghasilkan residu berupa limbah lumpur. Dalam mengolah limbah lumpur tersebut USAID IUWASH PLUS telah bekerja sama dengan ITS Tekno Sains untuk membangun sebanyak 4 unit Sludge Dewatering (SD) yang dilengkapi dengan media filter cloth. Namun sampai saat ini belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui berapa lama waktu pengeringan yang optimum pada unit SD tersebut untuk menghasilkan lumpur kering dengan karakteristik kadar air <60% sesuai Lampiran II Permen PUPR No 4 Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses pengeringan lumpur pada unit SD dengan melakukan sampling pada lumpur IPAL Komunal yang dikeringkan setiap harinya. Sampel lumpur yang diambil akan dibawa menuju laboratorium untuk diuji karakteristik kadar air lumpur, total solid (TS), volatile solid (VS) dan fixed solid (FS), pengujian dilakukan setiap hari untuk mengetahui kandungan dan perubahan persentase nya selama proses pengeringan lumpur. Lalu, pengujian kadar fosfor (P), karbon (C), nitrogen (N), rasio C/N, pH, serta coliform akan dilakukan pada akhir pengeringan lumpur untuk mengetahui apakah lumpur olahan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku kompos organik sesuai standar spesifikasi kompos yang tercantum dalam SNI 19-7030-2004. Setelah rangkaian pengujian laboratorium dilakukan, didapatkan waktu pengeringan optimum lumpur IPAL pada unit SD dengan media filter cloth adalah 7 – 23 hari pada periode 1 dan 9 – 21 hari pada periode 2. Selanjutnya, lumpur yang telah dikeringkan dapat dijadikan sebagai bahan baku kompos apabila dicampur dengan kapur dolomit untuk menetralkan derajat keasamannya.
Fraksinasi Lignoselulosa dari TKKS dengan Metode Steam Explosion Pretreatment Disertai Penambahan Asam Formiat Bayu Yusuf Eka Saputra; Muhammad Fakhrizal Fahmi; Tri Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.89395

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan salah satu limbah dari kelapa sawit yang sering kali kurang begitu dilirik untuk dimanfaatkan, sehingga produk samping ini hanya sering dijadikan limbah industri kelapa sawit. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi kelapa sawit semakin meningkat dengan rata-rata 9,471% setiap tahun, oleh karenanya limbah TKKS yang dihasilkan juga meningkat tiap tahun. Terdapat tiga fraksi penting yang terkandung di dalam TKKS yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin yang masing-masing memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. dalam produksi energi terbarukan berupa biohidrogen serta bioetanol. Steam explosion merupakan salah satu metode pretreatment lignoselulosa dengan menggunakan uap bertekanan tinggi. Dalam proses ini, biomassa diperlakukan dengan uap panas (180 hingga 240°C) diikuti dengan peningkatan tekanan secara drastis yang kemudian uap tersebut diledakkan ke atmosfer sehingga tekanan akan kembali secara cepat. Pelepasan tekanan tiba-tiba menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik dari selulosa untuk hidrolisis enzimatik dan fermentasi. Diharapkan pabrik fraksinasi TKKS ini dapat memenuhi kebutuhan etanol Indonesia sebesar 27,4%, sehingga direncanakan pabrik ini beroperasi dengan asumsi 330 hari produksi dan waktu kerja pabrik 20 jam/hari. Proses fraksinasi lignoselulosa ini terdiri dari 2 dua unit proses yang digolongkan berdasarkan fungsi utama dari keseluruhan proses. Unit pertama ialah pre-treatment dan unit kedua ialah fraksinasi bertujuan untuk memisahkan tiga senyawa lignoselulosa yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin ke dalam 3 aliran yang terpisah sebagai produk dari pabrik ini. Pabrik fraksinasi lignoselulosa dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, dengan pertimbangan ketersediaan bahan, lokasi pemasaran, ketersediaan air, dan lain-lain. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil berupa IRR sebesar 24,33%, POT yaitu 4,48 tahun, dan BEP sebesar 28,86%. Secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Pengaruh Pencucian dan Air Scouring terhadap Kinerja Immersed Membrane Microfiltration Virgina Jane Ujiane; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.90900

Abstract

Kualitas air baku untuk pengolahan air minum di PDAM kota Surabaya semakin menurun sehingga unit pengolahannya semakin berat bebannya. Teknologi membran banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas air olahan dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang sehingga dapat mengurangi biaya pengolahan. Membran mikrofiltrasi dapat digunakan untuk mengolah air pada unit sedimentasi IPAM Ngagel III untuk menghasilkan kualitas hasil yang lebih baik. Seiring berjalannya proses filtrasi akan terjadi deposisi material di atas permukaan membran mikrofiltrasi. Deposisi material tersebut dapat menyebabkan fouling. Fouling dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas membran oleh sebab itu perlu dilakukan pengendalian fouling berupa pencucian dan air scouring. Pencucian dilakukan dengan variasi metode pencucian dan lama pencucian. Pencucian dilakukan secara manual dengan metode gently scrubbing dan backwash selama 10 menit dan 20 menit. Pencucian secara backwash dilakukan dengan menggunakan bahan pencuci NaOCl 5%. Air scouring dilakukan dengan variasi tekanan udara yaitu 0,3 bar dan 0,6 bar. Jenis membran yang digunakan adalah ceramic membrane microfiltration flatsheet yang diletakan pada bak sedimentasi IPAM Ngagel III dan dioperasikan secara submerged. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pencucian dan air scouring terhadap fluks yang dihasilkan dan penurunan nilai kekeruhan, Total Suspended Solid, micro plastic, E-Coli, dan zat organik. Hasil dari penelitian ini didapatkan pencucian yang paling efektif yaitu pencucian secara manual dengan metode gently scubbing, dengan hasil flux recovery sebesar 100% dan dapat meningkatkan koefisien rejeksi parameter kekeruhan dan zat organik. Air Scouring dapat memperpanjang waktu operasi, meningkatkan jumlah air produksi, dan meningkatkan kemampuan rejeksi membran. Pada penelitian ini air scouring yang lebih efektif yaitu air scouring dengan variasi tekanan udara 0,6 bar. Total air produksi dapat ditingkatkan sebesar sebesar 38,2 % dan dapat meningkatkan koefisien rejeksi pada parameter kekeruhan,TSS, zat organik, dan mikroplastik.
Pemilihan Metode Decommissioning Struktur Jacket Platform dengan Analytic Hierarcy Process (AHP) Akabrito Amsal Dewa Saujana; Yeyes Mulyadi; Daniel Mohammad Rosyid
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.87896

Abstract

Anjungan lepas pantai minyak dan gas memiliki masa pakai antara 20-25 tahun. Saat anjungan telah mencapai batasan operasionalnya anjungan harus di bongkar (decommissioning). Ada berbagai kriteria untuk membongkar platform dan 4 metode decommissioning platform yaitu Complete Removal, Partial Removal, Toppling in Place, dan Leave in Place. Aktivitas decommissioning memiliki risiko kecelakaan yang tinggi dan berdampak kepada lingkungan maupun keselamatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan analisa pemilihan metode decommissioning yang tepat dan analisis resiko pada proses decommissioning platform. Studi kasus penelitian ini adalah platform X milik PT. PHE ONWJ. Penelitian dilakukan analisis pemilihan metode decommissioning yang tepat menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) serta analisis resiko pada proses decommissioning. Hasil dari penelitian didapatkan metode decommissioning yang tepat adalah Complete Removal yang ditentukan berdasarkan 4 kriteria yaitu Environmental, Cost, Legal, dan Security.Kegiatan yang paling beresiko pada saat proses decommissioning metode Complete Removal adalah tahap Platform Preparation.
Penilaian Resiko Kerusakan Pipa Bawah Laut Milik PT. Perusahaan Gas Negara di Labuhan Maringgai-Muara Bekasi Akibat Kejatuhan Jangkar Menggunakan Metode Monte Carlo Jadidah Fihriz Nanda; Wimala Lalitya Dhanistha; Silvianita Silvianita
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88798

Abstract

Kebutuhan akan produksi minyak dan gas bumi semakin hari semakin tinggi. Untuk itu dalam memenuhi permintaan tersebut perlu adanya alat transmisi minyak dan gas bumi yang memadai serta aman agar proses distribusi berjalan dengan lancar. Pipa bawah laut adalah faktor penting dalam proses transmisi migas. Namun dalam prosesnya banyak sekali resiko kecelakaan yang bisa terjadi terhadap pipa bawah laut seperti contohnya terkena jatuhan jangkar atau drop anchor. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis resiko kerusakan terhadap pipa bawah laut milik PT. Perusahaan Gas Negara yang diakibatkan oleh penurunan jangkar. Lokasi pipa ini ialah di labuhan maringgai-muara Bekasi. Untuk mendapatkan besarnya konsekuensi resiko yang bisa terjadi pada pipa digunakan software ANSYS dan simulasi monte carlo. Dari perhtitungan yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa jangkar dengan berat 1140 Kg, 1200 Kg dan 1290 Kg masing-masing memiliki gaya sebesar 31950 N, 35480 N dan 41103 N. Setelah dilakukan simulasi dari berat jangkar tersebut maka didaptkan hasil bahwa ketika jangkar dengan berat 1140 Kg dan 1200 Kg jatuh dan mengenai badan pipa, maka pipa tersebut berada di zona ALARP. Sedangkan jangkar dengan berat 1290 Kg ketika jatuh dan mengenai badan pipa, maka pipa tersebut berada di zona Unacceptable risk.
Analisis Panjang Span Maksimum yang Diizinkan Akibat Vortex Shedding Pada Riser KLB Platform Rizka Fajri Hamzah; Rudi Walujo Prastianto; Daniel Muhammad Rosyid
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.90586

Abstract

Sistem pipa bawah laut/riser yang dipasang pada kedalaman tertentu di laut berkemungkinan mengalami kegagalan akibat beban hidrodinamik seperti gelombang dan arus, salah satunya dapat menyebabkan terjadinya Vortex Induced Vibration (VIV). Jika hal ini tidak dianalisis dalam tahap desain pipa/riser yang memiliki bentangan bebas (free span) maka sistem pipa tersebut dapat mengalami kegagalan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Maximum Allowable Free Span Length (MAFSL) pada riser KLB platform yang berlokasi di lepas pantai Jawa Barat sebelah utara sekitar 80-200 km timur laut Jakarta. KLB platform merupakan salah satu dari lima platform yang direncanakan oleh Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) untuk dilakukan penggantian dan pemasangan jaringan pipa yang baru. Analisis MAFSL pada riser KLB platform yang memiliki ukuran diameter luar 323,9 mm dan panjang 1 km ini dilakukan dengan bantuan software MathCAD, serta berdasar code dan standard DNV RP C205 dan DNV 1981. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panjang span dari titik clamp elevation 0,610 m ke -7,620 m yaitu 8,23 m masih aman karena nilainya tidak melebihi MAFSL yaitu 16,042 m dan dari titik clamp elevation -7,620 m ke -15,00m panjang span juga masih aman yaitu 7,38m karena tidak melebihi MAFSL yaitu 21,517 m.
Desain Catamaran Yacht dengan Sistem Kelistrikan Hibrida untuk Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Fathimah Noor Aliya; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92106

Abstract

Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat menyimpan banyak keindahan dan keunikan budaya yang masih terjaga. Pesona pantai dengan ombak yang langsung menghadap Samudera Hindia menjadikan Kepulauan Mentawai sebagai surga bagi para peselancar dunia. Menurut Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 32 Tahun 2016, Kepulauan Mentawai ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP). Dengan adanya potensi wisata di kawasan tersebut, pada Tugas Akhir ini dilakukan desain catamaran yacht dengan sistem kelistrikan hibrida yang ramah lingkungan untuk menambah opsi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah setempat. Dari kuesioner yang telah disebar kepada masyarakat, maka ditentukan fasilitas kapal dan didapatkan payload luasan pada catamaran yacht seluas 735,16 m2. Dengan mengambil rata-rata jumlah penumpang pada kapal dengan jenis serupa, maka ditentukan penumpang catamaran yacht yaitu sebanyak 12 orang dengan 10 orang kru. Ukuran utama yang memenuhi kriteria untuk catamaran yacht pada Tugas Akhir ini adalah LoA = 37 m; Lpp = 34,2 m; B = 15 m; H = 4 m, T = 2,2 m. Analisis teknis yang dilakukan berupa perhitungan berat, perhitungan trim, perhitungan stabilitas, perhitungan freeboard, dan Motion Sickness Insidence (MSI). Kemudian, dilakukan desain Rencana Garis, Rencana Umum, Perencanaan Keselamatan, dan Model 3D. Pada Tugas Akhir ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan senilai Rp14.860.960.503, dengan biaya operasional sebesar Rp6.620.488.654/tahun. Dilakukan perhitungan dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp8.580.816.994, Internal Rate of Return (IRR) senilai 16,74%, dan Payback Period selama 8 tahun 6 bulan 28 hari.
Analisis Kekuatan Transverse Corrugated Bulkhead Kapal Tanker Akibat Beban Buckling Menggunakan Metode Elemen Hingga Faris Ardhiansyah Zahir; Achmad Zubaydi; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92208

Abstract

Sekat bergelombang kerap kali digunakan pada kapal tanker dan kapal bulk carrier. Penggunaan sekat bergelombang dapat mengurangi potensi terjadinya kontaminasi muatan cair karena lebih mudah dibersihkan dibanding dengan menggunakan sekat berpenegar. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis kekuatan sekat bergelombang akibat beban buckling yang diberikan secara aksial menggunakan metode elemen hingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan kritis dari masing-masing variasi model. Data sekat bergelombang diambil dari data konstruksi ruang muat kapal tanker 17500 LTDW dengan ukuran sudut lekukan 64o dan tebal pelat sekat sebesar 14 mm. Variasi sudut yang digunakan adalah 65o,70o, dan 75o dengan variasi ketebalan pelat 14 mm, 16 mm, dan 18 mm. Tegangan kritis terbesar terletak pada variasi model sekat bergelombang dengan sudut lekukan sebesar 65o dengan tebal pelat sekat 18 mm. Nilai tegangan kritis terbesar adalah 334.47 MPa. Berat konstruksi paling ringan terletak pada model sekat bergelombang existing dengan sudut lekukan sebesar 64o dan tebal pelat 14 mm yaitu sebesar 29.51 ton.
Implementasi Klasterisasi K-Means pada Master-Slave Genetic Algorithm untuk Menurunkan Waktu Komputasi: Studi Kasus Optimasi Mesin CNC Batik Tulis Hafidz Ridho; Andi Sudiarso; Ren Jieh Kuo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.87185

Abstract

Mayoritas penelitian mengenai otomasi proses pembatikan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) terfokus pada aspek kualitas. Tantangan selanjutnya adalah menentukan bagaimana cara menurunkan waktu permesinan. Penelitian sebelumnya telah berhasil menurunkan waktu permesinan dengan mengoptimalkan urutan pembatikan menggunakan Master-Slave Genetic Algorithm sehingga dapat meminimalkan total jarak tempuh pembatikan. Namun, penelitian tersebut masih memiliki kekurangan yaitu proses komputasi yang lama, yang dikarenakan banyaknya instances atau jumlah segmen batik yang harus dioptimasi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan waktu komputasi dengan teknik klasterisasi K-means, sehingga jumlah segmen yang dioptimasi pada setiap klaster menjadi lebih sederhana dan proses komputasi menjadi lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik klasterisasi dapat menurunkan waktu komputasi secara signifikan dengan hasil yang lebih baik.
Sistem Klasifikasi Jenis Kendaraan Melalui Teknik Olah Citra Digital Muhammad Syahrul Maulana; Bangkit Indarmawan Nugroho; Sarif Surorejo
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.110007

Abstract

Setiap tahunnya Indonesia mengalami kenaikan jumlah kendaraan, Semua jenis kendaraan, dari sepeda motor hingga SUV. Hal ini diimbangi dengan perbaikan infrastruktur jalan Indonesia yang relatif stagnan. Infrastuktur jalan harus seimbang sehingga kemacetan lalu lintas, kecelakaan, dan kendaraan tidak menjadi tantangan yang tidak dapat diatasi, seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan di jalan. Mobil dan sepeda motor disajikan sebagai contoh jenis kendaraan yang berbeda sebab kebutuhan untuk mengembangkan sistem deteksi dan kategorisasi jenis kendaraan. Sistem ini memanfaatkan pengolahan citra untuk kategorisasi. Studi tentang bagaimana gambar digital dibangun, diproses, dan dievaluasi oleh komputer untuk menghasilkan hasil yang dapat digunakan dikenal sebagai "ilmu digital." Extreme Learning Machine, subbidang AI dalam jaringan saraf feedforward, digunakan dalam penyelidikan ini karena kemampuannya untuk mengatasi masalah kategorisasi. Penelitian mengarah pada pengembangan sistem yang mengidentifikasi dua kategori kendaraan dengan benar, sepeda motor dan mobil, mendapatkan tingkat akurasi sebesar 80%.