cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 72 Documents clear
Estimasi Biaya dan Waktu Pekerjaan Underpass pada Jalan Tol Serpong - Balaraja Menggunakan Metode Erection dengan Transfer Beam Defi Madilla Assyura; Mohamad Khoiri
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112138

Abstract

Proyek Jalan Tol Serpong-Balaraja ini  memiliki panjang total 5,150 km yang dibagi menjadi tiga zona. Underpass ini memiliki bentang 43 m yang berada pada zona tiga. Pada pelaksanaannya dilapangan, Metode Erection yang digunakan yaitu menggunakan crane. Saat pelaksanaan erection girder menggunakan crane ini, jalan eksisting perlu dibongkar dan lalu lintas dialihkan karena jalan eksisting digunakan sebagai tempat berdirinya crane. Alternatif metode erection dengan transfer beam ini bertujuan memberikan hasil yang optimum dari segi biaya dan waktu dikarenakan tidak perlu membongkar jalan eksisting yang ada, hanya cukup dengan buka tutup jalan saja. Metode Transfer Beam ini mengkombinasikan crawler crane dengan jembatan truss semi launcher yang menggunakan profil baja WF untuk rangka utamanya. Berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan, maka diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Underpass dengan metode erection transfer beam yaitu 151 hari kerja dengan biaya yang diperlukan yaitu Rp. 18.335.920.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya K3. Dalam Pekerjaan Underpass ini membutuhkan biaya K3 sebesar Rp.275.038.800, yang merupakan dari 1,5% nilai kontrak. Sehingga biaya total keseluruhan adalah Rp.18.610.958.800.
Analisa Pengaruh Selulosa Asetat terhadap Coefficient of Friction, Hardness, Thermal Stability dan Wear Rate pada Komposit Serbuk Kayu, Sekam Padi dan Tempurung Kelapa untuk Kampas Rem Roni Setiawan; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.108901

Abstract

Peneltian terkait inovasi kampas rem non-asbestos telah banyak dilakukan. Selulosa asetat sebagai serat buatan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap nilai hardness, koefisien gesek, laju keausan dan stabilitas termal pada komposit kampas rem serbuk kayu, sekam padi dan serabut kelapa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat durometer untuk pengujian hardness, PASCO untuk pengujian koefisien gesek, tribometer untuk pengujian keausan dan infrared thermometer untuk pengujian stabilitas termal. Presentase massa selulosa asetat yang ditambahkan adalah 5% pada spesimen A, 10% pada spesimen B, dan 20% pada spesimen C. Massa bahan penyusun komposit kampas rem adalah 4 gram serbuk kayu, 4 gram sekam padi, 4 gram tempurung kelapa. Pada pengujian didapatkan nilai hardness tertinggi terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 68.5 HS. Pada pengujian koefisien gesek, nilai koefisien gesek statis dan kinetis terbesar terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 0.6635 dan 0.5564. Pada pengujian laju keausan, nilai wear rate dan wear coefficient terendah terdapat pada spesimen A dengan 5% selulosa asetat, yaitu 0.001026 mm3/Nm dan 0.001314. Untuk pengujian stabilitas termal, peningkatan temperatur terendah terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 3.4 oC selama 57 menit pengujian keausan berlangsung. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan selulosa asetat akan meningkatkan nilai hardness, nilai koefisien gesek, nilai wear rate dan stabilitas termal dari komposit kampas rem non-asbestos sekam padi, serbuk kayu dan serbuk tempurung kelapa.
Penerapan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) dalam Optimasi Durasi dan Biaya pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo Andika Wahyu Eka Sakti; Farida Rachmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111331

Abstract

Proyek preservasi jalan dan jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo merupakan salah satu proyek preservasi yang mengalami perlambatan pekerjaan dikarenakan adanya kegiatan mudik lebaran. Arus mudik lebaran menyebabkan bebe-rapa pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sehingga menyebabkan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan mengalami keterlam-batan. Selain itu, permasalahan dalam perizinan juga menyebab-kan proyek ini mengalami keterlambatan. Padahal, proyek ini terbatasi pada segi waktu penyelesaiannya karena jalan dan jembatan pada ruas tersebut berpengaruh terhadap kelancaran sektor perhubungan, baik pada mobilitas manusia maupun distri-busi barang. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan penger-jaan proyek agar proyek dapat selesai tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi durasi dan biaya Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengerjaan proyek serta memeroleh penambahan biaya yang paling optimal adalah dengan optimalisasi jadwal baik dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) maupun fast tracking. Metode TCTO dilakukan dengan melakukan crashing durasi proyek. Pada metode crashing, dilakukan analisis Crash Duration, Crash Cost, dan Cost Slope pada aktivitas sisa pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, kemudian dilakukan percepatan hingga jenuh seluruhnya. Setelah itu, dilakukan rekapitulasi hasil percepatan metode crashing (optimum dan maksimum) dan fast tracking. Penelitian ini menghasilkan durasi percepatan paling optimal dengan durasi akhir 99 hari dan biaya Rp30.525.265.504,56. Crashing optimum belum dapat mengejar target percepatan akibat keterlambatan proyek, namun dengan percepatan maksimum dapat mengerjar target percepatan.
Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Safira Nur'irqoh Sjadja'ah; Wahju Herijanto; Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112325

Abstract

Pemerintah kini sedang gencar membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar daerah, salah satunya jalan tol. Jalan tol dan jalan raya umumnya dihubungkan dengan simpang susun. Salah satu pembangunan jalan tol dengan simpang susun yang sedang berlangsung adalah proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Dalam perancangan ini, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang belum memiliki rancangan simpang susun yang mendetail, akan dirancang simpang susunnya agar sustainable dan tidak menyebabkan kemacetan. Perancangan geometrik ini meliputi pemilihan lokasi simpang susun, pemilihan tipe simpang susun yang mengacu pada Perencanaan Persimpangan Jalan Tak Sebidang Direktorat Jenderal Bina Marga 2005, perancangan geometrik simpang susun yang mengacu pada Pedoman Geometrik Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga 2021 dan Geometri Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga 2009, serta Perancangan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan empat simpang susun bertipe terompet dan satu simpang susun bertipe segitiga langsung dengan total 20 ramp pada lima simpang susun. Setiap simpang susun memiliki tipe tikungan Spiral-Circle-Spiral dan Spiral-Spiral dengan jari-jari terbesar sepanjang 233,5 m dan lengkung peralihan terbesar sepanjang 59,5 m.
Penilaian Tingkat Kepentingan dan Kinerja Jalur Pejalan pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna Fildza Destri Safira; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112517

Abstract

Dalam mewujudkan visi terwujudnya kota perdagangan dan jasa internasional berkarakter lokal yang cerdas, manusiawi dan berbasis ekologi, dan misi meningkatkan kualitas penataan ruang dan infrastruktur kota yang dapat meningkatkan aksesbilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan pembangunan serta melakukan perbaikan jalur pejalan kaki terutama pada ruas-ruas jalan utama. Tahun 2010, Pemerintah Kota Surabaya membangun 16 proyek jalur pedestrian dan 14 proyek jalur pedestrian pada Tahun 2011. Salah satu wilayah di Surabaya yang menjadi perhatian dalam pembangunan jalur pejalan kaki yaitu wilayah Surabaya Pusat tepatnya pada Kecamatan Genteng yang direncanakan sebagai pusat kota serta pusat pembangunan ekonomi. Pembangunan jalur pejalan kaki pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari tersebut belum diiringi dengan evaluasi kinerja secara optimal dan berkala. Preferensi pengguna juga sangat penting dalam perencanaan jalur pejalan kaki yang sesuai dengan keinginan. Karena itulah, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui tingkat kinerja serta tingkat harapan pengguna terhadap jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Surabaya Pusat berdasarkan preferensi pengguna sebagai salah satu cara untuk menciptakan ruang jalan yang aman, nyaman dan dinamis untuk mendukung Kota Surabaya dalam mewujudkan visi dan misi dalam membangun serta mengembangkan jalur pejalan kaki melalui 2 tahap analisis. Tahap pertama yaitu menentukan variabel yang berpengaruh terhadap penilaian kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada Kawasan Perdagangan dan Jasa Surabaya Pusat menggunakan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap jalur pedestrian Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor dengan nilai tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian tertinggi di Surabaya Pusat, khususnya Jalan Embong Malang dan Jalan Tunjungan.
Analisis Pengaruh Peningkatan Tarif Parkir terhadap Pergeseran Moda di Kawasan Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza Rafli Firmansyah; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112954

Abstract

Tingginya pergerakan menuju ke Daerah Pusat Kegiatan (DPK) dengan kendaraan pribadi menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Surabaya. Beberapa pusat perdagangan seperti Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza berpotensi menjadi tarikan yang menimbulkan kemacetan dengan dampak negatif. Diperlukan strategi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi melalui konsep Manajemen Kebutuhan Transportasi (MKT) yang bersifat Push melalui manajemen parkir dengan metode parking pricing berupa peningkatan tarif parkir. Pada penelitian ini akan berfokus pada bagaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap keputusan pergeseran moda menuju ke transportasi umum pada kawasan PTC dan Royal Plaza. Penelitian akan dilakukan dengan mengidentifikasi karak-teristik pengguna kendaraan pribadi. Kemudian akan diiden-tifikasi pengaruh karakteristik parkir terhadap kesediaan pengunjung untuk membayar peningkatan tarif parkir dengan analisis regresi logistik biner. Terakhir, untuk mengetahui ba-gaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap kepu-tusan pergeseran moda juga dimodelkan melalui analisis regresi logistik biner. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketika keamanan parkir ditingkatkan maka peluang pening-katan tarif parkir (sebesar 300%) yang bersedia dibayarkan pengunjung PTC naik menjadi 35,93%, sedangkan untuk Royal Plaza peluang ini naik menjadi 20,66% ketika kemu-dahan mencari parkir meningkat. Kemudian untuk peluang peralihan moda pada Mall PTC ketika akses angkutan umum ditingkatkan maka peluang naik menjadi 90,09%, dan untuk Mall Royal Plaza peluang naik menjadi 64,11% ketika lama perjalanan angkutan umum berkurang. Sedangkan ketika tarif parkir mengalami peningkatan 300% dan pengunjung dianggap tidak bersedia membayar peningkatan tarif parkir, maka peluang peralihan moda naik menjadi 85,20% untuk PTC dan 54,94% untuk Royal Plaza. Sehingga konsep MKT yang bersifat push ini mampu untuk mendorong pergeseran moda.
Perencanaan Lay-Out Gedung Parkir Berdasarkan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Stasiun Surabaya Pasar Turi Felicia Megah Putri Fardyaz; Hera WIdyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.114531

Abstract

Stasiun Surabaya Pasar Turi merupakan stasiun besar kelas A yang dengan tingkat pertumbuhan penumpang semakin pesat setiap tahunnya. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penumpang, tentunya jumlah penggunaan kendaraan pribadi atau pun yang memasuki wilayah stasiun meningkat pesat. Penggunaan kendaraan pribadi meningkat pesat juga disebabkan karena kurangnya fasilitas transportasi umum dan cakupan rute yang masih belum melewati Stasiun Surabaya Pasar Turi, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan transportasi umum. Bersumber pada kondisi yang ada, perlu dilakukan analisis fasilitas parkir guna mengetahui gambaran kapasitas parkir serta kebutuhan parkir yang ada. Untuk memperoleh alternatif tersebut, analisis yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah diberikan pada pedoman perencanaan parkir. Pedoman yang akan digunakan adalah “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998” , serta beberapa referensi lain yang berkaitan dengan analisa parkir. Dari hasil analisis didapatkan jumlah pengguna fasilitas gedung parkir pada tahun rencana (2032) yaitu 546 motor dan 447 mobil. Dari jumlah pengguna fasilitas pada tahun rencana tersebut direncanakan gedung parkir yang dapat menampung 594 motor dan 548 mobil.
Analisis Pengaruh Suhu Material Pada Pengaplikasian Coating Epoxy Terhadap Kekuatan Adhesi Baja A36 Raymond Habinsaran Aruan; Herman Pratikno; Yoyok Setyo Hadiwidodo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110657

Abstract

Pada era modern ini, kebutuhan manusia terhadap material pada bidang kontruksi bangunan laut seperti pemilihan bahan untuk bidang perpipaan, konstruksi bangunan laut dan perkapalan. terdapat beberapa macam pilihan material yang sesuai.Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga logam mempunyai masa pakai atau guna lebih lama. Pemberian lapisan coating anti korosi merupakan salah satu untuk melindungi material dari proses korosi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kekuatan adhesi dan pengujian laju korosi pada Epoxy Coating pada baja ASTM A36 yang divariasikan dengan mengubah suhu material spesimen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil kualitas coating yang dilakukan masih memenuhi standar dengan dilakukan variasi suhu spesimen. Dari pengujian adhesi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa suhu spesimen 500 C mempunyai hasil yang paling baik. Pada pengujian dengan variasi suhu 500 C mendapatkan nilai kekuatan adhesi sebesar 8.81 Mpa.
Rancangan Penjualan dan Distribusi Jeruk Chokun (Studi Kasus: PT Bina Jaya Abadi) Ayu Mega Suryanti; Imam Baihaqi; Muhammad Saiful Hakim
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi skema alur saluran distribusi jeruk, preferensi konsumen dan stakeholder dalam penjualan dan distribusi jeruk, serta alternatif penjualan dan distribusi jeruk Chokun yang dapat dilakukan oleh PT Bina Jaya Abadi. Urgensi ini muncul dikarenakan PT Bina Jaya Abadi masih bergantung erat pada tengkulak untuk menjual hasil produksinya dan belum mengidentifikasi peluang saluran distribusi. Penelitian ini memiliki desain penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan kemudian dicek menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat sembilan alur saluran distribusi jeruk yang dapat dimanfaatkan oleh PT Bina Jaya Abadi dengan melalui anggota saluran distribusi konsumen langsung, tengkulak dan pengepul, pedagang kios buah, distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Saat ini, PT Bina Jaya Abadi menjual jeruk Chokun hasil produksinya hanya melalui empat alur saluran distribusi, sehingga terdapat lima alternatif alur saluran distribusi yang diusulkan dengan tiga anggota saluran distribusi baru, yaitu distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Melalui identifikasi tersebut, didapatkan informasi bahwa konsumen dan stakeholder memiliki preferensi buah jeruk yang memiliki stiker, tampilan yang segar, dan rasa yang manis.
Remediasi Logam Berat Pb dengan Menggunakan Biochar Sekam Padi dan Tongkol Jagung Muhammad Januar Subarkhah; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112170

Abstract

Logam timbal (Pb) merupakan salah satu polutan yang paling banyak digunakan dalam beberapa kegiatan industri seperti penambangan, peleburan, pemurnian minyak bumi, percetakan, produksi pigmen, dan pembuatan baterai. Logam timbal bersifat nonbiodegradable dan dapat terakumulasi pada organisme hidup, oleh karena itu perlu dilakukan penyerapan ion logam timbal dari air limbah sebelum dilepaskan ke lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh penggunaan bahan baku biochar dan dosis penambahan biochar terhadap penyisihan logam berat Pb pada air tercemar. Penelitian ini menggunakan sampel buatan. Variasi yang dilakukan adalah penggunaan bahan baku biochar yang berbeda (sekam padi dan tongkol jagung). Serta dosis penambahan biochar ke dalam air tercemar (0; 4,8; 8; dan 16 gram). Volume larutan yang digunakan sebesar 160 mL. Pengukuran logam berat Pb dalam sampel dilakukan dengan menggunakan AAS-Flame. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remediasi air tercemar logam berat Pb dengan menggunakan biochar dapat menurunkan konsentrasi logam berat Pb pada air. Pada penggunaan jenis biochar yang berbeda diperoleh hasil biochar tongkol jagung memiliki nilai persen penyisihan yang lebih tinggi dibanding biochar sekam padi pada dosis penambahan yang sama. Sedangkan pada dosis penambahan biochar diketahui kadar penambahan yang optimal dalam menurunkan kadar logam berat Pb adalah 16 gram untuk sekam padi dan 8 gram untuk tongkol jagung dengan masing-masing dapat menurunkan kadar logam berat Pb sampai 95,43% dan 99,28% dengan waktu kontak 30 menit.