cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Eco Floating Resort untuk Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau Frederick Anderson; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112284

Abstract

Kepulauan Anambas yang terletak pada Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi dan daya tarik pariwisata tropis yang indah dengan kepulauan eksotisnya. Kepulauan Anambas dinobatkan sebagai pulau tropis terbaik di Asia pada tahun 2012 oleh CNN Internasional. Pembangunan eco floating resort sebagai sarana penunjang pariwisata pada Kepulauan Anambas diharapkan dapat meningkatkan wisatawan domestik dan mancanegara di Kepulauan Anambas. Eco floating resort mengambil konsep ramah lingkungan dengan pemasok listrik utama menggunakan panel surya. Payload luasan adalah 1.723,28 m2 untuk 48 orang pengunjung dengan 16 orang crew . Setelah dilakukan analisis teknis diperoleh ukuran utama LoA: 48 m; B: 18 m; D: 4 m; dan T: 1.8 m. Kondisi geografis lokasi Eco floating structure dengan tinggi gelombang 0 – 1.25 m, kedalaman 13 m, kecepatan angin 5 knot dan dekat dengan Pantai Padang Melang. Analisis teknis berupa perhitungan berat, perhitungan stablilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain lines plan, general arrangement, dan safety plan serta desain model 3D. Pada Tugas Akhir ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan senilai Rp37.943.604.270,89. dengan biaya operasional sebesar Rp7.647.678.982,05/tahun. Dilakukan perhitungan dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp45.205.683.946,57, Internal Rate of Return (IRR) senilai 20%, dan Payback Period selama 7 Tahun 0 Bulan 14 Hari.
Evaluasi Desain Kapal Pengawas Perikanan Berbasis Radar Cross Section untuk Mengurangi Deteksi Radar di Wilayah Laut Natuna Utara Muhammad Falivan Ganefiansyah Murdiyantono; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112619

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia bersengketa dengan negara lain terkait klaim hak berdaulat di Laut Natuna Utara. Maka dari itu, diperlukan strategi pengawasan yang tepat untuk dapat mencegah dan memerangi illegal fishing di Laut Natuna Utara agar sumber daya ikan Indonesia dapat dilindungi dan berkelanjutan, serta tegaknya kedaulatan Indonesia. Sejak penemuannya, radar telah sangat memengaruhi semua domain peperangan militer, termasuk peperangan laut. Radar banyak digunakan di platform militer sebagai alat untuk mendeteksi, pelacakan, dan klasifikasi musuh. Radar cross section (RCS) adalah ukuran kekuatan reflektif suatu objek, untuk menentukan seberapa dini target dapat dideteksi. Reduksi RCS dari suatu kapal dapat menghambat deteksi radar kapal musuh. Pada desain awal Kapal Pengawas Perikanan tipe C, didapatkan nilai radar cross section sebesar 31 dBsm menggunakan metode numerik. Dilakukan evaluasi terhadap bentuk deckhouse untuk mengurangi luasan pantulan radar. Pada tahap evaluasi ini, didapatkan nilai radar cross section sebesar 30.6 dBsm. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap bentuk lambung, bentuk lambung yang digunakan sebelumnya diubah menjadi bentuk inverted bow untuk mengurangi pantulan radar di daerah bow. Pada evaluasi lambung, didapatkan nilai radar cross section sebesar 30.4 dBsm. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap pelapisan Radar Absorbing Material (RAM) pada deckhouse. Material yang digunakan adalah material komposit bernama BAM/PET. Pada evaluasi pelapisan RAM pada deckhouse didapatkan nilai radar cross section sebesar 1.9 dBsm. Dilakukan pelapisan RAM pada kapal awal sebelum dilakukan evaluasi deckhouse dan lambung, hasil pelapisan RAM pada kapal awal menunjukkan nilai radar cross section sebesar 3.7 dBsm. Nilai tersebut sudah memenuhi kriteria radar cross section kapal. Sehingga tidak perlu dilakukan evaluasi terhadap bentuk deckhouse dan lambung, cukup melakukan pelapisan RAM pada kapal untuk mengurangi nilai radar cross section pada kapal. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan untuk mendesain Lines Plan, General Arrangement, dan 3D Model.
Model Evaluasi Fasilitas Pengelolaan Limbah di Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priok Safira Rizkiah Wahyudi; Hasan Iqbal Nur; Oktaviani Turbaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.113632

Abstract

Pemanfaatan port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dikatakan belum optimal. Diketahui dari data 5 (lima) tahun ke belakang, jumlah kapal yang menggunakan fasilitas tersebut semakin menurun. Kapal yang membuang limbahnya di Pelabuhan Tanjung Priok kurang dari 0,27% pada tahun 2020. Hal tersebut terjadi karena mahalnya tarif yang dikenakan sehingga operator kapal memilih mengelola limbahnya sendiri. Dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi eksisting port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, mengetahui potensi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok, serta mengevaluasi port reception facilities (PRF) di Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat meningkatkan jumlah penggunanya. Dalam penelitian ini, diberikan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengguna port reception facilities (PRF) dengan beberapa skenario yaitu skenario pemberian subsidi dan skenario pemberian dana refund. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada saat kondisi eksisting tarif layanan PRF sebesar Rp 250.000 per ton mampu memproduksi jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 52 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 7.486 unit pada tahun 2023. Kemudian, skenario pemberian subsidi dapat menurunkan tarif layanan PRF sebesar Rp 175.000 per ton sehingga didapatkan besaran subsidi sebesar Rp 75.000 per ton. Skenario pemberian subsidi dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 75 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 10.695 unit pada tahun 2023. Sedangkan, skenario pemberian dana refund dapat meningkatkan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah minyak dan air sebanyak 59 unit dan jumlah kapal pengguna PRF yang membongkar limbah sampah sebanyak 8.777 unit pada tahun 2023. Sehingga dapat dinyatakan bahwa skenario pemberian subsidi memberikan peningkatan jumlah kapal pengguna PRF lebih besar.
Perilisan Produk Baru dan Pemilihan Strategi e-channel Untuk Produsen Produk Fesyen Rizki Revianto Putera; Niken A. Savitri; Mar’atus Sholihah
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.110695

Abstract

Penelitian ini mempelajari koordinasi antara produsen dan retailer produsen fesyen untuk perencanaan strategi penggantian produk (rollover strategy) saat produk baru siap untuk dirilis. Produsen dapat memilih untuk menarik produk lama satat produk baru dirilis (single rollover strategy) atau menjual produk lama dan produk baru secara bersamaan (dual rollover strategy). Seperti pada kondisi saat ini, retailer memiliki dua saluran penjualan yang digunakan secara bersamaan, yaitu saluran penjualan offline dan online. Untuk menghindari konflik antar saluran penjualan, digunakan konsep ekslusifitas untuk masing – masing saluran penjualan, dimana saluran offline digunakan untuk menjual produk yang baru dirilis sementara saluran online digunakan untuk menjual produk yang sudah berada pada fase decline. Penelitian ini menunjukkan bahwa produsen akan selalu lebih memilih dual rollover strategy dibanding single rollover strategy, sementara retailer hanya akan condong ke dual rollover strategy saat tingkat penerimaan konsumen terhadap produk lama cukup tinggi.  Penelitian ini juga mendemonstrasikan benefit dari dynamic revenue sharing allocation untuk memitigasi konflik pada rollover strategy saat konsumen sangat sensitif terhadap perubahan trend fesyen.
Analisis Efek Temperatur Pouring Dan Temperatur Preheat Flask Terhadap Kekerasan Dan Porositas Perhiasan Cincin Logam Sterling Silver Mavindra Ramadhani; Rochman Rochiem; Vira Yudha Tama
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.115854

Abstract

Rapid investment casting merupakan teknik produksi yang mengabungkan teknologi manufaktur aditif dan teknologi pengecoran yang memiliki tujuan dapat membuat objek dengan bentuk kompleks dengan biaya produksi yang relatif rendah, serta fleksibilitas dalam membuat bentuk objek berbeda tanpa harus menambah biaya tambahan.. Logam yang populer digunakan dalam industri perhiasan merupakan logam paduan dari jenis perak, emas, atau platinum. Perak digunakan karena sifatnya yang duktil serta sifat permukaan yang sangat mengkilap. Sterling Silver adalah logam paduan dengan minimum unsur 92,5% silver, dan 6-4 % cuprat. Pada penelitian ini logam sterling silver di tuang kedalam flask menggunakan mesin cetakan centrifugal. Flask yang berisi cetakan investasi sebelumnya di bakar di dalam electric furnance serta di pre-heat. Sterling silver di tuang dalam variasi temperatur 950℃,1000℃,dan 1050℃ serta variasi untuk temperatur pre-heat flask adalah 550℃,dan 600℃.Dilakukan pengujian kekerasan, pengujian visual, pengujian metallografi , dan pengujian Archimedes pada sampel hasil pengecoran. Variasi temperatur yang optimal untuk menhasilkan porositas gas terendah adalah temperatur preheat flask 600 ˚C dengan temperatur pouring 1050 ˚C memiliki nilai porositas gas 0,55%. Varasi temperatur dengan hasil nilai kekerasan tertinggi adalah temperatur preheat flask 550 ˚C dengan temperatur pouring 950 ˚C memiliki nilai kekerasan 138,3 VHN. Variasi dengan jenis cacat paling kecil diamati pada variasi preheat flask dengan dua jenis cacat makro yaitu sandy surface,dan hot tearing.
Analisis Pengaruh Variasi Logam Pengisi dan Arus Pada Hasil Pengelasan Baja Corten A dengan Metode GTAW Terhadap Struktur Mikro, Ketahanan Korosi, dan Sifat Mekanik Mavindra Ramadhani; Rochman Rochiem; Dian Mughni Felicia; Alvian Toto Wibisono; Wikan Jatimurti; Eartha Annafi Rasjiddin
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.115851

Abstract

Pengaplikasian baja corten A pada cerobong pembuangan emisi pada kapal Barge Mounted Power Plant (BMPP) membutuhkan sifat-sifat tertentu. Pengaplikasian cerobong pembuangan emisi ini bekerja pada temperatur maksimal 374℃. Material baja corten A memiliki sifat ketahanan panas yang baik karena memiliki unsur Cu. Proses pengelasan dan pemilihan elektroda sangat berpengaruh pada hasil las yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variasi elektroda dan arus terhadap hasil pengelasan baja corten A terhadap struktur mikro, ketahanan korosi, dan sifat mekanik. Adapun variasi logam pengisi yang digunakan adalah ER70S – G dan ER80S – G. Pengelasan yang digunakan adalah metode Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Skema eksperimen didasari dengan Welding Procedur Spesification (WPS) yang telah ada. Setelah eksperimen pengelasan, dilanjutkan dengan pengujian metalografi, pengujian korosi pada temperatur 374℃ dengan gas CO2, pengujian tarik, dan pengujian kekerasan. Pada hasil penelitian variasi logam pengisi dan arus dalam pengelasan terdapat peningkatan persentase fasa pearlite pada daerah Weld Metal dan HAZ. Peningkatan tertinggi terdapat pada pengelasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A pada daerah Weld Metal 40,28% dan Heat Affected Zone (HAZ) 30,01%. Nilai persetase fasa pearlite dalam pengalasan terdapat pada spesimen dengan logam pengisi ER70S-G dan arus 112A Weld Metal sebesar 33,65% dan Heat Affected Zone (HAZ) 27,93%.  Hasil penelitian korosi temperatur tinggi menunjukan bahwa laju korosi menglami penurunan. Laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan pengalasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A. Pada hasil pengujian kekuatan tarik terdapat peningkatan Ultimate Tensile Strength (UTS) dalam penggunaan logam pengisi ER80S-G dan peningkatan arus mulai dari 112A, 125A, sampai 140A. Untuk pengujian kekerasan pada daerah Weld Metal dan Heat Affected Zone (HAZ), mengalami peningkatan dalam penggunaan logam pengisi ER80S-G dan arus pengelasan. Untuk hasil tertinggi niilai UTS dan nilai kekerasan terdapat pada spesimen D-3 yaitu pengelasan menggunakan logam pengisi ER80S-G dan arus 140A.
Analisis Kondisi dan Perbaikan Perkerasan pada Ruas Jalan Gresik – Paciran KM SBY 28 sampai dengan KM SBY 38 dengan Menggunakan Metode PCI dan SDI Shaafiyah Zahroo Khairunnisa; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.114930

Abstract

Ruas jalan Gresik – Paciran merupakan akses utama menuju pertambangan, pusat industri dan pelabuhan di Kabupaten Lamongan, Kota Gresik dan Kota Surabaya sehingga dilewati oleh berbagai macam jenis kendaraan termasuk truk dengan muatan. Pada ruas jalan ini terdapat berbagai macam kerusakan di beberapa titik pada ruas jalan tersebut. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga diperlukan perbaikan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas dan untuk mencegah kerusakan lebih berat. Metodologi yang digunakan dalam analisis kondisi dan perbaikan perkerasan ruas jalan ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur dan analisis data meliputi pengolahan data, penetapan nilai kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), penentuan metode penanganan, perencanaan perbaikan. Dari analisis hasil survei volume kendaraan yang melewati ruas jalan Gresik – Paciran didapatkan volume kendaraan sebesar 60.527 kendaraan/hari. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan tipe kerusakan perkerasan jalan pada ruas jalan Gresik – Paciran antara lain Depression, Alligator Cracking, Shoving, Block Cracking, Edge Cracking, Patching and Utility Cut Patching, Rutting, dan Weathering/Ravelling. Dari hasil penilaian kondisi perkerasan jalan, diperoleh bahwa dengan menggunakan metode SDI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Baik” dan kondisi “Sedang” sedangkan dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Excellent”, “Very Good”, “Good”, “Fair”, “Poor”, dan “Very Poor”. Dari tipe dan tingkat kerusakan didapatkan metode penanganan dengan patching dan rekonstruksi.
Perencanaan Perbaikan dan Perkuatan Sisi Utara Dermaga Konstruksi untuk Kapal General Cargo 6.000 DWT di Tersus PT Pupuk Kaltim, Bontang Rubin Sitorus; Dyah Iriani Widyastuti; Fuddoly Fuddoly
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.116176

Abstract

Dermaga Konstruksi PT Pupuk Kaltim merupakan dermaga jetty pertama yang dibangun pada tahun 1979 dan pengembangannya pada tahun 1988. Awalnya dermaga ini berfungsi sebagai tempat bongkar/muat material konstruksi pabrik PT Pupuk Kaltim. Namun, fungsi tersebut beralih menjadi tempat bongkar/muat bahan baku produksi dan distribusi pupuk urea dengan menggunakan kapal general cargo 2.000 DWT. Wilayah distribusi pupuk Urea, yaitu wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan sebagian Jawa Timur. Saat ini umur struktur sisi utara Dermaga Konstruksi telah lebih dari 30 tahun dan menyebabkan beban aktivitas bongkar/muat dermaga tidak optimal. Dan di tahun 2017, PT Pupuk Kaltim akan meningkatkan kapasitas kapal general cargo yang akan bersandar di Dermaga Konstruksi menjadi 6000 DWT. Berdasarkan dua faktor tersebut, sisi utara Dermaga Konstruksi perlu dilakukan perencanaan perbaikan dan perkuatan. Perencanaan dilakukan menggunakan standard utama British Standard 6349 tentang Maritime Works. Dalam perencanaan, dilakukan evaluasi fasilitas perairan dan daratan, fender dan bollard, dan struktur eksisting dermaga. Pemodelan struktur eksisting menggunakan program SAP2000. Setelah dilakukan evaluasi, selanjutnya merencanakan perbaikan dan perkuatan struktur dermaga, dan rencana anggaran biaya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh kebutuhan struktur baru sebagai berikut: fender perlu diganti dengan tipe V G.1.4 SX-P H 600 mm L 3000 mm sebanyak 11 set, pelat lantai dengan tebal 600 mm, balok melintang dan memanjang dengan ukuran 400 x 800 mm, pile cap fender dengan ukuran 2000 x 2000 x 1500 mm, pile cap biasa ukuran 2000 x 2000 x 800, dan perbaikan tiang pancang menggunakan patch plate tebal 8 mm dengan kedalaman 13,385 m. Rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk perbaikan dan perkuatan struktur dermaga sebesar Rp41.098.695.745.60 (Empat Puluh Satu Milyar Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Empat Puluh Lima Rupiah.
Pra Desain Pabrik di-(Palmitic Carboxyethyl) Hydroxyethyl Methyl Ammonium Methyl Sulfate (Esterquats) Surfaktan Berbasis Fatty Acid Fadlilatul Taufany; Merisa Veronika Suparto; Nadhifa Auria Andini; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.122207

Abstract

Surfaktan (Surface Active Agent) merupakan molekul kimia dengan karakteristik yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua fasa cairan berbeda berdasarkan sifat kepolarannya. Esterquat adalah senyawa surfaktan kationik berbahan baku minyak kelapa sawit yang mengandung ion amonium kuaterner sebagai bagian hidrofilik-nya. Esterquat secara signifikan telah menggantikan surfaktan pendahuluya (dimethyl disteril) karena memiliki karakteristik yang lebih mudah terurai secara hayati dan menunjukkan tingkat toksisitas yang rendah. Esterquat dapat digunakan sebagai bahan aktif pelembut (softener) dan produk personal care, diproduksi dengan cara proses esterifikasi dan kuartenerisasi. Pabrik Di-(Palmitic Carboxyethyl) Hydroxyethyl Methyl Ammonium Methyl Sulfate (Esterquat) Surfaktan Berbasis Fatty acid direncanakan dengan kapasitas produksi sebesar 30.000 ton per tahun didirikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara karena dekat dengan sumber bahan baku, tersedianya fasilitas penunjang, transportasi dan tenaga kerja. Berdasarkan analisa neraca massa dan neraca energi, pabrik ini membutuhkan bahan baku Fatty acid 2111,03 sebanyak kg/jam, triethanolamine sebanyak 667,49 kg.jam, HPA sebanyak 4,22 kg/jam, DMS sebanyak 533,31 kg/jam, dan IPA sebanyak 277,6 kg/jam. Sedangkan untuk low pressure steam sebanyak 103,184 kg/jam, medium pressure steam sebanyak 468,39 kg/jam, dan cooling water sebanyak 34966,59 kg/jam. Pengolahan fatty acid menjadi esterquat melalui 2 tahap reaksi utama, yaitu tahap esterifikasi dan tahap quaternisasi. Tahap esterifikasi merupakan tahap pembentukan esteramine dari reaksi antara fatty acid dan triethanolamine pada reaktor batch dengan tingkat konversi mencapai 99% yang beroperasi dengan tekanan 0,2 bar dan temperatur 170°C. Sedangkan tahap quaternisasi merupakan tahap pembuatan esteramine secara batch dari reaksi esteramine dan dimetil sulfat (DMS) reaktor batch untuk mencapai konversi reaksi 91,4%. Hasil dari tahap quaternisasi merupakan esterquat dengan konsentrasi 84% w/w. Pabrik ini membutuhkan investasi awal Rp 828.939.202.144 dimana setelah proses konstruksi 2 tahun dan produksi 15 tahun, didapatkan nilai IRR 17.580%, Pay Out Time 5.86 tahun, dan WACC sebesar 9,318%.
Analisis Penjadwalan Proyek Pembangunan Gudang Marunda Menggunakan Simulasi Monte Carlo Erviani, Raihana Nabilla Dhani; Nurcahyo, Cahyono Bintang
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.112628

Abstract

Setiap proyek memiliki risiko dan ketidakpastian dalam pelaksanaanya, sehingga dapat menyebabkan adanya ketidaksesuaian dalam penyelesaian pekerjaan. Ketidaksesuaian tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Agar hal ini tidak terjadi, dibutuhkan analisis penjadwalan yang ikut mempertimbangkan faktor ketidakpastian, yaitu menganalisis menggunakan metode penjadwalan probabilistik, contohnya dengan menggunakan Simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo adalah teknik yang menghitung dan mengiterasi, biaya atau jadwal proyek berkali-kali menggunakan nilai input yang dipilih secara acak dari distribusi probabilitas kemungkinan biaya atau waktu yang terjadi. Proyek konstruksi Gudang Marunda yang berlokasi di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda, Kabupaten Bekasi, memiliki risiko adanya keterlambatan dalam kegiatan pembangunanya yang akan mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Dengan menggunakan Simulasi Monte Carlo, diharapkan dapat mengetahui perbandingan antara penjadwalan deterministik dan probabilistik. Berdasarkan Simulasi Monte Carlo yang telah dilakukan, ditemukan tiga kemungkinan durasi dalam proyek pembangunan Gudang Marunda. Durasi pertama dalah durasi pesimis dengan lama 107 hari dimana kemungkinan terjadinya sebesar 94,87%. Selanjutnya adalah durasi optimis dimana akan memakan waktu selama 91 hari dengan persentase terjadinya sebesar 11,17%. Terakhir, durasi yang paling mungkin berdasarkan simulasi adalah selama 97 hari dengan persentase kemungkinan terjadi sebesar 51,9%. Sedangkan, Perencanaan durasi secara deterministik yang telah dilakukan berjumlah 98 hari dengan persentase kemungkinan terjadinya sejumlah 60,03%. Hasil simulasi durasi probabilistik ini memiliki jumlah hari yang serupa dengan perencanaan durasi secara deterministik yang telah dilakukan pada proyek pembangunan Gudang Marunda.