cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaturan Kemudi Kendaraan Otonom Four Wheel Steer dan Four Wheel Drive (4WS4WD) Menggunakan Model Predictive Control Brilian Putra Amiruddin; Rusdhianto Effendi Abdul Kadir; Ari Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59574

Abstract

Riset dan perkembangan kendaraan otonom yang semakin masif memberikan tantangan baru pada permasalahan pengaturan kendaraan otonom itu sendiri. Salah satu model kendaraan yang sering digunakan karena terkenal akan kemampuan manuvernya adalah model 4WS4WD. Salah satu permasalahan pengaturan yang berpengaruh signifikan pada keotonoman kendaraan adalah sistem pengaturan kemudinya. Pengaturan kemudi ini memegang peranan penting dalam beberapa skenario misalnya perubahan lajur dan pelacakan jalur. Pada penelitian ini, algoritma kontrol Model Predictive Control (MPC) dirancang untuk mengatur kemudi dari kendaraan otonom model 4WS4WD. Dari hasil percobaan dengan beberapa skenario diperoleh bahwa kontroler kemudi yang dirancang memiliki nilai IAE dan RMSE terendah ketika Np = 6 dan Nc = 5 dengan rata-rata nilai 706.32 dan 0.0296, masing-masing.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Last-Mile Logistic pada JNE Express Rima Meidyana Firdhausa; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60421

Abstract

Seiring perkembangan zaman dengan kemajuan teknologinya, berdampak pada perubahan perilaku manusia yang salah satunya adalah berbelanja secara online. Membuat jasa kurir menjadi teman bagi pelanggan online shop. JNE Express menjadi salah satu perusahaan senior yang bergerak pada industri jasa kurir sejak tahun 1990 dan eksistensinya masih sangat baik hingga saat ini. Bahkan dari tahun 2012 hingga kini masih dapat mempertahankan menjadi top brand untuk perusahaan jasa kurir. Namun keluhan dari pelanggan juga masih sangat sering dijumpai di media sosial. Maka, untuk dapat mempertahankan posisi sebagai top brand, melakukan evaluasi kualitas pelayanan sangat penting untuk dilakukan terlebih pada last-mile logistic yang menjadi salah satu parameter dari kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan JNE Express. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel pengukuran kualitas pada layanan last-mile logistic dan menganalisis kualitas layanan JNE Express. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode LSQ dan juga metode IPA. Pengumpulan data dilakukan dengan media kuesioner online menggunakan google form yang didasarkan pada atribut LSQ pada pelanggan e-Commerce yang menggunakan jasa pengiriman JNE Express. Setelahnya, data akan diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk dapat mendapatkan pemetaan prioritas atribut. Dari analisis atribut LSQ di hasilkan 11 atribut yang valid dan reliabel digunakan dalam penelitian last-mile logistic dan didapatkan kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan, seluruhnya bernilai negatif yang berkisar dari -0,26 hingga -0,66. Nilai kesenjangan negatif menunjukkan kelemahan dari kualitas pelayanan. Serta menghasilkan tingkat kesesuaian tidak lebih dari 100% dengan kisaran dari 85,17% - 93,50%. Metode IPA juga menghasilkan pemetaan prioritas atribut yang harus dievaluasi dan diperbaiki, dari pemetaan prioritas atribut ini dihasilkan beberapa rancangan usulan perbaikan untuk JNE Express.
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Lintas Pantai Selatan Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar Safira Qurrata Ainnisa; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59722

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan industri di Kabupaten Blitar meningkat sehingga dibutuhkan aksesibilitas jalan yang aman dan efisien. Maka dari itu pemerintah membangun Jalan Lintas Pantai Selatan yang diharapkan agar para wisatawan dari berbagai kota dapat dengan mudah untuk berkunjung ke Kabupaten Blitar. Penelitian ini berupa perencanaan geometric jalan dan perkerasan lentur jalan lintas pantai selatan Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Perencanaan ini dinilai berdasarkan perencanaan geometric dan perkerasan jalan. Hasil Perencanaan Jalan Lintas Pantai Selatan Kecamatan Bakung diperoleh perencanaan geometrik dengan Alinyemen Horizontal tipe S-C-S (Spiral Circle Spiral) 41 tikungan dan SS (Spiral-Spiral) 5 tikungan serta Perencanaan Alinyemen Vertikal (PVI) yang terdiri dari 23 cekung dan 34 cembung. Dengan menggunakan perkerasan lentur lapisan berbutir AC tebal > 100 mm dan struktur perkerasan menggunakan FFF4. Untuk Perencanaan Drainase menggunakan material asli dengan ukuran 0,40 m x 0,85 m dan 0,50 m x 1 m. Rencana anggaran biaya mencapai Rp. 695.686.147.065,61 (Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Enam Juta Seratus Empat Puluh Tujuh Ribu Enam Puluh Lima Rupiah).
Analisis Faktor Kecelakaan Lalu Lintas Surabaya Berdasarkan Perspektif Tata Ruang Melalui Pemodelan Spasial Yulia Yarsi Nur Adlina; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59782

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Menurut data Statistik Transportasi Darat, Provinsi Jawa Timur menyumbang angka kecelakaan lalu lintas paling tinggi di Indonesia pada tahun 2018. Surabaya yang merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Timur memiliki angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat dari tahun 2014-2017. Berdasarkan penelitian terdahulu, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor lebih tinggi dibanding moda transportasi lainnya. Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Surabaya dari perspektif tata ruang belum banyak dibahas sebelumnya. Studi untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di Surabaya perlu dilakukan, salah satu caranya yaitu dengan pemodelan spasial kecelakaan lalu lintas dengan bantuan perhitungan statistik dan Sistem Informasi Geografis (GIS). Data kecelakaan lalu lintas dihimpun dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim), kemudian dilakukan identifikasi karakteristik kecelakaan lalu lintas Surabaya. Setelah itu dilakukan pemodelan spasial menggunakan analisis hot spot untuk memetakan daerah rawan kecelakaan di Surabaya dan Count Incident by Line of Communication untuk memetakan frekuensi kecelakaan di setiap ruas jalan. Berikutnya, dilakukan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecelakaan, menggunakan chi-kuadrat, koefisien kontingensi, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor penggunaan lahan, tipe jalan, jumlah arah, jumlah lajur, dan keberadaan median memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Informasi ini berguna bagi pembuat kebijakan di bidang tata ruang dan transportasi untuk merumuskan strategi yang dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas Surabaya.
Studi Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Bojonegoro Outer Ring Road (BORR) Wahbi Ubaidulloh; Wahju Herijanto; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59833

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016, Kabupaten Bojonegoro menduduki peringkat ke 2 dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur. Dalam perancangan ini berpedoman pada Peraturan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997 untuk pemilihan trase yang baik, perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal. Perhitungan pembebanan lalu lintas (trip assigment) menggunakan metode Smock (1962). Pada perencanaan perkerasan lentur menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan No.04/SE/Db/2017 untuk mendapatkan tebal perkerasan sesuai umur rencana. Perencanaan drainase mengacu pada peraturan Pd-T-02-2006-B, dan untuk rambu lalu lintas menggunakan peraturan Menteri Perhubungan 2014. Serta peraturan rencana anggaran biaya total menggunakan HSPK Kabupaten Bojonegoro yang diperlukan pada perencanaan ini. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan didapatkan desain geometrik jalan menggunkanan tipe 4/2D dengan lebar jalur 7,5 m dengan dengan lebar lajur 3,5 m. Alinyemen horizontal didapatkan 8 tikungan dengan tipe Spiral-Circle-Spiral. Hasil trip assignment menggunakan metode smock didapatkan perpindahan kendaraan ke jalan rencana sebesar 83 %. Susunan lapis perkerasan lentur didapatkan lapis AC-WC dengan tebal 40 mm, lapis AC-WC dengan tebal 60 mm, lapis AC Base dengan tebal 245 mm, dan lapis LPA dengan tebal 300 mm. Perhitungan dimensi saluran dengan tipe saluran trapesium didapatkan 7 tipe saluran. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) didapatkan biaya sebesar Rp 436.991.205.600,49.
Analisis Penilaian Kerusakan Jalan dan Perbaikan Perkerasan pada Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Akhmad Zadhi Nashruddin; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59866

Abstract

Jalan Raya Roomo di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik merupakan salah satu jalan yang termasuk dalam kategori kelas fungsi jalan arteri nasional. Jalan sepanjang 1,9 km ini merupakan jalan penghubung antara Pelabuhan Gresik menuju jaringan jalan tol, sebagai pengganti Jalan Harun Thohir yang sudah dilakukan pemasangan portal akibat terjadinya kerusakan pada tahun 2018. Beberapa kerusakan yang terjadi pada Jalan Raya Roomo antara lain lubang, retak halus, alur, dan kerusakan lain. Selain itu sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Kerusakan jalan tersebut dianalisa menggunakan 3 (tiga) metode, yaitu metode Bina Marga yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa urutan prioritas, metode PCI (Pavement Condition Index) yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa nilai PCI, dan metode Indrasurya dan Dirgolaksono (1990) yang dilakukan per segmen 250 meter dengan hasil akhir berupa nilai kondisi jalan. Ketiga metode tersebut dilakukan dengan cara survei visual langsung ke lapangan. Kemudian dilakukan perbandingan yang selanjutnya dapat diketahui penanganan kerusakannya. Selanjutnya dilakukan juga perbaikan perkerasan dengan dipilih tipikal perkerasan lentur, dengan menggunakan metode Bina Marga 2017 dan digunakan usia rencana 40 tahun. Dari hasil analisis diatas, didapatkan bahwa terjadi perbedaan hasil antara ketiga metode penilaian kerusakan jalan. Kemudian didapatkan jenis penanganan kerusakannya berupa pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta peningkatan jalan. Untuk peningkatan jalan, dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama, penambahan tebal lapis tambah (overlay) dengan tebal lapis AC-BC 90 mm dan AC-WC 50 mm. Yang kedua, perbaikan perkerasan dengan didapatkan perkerasan lentur dengan tebal lapis agregat kelas A 150 mm, CTB 150 mm, AC Base 160 mm, AC-BC 60 mm, dan AC-WC 50 mm. Kemudian didapatkan total rencana anggaran biaya dengan penanganan overlay sebesar Rp. 914.990.000,- dan dengan perencanaan ulang perkerasan lentur sebesar Rp. 4.318.144.000,-                     Rp. 4.318.144.000,- 
Perencanaan Gerbang Tol Kertosono - Kediri Yohanes Eric Delano; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60247

Abstract

Penambahan volume kendaraan merupakan sumber utama dari masalah kemacetan di Indonesia. Salah satu cara yang paling efektif dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan membangun jalan tol. Jalan tol adalah suatu jalan bebas hambatan yang dikhususkan untuk kendaraan roda 4 (empat) atau lebih dimana pengguna jalan tersebut dikenakan kewajiban membayar tarif (toll) sesuai dengan jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan yang ia kendarai. Namun dalam suatu sistem jaringan jalan tol sering terjadi kemacetan dan antrian panjang dimana salah satunya disebabkan oleh perencanaan gerbang tol yang kurang optimum. Perencanaan gerbang tol ini menggunakan metode Multi Channel Single Phase sebagai struktur dasar proses antrian dan menggunakan disiplin antrian First In First Out (FIFO). Untuk perencanaan gerbang tol menggunakan gardu tol dengan sistem gerbang tol otomatis (GTO), on board unit (OBU), dan multi lane free flow (MLFF). Perencanaan gerbang tol Kertosono - Kediri ini merencanakan gerbang tol untuk tahun 2021 dan 2026. Perencanaan ini diharapkan dapat menentukan jumlah gerbang tol yang optimum dari segi tingkat pelayanan dan panjang antrian. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut. Pada perencanaan gerbang tol Kertosono tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 1 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada perencanaan gerbang tol Papar tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 2 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada perencanaan gerbang tol Kediri tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 1 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada tahun 2026, ada penambahan jumlah gardu tol pada masing masing gerbang tol akibat dari pertumbuhan jumlah kendaraan dari perencanaan sebelumnya pada tahun 2021.
Perancangan Geometri Jalan Kereta Api Penajam Paser Utara - Balikpapan, Kalimantan Timur Lulu Mumtaza Kaysa; Budi Rahardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60165

Abstract

Kalimantan Timur memiliki potensi hasil pertambangan yang melimpah, khususnya minyak bumi dan gas alam. Namun, potensi sumber daya yang melimpah ini masih belum dioptimalkan dengan infrakstruktur yang ada, termasuk sektor transportasi. Pembangunan sektor transportasi harus berorientasi pada kebutuhan manusia, bukan pada kepentingan mobilitas kendaraan pribadi. Kereta api menjadi salah satu solusi yang tepat karena memiliki kapasitas angkut yang besar, cepat, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. Hal ini juga didukung oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang berencana menyiapkan moda transportasi massal untuk menghubungkan wilayah Ibu Kota dengan wilayah penyangga, terutama dari pintu masuk Kalimantan Timur, salah satunya Kota Balikpapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan jalur kereta api yang tepat sesuai dengan kondisi topografi dan persyaratan yang ada. Dengan memerhatikan data sekunder seperti peta topografi, data kereta api, lokomotif, dan bantalan maka dapat dilakukan penentuan trase rencana yang mengacu pada RIPNas 2030. Berdasarkan perancangan geometrik jalan rel yang berupa lengkung horizontal dan vertikal, perencanaan konstruksi jalan rel menggunakan PM No.60 Tahun 2012 dan PD No.10 PJKA Tahun 1986 didapatkan hasil perancangan geometrik jalan kereta api Penajam Paser Utara – Balikpapan dengan panjang jalur 77,215 km menggunakan kecepatan rencana 80 km/jam. Desain lengkung horizontal menggunakan jenis S-C-S untuk 43 tikungan dengan jari-jari minimum 350 m. Pada analisis konstruksi jalan rel, jalur ganda Penajam Paser Utara – Balikpapan termasuk kategori kelas jalan III yang didesain menggunakan jenis rel R54 dengan lebar sepur 1.435 mm. Bantalan yang digunakan yaitu bantalan beton dengan penambat elastis ganda tipe E-Clip dan jarak antar bantalan 60 cm serta dengan tebal lapisan balas 30 cm dan subbalas 45 cm.
Desain Konseptual dan Pola Operasi Fasilitas Kesehatan Apung di Wilayah Kepulauan: Studi Kasus Kepulauan Karimunjawa Alfi Kamilia Hadi; Eka Wahyu Ardhi; Irwan Tri Yunianto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60207

Abstract

Layanan kesehatan di wilayah Kepulauan Karimunjawa masih belum merata sebab lokasi puskesmas utama yang berada di pusat kepulauan membuat masyarakat harus berlayar menuju pulau karimunjawa untuk mendapat layanan. Dalam seminggu hanya terdapat satu kapal menuju pulau karimunjawa yang berlayar sesuai dengan jam buka puskesmas. Hal ini mengakibatkan masyarakat luar pulau karimunjawa harus mengeluarkan biaya untuk menyewa kapal apabila sakit diluar jadwal tersebut. Untuk pemerataan layanan kesehatan, dibutuhkan analisis terhadap perencanaan layanan kesehatan. Pengadaan layanan kesehatan apung dianggap paling sesuai dengan kondisi geografis Kepulauan Karimunjawa. Studi ini bertujuan merencanakan desain konseptual layanan kesehatan apung dan menganalisis pola operasi optimal untuk wilayah Kepulauan Karimunjawa. Terdapat 2 skenario yang dikembangkan untuk layanan kesehatan, yaitu layanan kesehatan apung keliling pada skenario 1 serta layanan kesehatan apung diam pada skenario 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan kesehatan keliling pada skenario 1 menghasilkan total biaya minimal sebesar Rp 1.849 juta per tahun untuk 1 layanan kesehatan apung keliling, dengan frekuensi sebanyak 69 kali/tahun dan total jarak tempuh 52,35 nm. Kapal yang dipakai merupakan kapal LCT dengan ukuran panjang (Lpp) 25,43 m, lebar (B) 6,82 m, tinggi (H) 2,73 m, dan sarat (T) 1,36 m.
Model Perencanaan Fasilitas Distribusi Gas Alam Cair Untuk Pembangkit Listrik Berkapasitas Kecil di Indonesia Ilham Kaafabihi Mubarok; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Hasan Iqbal Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60659

Abstract

Gasifikasi pembangkit listrik berkapasitas kecil di Indonesia yang direncanakan Kementerian ESDM, memiliki permasalahan selain karena lokasi yang tersebar, serta jumlah permintaan sedikit, juga karena kondisi kedalaman disekitar area pembangkit tersebut. Alat angkut untuk gas itu sangat berbeda dengan batubara karena perbedaan karakteristik muatan. Kemungkinan kondisi tersebut akan menimbulkan perbedaan pola distribusi. Untuk itu, Penelitian ini bertujuan untuk merancang model perencanaan fasilitas distribusi gas alam cair untuk pembangkit listrik berkapasitas kecil. Langkah pertama adalah menganalisis alternatif alat angkut gas yang tersedia. Selanjutnya adalah mengidentifikasi karakteristik area dan lokasi pembangkit listrik, serta melakukan estimasi jumlah permintaan gas alam masing-masing pembangkit listrik. Karena setiap pembangkit listrik memiliki jumlah permintaan kecil dan area yang tersebar, beberapa konsep pola distribusi perlu dikembangkan untuk mencapai biaya paling optimum dan mampu mengatasi permasalahan area pada lokasi pembangkit. Metode optimasi dengan minimalkan biaya total terminal digunakan untuk menentukan pola distribusi yang paling optimum. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pola distribusi gas alam cari paling optimum menggunakan konsep Kapal, FSU dan ORU. Kapal untuk pengangkut LNG berkapasitas 5.000 m3 – 15.600 m3. Fasilitas penyimpanan untuk terminal LNG pada pembangkit listrik menggunakan FSU berkapasitas 15.000 m3 – 122.000 m3. Sebagian besar fasilitas regasifikasi yang terpilih adalah NDAAV dan SCV dengan konsep dermaga Jettyless LNG Transfer. Biaya satuan dari distribusi LNG ke masing-masing pembangkit listrik berkisar antara $0,99/MMBTU - $7,94/MMBTU.