cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Model Distribusi Bahan Pokok Wilayah Kepulauan: Studi Kasus Kepulauan Karimunjawa Afifah Nuryaningtyas; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Hasan Iqbal Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60712

Abstract

Dalam 10 tahun terakhir, Kepulauan Karimunjawa banyak dikunjungi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Bersama dengan penduduk setempat, para wisatawan tersebut mengunjungi kepulauan tersebut dengan memanfaatkan sarana transportasi laut yang ada. Moda transportasi tersebut selain untuk mengangkut penumpang juga digunakan untuk mengangkut barang kebutuhan sehari hari yang hampir sebagian besar dipasok dari Pulau Jawa daratan. Akan tetapi, kegiatan tersebut seringkali terhambat karena cuaca buruk yang menyebabkan sarana transportasi tersebut tidak dapat beroperasi. Hal tersebut mengakibatkan keterlambatan pasokan bahan pokok, yang membuat bahan pokok menjadi langka dan pada akhirnya mengakibatkan harga kebutuhan tersebut menjadi mahal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pola operasi pengiriman bahan pokok untuk Kepulauan Karimunjawa terutama yang berkaitan dengan kondisi cuaca. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kondisi cuaca yang kemudian dipakai untuk menentukan hari berlayar. Selanjutnya adalah mengestimasi kebutuhan bahan pokok baik untuk wisatawan maupun penduduk setempat dengan memperhatikan jumlah konsumsi per kapita. Karena penduduk serta lokasi tujuan wisata tersebar di beberapa pulau, beberapa skenario perlu dikembangkan untuk mengangkut kebutuhan sehari-hari tersebut. Metode Travelling Salesman Problem (TSP) untuk menentukan rute perjalanan dari masing-masing skenario yang direncanakan. 3 (tiga) skenario yang digunakan adalah: (i) pola operasi hub and spoke, (ii) pola operasi multiport, dan (iii) pola operasi port to port. Skenario kedua terpilih karena menghasilkan biaya total transportasi laut yang paling rendah yaitu Rp. 774.734.408 per tahun. Skenario ini mampu memenuhi permintaan (demand) sebesar 4.039 ton/tahun dengan kemampuan supply sebesar 4.050 ton/tahun yang sudah disesuaikan dengan kondisi cuaca buruk. Armada kapal yang digunakan adalah kapal barang dengan payload 30 ton. Rute yang dilalui adalah Jepara – Karimunjawa – Nyamuk – Parang – Kemujan – Genting – Jepara dengan jarak total sebesar 133,75 mil laut. Selanjutnya adalah merancang penjadwalan serta menyediakan fasilitas gudang pada pulau tujuan.
Evaluasi Fasilitas Perairan DLKp/DLKr pada Wilayah Greater Surabaya Metropolitan Ports Hieronimus Bebys Kanugrahan; Achmad Mustakim; Pratiwi Wuryaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60719

Abstract

Potensi di kawasan Greater Surabaya Metropolitan Ports begitu besar, di akhir tahun 2020 tercatat sebanyak 14.409 unit kapal beroperasi yang membuat kawasan lautnya menjadi kawasan yang alur pelayarannya terpadat di Indonesia. Kawasan tersebut juga sedang dilaksanakan pembangunan rencana pelabuhan baru (Terminal Socah) sehingga mengakibatkan sedimentasi dan juga penyempitan alur laut serta penyempitan wilayah laut Selat Madura sehingga mengakibatkan perubahan luas wilayah laut. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas perairan sesuai dengan peraturan DLKp/DLKr yang berlaku yang dapat mempengaruhi jarak, waktu dan biaya bahan bakar kapal. Dalam melakukan evaluasi, digunakan metode model matematis optimasi untuk mengurangi jarak, waktu tempuh kapal di pelabuhan. Dengan turut menganalisa kedalaman laut, kondisi area terbatas, posisi antar fasilitas serta kondisi saat ini yang menjadi faktor batasan. Juga terdapat tujuh pelabuhan yang dijadikan sebagai pelabuhan tujuan, diantaranya Pelabuhan Manyar, Terminal PT. Siam Maspion (TUKS), Pelabuhan Gresik, Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak dan Terminal Socah. Hasil optimasi didapatkan posisi area fasilitas perairan yang efisien dengan total biaya bahan bakar kapal keseluruhan sebesar 504,714,475 rupiah, dengan selisih 15.367.313 rupiah lebih murah dibandingkan menggunakan fasilitas saat ini.
Model Pengembangan Infrastruktur Pelabuhan Perikanan Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Yolanda Farraz Bestari Tambunan; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Hasan Iqbal Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60733

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong yang direlokasi ke tempat baru pada tahun 2019, menimbulkan beragam reaksi dari pengguna pelabuhan tersebut. Relokasi pelabuhan ini dianggap belum berjalan dengan baik karena tata ruang kegiatan perikanan masih belum sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, pendangkalan yang terjadi pada kolam pelabuhan di lokasi baru menghambat beberapa kegiatan, seperti, pembongkaran muatan ikan, tambat kapal, pengisian perbekalan kapal dan perbaikan kapal. Hal tersebut memerlukan pembenahan sehingga dapat meningkatkan kelancaran kegiatan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak relokasi PPN Brondong serta merencanakan peningkatakan utilitas fasilitas yang lama. Langkah pertama yang penting dilakukan adalah meramalkan hasil produksi tangkapan, kunjungan kapal serta kebutuhan perbekalan untuk kapal melaut. Analisis Biaya Manfaat (Cost Benefit Ratio/BCR) dilakukan untuk mengetahui dampak relokasi pelabuhan. Nilai CBR yang diperoleh (0,5) mengindikasikan bahwa relokasi tersebut “Tidak Layak”. Berdasarkan hal tersebut, peningkatan kinerja pelabuhan secara keseluruhan perlu dilakukan dengan mengembangkan terminal di lokasi yang lama. 2 (dua) skenario dikembangkan dengan memperhatikan fasilitas yang ada, yaitu dengan: (i) memberdayakan kembali pelabuhan lama dengan melakukan perbaikan fasilitas dan (ii) melakukan penambahan fasilitas dan penambahan kapasitas dermaga. Kedua skenario layak untuk dilaksanakan berdasarkan hasil nilai Net Present Value (NPV) maupun analisis biaya manfaat. Nilai NPV Skenario 1 dan 2 berturut-turut sebesar Rp 3.308.744.199 dengan payback period tahun-7 dan Rp 15.865.204.183 dengan payback period tahun-13. Karena masing-masing nilai BCR dapat diterima, incremental BCR perlu dilakukan untuk memilih skenario terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa skenario B merupakan pilihan terbaik.
Model Pengembangan Angkutan Transportasi Air di Wilayah Bersungai Banyak: Studi Kasus Kabupaten Teluk Bintuni Fikri Fadhilah; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Pratiwi Wuryaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60735

Abstract

Kabupaten Teluk Bintuni adalah wilayah yang dialiri banyak sungai yang dimanfaatkan oleh penduduk karena kondisi jalur darat yang tidak selalu dapat dilewati oleh kendaraan. Salah satu moda transportasi yang digunakan untuk menghubungkan ke-24 distrik yang ada di kabupaten tersebut adalah taksi air yang telah beroperasi sejak tahun 2019. 3 (tiga) unit taksi air berkapasitas 16 orang tersebut belum dapat beroperasi secara optimum, karena hanya menjangkau 4 (empat) distrik saja. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merencanakan pola operasi baru dari taksi air yang ada sehingga dapat menjangkau seluruh distrik di Kabupaten Teluk Bintuni. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi sungai yang dapat dilayari serta menghitung kombinasi rute. Terdapat 11 distrik yang dapat di lalui oleh taksi air. Dengan memperhatikan waktu operasi taksi air yang tidak boleh lebih dari 12 jam, wilayah operasi dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu, Wilayah Operasi Utara I, Wilayah Operasi Utara II, dan Wilayah Operasi Selatan yang masing-masing dilayani oleh satu taksi air. Biaya operasi taksi air di masing-masing wilayah operasi dapat dihitung dan dipakai untuk menentukan pola operasi dengan biaya terendah. Rute terpilih di Wilayah Operasi Utara I adalah Bintuni – Tomu – Aranday – Kamundan – Aranday – Tomu – Bintuni. Wilayah Operasi Utara II adalah Bintuni – Manimeri – Wamesa – Manimeri – Bintuni. Wilayah Operasi Selatan adalah Aroba – Sumuri – Babo – Kuri – Kaitaro – Kuri – Babo – Sumuri - Aroba. Benefit Cost Ratio dihitung untuk mengetahui kelayakan pola operasi tersebut. Nilai benefit cost ratio dari pola operasi taksi air yang direncanakan adalah 1,09, yang berarti pola operasi yang direncanakan layak secara ekonomi. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui perilaku 3 (tiga) variabel, yaitu, permintaan penumpang, load factor, dan tarif, terhadap kelayakan operasi taksi air.
Studi Analisis Kinerja Regenerative Brake-by-wire System pada Sepeda Motor Hybrid dengan Konfigurasi Seri Fajri Al Furqan; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61767

Abstract

Kendaraan listrik hybrid (hybrid electric vehicle) adalah jenis kendaraan hybrid yang menggabungkan sistem mesin pembakaran internal konvensional dengan sistem propulsi listrik. Kehadiran powertrain listrik bertujuan untuk mencapai efisiensi bahan bakar yang lebih baik daripada kendaraan konvensional. Pada sistem hybrid, energi kinetik yang keluar dari kendaraan ditangkap dan disimpan guna mengurangi kebutuhan energi kendaraan untuk bergerak dan meningkatkan efisiensi. Energi tersebut mengurangi kerugian energi yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang bekerja saat kendaraan bergerak. Untuk mendapatkan kinerja pengereman yang lebih optimal, pengereman regeneratif dan brake-by-wire digunakan dengan menggantikan sistem pengereman konvensional. Meskipun penelitian regenerative brake-by-wire system sudah mulai banyak dilakukan pada kendaraan, pengembangan teknologi tersebut masih belum banyak diaplikasikan pada sepeda motor hybrid. Oleh karena itu, penelitian dilakukan pada sepeda motor. Penelitian regenerative brake-by-wire system terbagi dalam dua tahapan utama, yaitu tahap perhitungan dan tahap analisis terhadap besar gaya dan porsi, kontribusi dan efisisensi sistem rem regenerative brake-by-wire system. Dalam tahap perhitungan, dilakukan perhitungan gaya hambat yang bekerja pada kendaraan saat bergerak, perhitungan daya, dan besar energi pengereman yang bisa ditangkap berdasarkan driving cycle WMTC kelas 1 dan WMTC kelas 2. Selanjutnya untuk tahap analisis akan dilakukan analisis terhadap hasil yang didapatkan pada tahap perhitungan sebelumnya. Dari penelitian ini didapatkan porsi dan gaya pengereman regenerative brake-by-wire bekerja secara penuh tanpa adanya bantuan dari rem mekanis pada variasi j/g 0 sampai 0,5 dengan nilai gaya pengereman aktual terbesar adalah sebesar 1002,71N. Besar kontribusi sistem rem regenerative brake-by-wire terhadap kebutuhan daya kendaraan pada driving cycle WMTC kelas 1 dan 2 adalah 38,48% dan 33,55%. Besar efisiensi sistem rem regenerative brake-by-wire pada sepeda motor hybrid dengan driving cycle WMTC kelas 1 dan 2 adalah 54,89% dan 54,31%.
Analisis Sistem Tenaga, Rasio dan Tingkat Transmisi pada Mobil Bertenaga Listrik Tipe Perkotaan atau City Car Ayub Sianturi; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61768

Abstract

Mobil listrik sendiri memiliki tiga komponen utama yaitu motor listrik, transmisi, dan baterai. Transmisi merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mengatur daya input dari motor dan output pada poros roda penggerak. Maka dibutuhkan transmisi dengan rentang rasio yang dapat menyesuaikan daya output dengan input pada kendaraan listrik dapat sesuai sehingga motor dapat bekerja pada efisiensi tinggi sehingga dapat menghemat daya energi dari baterai. Maka diterapkan sistem transmisi Continously Variable Transsmission (CVT) pada kendaraan listrik tipe perkotaan pada mobil listrik ezzy ITS II. Pada penelitian ini terdapat dua tahap yaitu tahap perhitungan dan tahap analisa. Pada tahap perhitungan dilakukan perhitungan terhadap gaya- gaya hambat yang berkerja pada kendaraan, RHP, pemilihan motor listrik dan baterai, perhitungan rasio, perhitungan nilai torsi dan rpm berdasarkan rasio. Pada tahap kedua yaitu tahap analisa, dilakukan analisa hubungan antara kecepatan pada driving cycle WHCV, rasio transmisi, dan daearh kerja efisiensi motor listrik. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan motor listrik dengan daya 35 KW dengan motor yang digunakan adalah motor YASA P400 Series, baterai yang digunakan empat baterai Li-Ion kapasitas 64V 20Ah, rasio transmisi CVT yang digunakan berada pada rentang rasio 0,336-3,928 berdasarkan kecepatan pada driving cycle WHCV. Didapatkan pada kondisi jalan perkotaan motor listrik bekerja pada efisiensi 88%-92%, pada kondisi jalan pedesaan 88%-92%, dan pada kondisi jalan TOL 90%-92%.
Perencanaan Jembatan Kereta Api Jalur Ganda di Tarik, Sidoarjo dalam Rangka Proyek Jalur Ganda Surabaya-Mojokerto Rishaldy Aziz Sabadilla; Heppy Kristijanto; Hidayat Soegihardjo Masiran
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.62401

Abstract

Melihat perkembangan moda transportasi kereta api yang signifikan, ternyata perkembangan ini tidak singkron dengan jalur jalan rel yang tersedia di antara lintas Surabaya-Mojokerto di Stasiun Tarik yang hanya terdapat satu jalan rel (jalur tunggal) yang mempunyai keterbatasan yaitu: persilangan antar kereta api yang berlawanan. Persilangan ini jika tepat waktu, akan tetap teratur. Namun jika satu rangkaian kereta yang melintas tidak tepat jadwal, kereta lain yang mengalah akan mengalami keterlambatan. Solusi permasalahan ini adalah membangun jembatan kereta api baru yang sudah 2 jalur di sebelah barat Stasiun Tarik. Jembatan kereta api Tarik baru ini dirancang dengan perpaduan rangka warren yang membusur untuk mengurangi defleksi akibat beban kereta api yang cukup masif. Jembatan baru ini dirancang dengan jumlah bentang sebanyak 3 bentang dengan panjang bentang 80 meter dan mempunyai segmen sepanjang 8 meter. Jembatan jalur ganda Tarik ini direncanakan menggunakan pembebanan RM 21 dan memakai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 tahun 2012. Untuk peraturan lainnya, menggunakan SNI: 1725 2016, 2833 2016. Perhitungan dan penggambaran menggunakan Ms Excel, SAP2000, dan AutoCAD. Nilai-nilai yang bisa disimpulkan adalah: Kotak 500 x 500 x 50 x 50 (rangka portal/A1), jumlah pancang D60 pada abutmen yaitu 42 batang sedalam lebih dari 40 m dan jumlah pancang D80 pada pilar yaitu 64 batang sedalam lebih dari 40 m. Nilai pancang yang demikian besar dikarenakan tanah yang lemah (kelas D). Selain itu, poer dan pancang dirancang mampu menahan gaya normal kereta dan gaya lateral arus sungai.
Implementasi Sensor Gas Elektrokimia sebagai Penetralisir Kadar Klorin pada Kolam Ikan Air Tawar Shobarina Rachim; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59619

Abstract

Klorin merupakan bahan kimia yang bersifat racun terhadap ikan. Hasil reaksi klorin jika di dalam air akan berubah menjadi asam hipoklorit yang dapat merusak sel protein dan sistem enzim pada ikan. Pada proses penetralan yang sering digunakan para pembudidaya yaitu melakukan pengendapan air semalaman untuk menguapkan klorin yang bersifat tidak stabil dan tidak efisien dalam waktu. Maka dari itu, pada penelitian ini dilakukan rancang bangun sistem alat penetralan kadar klorin menggunakan filter karbon aktif dibantu dengan bio ring filter, busa filter biru padat, busa filter putih, dan kerikil hitam. Sensor gas electrochemical chlorine memiliki pengulangan yang sangat baik, stabilitas jangka panjang, dan selektif yang berguna untuk mengontrol konsentrasi klorin pada sterilisasi air, yang mana akan diproses pada mikrokontroler Arduino Uno. Sistem ini melibatkan sebuah kontrol Proportional Integral Derivative (PID) dengan menggunakan pendekatan Recursive Least Squares (RLS) yang digunakan sebagai identifikasi respons sensor dan aktuator untuk membentuk model matematis data observasi secara online dari alat. Dari hasil percobaan maupun pengujian dari metode PID yang diimplementasikan pada alat didapatkan steady state error kontrol sebesar 0,2 ppm. Hasil realisasi metode pada alat dapat berjalan dengan stabil mengikuti nilai setpoint. Waktu yang dibutuhkan alat dalam menetralkan 570 ml larutan kadar klorin yang dicampurkan ke dalam air akuarium yaitu 75 detik, sedangkan waktu yang dibutuhkan pada kolam ikan nila yaitu 2 jam 56 menit.
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Apartemen Klaska Residence Tower Azure Surabaya Salwa Devi Aisyah; Sukobar Sukobar
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61334

Abstract

Proyek pembangunan Apartemen Klaska Residence Tower Azure terletak di Jalan Jagir Wonokromo No. 100, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya, merupakan salah satu proyek yang dibangun oleh kontraktor PT. Mitralanggeng Prama Konstruksi dengan lahan seluas 28.994 m2 yang terdiri dari 41 lantai. Perhitungan waktu dan biaya pada proyek ini dilakukan dengan menghitung volume, kapasitas produksi alat yang digunakan, produktivitas tiap item pekerjaan, durasi dan penyusunan jadwal pada setiap item pekerjaan yang menggunakan alat bantu Microsoft Project dan perhitungan biaya berdasarkan standar harga di Surabaya. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh hasil biaya pekerjaan senilai Rp30.116.126.552,- dengan waktu pelaksanaan 181 hari kalender.
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur pada Inlet Generator dan Tekanan Sistem terhadap Performasi Mesin Pendingin Difusi Absorpsi Fluida Kerja R134a-DMF Muhammad Faiq Ridho Ahada Kuswara; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.61575

Abstract

Krisis energi telah menjadi permasalahan yang melanda seluruh negara di dunia pada saat ini, sehingga perlu solusi baru untuk memenuhi permintaan energi secara global. Energi fosil yang digunakan dalam sektor transportasi adalah salah satu yang dapat diperhatikan dikarenakan peningkatan permintaan konsumsi energi yang signifikan setiap tahunnya dalam jumlah yang besar. Sektor transportasi menggunakan hampir 25,24% dari total penggunaan energi fosil dunia. Faktanya, hampir 70% energi terbuang dari mesin berbahan bakar fosil, dimana sebagian besar dibuang dalam bentuk panas. Solusi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan waste heat recovery dari mesin Internal Combustion Engine sebagai langkah untuk mengurangi energi panas yang terbuang dari mesin ICE untuk dipasangkan dengan sistem refrigerasi difusi absorpsi (DAR). Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan sistem refrigerasi difusi absorpsi yang ada di jurusan teknik mesin FTIRS-ITS dengan basis mesin DAR 1 yang telah dimodifikasi pada bagian generator, yakni menggunakan aliran dari thermal oil yang telah dipanaskan sebelumnya sebagai input panas dari genarator. Fluida kerja yang digunakan adalah pasangan refrigeran-absorben R134a sebesar 70% dan Dimetilformamida (DMF) sebesar 30% dengan gas hidrogen sebagai gas inert yang mengisi tekanan dalam sistem. Debit thermal oil dijaga konstan sebesar 12 liter/jam. Eksperimen ini dilakukan dengan memvariasikan temperatur pada inlet generator sebesar 100°C sampai 150°C dengan kenaikan tiap 10°C. Selain itu divariasikan juga tekanan dalam sistem sebesar 9.7 bar, 11.5 bar dan 14 bar. Pada eksperimen ini, akan didapatkan data temperatur yang diukur dengan termokopel pada beberapa titik dan juga tekanan sistem dengan pressure gauge. Hasil yang diperoleh adalah semakin besar temperatur pada inlet generator yang diberikan maka akan semakin besar COPabs yang dihasilkan. Dan pada tekanan 11.5 bar adalah tekanan yang optimum dan menghasilkan COPabs yang paling tinggi diantara semua variasi tekanan. Adapun COPabs yang paling tinggi dihasilkan sebesar 0.40693 pada tekanan sistem 11.5 bar dan temperatur inlet generator 150°C.