cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kajian Pengelolaan Limbah B3 Bengkel Otomotif di Kawasan Kampus ITS Javier, Muhammad Hamzafidz; Trihadiningrum, Yulinah
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.122810

Abstract

Bengkel kendaraan bermotor merupakan salah satu sektor usaha yang menghasilkan limbah B3. Limbah tersebut umumnya berasal dari kegiatan reparasi ataupun sisa produk penunjang kendaraan bermotor. Limbah B3 apabila tidak dikelola dengan baik dan benar maka dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Pemerintah sudah mengatur pengelolaan limbah B3 bagi setiap sektor usaha yang menghasilkannya melalui PP 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS (LBMM ITS), Pusat Otomotif dan Forensik STP ITS, dan Bengkel D3 Mesin ITS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan laju timbulan limbah B3, menganalisis skema pengelolaan limbah B3, dan mengkaji kesesuaian pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan oleh Bengkel otomotif di kawasan kampus ITS. Penelitian diawali dengan observasi serta pengumpulan data yang dibutuhkan pada lokasi yang diteliti. Observasi dilakukan terhadap kegiatan reparasi kendaraan di lokasi penelitian, sumber limbah B3, dan pengelolaan limbah B3. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan sampling selama 8 hari terhadap laju timbulan serta menentukan jenis limbah B3 yang dihasilkan. Jenis limbah B3 yang dihasilkan di ketiga lokasi bengkel antara lain limbah oli bekas, kain majun, kemasan bekas B3, serta komponen elektronik seperti baterai dan kabel. Rata-rata laju timbulan limbah B3 per harinya di LBMM ITS sebesar 2,08 kg/hari, sedangkan Bengkel DTMI menghasilkan limbah B3 0,94 kg/hari dan STP ITS sebesar 0,89 kg/hari. Ketiga bengkel masih belum melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga disusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh bengkel yang diteliti.
Penentuan Faktor - Faktor Berpengaruh dalam Integrasi Wisata Bahari Antara Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo Rahardjo, Prasetyo Putra; Koswara, Arwi Yudhi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.123136

Abstract

Kota Surabaya berpotensi dikembangkan pariwisata, salah satunya adalah Pantai Utara Surabaya. Pada kawasan tersebut terdapatnya tiga daya tarik wisata yaitu Taman Suroboyo, Sentra Ikan Bulak, dan Kampung Nelayan dengan kondisi saat ini, kunjungan wisatawan terbesar berada di taman suroboyo dan sentra ikan bulak. Hal tersebut terjadi karena wisawatan yang berkunjung hanya melakukan foto – foto di depan Taman Suroboyo dan membeli oleh – oleh di Sentra Ikan Bulak. Kampung nelayan tersebut hanya mendapatkan kunjungan yang diinisiasi oleh pemerintah sehingga adanya wisatawan jarang berkunjung sedangkan pada Sentra Ikan Bulak berasal dari masyarakat umum dan event pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut, adanya tujuan untuk mengetahui faktor - faktor berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo. Pada penelitian ini, menggunakan teknik Analisis Delphi menggunakan 6 Indikator, antara lain Daya Tarik Wisata; Kampung Nelayan; Aksesbilitas; Fasilitas; Pengelolaan; dan Promosi yang dikembangkan menjadi 20 variabel yang menjadi faktor dengan menguji kembali faktor tersebut pada 7 Stakeholder, antara lain Dinas Kebudayaan, Kepemudaan & Olahraga serta Pariwisata; Pemerintah Kota Surabaya; Kecamatan Bulak; Pedagang Hasil Olahan Laut; Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota; Ketua RT Kampung Nelayan; serta Pengunjung Taman Suroboyo, SIB, serta Kampung Nelayan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa 20 Faktor Konsesus berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo.
Pengaruh Fasilitas Taman Alun-Alun Kota Kediri terhadap Keputusan Berkunjung dengan Minat Berkunjung sebagai Variabel Mediasi Adkha, Ajeng Elliya Maulidia; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.124688

Abstract

Taman Alun-alun merupakan salah satu taman publik di Kota Kediri yang minim pengunjung dan masih kurang optimal dalam penyediaan fasilitas taman. Minimnya fasilitas taman membuat masyarakat kurang berminat mengunjungi Taman Alun-alun dan dapat cenderung memutus-kan untuk mengunjungi taman lain di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas Taman Alun-alun Kota Kediri terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung masyarakat serta pengaruh minat ber-kunjung sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis skoring untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap fasilitas Taman Alun-alun dan untuk mengukur minat berkunjung serta keputusan berkunjung masyarakat terhadap Taman Alun-alun. Metode analisis Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk mengetahui pengaruh fasilitas Taman Alun-alun terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung serta mengetahui pengaruh minat berkunjung sebagai variabel mediasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menghasilkan fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung sementara fasilitas rekreasi dan sosialisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap minat berkunjung. Selanjutnya, fasilitas bermain dan fasilitas olahraga berpengaruh signifikan terha-dap keputusan berkunjung sementara fasilitas rekreasi sosiali-sasi dan fasilitas pendukung berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sementara itu, minat berkun-jung ditemukan memediasi pengaruh fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung terhadap keputusan berkun-jung. Minat berkunjung tidak memediasi fasilitas rekreasi dan sosialisasi terhadap keputusan berkunjung.
Analisis Penjadwalan Probabilistik (Studi Kasus: Proyek Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey) Kendek, Atania Thyra Mirable; Rachmawati, Farida
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.124937

Abstract

KKualitas suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh perencanaan yang memuat tiga parameter penting, yaitu biaya, waktu, dan mutu. Dengan demikian, penjadwalan merupakan salah satu aspek penting yang perlu direncanakan, terlebih bagi proyek yang memiliki bobot pekerjaan yang besar. Penjadwalan proyek umumnya dibuat secara deterministik, yaitu dengan prediksi durasi yang tepat. Namun, faktanya suatu proyek konstruksi pasti memiliki risiko yang muncul akibat ketidakpastian karena sifat sebuat proyek yang unik, dinamis, dan cenderung kompleks. Oleh karena itu, penjadwalan suatu proyek konstruksi harus direncanakan dengan memperhitungkan ketidakpastian melalui penjadwalan probabilistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penjadwalan probabilistik dengan mengambil studi kasus pada Proyek Pembangunan Apartemen Grand Shamaya Tower Aubrey yang didasarkan pada tiga parameter durasi, yaitu durasi optimis, most likely, dan pesimis menggunakan metode Program Evaluation Review Technique (PERT) dan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini didasarkan oleh historical info dari expert dalam memberikan estimasi durasi masing-masing pekerjaan. Data tersebut kemudian akan diolah untuk memperoleh total durasi probabilistik penyelesaian proyek, persentase probabilitas penyelesaian proyek, dan mengidentifikasi aktivitas yang paling sering berada pada lintasan kritis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pekerjaan struktur Tower Aubrey Apartemen Grand Shamaya, didapatkan durasi dengan rentang probabilitas 1% sampai 100% adalah 293 sampai dengan 327 hari, dimana durasi rata-rata (mean) dengan probabilitas penyelesaian 50% adalah 304 hari. Kemudian, durasi rencana proyek yang dibuat secara deterministik memiliki tingkat probabilitas penyelesaian sebesar 97,93% menggunakan metode PERT dan 99,85% menggunakan simulasi Monte Carlo. Hal ini berarti durasi rencana proyek masuk dalam rentang probabilitas penyelesaian. Adapun aktivitas yang sering berada pada lintasan kritis dari hasil simulasi adalah pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran balok dan kolom pada Zona 2 serta aktivitas yang memiliki sensitivitas tertinggi ada pada pekerjaan lantai 37 sampai dengan lantai 39.
Perubahan Persepsi Pengunjung Terhadap Revitalisasi Pasar Baru Magetan Hidayani, Inna; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125114

Abstract

Pasar Baru Magetan merupakan pasar tradisional yang strategis dan menjadi jantung perekonomian Magetan. Namun, popularitasnya menurun akibat perkembangan sektor perdagangan dan industri, pusat perbelanjaan modern, serta tren belanja online. Untuk menghidupkan kembali kejayaannya, Pemerintah Kabupaten Magetan memutuskan revitalisasi Pasar Baru Magetan pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Revitalisasi dilakukan melalui empat tahap yang meliputi modernisasi interior, pembaruan fasad, pembangunan foodcourt, dan penataan ruang publik. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik Pasar Baru Magetan dan menarik lebih banyak pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan persepsi pengunjung terhadap Pasar Baru Magetan sebelum dan sesudah revitalisasi berdasarkan komponen placemaking. Metode analisis yang digunakan adalah metode campuran yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Variabel yang diguanakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan komponen placemaking. Identifikasi komponen placemaking di Pasar Baru Magetan Teknik analisis perubahan persepsi pengunjung menggunakan uji beda dan deskriptif. Revitalisasi Pasar Baru Magetan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan. Hasil analisis berdasarkan persepsi pengunjung menunjukkan perubahan yang positif dalam kenyamanan, keamanan, akses dan penghubung, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Meskipun revitalisasi telah meningkatkan kualitas ruang publik, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperhatikan, seperti fasilitas yang kurang terawat dan kios yang kosong. Rekomendasi untuk pemeliharaan dan pengembangan Pasar Baru Magetan setelah revitalisasi meliputi pemeliharaan dan penambahan fasilitas, penyediaan Wi-Fi gratis, penambahan CCTV dan APAR, peningkatan kebersihan di area pasar, penambahan pencahayaan dalam ruangan, penataan kios dan los yang lebih rapi, perbaikan plafon, penambahan penanda (signage), dan penambahan sarana dan prasarana transportasi umum. Rekomendasi diharapkan Pasar Baru Magetan dapat kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan hidup, serta dapat meningkatkan perekonomian.
Modifikasi Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz Menggunakan Eccentrically Braced Frames (EBF) Prasetyo, M. Hilmy; Kristijanto, Heppy; Amalia, Aniendhita Rizki
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125164

Abstract

Menurut lapangan usahanya, terdapat empat lapangan usaha utama yang menopang perkonomian Kota Tangerang Selatan pada tahun 2020, dan yang terbesar adalah konstruksi. lapangan usaha Real Estate memberikan kontribusi terbesar sebagai penopang utama perekenomian dengan nilai 18,52 persen. Dengan alasan tersebut maka dibangunnya Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz. Pada studi ini struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Fritz yang awalnya menggunakan struktur beton bertulang dimodifikasi menjadi struktur baja beton komposit dalam sistem Eccentrically Braced Frames (EBF), agar gedung memberikan respon yang lebih baik terhadap gempa. Peraturan- peraturan yang menjadi acuan dalam perencanaan modifikasi adalah SNI 1729:2020, SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 2847:2019, PPPURG 1987, dan SNI 03-1729-2002. Dari hasil analisa dan hasil perhitungan, didapatkan hasil perencanaan tebal pelat lantai dek baja gelombang adalah 11 mm. Dimensi balok anak menggunakan WF 450 x 200 x 9 x 14, WF 400 x 200 x 7 x 11, WF 350 x 175 x 7 x 11. Dimensi balok induk memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18, balok induk melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Dimensi balok diluar link serta link memanjang WF 500 x 300 x 11 x 18 dan melintang WF 500 x 200 x 11 x 19. Bresing menggunakan WF 350 x 350 x 14 x 22. Kolom menggunakan CFT 800 x 800 x 80, CFT 700 x 700 x 28, CFT 600 x 600 x 28, CFT 550 x 550 x 28, dan CFT 500 x 500 x 25. Dimensi kolom beton 1400 mm x 1400 mm, dengan dinding basement ketebalan 25 cm, pelat lantai basement ketebalan 25 cm, dan dimensi sloof 450 mm x 600 mm. Pondasi menggunakan spun pile D60 dengan kedalaman pancang hingga 32,225 m.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan Kosong di Kampung Cikoja Palasari Hilir Megawe, Lita Dewi Sandrita; Utomo, Christiono
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125928

Abstract

Seiring dengan pembangunan Jalan Tol Bocimi yang menghubungkan antara Bogor-Ciawi-Sukabumi, berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi pada kawasan di sekitarnya sehingga meningkatkan permintaan properti. Pada lahan kosong yang terletak di Kampung Cikoja Palasari Hilir, terdapat sebuah properti yang sudah tidak produktif lagi. Lahan dengan luas ± 3000 m2 tersebut direncanakan pengembangan dari pihak Owner agar properti tersebut dapat kembali produktif. Analisis produktivitas lahan pada penelitian ini akan menggunakan metode highest and best use dengan beberapa variabel yaitu analisis aspek legal (zoning dan building code), analisis aspek fisik (lokasi lahan, ukuran & bentuk lahan, aksesibilitas lahan, dan Basic design), aspek finansial (perencanaan biaya investasi, pengeluaran, pendapatan, analisis arus kas, dan net present value), dan aspek produktivitas maksimum. Dari penelitian ini, didapatkan alternatif perumahan sebagai penggunaan tertinggi dan terbaik lahan yang memberikan nilai lahan sebesar Rp 906.491.02/m2 dengan peningkatan nilai lahan sebesar 267,92%.
Pemetaan Kesesuaian Pengembangan Objek Wisata Waduk Selorejo Berdasarkan Kondisi Fisik Lapangan Hasnaini, Hanum; Yuwono, Yuwono; Deviantari, Udiana Wahyu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127293

Abstract

Pengembangan suatu wilayah menjadi objek wisata perlu memperhatikan beberapa faktor fisik seperti kondisi fisik lapangan. Kondisi fisik lapangan merupakan faktor yang penting dalam menentukan kesesuaian lahan pengembangan objek wisata. Pengembangan Wisata Waduk Selorejo didasar-kan pada analisis kondisi fisik lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis luas lahan, kemiringan lereng, dan ketinggian yang sesuai sebagai lokasi pengembangan wisata. Data kemiringan dan ketinggian diperoleh dari pengolahan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Objek pengembangan wisata ditentukan berdasarkan pengamatan lapangan secara langsung, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010, dan Peta Potensi Wisata Waduk Selorejo Tahun 2022 oleh Departemen Teknik Geomatika ITS. Ketentuan pengembang-an objek wisata dengan kondisi fisik lapangan diketahui melalui overlay peta topografi dan peta rencana pengembangan objek wisata. Pengembangan objek wisata yang dilakukan menghasil-kan 5 (lima) objek wisata baru berupa area outbound dengan kemiringan lereng sebesar 0%−15%, luas 600 m2, dan keting-gian 637 meter di atas permukaan laut (mdpl); bumi perke-mahan pada kemiringan lereng 0%−8%, ketinggian 640,5 mdpl, dan luas 2.500 m2; wisata petik buah dengan luas 5.000 m2 pada ketinggian 630−633,5 mdpl dan kemiringan lereng sebesar 0%−25%; tempat pemancingan di tepi waduk dengan keting-gian 623 mdpl dan kemiringan lereng mencapai >45% dengan area memancing sepanjang ±50 meter; serta kebun bunga dengan konsep terasering yang terletak pada lahan dengan kemiringan lereng 0% hingga >45% dan ketinggian 574−637 mdpl. Kesesuaian objek wisata yang dikembangkan dengan kondisi fisik lapangan divisualisasikan ke dalam Peta Kesesuai-an Pengembangan Wisata Waduk Selorejo Tahun 2023 dengan skala 1:5.000.
Konsep Perancangan Jalur Pedestrian Ramah Pejalan Kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya Anthony, Yohana Priscilla; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127584

Abstract

Jalur pedestrian merupakan bagian dari sistem penunjang kenyamanan lingkungan perkotaan. Dalam perancangannya, jalur pedestrian harus memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan akses kepada pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, jalur pedestrian di kota-kota besar belum sepenuhnya aman serta nyaman untuk diakses oleh pejalan kaki. Disinilah dibutuhkan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki untuk membuat para pejalan kaki merasa nyaman dalam melakukan mobilitas melalui jalur pedestrian, serta menjamin keselamatan serta keamanan pengguna jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kuesioner untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait keamanan dan kenyamanan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Hasil temuan menunjukan bahwa lampu penerangan merupakan variabel yang paling mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait dengan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV pada jalur pedestrian di Koridor Basuki Rahmat juga dianggap perlu ada oleh pejalan kaki untuk menunjang rasa aman dan nyaman saat menggunakan jalur pedestrian. Dirumuskan arahan menggunakan triangulasi yang bisa dijadikan acuan dalam merancang jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Studi Kasus Ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono Haekal, Mohammad Athala; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127932

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terpadat penduduk di dunia. Dalam kehidupannya, manusia tidak akan terlepas dari alat transportasi. Alat transportasi merupakan sebuah sarana yang strategis dan penting dalam kegiatan masyarakat. Jalan tol Trans-Jawa merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Dari data yang diperoleh dari buku laporan tahunan BPJT tahun 2020, jumlah kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono masih tergolong tinggi. Maka dilakukan analisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, menghitung angka kecelakaan (accident rate), mengetahui black site pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono dengan menggunakan metode Z-score, mengetahui titik black spot pada black site yang telah diklasifikasikan menggunakan metode Cummulative Summary dan AEK, serta mengetahui solusi yang tepat untuk dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa accident rate tertinggi yang terjadi sepanjang ruas jalan tol Ngawi-Kertosono berdasarkan klasifikasi kecelakaan berat sebesar 0,233 kejadian/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan sedang sebesar 0,916 kejadian/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 3,506 kejadian/100 JPKP. Melalui analisis blacksite ditemukan pada 1 ruas jalan tol. Sedangkan untuk analisis black spot yang telah dilakukan, ditemukan 11 titik rawan kecelakaan.