cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Manajemen Risiko Supply Chain Koperasi Kopi Wonosalam Jombang dengan Metode House Of Risk (HOR) Pramuditya, Alfian Yoga; Karningsih, Putu Dana
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128038

Abstract

Konsumsi kopi di Indonesia dan dunia selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu membuat persaingan bisnis di pelaku industri kopi semakin ketat. Asosiasi Kopi Wonosalam Jombang melalui koperasi kopinya menjadi salah satu pelaku industtabelri kopi perkebunan rakyat yang menjalankan proses bisnis khususnya pada aktivitas supply chain mulai dari perkebunan, pengolahan pasca panen, sangrai, hingga distribusi kopi ke konsumen akhir. Bagi Koperasi Kopi Wonosalam memerlukan suatu upaya manajemen risiko untuk bersaing dengan pelaku industri kopi lainnya. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penerapan manajemen risiko dengan identifikasi, analisis, serta penanganan risiko aktivitas supply chain pada Koperasi Kopi Wonosalam. Identifikasi proses bisnis Koperasi Kopi Wonosalam menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang meliputi proses plan, source, make, deliver dan didapatkan 23 aktivitas proses bisnis supply chain meliputi 3 aktivitas pada proses plan dan source, 16 aktivitas pada proses make, serta 4 aktivitas pada proses deliver. Analisis manajemen risiko penelitian ini menggunakan metode House of Risk (HOR) yang terdiri dari 2 fase. Pada model HOR fase 1, didapatkan kejadian risiko (risk event) sebanyak 53 kejadian risiko, dimana 12 kejadian risiko di proses perkebunan dan panen, 13 kejadian risiko di proses pengolahan pasca panen, 3 kejadian risiko di proses penyortiran, 10 kejadian risiko di proses pemanggangan (roasting), 6 kejadian risiko di proses penggilingan, serta 9 kejadian risiko di proses pemasaran dan penjualan serta didapatkan agen risiko (risk agent) sebanyak 29 agen risiko. Hasil dari diagram pareto 80:20 dan permintaan dari pihak koperasi didapatkan total 10 penyebab risiko prioritas yang ditindaklanjuti untuk diberikan tindakan pencegahan risiko. Pada model HOR fase 2, diberikan 21 tindakan pencegahan risiko untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyebab risiko. Beberapa rancangan rekomendasi lebih lanjut dari penelitian ini adalah mengenai SOP Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) serta penyusunan rancangan mekanisme alat sortir ceri kopi berdasarkan warnanya.
Analisis Bandara Internasional Sam Ratulangi Sebagai Gerbang Internasional Pariwisata Indonesia Timur Berdasarkan Travel Cost Dan Travel Time Wisatawan Rungkat, Jersey Jehezkiel Elison Ruffi; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128301

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia masih belum seimbang dari segi jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah wisata di Indonesia bagian timur. Hal tersebut menyebabkan oleh travel time yang lama dan travel cost yang mahal untuk mencapai daerah wisata tersebut. Lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur yang menjadi daerah tujuan adalah Kepulauan Kei, Kepulauan Banda Neira dan Pulau Seram di Maluku; Labuhan Bajo, Pulau Komodo dan Danau Kelimutu di Nusa Tenggara Timur; Raja Ampat di Papua Barat, Morotai di Maluku Utara, Teluk Cendrawasih dan Pulau Biak di Papua; Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Likupang dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara; dan Teluk Tomini di Gorontalo. Selama ini perjalanan menuju daerah tersebut menempuh rute dari Jakarta atau Bali menuju ke daerah tersebut. Dari studi sebelumnya terkait distribusi cargo di Indonesia Timur, diperoleh hasil bahwa Bandar Udara Sam Ratulangi memberikan alternatif pada waktu perjalanan yang lebih singkat. Didasari oleh hal tersebut ide untuk menjadikan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata muncul. Dalam menganalisa kemungkinan Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi gerbang pariwisata, telah dilakukan pengumpulan data dan perhitungan terkait waktu dan biaya perjalanan menuju lokasi pariwisata yang ada di Indonesia Timur berdasarkan dua kondisi yaitu simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dan dari rute eksisting yang melayani menuju bandara tujuan. Setelah dibandingkan didapatkan dari 8 bandara tujuan pilihan 6 diantaranya memiliki jarak yang lebih dekat serta waktu tempuh dan biaya perjalanan yang lebih rendah untuk kondisi simulasi dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dibandingkan dengan keadaan rute eksisting, sedangkan satu bandara tidak bisa dibandingkan karena tidak adanya penerbangan komersial berjadwal menuju bandara tersebut.
Perancangan Geometrik Rencana Reaktivasi Jalur Rel Babat–Tuban Fakhrizal, Muhammad Miftah; Rahardjo, Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128336

Abstract

Babat dan Tuban termasuk kedalam wilayah Gerbangkertosusila yang pembangunannya menjadi perhatian oleh pemerintah. Di situ pula, direncanakan reaktivasi jalur Jombang–Babat–Tuban yang ditargetkan selesai di tahun 2030. Jalur ini memiliki segmen jalur yang sebelumnya ditutup di tahun 1990. Meskipun begitu, telah banyak pembangunan jalan raya, pemukinan yang dilakukan di atas jalur tersebut. Maka perlu dilakukan analisis kelayakan trase yang sudah ada dan perencanaan geometri untuk trase yang dirancang. Tahap awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa survey lapangan mengenai keadaan rel yang sudah ada, sedangkan data sekunder merupakan peta kontur, emplasemen stasiun yang ada, serta komponen rel. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap jalur yang sudah ada dan menilai mana bagian yang masih bisa digunakan dan tidak bisa. Pada bagian yang tidak bisa digunakan kembali, dilakukan perancangan beberapa trase alternatif yang kemudian dilakukan penilaian untuk memilih salah satu dari alternatif trase yang ada. Trase yang terpilih dirancang alinyemen horizontal dan vertikal, struktur, hingga emplasemen stasiun yang dilewati trase tersebut. Hasil perancangan ditemui bahwa terdapat beberapa bagian trase awal yang sudah tidak bisa digunakan akibat alih fungsi lahan menjadi pusat pemukiman dan perkotaan. Maka, dibuat trase alternatif yang mempertimbangkan aspek Aspek tata guna lahan, aspek teknis, potensi angkutan, dan aspek aksesibilitas. Trase alternatif yang dirancang merupakan jalur sepanjang 35,392 km dengan kelas jalan I yang memiliki kecepatan maksimum 120 km/jam. Dalam perancangan, dihasilkan trase dengan 24 lengkung horizontal dan 38 lengkung vertikal. Jalur ini dirancang menggunakan bantalan beton dengan jarak 60 cm antar bantalan. Sepanjang trase, kereta api akan berhenti di 3 stasiun yaitu Stasiun Babat, Stasiun Plumpang, dan Stasiun Tuban. Stasiun Babat memiliki 9 jalur dan berfungsi sebagai stasiun percabangan, Stasiun Plumpang memiliki 4 jalur, dan Stasiun Tuban memiliki 3 jalur serta berfungsi sebagai stasiun ujung.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Tuban Menggunakan Metode Work Sampling Dwiasmarani, Vina Nadya; Wiguna, I Putu Artama
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128348

Abstract

Produktivitas tenaga kerja dalam proyek konstruksi sampai saat ini relative sedikit yang dipublikasikan. Terdapat beberapa metode pengukuran produktivitas tenaga kerja. Metode yang digunakan dengan mudah, hemat waktu, serta biaya yakni dengan Work Sampling. Work Sampling adalah salah satu metode pendekatan yang digunakan untuk pengukuran produktivitas dengan waktu acak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produktivitas serta nilai produktivitas harian pekerja pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Tuban, Jawa Timur. Ukuran produktivitas yang didapat dari analisis ini adalah labor utilization rate (LUR). Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan yakni pekerjaan geotextile dan pekerjaan perkerasan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada waktu kerja selain weekends / hari libur. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian yakni data penelitian yang selanjutnya diolah melalui beberapa tahap perhitungan seperti uji keseragaman data, uji kecukupan data, perhitungan efektivitas tenaga kerja yakni Labor Utilization Rate (LUR), dan nilai produktivitas berdasarkan hasil yang didapat. Hasil analisis Work Sampling pada 2 pekerjaan yang diamati yakni ; pekerjaan geotextile selama 9 hari dengan nilai LUR sebesar 59.84 % (Efektif) dan nilai produktivitas harian urugan pilihan 202.5 m3, loading galian 904.5 m3, penggelaran geotextile 512.5 m2, gelar material urugan pilihan layer 1 202.5 m3 ; pekerjaan perkerasan bahu dan badan jalan selama 19 hari dengan nilai LUR sebesar 63.15% (Sangat Efektif) dan nilai produktivitas harian gelar material agregat kelas A 106 m3, loading galian bahu jalan 51.9 m3, dan galian bahu jalan 17.8 m3.
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi II Ramdhani, Dzaky; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128562

Abstract

Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten yang kian meningkat. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diiringi dengan peningkatan mobilitas manusia, barang dan jasa akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan jumlah kendaraan. Sehingga kapasitas jalan juga akan meningkat. Peningkatan volume lalu lintas jalan menjadi sebuah permasalahan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pemerintah meningkatkan kapasitas jalan dengan membangun jalan bebas hambatan (jalan tol) yaitu Jalan Tol Serang-Panimbang. Dalam perencanaan ini berisi tentang penilaian trase alternatif terhadap trase rencana jalan tol milik Bina Marga, perencanaan geometrik yang mengacu pada “Peraturan Bina Marga untuk Perencanaan Geometrik Jalan Bebas Hambatan No. 13/P/BM/2021, Perencanaan tebal perkerasan jalan sesuai dengan “Manual Desain Perkerasan Jalan 2017”, perencanaan saluran drainase sesuai dengan “Pd. T-02-2006-B”, rencana anggaran biaya yang dibutuhkan, serta Perencanaan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan Panjang jalan 23.055 km dengan 9 PI dan PVI sebanyak 32. Untuk tebal perkerasan 305 mm dengan sambungan tie bars dengan diameter 16 mm dan dimensi tipikal saluran drainase yaitu b=1.10 m dan h=0.5 m. Volume galian didapatkan sebesar 734.116,6 m3 dan volume timbunan didapatkan sebesar 9.015.869,14 m3. Rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan ini sebesar Rp.4.462.580.592.760,-.
Perancangan Jalan Akses Pabrik Ketiga PT Greenfields Indonesia di Desa Tlogo Gentong, Doko, Blitar, Jawa Timur Kusumawardhani, Rania Salsabilah; Prastyanto, Catur Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128703

Abstract

Rencana pembukaan pabrik pengolahan susu ketiga milik PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Blitar, Jawa Timur bertujuan untuk menyumbang kontribusi pertumbuhan pelaku industri pengolahan susu di Indonesia. Lokasi yang dijadikan sebagai tempat mendirikan pabrik ini memiliki kondisi jalan yang belum memadai. Sehingga, diharapkan perancangan sebuah jalan yang diharapkan nantinya akan menjadi fasilitas sistem transportasi aktifitas lalu lintas harian pabrik secara keseluruhan. Hasil perancangan Jalan Akses Pabrik Ketiga PT Greenfields Indonesia di Desa Tlogo Gentong, Doko, Blitar, Jawa Timur memiliki trase sepanjang 5,33 km dengan 4 Point of Intersections tikungan tipe Spiral-Circle-Spiral dan 28 Point of Intersections tikungan tipe Full-Circle serta 22 Point of Vertical Intersections. Komponen perkerasan kaku yang diperlukan untuk membangun jalan ini adalah lapis beton struktural setebal 240 mm, lapis Lean Mix Concrete setebal 100 mm, lapis drainase setebal 150 mm, sambungan tie bars dengan diameter 16 mm dan panjang 800 mm serta sambungan dowel dengan diameter 36 mm dengan panjang 450 mm yang membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 31.300.073.000,-. Sedangkan komponen perkerasan lentur yang diperlukan adalah lapis AC – WC setebal 40 mm, lapis AC – BC setebal 60 mm, lapis AC – Base setebal 235 mm dan lapis fondasi agregat kelas A setebal 300 mm yang membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 25.053.547.000,-. Dalam perancangan ini juga diperlukan tiga tipe saluran drainase sebagai komponen pelengkap jalan.
Analisis Perbandingan Metode Pemilihan Rute pada Studi Kelayakan Jalan Tol (Studi Kasus: Jalan Tol Malang – Kepanjen) Dovyanto, Aditya Wicaksono; Widyastuti, Hera
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128927

Abstract

Kepanjen merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Malang. Lokasi ini juga merupakan titik lewat kendaraan dari Kota Malang yang akan menuju ke daerah Karesidenan Kediri di timur dan Karesidenan Besuki di barat. Seiring dengan hal itu, terdapat rencana pembangunan Jalan Tol Agungblijen (Tulungagung – Blitar – Kepanjen) dan Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa (JLS) yang mana keduanya akan melewati Kepanjen. Sehingga dengan keadaan volume kendaraan yang tinggi dan adanya rencana pembangunan tersebut, direncanakanlah pembangunan Jalan Tol Malang – Kepanjen yang akan menghubungkan Kota Malang dengan Kepanjen. Investasi infrastruktur jalan tol perlu diawali dengan adanya studi kelayakan investasi khususnya pada aspek ekonomi dan finansial. Aspek ekonomi merupakan manfaat untuk masyarakat dan finasial merupakan manfaat untuk investor. Nilai manfaat ini diambil dari jumlah pengendara yang berpindah dari jalan eksisting menuju ke jalan tol. Maka dari itu perlu dilakukan analisis pemilihan rute atau trip assignment untuk memprediksi besaran volume kendaraan yang akan masuk menuju ke jalan tol jika sudah beroperasi. Analisis pemilihan rute atau trip assignment akan menggunakan empat metode analisis dan membandingkan hasil dari ke-empatnya, yaitu metode Smock, metode JICA 1, metode Davidson, dan metode Diversion Curve. Ke-empat metode tersebut memiliki parameter masing-masing dan digunakan metode yang menghasilkan persentase perpindahan merata. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan metode Smock tidak ada yang berpindah ke jalan tol, metode JICA 1 hasil perpindahan tidak valid, dan metode Davidson perpindahan tidak merata karena hanya ada 1 seksi yang terjadi perpindahan, sedangkan seksi lainnya tidak ada yang berpindah. Sehingga digunakan hasil analisis metode Diversion Curve yang menghasilkan prpindahan merata di seluruh seksi Jalan Tol Malang – Kepanjen. Besar persentase pengguna jalan eksisting yang akan berpindah menuju jalan tol adalah berkisar di angka 49% – 50%. Maka dari itu disimpulkan bahwa metode Diversion Curve adalah metode yang dapat digunakan untuk analisis pemilihan rute pada studi kelayakan Jalan Tol Malang – Kepanjen.
Desain dan Analisis Deformasi Pegas Daun Mono-Parabolic dan Shackle pada Sistem Suspensi Mevits Menggunakan Metode Elemen Hingga Amirah, Wardah Nur; Guntur, Harus Laksana
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.129158

Abstract

Perkembangan industri transportasi di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan konsumen memilih transportasi, yaitu faktor kenyamanan yang akan digunakan. Terdapat penelitian mengenai pegas daun dengan daun single disebut dengan mono-parabolic. Variasi yang digunakan yaitu variasi pegas daun mono-parabolik dengan shackle dan tanpa shackle. Material yang digunakan pada shackle yaitu AISI 4140 dan pada pegas daun yaitu EN45. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai deformasi akibat profil jalan dengan beban maksimum menggunakan Finte Element Method pada software ANSYS Workbench. Pada software ANSYS dilakukan beberapa pengujian yaitu pengujian ststik untuk mendapatkan nilai deformasi, lalu analisis modal untuk mendapatkan nilai frekuensi natural selanjutnya dilakukan analisis respons harmonic didapat grafik dari amplitudo perpindahan. Pengaruh shackle pada pegas daun mono-parabolik yaitu dapat meredam profil jalan dilihat dari deformasi pada massa sprung dimana nilai dari pegas daun mono parabolik dengan shackle lebih kecil dibandingkan MEVITS. Perbandingan hasil pegas daun pada MEVITS dan pegas daun mono-parabolik yaitu pada MEVITS terjadi perpindahan massa sprung paling besar saat dikenai beban maksimum dibandingkan dengan pegas daun lainnya. Namun, saat pegas daun MEVITS dikenai bump speed menyebabkan perpindahan massa sprung lebih besar daripada pegas daun mono parabolik. Desain yang optimal berdasarkan dari hasil simulasi untuk meredam profil jalan yaitu pegas daun pada MEVITS dengan tingkat kenyaman lebih baik dibanding pegas daun mono parabolik. Namun, nilai percepatan pegas daun mono parabolik dengan shackle mendekati nilai dari pegas daun pada MEVITS. Di sisi lain, Pada MEVITS menggunakan 4 daun membuat biaya akan lebih mahal dibanding dengan mono-parabolik. Maka dari itu, pegas daun mono parabolik dengan shackle dapat menjadi alternatif untuk mengganti pegas daun pada MEVITS.
Redesain Geometrik Ramp Margajaya, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Cahyanti, Novia Dwi; Istiar, Istiar; Herijanto, Wahju
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.129295

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Segmen 2A Ujung menuntut terjadinya perubahan tata ruang pada Simpang Presdo. On/off ramp dari jalan tol tersebut terhubung dengan Simpang Presdo yang menyebabkan adanya penambahan lengan simpang pada daerah tersebut dari sebelumnya empat lengan menjadi lima lengan. Hal tersebut menyebabkan bertambah pula titik konflik lalu lintas pada kendaraan yang melintasi simpang tersebut. Oleh karena itu, direncanakan pengurangan lengan simpang dengan cara melakukan perencanaan ulang geometrik Entrance dan Exit Ramp Margajaya serta Simpang Presdo untuk mengurangi titik konflik lalu lintas pada Simpanng Presdo. Perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan Raya Nomor: 13/P/BM/2021. Kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya akan dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja lalu lintas, derajad kejenuhan Simpang Presdo kondisi eksisting pada jam puncak cukup tinggi, yaitu mencapai 0.98. Perencanaan ulang geometrik meliputi perencanaan on ramp dan off ramp, dimana untuk off ramp terbagi menjadi dua yaitu off ramp menuju Simpang Presdo dan off ramp menuju Jl. Veteran. Pada off ramp menuju Simpang Presdo direncanakan sebanyak 5 tikungan yang terdiri dari 4 tikungan FC dan 1 tikungan SCS. Pada off ramp menuju Jl. Veteran direncanakan sebanyak 3 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung FC, 1 lengkung SCS, dan 1 lengkung SS. Pada on ramp direncanakan terdapat 4 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung SCS, 1 lengkung SS, dan 2 lengkung FC. Setelah dilakukan perencanaan ulang, hasil perhitungan analisis kinerja simpang menunjukkan nilai derajat kejenuhan yang lebih kecil yaitu sebesar 0.92, yang berarti bahwa dilihat dari segi lalu lintas desain perencanaan ulang lebih baik daripada kondisi eksisting.
Analisis Penjadwalan Probabilistik Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Seksi 1 Menggunakan Simulasi Monte Carlo Iqbal, Muhamad; Wiguna, I Putu Artama
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.129330

Abstract

Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA dibangun sebagai salah satu sistem jaringan Trans Jawa. Pembangunan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan kapasitan jalan antar wilayah, untuk mengurangi kemacetan, serta untuk mendorong pengembangan wilayah dengan mendorong minat swasta dan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Pada proyek ini mengalami kendala cuaca dan alat berat. Hal ini menyebabkan adanya ketidaksesuain dalam penyelesaian pekerjaan. Dibutuhkan metode penjadwalan yang mempertimbangkan potensi risiko dan ketidakpastian dalam pelaksanaanya, yaitu menganalisis menggunakan metode penjadwalan probabilistik, contohnya dengan menggunakan Simulasi Monte Carlo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa total durasi probabilistk dan persentase probabilitas durasi rencana menggunakan penjadwalan probabilistik berdasarkan Simulasi Monte Carlo. Dalam pembuatan penjadwalan probabilistik menggunakan metode Simulasi Monte Carlo pada penelitian ini memerlukan beberapa tahapan pembuatan. Beberapa tahapan itu adalah pembuatan penetuan aktivitas, hubungan antara aktivitas, estimasi sumber daya aktivitas, estimasi durasi aktivitas, menjalankan Simulasi Monte Carlo, dan analisis hasil Simulasi Monte Carlo. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa total durasi optimis adalah 236 hari dengan probabilitas < 1%. Total durasi pesemis adalah 268 hari dengan probabilitas 100%. Total durasi paling mungkin adalah 252 hari probabilitas 50%. Untuk durasi rencana dengan total 253 hari memiliki probabilitas penyelesaian sebesar 54%. Dan untuk kontingensi waktu yang diambil dengan probabilitas penyelesaian 98% (P98) memiliki selesih sebesar 11 hari sehingga dibutuhkan monitoring pada aktivitas pekerjaan dan pada aktivitas kritis dapat dipertimbangkan untuk dilakukan percepetan penyelesaian.