cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Kekuatan Pelat Sandwich pada Geladak dan Sisi dengan Metode Elemen Hingga Ervan Panangian; Achmad Zubaydi; Abdi Ismail; Rizky Chandra Ariesta; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56675

Abstract

Syarat utama sebuah material agar dapat dianggap layak untuk menjadi bahan konstruksi kapal adalah kuat dan ringan sehingga kapal dapat beroperasi dengan baik dan mampu mengangkut payload yang optimal. Beberapa literatur telah menunjukkan bahwa penerapan pelat sandwich mampu mengurangi berat kapal dengan estimasi kasar sektar 5-15%. Pelat sandwich ini pun sudah digunakan secara komersial pada dunia industri perkapalan dan sudah distandardisasi oleh beberapa biro klasifikasi IACS seperti Llyod Register (LR), Bureau Veritas (BV), dan Det Norske Veritas (DNV). Pelat sandwich yang paling umum digunakan adalah pelat sandwich dengan core polyurethane elastomer. Konfigurasi ini telah dipatenkan dengan nama sandwich plate system (SPS). Namun, bahan polyurethane pada SPS tersebut sulit dicari khususnya di dalam negeri. Polyurethane yang umum dijumpai dalam negeri adalah polyurethane elastomer tipe casting. Polyurethane jenis ini relatif murah dan mudah diproduksi di dalam negeri. Pelat sandwich dengan material tersebut akan diteliti secara numerik menggunakan metode elemen hingga. Penelitian dilakukan dengan membandingkan tegangan maksimum pada konfigurasi baja konvensional dengan konfigurasi sandwich dengan variasi jarak penegar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan nilai kekuatan antara konfigurasi baja konvensional dengan konfigurasi pelat sandwich. Penelitian menunjukkan bahwa tegangan pada struktur pelat sandwich memenuhi tegangan izin dan tegangan maksimum pada model sandwich adalah 79.849 MPa, dimana pengurangan tegangan yang terjadi adalah sebesar 30.522 MPa atau sekitar 27.654%.
Desain Multi-Purpose Research Vessel (MPRV) dengan Penggerak Tambahan Flettner Rotor Sail untuk Perairan Indonesia Dzaky Zamzam Riyadhi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56902

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Dengan luasnya laut Indonesia, dibutuhkan usaha untuk mengelolanya agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh laut Indonesia, yang salah satunya adalah riset kelautan. Mulai tahun 2020, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan memulai sebuah program bernama Foresight Riset Kelautan yang akan menjadi ujung tombang pemerintah dalam melakukan riset-riset kelautan di laut Indonesia yang selama ini terbengkalai. Akan tetapi, saat ini LIPI hanya memiliki dua kapal riset kelautan, yang bahkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Untuk memecahkan masalah tersebut, pembuatan kapal riset dengan teknologi terbaru sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas penelitian di bidang kelautan. Hasil dari desain MPRV ini mendapatkan ukuran utama LOA : 96.47 m, LWL :93.6 m, LPP : 90 m, B : 17.5 m, H : 9 m, T : 5.2 m. MPRV diproyeksikan untuk beroperasi di Laut Sulawesi, dengan mempertimbangkan kecepatan angin dan tinggi ombak yang ada. Kapasitas orang didalam kapal adalah 54 orang dengan 24 awak, 24 peneliti, dan 6 technical support. Kapal ini menggunakan dua mesin motor penggerak dengan daya sebesar 1342 kW sebanyak dua buah dan Flettner Rotor Sail dengan dimensi R : 3 m dan H : 18 + 2 m (fondasi) dengan daya mesin sebesar 55kW, putaran maksimum 250 RPM, dan Thrust Flettner Rotor Sail maksimum sebesar 100 kN. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun MPRV adalah Rp 75,753,395,934.
Kajian Kelayakan Pemilihan Teknologi Reliquefaction Plant atau MSO Compressor Sebagai Alternatif Pemanfaatan Boil Off Gas (BOG) Pada FSRU 170.000 m³ Hanif Nur Fauzi Margono; I Made Ariana; Beny Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56938

Abstract

Boil Off Gas (BOG) merupakan gas yang terbentuk karena adanya panas yang masuk (heat leak) kedalam tangki Liquefied Natural Gas (LNG). Evaporasi yang terjadi secara terus menerus dapat meningkatkan tekanan pada tangki, menyebabkan tekanan berlebih yang berbahaya. BOG tersebut harus dimanfaatkan atau dibuang melalui proses pembakaran untuk menjaga tekanan tangki muatan. BOG yang dibuang merupakan sebuah kerugian bagi perusahaan. Pada FSRU ini memiliki nilai rata – rata BOG perharinya sebesar 92.714,936 m³n Gas dan boil off rate 0,237%. Pemanfaatan BOG pada FSRU digunakan untuk bahan bakar generator DFDE dan boiler dengan nilai rata – rata perharinya 837,363 MMBTU, sehingga memiliki nilai BOG berlebih rata – rata perharinya 2.823,184 MMBTU. Metode pemanfaatan BOG berlebih dengan melakukan reliquefaction, atau langsung menyalurkannya ke linepack offshore pipeline menggunakan MSO compressor. Dalam pemilihannya, menggunakan reliquefaction plant Wartsila HGS Mark III, menggunakan siklus kerja inverse brayton, berkapasitas 7.000 kg/h. Sedangkan untuk MSO compressor menggunakan BOG kompresor Burckhard Laby GI Compressor LP250 4 stages, kapasitas 10.000 kg/h. Berdasarkan aspek ekonomis penggunaan MSO compressor memiliki nilai CAPEX dan OPEX lebih rendah, tetapi secara nilai NPV, IRR dan PP penggunaan reliquefaction plant memiliki nilai lebih baik. Sedangkan berdasarkan kondisi operasional FSRU, reliquefaction plant lebih cocok secara teknis untuk digunakan.
Analisa Gangguan Short Circuit serta Pengaturan Koordinasi Proteksi pada Container Crane Disuplai dengan Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Sardono Sarwito; Sastri Ade Priyangga
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57049

Abstract

Konsep pelabuhan ramah lingkungan atau dikenal dengan istilah green port kini diterapkan oleh seluruh negara-negara di ASEAN yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran laut, polusi udara serta berbagai dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh berbagai aktifitas bongkar muat di pelabuhan. Salah satu upaya dalam mewujudkan konsep green port yang diaplikasikan pada container crane adalah konsep elektrifikasi, yaitu menggunakan sumber energi listrik yang sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil dialihkan dengan energi terbarukan. Kondisi di lapangan yang tidak menentu sesuai dengan faktor lingkungan yang terlibat dapat menyebabkan suatu sistem mengalami kegagalan. Short circuit adalah hubungan yang disengaja antara konduksi melalui hambatan atau impedansi yang memiliki perbedaan yang cukup potensial. Gangguan short circuit terjadi ketika konduktor yang memiliki tegangan yang terhubung ke konduktor tegangan lain atau terhubung langsung ke konduktor yang bersifat netral (ground). Oleh sebab itu diperlukan adanya sistem koordinasi proteksi untuk meminimalisir adanya gangguan pada sistem kelistrikan, salah satunya dengan menggunakan circuit breaker. Pada penelitian ini dilakukan simulasi menggunakan software ETAP untuk mengetahui besar arus dari gangguan short circuit dan perencanaan sistem koordinasi proteksi setiap circuit breaker pada komponen yang membutuhkan daya besar dengan arus hubungan singkat maksimal yaitu 9,882 kA pada motor hoist, 3,586 kA pada motor boom, 1,683 kA pada motor trolley dan 4,415 kA pada motor gantry dengan keseluruhan disuplai dengan energi terbarukan. Pengujian ini dilakukan pada beberapa konfigurasi suplai daya dan variasi skema operasi dari motor utama. Diharapkan juga nantinya akan menghasilkan solusi untuk pengaturan sistem koordinasi proteksi circuit breaker pada container crane.
Desain SPBN yang Dilengkapi Stasiun Perbekalan Nelayan Apung untuk Mendukung Kegiatan Perikanan Tangkap di Provinsi NTT Mohammad Wahyu Rhozy Iswandi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57085

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas perairan sebesar 200.000 km2, namun potensi perikanan lautnya belum dapat dimanfaatkan penuh karena keterbatasan fasilitas nelayan seperti suplai solar bersubsidi dan es pendingin ikan, sedangkan nelayan tersebut biasanya berlayar cukup jauh dari tempat asal mereka. Agar potensi perikanan laut dapat ditingkatkan di NTT, perlu dibangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan stasiun perbekalan nelayan apung. Fasilitas yang tersedia pada SPBN dan stasiun perbekalan nelayan apung ini akan membantu nelayan NTT melaut dengan menyediakan perbekalan yang dibutuhkan nelayan dengan volume lebih besar dan mudah dijangkau oleh nelayan di NTT. Tujuan penelitian ini adalah mendesain SPBN dan stasiun perbekalan apung yang dapat memenuhi perbekalan nelayan. Payload kapal ditentukan dengan mengestimasi konsumsi solar nelayan NTT dengan perahu < 5 GT selama sebulan. Kemudian, dilakukan penentuan fasilitas perbekalan lainnya dan perhitungan teknis yang terdiri dari koefisien, powering, berat, trim, stabilitas, dan freeboard. Setelah itu, dilakukan penentuan mooring system, desain, dan perhitungan biaya pembangunan. Ukuran utama yang didapatkan adalah L = 70.8 m, B = 17 m, H = 6 m, dan T = 3.8 m. Biaya pembangunan SPBN dan stasiun perbekalan nelayan apung adalah Rp85,053,530,160.11
Analisis dan Pemberdayaan Potensi Wisata Mangrove Wonorejo Ignatius Jayantara Garang; Mahmud Mustain; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57213

Abstract

Ekowisata Mangrove Wonorejo memiliki banyak potensi wisata yang bermanfaat bagi kelestarian alam dan ekonomi masyarakat sekitar. Menganalisis dan memberdayakan potensi objek wisata merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan potensi Ekowisata Mangrove Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beach recreational index pada objek wisata yang telah ditentukan dan mengetahui cara meningkatkan nilai beach recreational index. Penghitungan beach recreational index ditentukan oleh tiga parameter yaitu, beach index, knowledge index dan monetary index. Dari tiga parameter ini akan disusun kuisioner yang terdiri dari 18 pertanyaan yang dibagi dalam 4 indikator yaitu, sarana prasarana, kebersihan, promosi dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari pembagian kuisioner dan wawancara langsung di objek wisata, Ekowisata Mangrove Wonorejo mendapatkan nilai beach index 0,685 (medium), knowledge index 0,539 (medium) dan monetary index 0,844 (medium). Nilai yang didapatkan dari penghitungan menunjukan walaupun memiliki hasil sama-sama medium, knowledge index dengan paramete promosi mendapatkan nilai yang paling kecil dalam kuisioner. Nilai knowledge index di sini harus menjadi fokus utama dan juga bahan evaluasi bagi pihak pengelola untuk meningkatkan lagi nilai knowledge index dengan cara mengembangkan dan menggencarkan lagi promosi melewati media sosial serta aktif mengadakan acara-acara di sekitar objek wisata untuk menarik perhatian para calon pengunjung.
Pemberdayaan Potensi Wisata Pantai Kenjeran Surabaya Majid Adi Prasetyo; Mahmud Musta&#039;in; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57116

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi pada daerah pesisir pantai, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Salah satu potensinya yaitu dengan adanya pantai wisata seperti Pantai Kenjeran. Pada saat ini, terdapat dua Pantai Kenjeran di Kota Surabaya, yaitu: Pantai Kenjeran Lama dan Pantai Kenjeran Baru. Dalam perkembangannya, Pantai Kenjeran Baru lebih unngul karena selain lahannya yang lebih luas daripada Pantai Kenjeran Lama, wahana pada Pantai Kenjeran Baru juga lebih modern. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Kenjeran Lama Surabaya sebagai pantai wisata. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengetahui cara untuk meningkatkan nilai beach recreational index Pantai Kenjeran Lama berdasarkan pada 3 indeks, yaitu: beach index, knowledge index, dan monetary index. Pada penelitian ini, Pantai Kenjeran Lama selanjutnya disebut sebagai Pantai Kenjeran Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kuisioner online. Kuisioner terdiri dari 20 buah pernyataan yang terbagi ke dalam 4 parameter, yaitu: parameter kondisi alam, fasilitas umum, partisipasi masyarakat, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai beach index sebesar 0,762 (medium), knowledge index 0,728 (medium), dan monetary index 0,963 (high).
Analisis Kestabilan Transien pada Container Crane dengan Suplai Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Syafri Octa Ferdiansyah; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57096

Abstract

Beberapa pelabuhan di negara ASEAN saat ini mulai menerapkan konsep pelabuhan ramah lingkungan atau sering disebut dengan istilah green port. Pemanfaatan energi terbarukan seperti contohnya energi surya digunakan untuk menyuplai sistem kelistrikan yang ada di pelabuhan, salah satunya sistem kelistrikan container crane. Karena pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber listrik masih minim, sehingga masih belum pasti apakah pemanfaatan energi terbarukan dapat mempengaruhi gangguan stabilitas pada sistem kelistrikan. Selain itu, kondisi di lapangan yang tidak menentu dapat menyebabkan gangguan kestabilan pada sistem kelistrikan. Gangguan ini disebut sebagai gangguan transien. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kestabilan transien salah satunya apabila terjadi hubungan arus singkat (short circuit) yang dapat menyebabkan gangguan transien. Menggunakan metode simulasi dengan ETAP, dilakukan analisis kestabilan transien dengan menggunakan 2 sumber listrik yang berbeda yaitu PLN & generator dan photovoltaic (PV). Didapatkan bahwa penggunaan PV sebagai sumber menghasilkan kestabilan pada sistem kelistrikan container crane yang memenuhi standar. Respon tegangan pada setiap skenario menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Studi kasus pada simulasi kestabilan transien yaitu dengan memberikan gangguan hubungan singkat di busbar terdekat motor di detik ke-1 hingga detik ke-1.15. Respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor gantry yaitu sebesar 94.5%. Sedangkan respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor boom yaitu sebesar 94.64%. Lalu pada skenario motor trolley respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.48%. Pada skenario motor hoist respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.51%. Adapun respon frekuensi yang dihasilkan oleh simulasi PV sebagai sumber listrik yaitu sebesar 100% pada semua skenario yang dibuat.
Studi Aliran Daya pada Container Crane dengan Suplai Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Dodi Fasha; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57219

Abstract

Pelabuhan petikemas tak lepas dari proses bongkar muat barangnya. Proses tersebut menggunakan alat berat berbahan bakar kurang ramah lingkungan. Saat ini pelabuhan petikemas di dunia tengah menerapkan konsep pelabuhan hijau ramah lingkungan (green port). Pengoperasian segala alat industri maupun produksi diusahakan dapat mengurangi jumlah polusi. Maka muncul konsep bahan bakar yang dapat diperbarui, seperti matahari, angin, dan sumber daya alam lain yang dapat menunjang terciptanya konsep pelabuhan ramah lingkungan. Container crane di pelabuhan menjadi alat berat utama dalam proses bongkar muat. Crane umumnya disuplai listrik dari PLN dan generator diesel, namun pada penelitian ini dicoba dengan suplai sumber daya energi terbarukan, seperti panel surya, dengan memodelkan one-line diagram container crane menuju pemodelan berbasis aplikasi simulasi ETAP. Kondisi panel surya yang berkarakteristik tegangan, frekuensi output yang berbeda dengan energi listrik dari PLN dan generator diesel, perbandingannya dicoba untuk dianalisa. Penelitian kali ini hanya fokus pada aliran daya yang terdapat dalam sistem kelistrikan container crane. Baik itu efisiensi tiap motor, rugi daya, hingga tegangan jatuh yang terjadi. Setelah pemodelan dan simulasi, didapatkan hasil bahwa suplai panel surya (PV) cukup bisa digunakan sebagai sumber daya untuk suplai sistem kelistrikan container crane. Pada suplai PV kali ini menggunakan output tegangan inverter sebesar 0,38 kV. Simulasi suplai PV menghasilkan efisiensi daya yang lebih rendah dari suplai PLN dan generator, serta tegangan jatuh yang lebih tinggi dari suplai PLN dan generator. Namun, pada tiap skenario suplai PV, efisiensi daya dan tegangan jatuhnya masih dalam batas standar IEC dan IEEE. Contohnya saat skenario motor gantry, efisiensi daya sebesar 94,44%, dan tegangan jatuh 0,274%. Lalu pada skenario motor boom, efisiensi daya 94,43% dan tegangan jatuh 0,457%. Pada skenario motor trolley, efisiensi daya 94,44% dan tegangan jatuh 0,374%. Pada skenario motor hoist, efisiensi daya 94,76% dan tegangan jatuh 0,269%.
Desain Amphibious High Speed Ambulance Craft (HSAC) sebagai Penunjang Fasilitas Kesehatan di Kepulauan Raja Ampat Fathaluddin Kalbuadi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57254

Abstract

Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Papua Barat. Secara geografis, Kepulauan Raja Ampat terdiri dari berbagai pulau-pulau, dan juga sebagai salah satu destinasi wisata di indonesia, namun infrastruktur dan transportasi sangat minim. Di Kepulauan Raja Ampat hanya memiliki 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di ibu kota kabupaten yaitu Waisai. Minimnya fasilitas kesehatan yang tidak merata di pulau-pulau pada Kepulauan Raja Ampat serta fasilitas dermaga untuk sandar kapal yang juga masih jauh dari kata layak. Sehingga untuk menunjang fasilitas kesehatan di Kepulauan Raja Ampat dibutuhkan kapal water ambulance sebagai alat transportasi khusus. Dengan konsep amphibious high speed craft yang dirasa mampu untuk membantu sarana dan prasarana kesehatan di Kepulauan Raja Ampat. Di mana pada desain water ambulance ini penentuan payload kapal berdasarkan ukuran medical compartment dari kapal referensi, kemudian didapatkan payload berupa luasan yang digunakan untuk menentukan ukuran utama kapal. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis yang meliputi hambatan, daya mesin, berat, freeboard, stabilitas, dan Trim. Dari hasil analisa tersebut, didapatkan ukuran utama akhir kapal: LPP: 9 m; B: 2.8 m; H: 1.45 m; T: 0.6 m; dengan kecepatan 28 knot. Menggunakan waterjet dan 1 generator. Untuk estimasi biaya pembangunan kapal sebesar Rp1,856,056,052.23-.