cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Percepatan Waktu dan Biaya pada Pembangunan Proyek Apartemen Kyo Society Surabaya dengan Metode Time Cost Trade Off Kharisma Keysia Paramitha; Dimas Pustaka Dibiantara
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.108974

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi berkaitan erat dengan waktu dan biaya dikarenakan suatu proyek konstruksi dibatasi oleh waktu dan biaya yang telah disepakati pada kontrak. Apartemen Kyo Society merupakan hunian modern berkonsep Jepang pertama di Surabaya. Apartemen ini dipilih untuk studi kasus dikarenakan mengalami keterlambatan progress pekerjaan dari awal rencana selama 29 hari karena adanya perbaikan pekerjaan borepile oleh subkontraktor. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengendalian proyek yang efisien untuk mendapatkan waktu dan biaya proyek yang optimal tanpa mengurangi mutu proyek sehingga seluruh pihak tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan mengatasi keterlambatan tersebut dengan melakukan analisis percepatan menggunakan salah satu metode percepatan yaitu Time Cost Trade Off (TCTO). Metode ini merupakan metode analisis pekerjaan konstruksi dengan berubahnya durasi penyelesaian proyek sehingga biaya yang dikeluarkan juga berubah. Metode ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan konstruksi dengan biaya tambahan yang rendah. Alternatif yang digunakan dalam analisis ini yaitu penambahan tenaga kerja, shift kerja, dan alat kerja yang nantinya akan dibandingkan untuk mengetahui alternatif yang paling efisien yang dapat diterapkan pada pembangunan proyek ini. Setelah dilakukan analisis percepatan dengan durasi awal yaitu 98 hari, dengan penambahan tenaga kerja, dapat mempercepat 29 hari menjadi 69 hari dengan biaya total Rp 18.938.510.639.16 yaitu lebih murah Rp 234.874.722.22 dari biaya normal. Penambahan shift kerja dapat mempercepat selama 32 hari menjadi 66 hari dengan biaya total Rp 18.988.980.044.93 lebih murah Rp 184.405.316.46 dari biaya normal. Sedangkan percepatan dengan penambahan alat kerja tidak disarankan dikarenakan perkerjaan yang overlapping sehingga menambah durasi pekerjaan selama 14 hari menjadi 114 hari dengan biaya total setelah percepatan adalah adalah Rp 19.370.277.665.87 yaitu lebih mahal Rp 196.892.304.48 dari biaya normal. Dikarenakan penambahan tenaga kerja sudah dapat mengatasi keterlambatan selama 29 hari dan memiliki biaya total paling murah maka alternatif percepatan paling efisien yang dapat digunakan adalah penambahan tenaga kerja.
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Air Bersih di Rusunawa Sumur Welut dan Keputih Surabaya Halif Akbar Ibadah; Mas Agus Mardyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.109226

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang jumlah penduduknya diproyeksikan meningkat setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu terjadinya kelangkaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan terjadi jika penggunaan air bersih tidak dikelola dengan baik. Pemanenan air hujan merupakan cara yang digunakan untuk menangkap dan mengelola air hujan untuk dimanfaatkan kembali dan untuk melakukan pemanenan air hujan dibutuhkan sistem yang baik agar pemanenan air hujan dapat dilakukan secara maksimal. Data yang digunakan pada perencanaan kali ini yaitu data primer berupa observasi lapangan dan data sekunder berupa denah rusunawa, penggunaan air, jumlah penghuni, data curah hujan harian 10 tahun terakhir, dan jumlah kamar. Hasil dari perencanaan sistem pemanenan air hujan ini yaitu pada sistem pemanenan air hujan Rusunawa Keputih dapat menghemat efisiensi biaya penggunaan air selama musim hujan dengan rata-rata penghematan pada Blok A sebesar Rp 214.616,38, Blok B sebesar Rp. 347.309,11, Blok C sebesar Rp. 296.090,93, dan Blok D sebesar Rp. 205.196,38. Sedangkan Rusunawa Sumur Welut dapat menghemat biaya penggunaan air bersih selama musim hujan tiap blok dengan rata-rata estimasi penghematan biaya pada Blok A sebesar Rp 437.015,28, Blok B sebesar Rp. 316.217,28, Blok C sebesar Rp. 301.337,28, Blok D sebesar Rp. 387.467,28 dan Blok E sebesar Rp. 296.909,94. Total biaya yang dikeluarkan dalam perencanaan sistem pemanenan air hujan pada Rusunawa Keputih sebesar Rp 30.000.000,00 sedangkan untuk Rusunawa Sumur Welut menghabiskan total biaya sebesar Rp 39.000.000,00.
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek Pembangunan Merial Tower 10 Lantai Rs. Pelni Jakarta Menggunakan Aluminium Formwork Achmad Amartya Kholili; Akhmad Yusuf Zuhdy
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.109237

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan sumber daya yang beragam. Oleh karena itu, pengerjaan proyek membutuhkan manajemen konstruksi untuk membantu pengaturan sumber daya yang efektif dan efisien. Proyek akhir ini merencanakan manajemen konstruksi pada Proyek Pembangunan Merial Tower RS. Pelni yang terletak di Jl. K.S. Tubun No.92 - 94, RT.13/RW.1, Slipi, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Proyek akhir ini merencanakan pekerjaan struktur 10 lantai hunian menggunakan aluminium formwork mulai lantai 2 sampai lantai 10. Hal tersebut dilakukan karena proyek memiliki lantai tipikal serta dapat mempercepat pekerjaan struktur. Penyusunan proyek akhir dimulai dari mengidentifikasi item pekerjaan kemudian menghitung volume dan produktivitas. Perhitungan tersebut akan menentukan durasi item pekerjaan yang selanjutnya digunakan untuk menyusun penjadwalan. Penjadwalan mengaplikasikan program bantu Microsoft Project. Penjadwalan menggunakan Precedence Diagram Method dengan mengaplikasikan program bantu. Microsoft Project. Hasil analisa perhitungan waktu diperoleh selama 79 hari kerja dan biaya pelaksanaan sebesar Rp53.462.886.715,46
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Gedung Trans Icon Surabaya Tower A Lantai 20 – 29 Dengan Metode Konstruksi Half Slab Precast Peter Dick Balder Pandjaitan; Akhmad Yusuf Zuhdy
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.109466

Abstract

Penyusunan proyek akhir terapan ini membahas tentang perhitungan estimasi waktu dan biaya proyek pembangunan gedung Trans Icon Surabaya dengan metode pelaksanaan half slab precast yang menggunakan data bangunan gedung Trans Icon Surabaya yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani No. 260, Siwalankerto, Kec Wonocolo, Surabaya. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT. Total Bangun Persada dengan luas bangunan kurang lebih 2500 m² dan jumlah total 35 lantai dan 4 basement. Dalam proyek ini seluruh pekerjaan elemen struktur beton menggunakan cor konvensional (in situ). Sedangkan metode pelaksanaan yang digunakan dalam penyusunan proyek akhir terapan adalah metode half slab precast. Perhitungan estimasi waktu dan biaya pelaksanaan pada laporan proyek akhir dilakukan dengan cara mendesain half slab precast, menghitung kekuatan dan kebutuhan half slab precast, melakukan kontrol terhadap perhitungan kekuatan half slab precsat tersebut. Jika memenuhi kekuatan izin dapat dilanjutkan dengan perhitungan volume. Kemudian perhitungan waktu pelaksanaan dilakukan analisa mulai dari kapasitas produksi, produktivitas, durasi dan penyusunan jadwal setiap pekerjaan dimana hal ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu Network Planning yang kemudian akan dijadikan kurva S. Hasil akhir proyek akhir terapan ini yaitu metode pelaksanaan yang digunakan, waktu pelaksanaan proyek dan rekapitulasi biaya pelaksanaan. Dari hasil analisa, didapatkan waktu pelaksanaan 142 hari kerja dengan jam kerja selama 8 jam dari 08.00 – 17.00 dengan total biaya pelaksanaan sebesar Rp. 14.044.526.000,00
Kajian Pengolahan Air Asam Tambang Industri Pertambangan Batu Bara dengan Constructed Wetland Salsabila Adnin Maulida; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111230

Abstract

Air asam tambang adalah limpasan air yang terbentuk dari proses oksidasi mineral sulfida yang terekspos dengan udara di atmosfer dan bercampur dengan air. Air asam tambang dapat berasal dari proses penambangan terbuka, pengelolaan batuan buangan, penimbunan batuan dan pengelolaan limbah tailing. Pencemaran air asam tambang di badan air penerima terjadi karena pengolahan air asam tambang yang kurang tepat. Permasalahan pencemaran air asam tambang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Contoh kasus pencemaran air asam tambang di badan air yaitu pencemaran air asam tambang dari industri pertambangan batu bara yang terjadi di Sungai Palakan, Kalimantan Timur yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Pengolahan eksisiting yang diterapkan yaitu pengendapan TSS pada settling pond industri tambang batu bara. Pengolahan lanjutan yang direkomendasikan setelah melalui unit settling pond yaitu constructed wetland. Constructed wetland memanfaatkan simbiosis yang berlangsung secara alami antara tumbuhan air dengan mikroorganisme pada media di sekitar sistem perakaran (rhizosfer). Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis penerapan metode constructed wetland untuk mengolah air asam tambang sehingga kualitasnya memenuhi baku mutu saat dilepas ke badan air penerima. Debit air asam tambang yang diolah yaitu 0,84 m3/detik yang diolah pada CW berukuran 8,04 ha. Tumbuhan yang dipilih adalah eceng gondok dengan tipe tumbuhan single plant dan tipe kolam sub-surface flow arah aliran horizontal. Kebutuhan tumbuhan eceng gondok yaitu sejumlah 322.160 tumbuhan yang ditanam pada 4 kompartemen berbeda. Kualitas efluen air asam tambang setelah diolah dengan constructed wetland memenuhi baku mutu dan aman untuk dilepas ke badan air penerima.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi WTP (Willingness To Pay) Pengguna Fly Over K.H. Noer Ali Ansi Arivia Rahma; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111881

Abstract

Dengan adanya pembangunan Fly over K.H. Noer Ali oleh pihak Summarecon Bekasi, tentunya akan memberikan banyak pengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat kesediaan masyarakat Kota Bekasi apabila diminta untuk membayar biaya jasa pemeliharaan Fly over dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan responden untuk membayar nilai tersebut dengan menggunakan metode kontingen valuasi atau Contingent Valuation Method (CVM). Didapatkan hasil bahwa variabel jenis kelamin tidak memiliki pengaruh terhadap kesediaan responden untuk membayar atau nilai WTP dari responden, akan tetapi keenam variabel lainnya yaitu usia, pekerjaan, tingkat pendidikan terakhir, pendapatan per bulan, jenis kendaraan, dan intensitas penggunaan obyek penelitian memiliki pengaruh. Adapun nilai WTP dalam rupiah yang bersedia dibayarkan oleh responden didapatkan nilai rata-ratanya sebesar Rp3677,88 yang kemudian dibulatkan menjadi Rp4000.
Identifikasi Variabel Berpengaruh pada Pengembangan Kawasan Agrowisata Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Miftahul Faiza; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111909

Abstract

Kawasan Agrowisata Lubuk Minturun merupakan salah satu kawasan wisata yang berada di Kota Padang. Kawasan ini memiliki berbagai jenis daya tarik wisata serta potensi alam yang tersembunyi. Kawasan agrowisata ini memerlukan pengembangan dari berbagai aspek seperti aspek sumber daya manusia, daya tarik wisata, sarana dan prasarana hingga aksesibilitas. Selain itu adanya dampak negatif di sektor pariwisata pada masa pandemi covid-19 seperti penurunan jumlah pengunjung dan mempengaruhi nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengharuskan untuk mengetahui upaya pembangkitan kondisi sektor pariwisata di masa new normal. Selain itu pada pasca pandemi covid-19 produksi tanaman hias menurun. Dan juga kondisi infrastuktur penunjang agrowisata masih terdapat yang belum memenuhi standar tersedianya infrastruktur agrowisata. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi variabel berpengaruh pada pengembangan Agrowisata Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang., dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada stakeholders terpilih. Kemudian dilakukan analisis delphi pada hasil setiap kuesioner stakeholders terpilih untuk menemukan variabel berpengaruh pada pengembangan Kawasan Agrowisata Lubuk Minturun. Hasil dari penelitian didapatkan 21 variabel dan 26 sub-variabel yang berpengaruh pada pengembangan Kawasan Agrowisata Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Estimasi Biaya dan Waktu Pekerjaan Underpass pada Jalan Tol Serpong - Balaraja Menggunakan Metode Erection dengan Transfer Beam Defi Madilla Assyura; Mohamad Khoiri
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112138

Abstract

Proyek Jalan Tol Serpong-Balaraja ini  memiliki panjang total 5,150 km yang dibagi menjadi tiga zona. Underpass ini memiliki bentang 43 m yang berada pada zona tiga. Pada pelaksanaannya dilapangan, Metode Erection yang digunakan yaitu menggunakan crane. Saat pelaksanaan erection girder menggunakan crane ini, jalan eksisting perlu dibongkar dan lalu lintas dialihkan karena jalan eksisting digunakan sebagai tempat berdirinya crane. Alternatif metode erection dengan transfer beam ini bertujuan memberikan hasil yang optimum dari segi biaya dan waktu dikarenakan tidak perlu membongkar jalan eksisting yang ada, hanya cukup dengan buka tutup jalan saja. Metode Transfer Beam ini mengkombinasikan crawler crane dengan jembatan truss semi launcher yang menggunakan profil baja WF untuk rangka utamanya. Berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan, maka diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Underpass dengan metode erection transfer beam yaitu 151 hari kerja dengan biaya yang diperlukan yaitu Rp. 18.335.920.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya K3. Dalam Pekerjaan Underpass ini membutuhkan biaya K3 sebesar Rp.275.038.800, yang merupakan dari 1,5% nilai kontrak. Sehingga biaya total keseluruhan adalah Rp.18.610.958.800.
Analisa Pengaruh Selulosa Asetat terhadap Coefficient of Friction, Hardness, Thermal Stability dan Wear Rate pada Komposit Serbuk Kayu, Sekam Padi dan Tempurung Kelapa untuk Kampas Rem Roni Setiawan; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.108901

Abstract

Peneltian terkait inovasi kampas rem non-asbestos telah banyak dilakukan. Selulosa asetat sebagai serat buatan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap nilai hardness, koefisien gesek, laju keausan dan stabilitas termal pada komposit kampas rem serbuk kayu, sekam padi dan serabut kelapa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat durometer untuk pengujian hardness, PASCO untuk pengujian koefisien gesek, tribometer untuk pengujian keausan dan infrared thermometer untuk pengujian stabilitas termal. Presentase massa selulosa asetat yang ditambahkan adalah 5% pada spesimen A, 10% pada spesimen B, dan 20% pada spesimen C. Massa bahan penyusun komposit kampas rem adalah 4 gram serbuk kayu, 4 gram sekam padi, 4 gram tempurung kelapa. Pada pengujian didapatkan nilai hardness tertinggi terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 68.5 HS. Pada pengujian koefisien gesek, nilai koefisien gesek statis dan kinetis terbesar terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 0.6635 dan 0.5564. Pada pengujian laju keausan, nilai wear rate dan wear coefficient terendah terdapat pada spesimen A dengan 5% selulosa asetat, yaitu 0.001026 mm3/Nm dan 0.001314. Untuk pengujian stabilitas termal, peningkatan temperatur terendah terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 3.4 oC selama 57 menit pengujian keausan berlangsung. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan selulosa asetat akan meningkatkan nilai hardness, nilai koefisien gesek, nilai wear rate dan stabilitas termal dari komposit kampas rem non-asbestos sekam padi, serbuk kayu dan serbuk tempurung kelapa.
Penerapan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) dalam Optimasi Durasi dan Biaya pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo Andika Wahyu Eka Sakti; Farida Rachmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111331

Abstract

Proyek preservasi jalan dan jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo merupakan salah satu proyek preservasi yang mengalami perlambatan pekerjaan dikarenakan adanya kegiatan mudik lebaran. Arus mudik lebaran menyebabkan bebe-rapa pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sehingga menyebabkan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan mengalami keterlam-batan. Selain itu, permasalahan dalam perizinan juga menyebab-kan proyek ini mengalami keterlambatan. Padahal, proyek ini terbatasi pada segi waktu penyelesaiannya karena jalan dan jembatan pada ruas tersebut berpengaruh terhadap kelancaran sektor perhubungan, baik pada mobilitas manusia maupun distri-busi barang. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan penger-jaan proyek agar proyek dapat selesai tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi durasi dan biaya Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengerjaan proyek serta memeroleh penambahan biaya yang paling optimal adalah dengan optimalisasi jadwal baik dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) maupun fast tracking. Metode TCTO dilakukan dengan melakukan crashing durasi proyek. Pada metode crashing, dilakukan analisis Crash Duration, Crash Cost, dan Cost Slope pada aktivitas sisa pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, kemudian dilakukan percepatan hingga jenuh seluruhnya. Setelah itu, dilakukan rekapitulasi hasil percepatan metode crashing (optimum dan maksimum) dan fast tracking. Penelitian ini menghasilkan durasi percepatan paling optimal dengan durasi akhir 99 hari dan biaya Rp30.525.265.504,56. Crashing optimum belum dapat mengejar target percepatan akibat keterlambatan proyek, namun dengan percepatan maksimum dapat mengerjar target percepatan.