cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Safira Nur'irqoh Sjadja'ah; Wahju Herijanto; Istiar Istiar
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112325

Abstract

Pemerintah kini sedang gencar membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar daerah, salah satunya jalan tol. Jalan tol dan jalan raya umumnya dihubungkan dengan simpang susun. Salah satu pembangunan jalan tol dengan simpang susun yang sedang berlangsung adalah proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Dalam perancangan ini, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang belum memiliki rancangan simpang susun yang mendetail, akan dirancang simpang susunnya agar sustainable dan tidak menyebabkan kemacetan. Perancangan geometrik ini meliputi pemilihan lokasi simpang susun, pemilihan tipe simpang susun yang mengacu pada Perencanaan Persimpangan Jalan Tak Sebidang Direktorat Jenderal Bina Marga 2005, perancangan geometrik simpang susun yang mengacu pada Pedoman Geometrik Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga 2021 dan Geometri Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga 2009, serta Perancangan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan empat simpang susun bertipe terompet dan satu simpang susun bertipe segitiga langsung dengan total 20 ramp pada lima simpang susun. Setiap simpang susun memiliki tipe tikungan Spiral-Circle-Spiral dan Spiral-Spiral dengan jari-jari terbesar sepanjang 233,5 m dan lengkung peralihan terbesar sepanjang 59,5 m.
Penilaian Tingkat Kepentingan dan Kinerja Jalur Pejalan pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna Fildza Destri Safira; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112517

Abstract

Dalam mewujudkan visi terwujudnya kota perdagangan dan jasa internasional berkarakter lokal yang cerdas, manusiawi dan berbasis ekologi, dan misi meningkatkan kualitas penataan ruang dan infrastruktur kota yang dapat meningkatkan aksesbilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan pembangunan serta melakukan perbaikan jalur pejalan kaki terutama pada ruas-ruas jalan utama. Tahun 2010, Pemerintah Kota Surabaya membangun 16 proyek jalur pedestrian dan 14 proyek jalur pedestrian pada Tahun 2011. Salah satu wilayah di Surabaya yang menjadi perhatian dalam pembangunan jalur pejalan kaki yaitu wilayah Surabaya Pusat tepatnya pada Kecamatan Genteng yang direncanakan sebagai pusat kota serta pusat pembangunan ekonomi. Pembangunan jalur pejalan kaki pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari tersebut belum diiringi dengan evaluasi kinerja secara optimal dan berkala. Preferensi pengguna juga sangat penting dalam perencanaan jalur pejalan kaki yang sesuai dengan keinginan. Karena itulah, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui tingkat kinerja serta tingkat harapan pengguna terhadap jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Surabaya Pusat berdasarkan preferensi pengguna sebagai salah satu cara untuk menciptakan ruang jalan yang aman, nyaman dan dinamis untuk mendukung Kota Surabaya dalam mewujudkan visi dan misi dalam membangun serta mengembangkan jalur pejalan kaki melalui 2 tahap analisis. Tahap pertama yaitu menentukan variabel yang berpengaruh terhadap penilaian kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada Kawasan Perdagangan dan Jasa Surabaya Pusat menggunakan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap jalur pedestrian Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor dengan nilai tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian tertinggi di Surabaya Pusat, khususnya Jalan Embong Malang dan Jalan Tunjungan.
Analisis Pengaruh Peningkatan Tarif Parkir terhadap Pergeseran Moda di Kawasan Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza Rafli Firmansyah; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112954

Abstract

Tingginya pergerakan menuju ke Daerah Pusat Kegiatan (DPK) dengan kendaraan pribadi menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Surabaya. Beberapa pusat perdagangan seperti Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza berpotensi menjadi tarikan yang menimbulkan kemacetan dengan dampak negatif. Diperlukan strategi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi melalui konsep Manajemen Kebutuhan Transportasi (MKT) yang bersifat Push melalui manajemen parkir dengan metode parking pricing berupa peningkatan tarif parkir. Pada penelitian ini akan berfokus pada bagaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap keputusan pergeseran moda menuju ke transportasi umum pada kawasan PTC dan Royal Plaza. Penelitian akan dilakukan dengan mengidentifikasi karak-teristik pengguna kendaraan pribadi. Kemudian akan diiden-tifikasi pengaruh karakteristik parkir terhadap kesediaan pengunjung untuk membayar peningkatan tarif parkir dengan analisis regresi logistik biner. Terakhir, untuk mengetahui ba-gaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap kepu-tusan pergeseran moda juga dimodelkan melalui analisis regresi logistik biner. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketika keamanan parkir ditingkatkan maka peluang pening-katan tarif parkir (sebesar 300%) yang bersedia dibayarkan pengunjung PTC naik menjadi 35,93%, sedangkan untuk Royal Plaza peluang ini naik menjadi 20,66% ketika kemu-dahan mencari parkir meningkat. Kemudian untuk peluang peralihan moda pada Mall PTC ketika akses angkutan umum ditingkatkan maka peluang naik menjadi 90,09%, dan untuk Mall Royal Plaza peluang naik menjadi 64,11% ketika lama perjalanan angkutan umum berkurang. Sedangkan ketika tarif parkir mengalami peningkatan 300% dan pengunjung dianggap tidak bersedia membayar peningkatan tarif parkir, maka peluang peralihan moda naik menjadi 85,20% untuk PTC dan 54,94% untuk Royal Plaza. Sehingga konsep MKT yang bersifat push ini mampu untuk mendorong pergeseran moda.
Perencanaan Lay-Out Gedung Parkir Berdasarkan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Stasiun Surabaya Pasar Turi Felicia Megah Putri Fardyaz; Hera WIdyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.114531

Abstract

Stasiun Surabaya Pasar Turi merupakan stasiun besar kelas A yang dengan tingkat pertumbuhan penumpang semakin pesat setiap tahunnya. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penumpang, tentunya jumlah penggunaan kendaraan pribadi atau pun yang memasuki wilayah stasiun meningkat pesat. Penggunaan kendaraan pribadi meningkat pesat juga disebabkan karena kurangnya fasilitas transportasi umum dan cakupan rute yang masih belum melewati Stasiun Surabaya Pasar Turi, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan transportasi umum. Bersumber pada kondisi yang ada, perlu dilakukan analisis fasilitas parkir guna mengetahui gambaran kapasitas parkir serta kebutuhan parkir yang ada. Untuk memperoleh alternatif tersebut, analisis yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah diberikan pada pedoman perencanaan parkir. Pedoman yang akan digunakan adalah “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998” , serta beberapa referensi lain yang berkaitan dengan analisa parkir. Dari hasil analisis didapatkan jumlah pengguna fasilitas gedung parkir pada tahun rencana (2032) yaitu 546 motor dan 447 mobil. Dari jumlah pengguna fasilitas pada tahun rencana tersebut direncanakan gedung parkir yang dapat menampung 594 motor dan 548 mobil.
Analisis Pengaruh Suhu Material Pada Pengaplikasian Coating Epoxy Terhadap Kekuatan Adhesi Baja A36 Raymond Habinsaran Aruan; Herman Pratikno; Yoyok Setyo Hadiwidodo
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110657

Abstract

Pada era modern ini, kebutuhan manusia terhadap material pada bidang kontruksi bangunan laut seperti pemilihan bahan untuk bidang perpipaan, konstruksi bangunan laut dan perkapalan. terdapat beberapa macam pilihan material yang sesuai.Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga logam mempunyai masa pakai atau guna lebih lama. Pemberian lapisan coating anti korosi merupakan salah satu untuk melindungi material dari proses korosi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kekuatan adhesi dan pengujian laju korosi pada Epoxy Coating pada baja ASTM A36 yang divariasikan dengan mengubah suhu material spesimen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil kualitas coating yang dilakukan masih memenuhi standar dengan dilakukan variasi suhu spesimen. Dari pengujian adhesi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa suhu spesimen 500 C mempunyai hasil yang paling baik. Pada pengujian dengan variasi suhu 500 C mendapatkan nilai kekuatan adhesi sebesar 8.81 Mpa.
Rancangan Penjualan dan Distribusi Jeruk Chokun (Studi Kasus: PT Bina Jaya Abadi) Ayu Mega Suryanti; Imam Baihaqi; Muhammad Saiful Hakim
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi skema alur saluran distribusi jeruk, preferensi konsumen dan stakeholder dalam penjualan dan distribusi jeruk, serta alternatif penjualan dan distribusi jeruk Chokun yang dapat dilakukan oleh PT Bina Jaya Abadi. Urgensi ini muncul dikarenakan PT Bina Jaya Abadi masih bergantung erat pada tengkulak untuk menjual hasil produksinya dan belum mengidentifikasi peluang saluran distribusi. Penelitian ini memiliki desain penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan kemudian dicek menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat sembilan alur saluran distribusi jeruk yang dapat dimanfaatkan oleh PT Bina Jaya Abadi dengan melalui anggota saluran distribusi konsumen langsung, tengkulak dan pengepul, pedagang kios buah, distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Saat ini, PT Bina Jaya Abadi menjual jeruk Chokun hasil produksinya hanya melalui empat alur saluran distribusi, sehingga terdapat lima alternatif alur saluran distribusi yang diusulkan dengan tiga anggota saluran distribusi baru, yaitu distributor, pabrik pengolah jeruk, dan supermarket. Melalui identifikasi tersebut, didapatkan informasi bahwa konsumen dan stakeholder memiliki preferensi buah jeruk yang memiliki stiker, tampilan yang segar, dan rasa yang manis.
Remediasi Logam Berat Pb dengan Menggunakan Biochar Sekam Padi dan Tongkol Jagung Muhammad Januar Subarkhah; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112170

Abstract

Logam timbal (Pb) merupakan salah satu polutan yang paling banyak digunakan dalam beberapa kegiatan industri seperti penambangan, peleburan, pemurnian minyak bumi, percetakan, produksi pigmen, dan pembuatan baterai. Logam timbal bersifat nonbiodegradable dan dapat terakumulasi pada organisme hidup, oleh karena itu perlu dilakukan penyerapan ion logam timbal dari air limbah sebelum dilepaskan ke lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh penggunaan bahan baku biochar dan dosis penambahan biochar terhadap penyisihan logam berat Pb pada air tercemar. Penelitian ini menggunakan sampel buatan. Variasi yang dilakukan adalah penggunaan bahan baku biochar yang berbeda (sekam padi dan tongkol jagung). Serta dosis penambahan biochar ke dalam air tercemar (0; 4,8; 8; dan 16 gram). Volume larutan yang digunakan sebesar 160 mL. Pengukuran logam berat Pb dalam sampel dilakukan dengan menggunakan AAS-Flame. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remediasi air tercemar logam berat Pb dengan menggunakan biochar dapat menurunkan konsentrasi logam berat Pb pada air. Pada penggunaan jenis biochar yang berbeda diperoleh hasil biochar tongkol jagung memiliki nilai persen penyisihan yang lebih tinggi dibanding biochar sekam padi pada dosis penambahan yang sama. Sedangkan pada dosis penambahan biochar diketahui kadar penambahan yang optimal dalam menurunkan kadar logam berat Pb adalah 16 gram untuk sekam padi dan 8 gram untuk tongkol jagung dengan masing-masing dapat menurunkan kadar logam berat Pb sampai 95,43% dan 99,28% dengan waktu kontak 30 menit.
Operational Risk Identification and Mitigation of the Chemical Production Process of PT. X Using Failure-Mode and Effect Analysis (FMEA) and Chemical Health Risk Assessment (CHRA) Methods Dandy Ananda; Naning Aranti Wessiani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.113324

Abstract

PT. X is a German-based multinational chemical company that produces surfactant as one of its products. As a chemical processing company, the operational activities of the production process in PT. X poses risks that could happen at any time. This research is conducted to identify, analyze, and propose mitigation plan for the risks in one of the plants operated by PT. X. Interviews are conducted to identify the risks using Fishbone diagram as the framework and the Ishikawa method to categorize the causes. There are 86 risks that are identified consisting of 51 operational risks and 35 risks of chemical exposure. To be more thorough, the identified operational risks are assessed using the Failure-Mode and Effect Analysis (FMEA) and the chemical exposure risks are assessed using the Chemical Health Risk Assessment (CHRA). From the 206 risk causes, 31% are caused by Man, 28% are caused by Machine, 22% are caused by Material, 15% are caused by Method, and 5% are caused by the Environment. The FMEA produces Risk Priority Number (RPN) which led to risk prioritizing using the Pareto diagram and risk mapping, resulting in 24 risks being prioritized that consists of 15 medium-level risks and 9 low-level risks with no high-level risk present. The CHRA produces Risk Rating (RR) and Level of Risk that resulted in 77 low-level and 19 moderate-level risks for risk for inhalation exposure, and 9 moderate-level risks and 86 high-level risks for the exposure through dermal contact. It produces the decision of 17 inadequate control measures for chemical exposures. These assessments are further processed to devise the appropriate contingency plan, mitigation plan, and action plan.
Pra Desain Pabrik Biopackaging dari Bagasse dan Waste Virgin Paper dengan Proses Kraft Nisa’ul Afifah Aini; Sashi Agustina; Raden Darmawan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.102828

Abstract

Pabrik biopackaging dilakukan melalui proses kraft. Pabrik biopackaging ini diharapkan dapat menghasilkan packaging yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Pabrik ini direncanakan dengan kapasitas sebesar 2.465 pcs/hari untuk tipe 1; 116.722 pcs/hari untuk tipe 2; 218.494 pcs/hari untuk tipe 3 dan 301.730 pcs/hari untuk tipe 4. Bahan baku utama biopackaging ini adalah bagasse dan waste virgin paper. Pendirian pabrik biopackaging ini direncanakan dibangun di Malang, Jawa Timur, dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain ketersediaan bahan baku dan air yang melimpah, sumber energi listrik memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan topologi daerah yang memadai. Proses kraft menggunakan NaOH dan Na2S dilakukan pada suhu 175oC dan tekanan 6,9 atm selama 12 menit. Konversi dalam menghilangkan lignin yang didapat adalah 50% dan untuk proses recovery unit dilakukan pengolahan black liquor yang berasal dari tahap washing pada proses pulping. Black liquor dipekatkan konsentrasinya dalam multi-effect evaporator dan konsentrator merupakan titik dimana black liquor dapat efektif terbakar dalam recovery boiler yang biasanya berupa 65% padatan atau lebih. Black liquor disemprotkan ke dalam bagian bawah recovery boiler untuk dibakar dengan oksigen sehingga Na2S terbentuk. Pada recovery unit ini, juga dilakukan pengolahan dalam lime kiln untuk mendapatkan kembali CaO dan pemisahan lignin. Sumber dana investasi berasal dari modal pinjaman 60% dan modal sendiri 40% dengan bunga 8,5% per tahun. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal/ Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp663.725.166.768 dan biaya operasional/ Operational Expenditure (OPEX) sebesar Rp194.004.201.727. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp693.476.068.366 dengan Internal Rate Return (IRR) 18,33%, waktu pengembalian produk 8,24 tahun dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp922.110.902.337. Berdasarkan data analisa kelayakan di atas, maka disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Pra-Desain Pabrik Gliserol Monostearat dengan Metode Esterifikasi Muhammad Rakha Widiansyah; Ridha Dina Aulia; Raden Darmawan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.103033

Abstract

Gliserol Monostearat (GMS) merupakan jenis surfaktan yang banyak digunakan sebagai agen pengemulsi pada industri makanan terutama di sektor kue (bakery) yang bertujuan untuk menjaga kestabilan suatu emulsi. GMS juga digunakan pada industri makanan sebagai thickener, emulsifying agent, pada industri farmasi dan kosmetik digunakan sebagai solvent, dan juga banyak digunakan dalam industri polimer yaitu plastik, karet, dan juga bahan pembuat ban. Namun, banyaknya kebutuhan GMS di Indonesia tidak didukung dengan adanya supply untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut data dari BPS Indonesia, diketahui data impor untuk GMS di Indonesia dari tahun 2016 sampai 2020 mengalami peningkatan sebesar 23,8% per tahun. Saat ini, industri yang memproduksi surfaktan di Indonesia masih memakai bahan baku yang berasal dari minyak bumi dan tidak terbarukan. Surfaktan ini tidak ramah lingkungan dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan. Sehingga, dibutuhkan substitusi bahan baku surfaktan yang ramah lingkungan serta biodegradable, mengingat pemanfaatan surfaktan yang sangat luas dalam berbagai industri di Indonesia. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari per tahun dengan kapasitas produksi 6.081 ton/tahun dengan kebutuhan bahan baku utama berupa asam stearat sebanyak 5.742,2 ton/tahun dan gliserol sebanyak 1.896,1 ton/tahun. Untuk penentuan lokasi pabrik digunakan metode analytical hierarchy process (AHP) didapatkan hasil overall untuk Tangerang, Gresik, dan Medan adalah 5,341; 7,144; dan 7,515. Dapat disimpulkan pabrik direncanakan akan didirikan pada tahun 2024 di daerah Kawasan Industri Medan, Medan, Sumatera Utara. Proses pembuatan GMS dibagi menjadi 4 tahapan proses utama di antaranya tahap pre-treatment, tahap esterifikasi, tahap pemurnian, dan tahap solidifikasi. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 40% biaya investasi dan pinjaman sebesar 60% biaya investasi dengan bunga sebesar 8% per tahun. Berdasarkan perhitungan ekonomi, diperoleh NPV sebesar Rp931.514.220.331; IRR sebesar 21,436%; laju inflasi sebesar 1,87% per tahun, POT sebesar 4,14 tahun, dan period of construction selama 24 bulan.